cover
Contact Name
Martua E. Tambunan
Contact Email
jurnalmanajemenrisiko@gmail.com
Phone
62811992085
Journal Mail Official
jurnalmanajemenrisiko@gmail.com
Editorial Address
Magister Manajemen Universitas Kristen Indonesia Jl. Pangeran Diponegoro No.84-86, RT.2/RW.6, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen Risiko
ISSN : -     EISSN : 27463982     DOI : https://doi.org/10.33541/mr
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Risiko merupakan jurnal ilmiah bagi para ahli manajemen  dan akuntansi khususnya berkaitan dengan manajemen risiko. Isi dan konten jurnal ini berdasarkan hasil penelitian, kajian pustaka dan analisa yang menggunakan metode ilmiah yang terukur. Jurnal Manajemen Risiko ini diterbitkan oleh Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia dengan jadwal penerbitan: dua kali dalam setahun yakni pada bulan Juni dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022): JUNI" : 5 Documents clear
ANALISIS RISIKO PELAYANAN PASIEN LAMA TERHADAP PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 (STUDI KASUS : RS YADIKA PONDOK BAMBU JAKARTA TIMUR) Jeffry Albert Silaen; Indra Gunawan; M.L.Denny Tewu
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 2 No. 2 (2022): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v2iIV.4096

Abstract

ABSTRAKManajemen Risiko merupakan aktivitas manajemen didalam mempersiapkan strategi untuk merespon risiko atau kejadian yang tidak diinginkan muncul. RS Yadika Pondok Bambu dalam menjalankan kegiatan bisnis pelayanan Rumah sakit akan melewati tahapan didalam proses bisnis pelayanan Rumah sakit yaitu pendaftaran, pemeriksaan Pasien di ruang tunggu poliklinik Penyakit dalam,ketidakmampuan mendiagnosa pasien DM Type 2 dan Terapi. Penelitian ini menggunakan tahapan manajemen risiko yang dimulai dari Identifikas risiko disetiap tahapan proses bisnis penjualan perumahan dengan menggunakan diagram fishbone didapati ada 10 item risiko dari setiap tahapan yang terbagi dari 2 item risiko di tahapan pendaftaran, 3 item pemeriksaan Pasien di ruang tunggu poli Penyakit dalam, 2 item risiko ketidakmampuan mendiagnosa pasien DM Type 2 dan 3 item risiko di Terapi. Kemudian dilanjutkan dengan mengukur risiko dengan menghitung peluang dan dampak dari risiko tersebut dan dengan tabel Heat Map hasil perkalian antara peluang dan dampak dari risiko – risiko di setiap tahapan proses bisnis pelayanan Rumah Sakit diketahui bahwa nilai Risk Assesment Matrik berada dalam kategori tinggi dan sangat tinggi. Dan diakhiri dengan menggunakan diagram Treshold of Risk Level diketahui tekhnik pengelolaan risiko yaitu dengan Avoidance atau menghindari risiko tersebut yang dipergunakan merancang strategi untuk merespon risiko. Dan dari penelitian ini diperoleh strategi respon risiko untuk tahapan pendaftaran adalah sebelum melakukan pelayanan kepada pasien, Rumah sakit harus terlebih dahulu melakukan survey secara langsung dan teliti, komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak pelayanan medis, penunjang medik, medical record dan Apoteker serta sosialisasi secara resmi serta transparan informasi sesuai prosedur yang berlaku kepada semua dokter Spesialis penyakit dalam dan pihak lain. Tahapan kedua yaitu pemeriksaan Pasien di ruang tunggu poliklinik Penyakit dalam dengan strategi respon risiko adalah mengkaji ulangruang tunggu yang sesuai dengan standart yang berlaku, pemeriksaan dasar yang sesuai dan ruang periksa yang sesuai dengan standar yang berlaku. Strategi Respon risiko tahapan keidakmampuan mendiagnosa penyakit DM type 2 adalah koordinasi dengan pihak dokter spesialis penyakit dalam agar memeriksa pasien sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku serta koordinasi dengan kepala penunjang medic untuk menyediakan pemeriksaan penunjang. Dan untuk tahapan terapi respon risikonya adalah perlu koordinasi antara apoteker dengan dokter spesialis penyakit dalam serta pasien dalam menyedikan terapi yang dibutuhkan.Kata kunci : manajemen risiko, proses bisnis, strategi respon risiko
ANALISIS RISIKO OPERASIONAL DALAM PROSES PEMBAYARAN UANG SEKOLAH PESERTA DIDIK DI SD DHARMA BUDHI BHAKTI Vera Hendra Sitompul; Martua E. Tambunan; Tarsicius Sunaryo
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 2 No. 2 (2022): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v2iIV.4097

