cover
Contact Name
Ratnayani
Contact Email
ratnayani1105@binawan.ac.id
Phone
+6281299660046
Journal Mail Official
jakagi@binawan.ac.id
Editorial Address
Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi, Universitas Binawan Jl. Kalibata Raya - Dewi Sartika Jakarta Timur - 13630
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi (JAKAGI)
Published by Universitas Binawan
ISSN : -     EISSN : 2775085X     DOI : -
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi (JAKAGI) merupakan media ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi, Universitas Binawan. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel pada lingkup ilmu gizi, pangan, dan kesehatan dengan aspek diantaranya gizi klinik, gizi masyarakat, manajemen penyelenggaraan makanan, pangan fungsional, aplikasi sistem informasi bidang pangan, gizi dan kesehatan. Tim editor akan menjalankan proses peer-review terhadap seluruh naskah yang masuk, dan jurnal yang diterima akan di publikasikan secara berkala dua kali setahun (Juni dan Desember).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2022): Desember 2022" : 5 Documents clear
HUBUNGAN KONTRIBUSI ENERGI DAN ZAT GIZI MAKAN SELINGAN DENGAN INDEKS MASSA TUBUH MAHASISWA PASCASARJANA ILMU GIZI IPB UNIVERSITY: Correlation between Energy and The Nutrients Contribution of Snacks with Body Mass Index on Postgraduate Students of Nutrition Science in IPB University Hardinsyah; Dhea Marliana Salsabila; Nadya Rizki Fadilah; Nurul Maqfira; Laksmi Nur Fajriani
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 3 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.736 KB) | DOI: 10.54771/jakagi.v3i1.521

Abstract

Makan selingan memiliki kontribusi terhadap energi dan zat gizi baik jumlah dan jenisnya yang memengaruhi indeks massa tubuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kontribusi energi dan zat gizi makan selingan dengan indeks massa tubuh menggunakan desain cross-sectional pada 36 Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Gizi, IPB University yang dipilih secara purposive. Data karakteristik sosial ekonomi, aktivitas fisik, berat badan, tinggi badan, dan asupan makan menggunakan dietary food recall 24-hrs dikumpulkan selama penelitian. Uji statistik Spearman Correlation dilakukan untuk menilai hubungan antara kontribusi energi dan zat gizi makan selingan dengan indeks massa tubuh. Hasil penelitian menunjukkan 16,7% subjek mengalami kelebihan berat badan. Kontribusi energi dan zat gizi makan selingan berkisar dari 12,7 ± 21,1% (vitamin B12) sampai 30,8 ± 35,0% (vitamin C). Terdapat hubungan yang signifikan antara energi (r=0,389), protein (r=0,368), lemak (r=0,396), karbohidrat (r=0,338), air (r=0,369), vitamin A (r=0,361), vitamin E (r=0,369), vitamin C (r=0,388), vitamin B6 (r=0,376), dan zat besi (r=0,372) dengan indeks massa tubuh. Hal ini menunjukkan makan selingan berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi harian.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI, PERILAKU MAKAN, DAN TINGKAT STRES DENGAN STATUS GIZI LEBIH PEGAWAI RSPON PROF. Dr. dr. MAHAR MARDJONO JAKARTA: The Relationship of Nutrition Knowledge, Eating Behavior, and Stress Level with Overweight in Employees of RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta Anggita Marlida Septiani; Angga Rizqiawan
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 3 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.124 KB) | DOI: 10.54771/jakagi.v3i1.574

Abstract

Peningkatan prevalensi status gizi lebih terus meningkat dari tahun ke tahun. Gizi lebih dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang saling terkait, diantaranya adalah stres, aktivitas fisik, pengetahuan gizi juga berpengaruh terhadap sikap dan perilaku seseorang dalam memilih dan mengonsumsi makanan. Penelitian ini menganalisis hubungan pengetahuan gizi, perilaku makan, dan stres dengan status gizi lebih pegawai rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Sebanyak 65 pegawai RSPON Prof. Dr. dr Mahar Mardjono Jakarta menjadi sampel penelitian yang memenuhi kriteria inkulis dan eksklusi. Data diperoleh dengan pengukuran antropometri dan pengisian kuesioner Hubungan antar variable menggunakan uji Pearson jika data terdistribusi normal dan uji Spearman jika data terdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi lebih pegawai (p=0,204). Ada hubungan antara perilaku makan dengan status gizi lebih pegawai (p=0,013). Semakin tinggi perilaku makan semakin tinggi juga IMT subjek penelitian, namun korelasinya rendah (r=0,307). Ada hubungan antara tingkat stres dengan status gizi lebih pegawai (p=0,004) Semakin tinggi tingkat stres semakin tinggi juga IMT subjek penelitian, namun korelasinya rendah (r=0,352). Tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi lebih pegawai. Ada hubungan antara perilaku makan dan stres dengan status gizi lebih pegawai di rumah sakit.
PERILAKU KADER POSYANDU DALAM PEMBERIAN MAKAN PADA BAYI DAN ANAK: Behavior of posyandu cadres in feeding infants and children Wiwin Efrizal; Rezie Utami; Sulaiha sulaiha; Lystramika mangunsong
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 3 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.284 KB) | DOI: 10.54771/jakagi.v3i1.595

