cover
Contact Name
Yusran
Contact Email
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282136764704
Journal Mail Official
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan H.M.Yasin Limpo No.36, Romang Polong, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kode Pos 92118
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tafsere
ISSN : 23552255     EISSN : 29628474     DOI : -
Core Subject : Religion,
Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of the Quran, and Tafsir studies. Tafsere was published by the Department of Quranic and Tafsir Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2023)" : 6 Documents clear
Ukhuwah Dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik) Hadari
Jurnal Tafsere Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i1.35576

Abstract

Kata ukhuwah sering digandengkan dengan kata islamiyah, sehingga memunculkan istilah ukhuwah islamiyah. Masyarakat muslim mengenal istilah Ukhuwah Islamiyyah. Selama ini ada kesan bahwa istilah tersebut bermakna “persaudaraan yang dijalin oleh sesama Muslim”, atau dengan kata lain, “persaudaraan antar sesama Muslim”, sehingga kata “Islamiyyah” dijadikan pelaku ukhuwah itu. Pemahaman ini kurang tepat karena kata Islamiyyah yang dirangkaikan dengan kata ukhuwah lebih tepat dipahami sebagai adjectiva (sifat), sehingga ukhuwah Islamiyah berarti persaudaraan yang bersifat Islami atau yang diajarkan oleh Islam, paling tidak ada dua alasannya. Pertama, al-Qur’an dan hadis memperkenalkan bermacam-macam per­saudara­­an. Kedua, karena alasan kebahasaan. Di dalam bahasa Arab, kata sifat selalu harus disesuaikan dengan yang disifatinya. Jika yang disifati berbentuk indefinitif (nakirah) maupun feminin (mu’annas\), kata sifatnya pun harus demikian. Ini terlihat secara jelas pada prase ukhuwwah Islamiyyah dan al-Ukhuwwah al-Islamiyyah. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ilmu tafsir. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah penelaahan dan pengkajian bahan-bahan pustaka (library research) dengan langkah-langkahnya adalah menetapkan masalah dan tujuan penelitian mengenai ayat-ayat ukhuwah dalam Al-Qur’an, mengumpulkan data mengenai konsep ukhuwah dalam Al-Qur’an. Pengolahan data melalui tiga tahap yakni menganalisis, memaparkan, dan merumuskan penafsiran ayat-ayat ukhuwah, dianalisis secara kuali­tatif kemudian menarik kesimpulan.
Kontribusi Metode Double Movement Fazrul Rahman Terhadap Penafsiran al-Qur'an Sulkifli; Nurul Hikmah Amir
Jurnal Tafsere Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i1.37050

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas mengenai kontribusi metode double movement Fazlur Rahman terhadap penafsiran al-Quran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan analisis kepustakaan pada buku-buku dan jurnal penelitian ilmiah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode yang digagas oleh Fazlur yaitu metode double movement memberikan kontribusi yang besar dalam panafsiran al-Qur’an. Hal itu dapat dilihat dari keefektifan penggunaan metode tersebut dalam menjawab persoalan-persoalan modern-kontemporer yang belum muncul pada tafsir klasik. Prinsip dari metode ini adalah penggunaan sosio histroris dalam memahami ayat al-Qur’an untuk bisa mengetahui pesan moral al-ayat Qur’an yang kemudian dijadikan sebagai acuan dalam menjawab persoalan kekinian.
Teori dan Aplikasi Manhaj Al-Maudhu’i: Kasus Terhadap Konsep Kufr dalam Al-Qur’an Karya Harifuddin Cawidu Muhammad Tajuddin; Halimah Basri; Bambang Sampurno
Jurnal Tafsere Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i1.39138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori dan aplikasi manhaj al-Maudhu'i yang dikemukakan dalam karya Harifuddin Cawidu yang berfokus pada konsep kufr dalam Al-Qur'an. Manhaj al-Maudhu'i adalah pendekatan studi al-Qur'an yang menekankan pada pemahaman kontekstual dan pemaknaan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode analisis konten. Data yang digunakan adalah karya Harifuddin Cawidu yang berjudul "Konsep Kufr dalam Al-Qur'an." Penelitian ini akan menganalisis pandangan Cawidu tentang kufr, termasuk definisi, jenis-jenis kufr, dan implikasinya dalam kehidupan Muslim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Harifuddin Cawidu mengemukakan teori manhaj al-Maudhu'i dengan mengedepankan konteks sosial, sejarah, dan budaya dalam memahami konsep kufr dalam Al-Qur'an. Ia menekankan pentingnya memahami ayat-ayat Al-Qur'an secara komprehensif dan tidak terlepas dari konteks waktu dan tempat di mana ayat tersebut diturunkan. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan aplikasi manhaj al-Maudhu'i dalam memahami konsep kufr dalam kehidupan Muslim kontemporer. Cawidu memberikan contoh-contoh konkrit tentang situasi dan perilaku yang dapat dianggap sebagai kufr berdasarkan pandangan Al-Qur'an. Dia juga menyoroti pentingnya memahami konsep kufr dengan bijak dan tidak menyimpang ke arah ekstremisme. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang teori dan aplikasi manhaj al-Maudhu'i, khususnya dalam konteks konsep kufr dalam Al-Qur'an. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dan kontribusi dalam studi Al-Qur'an serta dalam upaya mempromosikan pemahaman yang lebih akurat dan holistik tentang agama Islam.
Cemburu dalam Al-Qur'an (Suatu Kajian Tafsir Tahlili Terhadap QS At-Tahrim 3-5) Abdul Ghany Mursalin; Murdifina
Jurnal Tafsere Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i1.39352