Abstract

ABSTRAKRisiko Operasional merupakan risiko yang umumnya bersumber dari internal perusahaan, dimana risiko tersebut terjadi disebabkan oleh lamanya sistem kontrol manajemen. Sekolah Dharma Budhi Bhakti didalam menjalankan kegiatan bisnis proses pembayaran uang sekolah peserta didik akan melewati beberapa tahapan yang didalam proses bisnisnya yaitu persiapan data, input data, proses validasi data dan masa bayar. Penelitian ini menggunakan tahapan manajemen risiko yang dimulai dari Identifikas risiko disetiap tahapan proses pembayaran uang sekolah peserta didik dengan menggunakan diagram fishbone didapati ada 9 item risiko dari setiap tahapan yang terbagi dari 2 item risiko di persiapan data, 2 item risiko di input data, 2 item risiko di proses validasi data oleh Tata usaha dan 3 item risiko di masa bayar. Kemudian dilanjutkan dengan mengukur risiko dengan menghitung peluang dan dampak dari risiko tersebut dan dengan tabel Heat Map hasil perkalian antara peluang dan dampak dari risiko – risiko di setiap tahapan proses pembayaran uang sekolah peserta didik diketahui bahwa nilai Ri sk Assesment Matrik berada dalam kategori tinggi dan sangat tinggi. Dan diakhiri dengan menggunakan diagram Risk Appetite Levels diketahui tekhnik pengelolaan risiko yaitu dengan Accaptable atau menerima risiko tersebut yang dipergunakan merancang strategi untuk merespon risiko. Dan dari penelitian ini diperoleh strategi respon risiko untuk tahapan persiapan data adalah sebelum melakukan pencatatan akuntasi, bagian tata usaha harus terlebih dahulu melakukan pendataan nama-nama peserta didik yang akan dimasukkan data peserta didik yang belum melakukan pembayaran uang sekolah dengan teliti, komunikasi terlebih dan koordinasi dengan semua pihak orangtua atau wali kelas, serta melakukan persiapan waktu yang baik sebelum melakukan pencatatan akuntasi dan pendataan nama peserta didik. Tahapan kedua yaitu input data dengan strategi respon risiko adalah dengan menunjuk petugas tata usaha yang bertanggung jawab dan profesional, serta mempersiapkan tenaga pengganti yang kompetensi, melakukan koordinasi dengan pihak teknologi informasi dan mempersiapkan cadangan jaringan dari penyedia jasa jaringan apabila nantinya terjadi gangguan pada jaringan. Strategi Respon risiko tahapan proses validasi data adalah sebelum dilakukan proses upload data sebaiknya dilakukan validasi yang teliti dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Untuk tenaga karyawan di tata usaha sebaiknya diseleksi sesuai dengan kompetensi serta memberikan pelatihan kepada karyawan untuk memaksimalkan hasil kerja yang baik. Dan untuk tahapan masa bayar strategi respon risikonya adalah dengan membangun sistem informasi yang terintegrasi ,memberikan informasi pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku di sekolah, dan melakukan komunikasi yang baik dengan pihak para orang tua peserta didik atau guru wali kelas, melakukan transaksi pembayaran yang secara terbuka atau transparan serta pegawai tata usaha yang menerima proses pembayaran uang sekolah harus jujur. Kata kunci : Risiko Operasional, proses pembayaran uang sekolah, piutang.
MANAJEMEN RISIKO REPUTASI PERGURUAN TINGGI DAN WORLD UNIVERSITY RANKINGS Dominicus Savio Priyarsono
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 2 No. 2 (2022): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v2iIV.4098

