cover
Contact Name
Grace Son Nassa
Contact Email
graceson.nassa@gmail.com
Phone
+6281293113789
Journal Mail Official
theologiainsani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Tompaso No. 8A-E, Tompaso Barat-Pinaesaan, Minahasa-Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif
ISSN : -     EISSN : 28100778     DOI : https://doi.org/10.58700/theologiainsani.v1i1
Fokus dan skup jurnal ini adalah pada kajian integratif atau penelitian theologia, pendidikan, dan misiologia yang terintegrasi dengan fakta kehidupan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang bermartabat, adil, dan toleran serta menghargai keragaman dalam kehidupan bangsa Indonesia maupun masyarakat global, tanpa menghilangkan identitas Kristiani.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2023): Juli" : 7 Documents clear
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Mengantisipasi Dampak Negatif Internet di Gereja Toraja Jemaat Tallunglipu Uni Uni; Orindevisa Orindevisa; Maria Kapurung
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v2i2.34

Abstract

The purpose of this study is to analyze the role of Christian religious education in anticipating the negative impact of internet use by youth in Toraja Church Tallunglipu congregation. This research uses qualitative paradigm, literature study and field research in the form of interviews. Based on the results of the study, it can be concluded that the negative impact of the internet for youth is less active in fellowship, accessing prohibited sites (pornography), less socializing, and lack of ethics in speaking. In this case the role of PAK is teaching and fostering has been going well by carrying out group coaching to grow together, socialization, discussion and Bible study (PA). While the amount of mentoring is still lacking because coaching is only carried out twice a year.
Book Review: Teologi Multikultural Romelus Blegur
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v2i2.47

Abstract

Multicultural Theology is an alternative theology in the 21st century in dealing with the fact of ethnic and religious multiculturalism which is always colored by the phenomenon of conflict due to differences in doctrine. Through the book Multicultural Theology, conflicts due to doctrinal reasons are dismissed by Gunaryo Sudarmanto, because through his description which departs from the Theocentric and Christocentric dimensions, it appears that multiculturalism has room to exist because God Himself proposed it. This book is a contribution to the practice of Christians in establishing relationships with fellow believers in a multi-religious and ethnic society without compromising the uniqueness of the Christian faith.
Pemahaman Makna Pekerjaan sebagai Misi dan Implikasinya bagi Orang Percaya Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v2i2.49

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan guna memberikan pemahaman dan implikasi yang benar terkait makna pekerjaan sebagai misi bagi orang Kristen. Metode yang digunakan adalah riset literatur. Hasil dari penelitian ini adalah pekerjaan sebagai misi sangat penting bahkan juga bagi para pemimpin Kristen sebagai sarana mewartakan syalom Allah pada dunia. Dengan demikian Missio Dei yang dimandatkan kepada gereja oleh Allah menjadi nyata dan efektif untuk dilakukan dalam berbagai aspek bidang kehidupan terutama dalam bidang pekerjaan yang dilakukan oleh orang Kristen. Paling tidak ada lima implikasi bagi orang Kristen. Pertama, memahami strategisnya panggilan setiap orang percaya yang dipanggil sebagai pemimpin gereja. Kedua, memahami makna Allah bekerja bagi dan melalui umat-Nya sebagai orang percaya. Ketiga, memahami makna vokasi setiap orang Kristen yang percaya kepada Krisus Yesus. Keempat, menjadi orang Kristen yang kerja dengan beretika. Kelima, memahami prinsip pekerjaan sebagai panggilan bermisi.
Penderitaan dan Respons Orang Percaya: Upaya Reflektif Kesetiaan bagi Spiritualitas Iman Kristen Yonatan Alex Arifianto; Samuel Purdaryanto; Anton Santoso
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v2i2.51

Abstract

Suffering is something that is natural if avoided by humans, responding to suffering in the wrong way will produce negative things. This research aims to provide a correct understanding and concept of suffering as a reflective spirituality for the Christian faith. The writing of this article uses a qualitative approach and literature study. The results are as follows. First, believers can correctly understand the concept of suffering in Christian theology, so that believers have a positive attitude and response. Secondly, believers can understand the reflective concept in a philosophical and biblical perspective on suffering that is reflected for the faithfulness of believers as an awareness to accept the suffering that God allows. Through this, a person can have the right paradigm in dealing with suffering, then bring about loyalty and a person who relies on God when in suffering. In this study, the suffering experienced by Jesus and biblical figures provides an example that suffering is actually good for them.
Prokastinasi Misi Amanat Agung: Antisipasi Tantangan Internal Gereja sebagai Misioner Esra Zos Samosir
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v2i2.52