Abstract

Pengetahuan kader terkait Pemberian Makanan bagi Bayi dan Anak (PMBA) menjadi salah satu factor mempengaruhi upaya penanggulangan masalah gizi dan kesehatan. Perilaku kader pada keluarga sendiri akan meningkatkan pemahaman melakukan konseling PMBA. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran perilaku kader posyandu dalam PMBA. Desain menggunakan potong lintang dengan sasaran kader posyandu aktif di wilayah Puskesmas Pangkalan Baru dan Benteng Kabupaten Bangka Tengah. Pengumpulan data dilakukan September hingga Oktober 2021 menggunakan google form dan terdapat 85 orang kader yang bersedia. Sebagian besar kader sebagai ibu rumah tangga dan sebanyak 68,2% pernah mengikuti pelatihan konseling PMBA. Kader yang mempunyai Balita sebanyak 61,2% dan sebanyak 87,5% memberikan ASI eksklusif.  ASI tidak cukup menjadi salah satu alasan 12,9% responden untuk tidak melanjutkan setelah usia enam bulan. Kader yang memberikan MP-ASI saat Balita berusia enam bulan sebanyak 94,1%. Sumber hewani digunakan dalam MP-ASI oleh 27,1% responden dan sayuran oleh 41,2% responden serta buah-buahan diberikan oleh 27,1% responden. Makanan bentuk kental diberikan oleh 72,7% responden dan sebanyak 69,4% menyatakan bapak berperan mengasuh dan pemberian makan. Perilaku kader dalam penerapan PMBA telah cukup baik. Tidak ditemukan perbedaan penerapan PMBA pada kader yang telah dengan yang belum dilatih.
PEMBERIAN EDUKASI LEAFLET SELF-CARE TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DENGAN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. I R. SAID SUKANTO: Provision of Self-care Leaflet Education on Diet Compliance in Chronic Kidney Disease Patients with Hemodialization At Bhayangkara Hospital Tk. I R. Said Sukanto Aprilla Aprilla; Adhila Fayasari
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 3 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.844 KB) | DOI: 10.54771/jakagi.v3i1.615

Abstract

Edukasi self-care merupakan pendidikan kesehatan yang dapat membantu pasien gagal ginjal kronik dengan beradaptasi dengan penyakit yang dialami. Kepatuhan dalam diet hemodialisis bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi kekurangan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas antara edukasi leaflet self-care terhadap kepatuhan diet pada pasien penyakit ginjal kronis dengan hemodialisa di RS. Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto. Jenis penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain nonequivalent group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, jumlah subjek 11 subjek. Pengumpulan data kepatuhan diet menggunakan kuesioner kepatuhan diet CKD pada pasien hemodialisa dan pengumpulan asupan zat gizi makro dengan wawancara menggunakan form food recall 2x24 jam. Analisis statistik yang digunakan adalah uji paired test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji bivariat terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi (p = 0,000). Dan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan energi (p = 0,032), karbohidrat (p = 0,021), protein (p = 0,026), lemak (p =0,048) sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan setelah pemberian edukasi leaflet dengan self-care terhadap kepatuhan diet pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa.
GAMBARAN STATUS GIZI, ASUPAN PURIN DAN KADAR ASAM URAT PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI GIZI UNIVERSITAS BINAWAN: Relationship Between Nutritional Status and Purine Intake with Uric Acid Levels in Students of Nutrition Study Program at Binawan University Isti Istianah; Grace Gladys Lahama
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 3 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jakagi.v3i1.664

Abstract

Kadar asam urat yang tinggi dalam darah merupakan satu masalah kesehatan. Asupan purin yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya hiperurisemia yang dapat berakhir dengan gout arthritis. Kadar purin yang tinggi banyak terkandung dalam protein hewani. Status gizi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kadar asam urat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran status gizi, asupan purin dan kadar asam urat pada mahasiswa Program Studi Gizi di Universitas Binawan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling dengan jumlah responden 61 mahasiswa. Pengumpulan data asupan purin dengan wawancara menggunakan formulir food recall 2x24 jam, status gizi menggunakan pengukuran berat badan dan tinggi badan dihitung dengan rumus Indeks Massa Tubuh  (IMT). Berdasarkan hasil penelitian, status gizi dari 61 subjek dalam penelitian ini sebagian besar termasuk kategori normal sebanyak 83,60% yang berjumlah 51 orang. Tingkat asupan purin pada mahasiswa program studi Gizi di Universitas Binawan tergolong kategori rendah sebanyak 61 responden (100%). Kadar asam urat pada mahasiswa program studi Gizi di Universitas Binawan kategori normal sebanyak 27 responden (44,30%) dan kategori tinggi sebanyak 34 responden (55,70%).

Page 1 of 1 | Total Record : 5