Abstract

AbstractThe first critical step required in university reputation risk management is defining the meaning and formulating the method for measurement of reputation. This step can be facilitated by considering approaches utilized by world university ranking systems combined with relevant Ministerial policies and strategic planning of the university. Based on IPB University’s empirical experience in conducting reputation risk management, it can be concluded that reputation risk management is a type of strategic risk management that requires inter-functional integration so intensive that it needs involvement of the top management of the university. Keywords: risk management, university rankings, university reputation. AbstrakLangkah kritikal pertama yang diperlukan dalam manajemen risiko reputasi perguruan tinggi adalah perumusan makna dan penetapan metode pengukuran reputasi. Langkah ini dapat dipermudah dengan mempertimbangkan pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam sistem- sistem pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang dikombinasikan dengan kebijakankebijakan Kementerian yang relevan serta berbagai rencana strategis perguruan tinggi yang bersangkutan. Berdasarkan pengalaman empirik manajemen risiko reputasi yang diselenggarakan oleh IPB University, dapat disimpulkan bahwa manajemen risiko ini tergolong ke dalam manajemen risiko strategis yang memerlukan integrasi antarfungsi dalam organisasi sedemikian intensif sehingga memerlukan keterlibatan dari pucuk pimpinan perguruan tinggi. Kata kunci: manajemen risiko, pemeringkatan perguruan tinggi, reputasi perguruan tinggi.
PENERAPAN MODEL MANAJEMEN RISIKO TEKNOLOGI DIGITAL DI LEMBAGA PERBANKAN BERKACA PADA CETAK BIRU TRANSFORMASI DIGITAL PERBANKAN INDONESIA Yohanes Ngamal; Maximus Ali Perajaka
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 2 No. 2 (2022): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v2iIV.4099

Abstract

Abstrak:Artikel ini membahas mengenai tren pemanfaatan teknologi digital di industri perbankan yang terjadi di dunia secara khusus di Indonesia. Studi ini menemukan bahwa pemanfaatan teknologi digital (digitalisasi) telah membuat ekosistem keuangan global berubah dengan cepat. Hal ini tejadi karena demand (kebutuhan) masyarakat untuk mendapat jasa layanan akan digital terus bertambah. Hal ini membuka peluang bagi industri perbankan untuk meningkatkan jumlah nasabahnya dan meningkatkan keuntungannya. Namun, pada sisi lain terdapat sejumlah saluran di mana lembaga perbankan berpotensi mengalami potensi kerugian karena kejahatan siber akan terus meningkat. Oleh karena itu penulis menyarankan supaya lembaga perbankan terus berupaya menemukan kembali fungsi manajemen risiko mereka, terutama melalui pengembangan manajemen risiko digital, untuk melindungi diri mereka sendiri, pelanggan mereka, dan tempat mereka di pasar. Di Indonesia, sesungguhnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membuat cetak biru dan peta jalan (road map) yang membantu industri perbankan menerapkan digitalisasi dan mengembangkan manajemen risiko digital secara tepat sasar dan berdaya guna. Kata kunci: bank, teknologi digital, digitalisasi, cetak biru transformasi digital, OJK. manajemen risiko digital
STUDI MANAJEMEN RISIKO AKAD MURABAHAH PADA PERBANKAN SYARIAH Ahmad Suhaimi
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 2 No. 2 (2022): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v2iIV.4100

Abstract

abstract no abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 5