Abstract

Kajian ini menggunakan metode tafsir tahlili terhadap ayat-ayat 3- 5 dari Surah At-Tahrim dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan tema cemburu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami danmenganalisis perspektif Al-Qur'an mengenai cemburu dan mengidentifikasi pengajaran yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan tafsir tahlili, yang melibatkan analisis mendalam terhadap konteks sejarah, budaya, dan linguistik ayat-ayat yang dipelajari. Dalam kajian ini, ayat-ayat dari Surah At-Tahrim yang berhubungan dengan cemburu dipilih dan dianalisis dengan seksama. Hasil analisis menunjukkan bahwa Al-Qur'an memberikan pandangan yang komprehensif mengenai cemburu. Ayat-ayat yang diteliti menekankan pentingnya mengelola dan mengendalikan emosi cemburu, serta menunjukkan bahaya dan konsekuensi negatif dari cemburu yang berlebihan. Selain itu, Al-Qur'an juga memberikan petunjuk tentang cara membangun hubungan yang sehat berdasarkan kepercayaan, komunikasi, dan pemahaman yang saling mendukung antara pasangan suami istri. Kajian ini memberikan wawasan baru tentang perspektif Al-Qur'an terkait cemburu. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengatasi cemburu berlebihan dan membangun hubungan harmonis dalam konteks pernikahan dan keluarga. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam tentang tema cemburu dalam Al-Qur'an dan menerapkan pengajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ikhlas Karya M. Quraish Shihab: Studi Komparatif Terhadap Metodologi Tafsir Al-Mishbāh dan Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Afwaz Fafaza Rif’ah
Jurnal Tafsere Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i1.39975

Abstract

Peneliti menggunakan pendekatan ilmu tafsir, linguistik, sejarah (historis). dengan menganalisis isi terhadap literatur dan mempunyai relevansi dengan masalah yang dibahas, kemudian mengulas dan disimpulkan. Adapun sub masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana metodologi penafsiran M. Quraish Shihab terhadap QS al-Ikhlas dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Karim?, dan 2) Bagaimana metodologi penafsiran M. Quraish Shihab terhadap QS al-Ikhlas dalam Tafsir Al-Mishbāh ? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; Pertama, metodologi penafsiran yang digunakan tafsir Al-Qur’ān Al-Karīm berkarakter nuzūlī, secara metodologi penyusunan disusun berdasarkan urutan turunnya surah, sehingga wajar penjelasan QS al-Ikhlās diawali dengan uraian surah ke-19 yang diturunkan dan dimulai dengan penjelasan tentang urutan turunnya QS Al-Ikhlās. Kedua, sedangkan metodologi penafsiran yang digunakan tafsir Al-Mishbāh berkarakter tafsir Tahlīlī, secara metodologi penyusunannya disusun berdasarkan urutan surah yang ada dal mushaf sehingga wajar QS Al-Ikhlās diletakkan pada urutan ke-112 dan uraian pembahasannya diawali dengan kategori surah, nama lain surah dan seterusnya. Penelitian ini penting untuk dikaji lebih mendalam lagi, mengingat metodologi penafsiran M. Quraish Shihab terhadap QS al-Ikhlas} dalam tafsir Al-Mishbāh dan tafsir Al-Qur’an Al-Karim ini merupakan hal yang menarik, Sehingga penulis berharap penelitian ini dapat menambah pemahaman masyarakat luas tentang penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Karim dan Tafsir Al-Mishbāh-nya.
Mattamalahoja Sebagai Tradisi Pengabulan Hajat Masyarakat Allakuang Sidrap (Kajian Living Qur’an Terhadap Qs Al-Insyirah/94 Dan Qs Al-Ikhlas/112) Najwah Arsyad; Muhsin Mahfudz; Aisyah Arsyad
Jurnal Tafsere Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i1.40107

Abstract

Artikel ini membahas mengenai tradisi lokal masyarakat Bugis di Desa Allakuang, yaitu tradisi mattamalahoja yang dilakukan untuk mendoakan hajat orang lain agar dapat segera terpenuhi. Tradisi mattamalahoja dilakukan dengan membaca QS al-Insyirah/94 sebanyak 99 kali dan QS al-Ikhlas/112 sebanyak 1000 kali sebagai pengantar. Keunikan dari tradisi mattamalahoja adalah syarat-syarat dari pelaksanaannya yaitu dianjurkannya untuk memperbaharui wudu, dilakukan di tempat yang hening dan hanya orang-orang yang dianggap alim yang bisa melakukannya. Dalam artikel ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif melalui penelitian lapangan dengan sistem analisis data yang digunakan adalah analisis konten. Sumber datanya mengombinasikan antara hasil wawancara dengan penjelasan dari QS al-Insyirah/94 dan QS al-Ikhlas/112. Pada akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa dalam tradisi mattamalahoja melalui QS al-Ikhlas/112 dan QS al-Insyirah/94 dapat mempengaruhi praktik dan pemahaman keberagamaan masyarakat dengan membentuk sikap dan keyakinan yang utuh dalam menjalankan tradisi mattamalahoja. Masyarakat dapat memahami pentingnya sikap tawakkal, kelapangan atau rasa lega, serta keesaan Allah swt. dalam memenuhi hajat. Sehingga dengan itu, akan membantu untuk mereka mendoakan orang lain dengan hati yang ikhlas dan menaruh harapan hanya kepada Allah swt. tempat meminta pertolongan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6