Abstract

Prokrastinasi misi Amanat Agung menjadi tantangan internal baru bagi gereja dalam melaksanakan misi Amanat Agung Yesus Kristus. Hal demikian terjadi karena keberalihan gereja sebagai misioner Allah, yang mana gereja berfokus pada penatalayanan jemaat dan misi sosial yang hanya sekadar memperhatikan masyarakat kurang mampu, dan hal itu menjadi suatu dasar bahwa gereja telah melaksanakan misi Amanat Agung. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk menginterpretasikan tindakan-tindakan misi yang harus dilakukan gereja dalam mengantisipasi hadirnya prokrastinasi misi Amanat Agung sebagai tantangan internal bagi gereja, sehingga gereja tetap fokus pada pelaksanaan misi Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Penelitian ini dibuat menggunakan pendekatan kajian literatur yang dilihat memiliki sinkronisasi dengan prokrastinasi misi Amanat Agung sebagai tantangan internal gereja misioner. Hasil dari tulisan ini ialah suatu antisipatif gereja terhadap prokrastinasi misi sebagai tantangan internal gereja misioner. Kebaruan dari tulisan ini ialah memaparkan bahwa prokrastinasi misi Amanat Agung sebagai tantangan internal gereja dan bagaimana cara mengantisipasinya.
Book Review: Kekristenan dan Politik Arthur Aritonang
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v2i2.53

Abstract

Tujuan buku ini diterbitkan adalah pertama, hendak memberikan pencerahan bagaimana seharusnya respons umat Kristen dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia. Kedua, sudah saatnya di Perguruan Tinggi Teologi di Indonesia/STT memuat mata kuliah gereja dan politik. STT adalah tempat untuk membentuk calon pemimpin gereja yang harus diperlengkapi secara pemahamannya bahwa gereja tidak bisa terpisah dari dunia karena gereja ada dan diutus ke tengah-tengah dunia. Dengan demikian kehadiran gereja dapat terlihat nyata (berkontribusi) bagi masyarakat dan negara Indonesia. Metode penelitian yang digunakan oleh Daulay yaitu pendekatan kualitatif (kepustakaan). Kesimpulan dari penelitian ini ialah pentingnya kesatuan dari tubuh gereja-gereja Protestan di Indonesia sehingga dengan kesatuan ini gereja dapat mengimplementasikan dirinya sebagai gereja bagi orang lain.
Tinjauan Terhadap Kehendak Bebas Manusia Menurut Theologi Reformed Dan Implementasinya Dalam Pengambilan Keputusan Oleh Alumni Angkatan 24 Tahun 2016 Prodi Sarjana Sekolah Tinggi Teologi Bandung Sheren Angelina Lumintang; Yosua Sugiono; Ana Budi Kristiani
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v2i2.59

Abstract

Banyaknya sudut pandang yang salah terhadap kehendak bebas manusia serta menyalahgunakan kebebasan yang dimiliki maka orang Kristen berpendapat bahwa sebenarnya kehendak bebas manusia itu tidak nyata adanya. Peneliti melakukan tinjauan terhadap kehendak bebas manusia menurut Teologi Reformed dan implementasinya dalam pengambilan keputusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian asosiasi korelasi, yaitu penelitian yang berfokus pada kovarian di antara variabel-variabel yang muncul secara alamiah dengan pendekatan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah alumni dari Sekolah Tinggi Teologi Bandung yang dibatasi hanya bagi Angkatan 24 Tahun 2016 prodi Sarjana, dengan jumlah 15 orang (8 laki-laki dan 7 perempuan). Setelah dilakukannya penelitian lapangan terhadap responden maka terlihat hasil sebanyak 40% tidak setuju bahwa manusia bergantung penuh kepada Allah sebagai empunya kehendak bebas, 66,7% tidak setuju bahwa manusia bebas menentukan apa yang dikehendaki di dalam kehidupannya, 40% tidak memiliki pemahaman bahwa kehendak bebas diperoleh secara alami tanpa perlu pemberitaan Injil, 46,7% tidak setuju jika kehendak bebas manusia merupakan kebebasan yang tetap melayani Tuhan tanpa keterlibatan dosa sedikitpun, dan sebanyak 60% tidak setuju jika mengambil keputusan berdasarkan memoris.

Page 1 of 1 | Total Record : 7