Jurnal Kesehatan Amanah
Keperawatan Dasar, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Komunitas, Keperawatan keluarga, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Kritis, Manajemen Keperawatan, Ilmu Kebidanan, Ilmu Kefarmasian, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Gizi, dan Fisioteraphy
Articles
272 Documents
Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Nyeri Sendi Gout Athritis Pada Lansia di Bpslut Senja Cerah Paniki Bawah Manado
Agus Ferdiansyah;
Sri Wahyuni;
Silvia Dewi Mayasari Riu
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 5 No. 1 (2021): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57214/jka.v5i1.203
Penyakit yang sering menyertai usia lanjut adalah gout arthritis. Keluhan yang sering timbul adalah nyeri pada sendi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap nyeri sendi gout athritis pada lansia di BPSLUT Senja Cerah Paniki Bawah Manado. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif yang bersifat cross sectional. Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah pre experimental designs dengan tipe One Group Pretest-Posttest. Sampel di ambil berdasarkan jumlah responden 30 lansia dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Selanjutnya data yang terkumpul diolah dengan menggunakan komputer program SPSS versi 16.0 untuk dianalisa dengan uji chisquare dengan tingkat kemaknaan (α)≤0,05. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dimana hasil penelitian di dapat nilai p = 0.000 dimana hal ini berarti nilai p sign < 0.05 sehingga Ha dapat diterima artinya ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri sendi gout athritis pada lansia di BPSLUT Senja Cerah Paniki Bawah Manado. Dalam penelitian ini ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri sendi gout athritis pada lansia di BPSLUT Senja Cerah Paniki Bawah Manado.
Pengaruh Discharge Planning Terhadap Kepatuhan Diet Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di Siloam Hospitals Manado
Agustien Elvie Alow;
Agust A. Laya;
Silvia Dewi Mayasari Riu
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 5 No. 1 (2021): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57214/jka.v5i1.204
Gagal ginjal kronik adalah gangguan yang terjadi pada fungsi ginjal bersifat progresif dan bersifat irreversible. Pembatasan Diet cairan pada pasien dengan gagal ginjal kronis diperlukan perhatian untuk mencegah terjadinnya komplikasi.Permasalahan yang banyak terjadi saat ini di Siloam Hospitals Manado yaitu sebagian besar pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis mengalami komplikasi akibat ketidak patuhan dalam diet cairan.Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Pengaruh Discharge Planning Terhadadp Kepatuhan Diet Cairan Pada Pasien Hemodialisis di Siloam Hospitals Manado. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang menggunakan desain Experimental One Group Pre-Post Test subjek (pre-post) yang bertujuan mengetahui kepatuhan pasien yang menjalani Haemodialisa sesudah discharge planning diet cairan dengan jumlah sampel 16 Responden.Pengumpulan data dilakukan dengan cara obsetvasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 21 untuk dianalisa dengan uji statistik Wilcoxon dengan tingkat kemagnaan (α) 0.05. Hasil penelitian menunjukkan dari 16 Responden didapatkan bahwa 12 Responden (75%) patuh terhadap diet cairan. Pengaruh discharge planing terhadap kepatuhan diet cairan ρ = 0,003 (α = 0,05) di mana nilai ρ < α. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat ada Pengaruh discharge planing terhadap kepatuhan diet cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani Hemodialsis di Siloam Hospitals Manado,dan memiliki kategori Patuh.
Pengaruh Edukasi Terhadap Keterampilan Keluarga Dalam Penanganan Tersedak (Choking) Pada Anak di Lingkungan IV Kelurahan Bailang Kecamatan Bunaken Kota Manado
Alfin Sanggilalung;
Faradilla Miftah Suranata;
Silvia Dewi Mayasari Riu
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 5 No. 1 (2021): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57214/jka.v5i1.205
Latar Belakang : Tersedak (Choking) adalah tersumbatnya saluran jalan napas akibat benda diluar tubuh secara total atau parsial, sehingga menyebabkan korban sulit bernapas, dan menyebabkan kekurangan oksigen. Tujuan : Tujuan penelitian ini mengetahui “Pengaruh Edukasi Terhadap Keterampilan Keluarga Dalam Penanganan Tersedak (Choking) pada Anak di Lingkungan IV Kelurahan Bailang Kecamatan Bunaken”. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Eksperimen dengan rancangan One group Pretest –Posttest Design. Sampel responden dalam penelitian ini sebanyak 56 orang dengan tehnik pengambilan sampel Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Di analisa dengan uji statistik Mc.Nemar. Hasil Penelitian : Dari hasil Uji statistik Mc.Nemar menunjukan ada pengaruh yang bermakna antara edukasi terhadap keterampilan keluarga dalam penanganan tersedak (choking) pada anak di Lingkungan IV Kelurahan Bailang (p) = 0,000; α = 0,05. Kesimpulan : Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat Ada pengaruh edukasi terhadap keterampilan keluarga dalam penanganan tersedak (choking) pada anak di lingkungan IV kelurahan bailang kecamatan bunaken. Saran : Diharapkan dapat menjadi acuan untuk instansi kesehatan dan pendidikan dalam upaya pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat dalam upaya menangani masalah kesehatan yang mengancam nyawa pada masyarakat.
Analisis Kadar Sakarin Dan Siklamat Pada Minuman Kemasan Tidak Bermerek Yang Dijual Di Kecamatan Pekuncen
Ary Nahdiyani Amalia;
Aulia Pangastuti
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57214/jka.v6i2.254
Minuman kemasan banyak diperjualbelikan di pinggir jalan ataupun area sekolah yang dalam komposisi bahan maupun proses pembuatan masih belum memenuhi persyaratan yang ditentukan. Minuman kemasan dapat mengandung bahan tambahan yang apabila diberikan secara berlebihan dapat berbahaya bagi tubuh. Bahan tambahan yang sering digunakan adalah pemanis sakarin dan siklamat. Penggunaan pemanis tersebut dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif sakarin dilakukan dengan reaksi warna, sedangkan siklamat dengan uji pengendapan. Analisis kuantitatif sakarin dan siklamat dilakukan dengan metode titrasi. Hasil analisis kualitatif sakarin didapatkan hasil semua sampel negatif sakarin dan tidak dilanjutkan analisis kuantitatif dengan titrasi alkalimetri. Hasil analisis kualitatif siklamat dengan metode pengendapan didapatkan hasil 4 sampel negatif siklamat dan 4 sampel positif mengandung siklamat. Sampel positif yang mengandung siklamat yaitu sampel 3, 6, 7 dan 8, dilanjutkan analisis kuantitatif dengan metode gravimetri. Hasil uji kuantitatif diperoleh kadar sampel 3 sebesar 7.930 mg/kg, sampel 6 sebesar 4.480 mg/kg, sampel 7 sebesar 8.270 mg/kg dan sampel 8 sebesar 1.380 mg/kg. Batas maksimum penggunaan siklamat pada minuman adalah 250 mg/kg, oleh karena itu kadar yang terdapat dalam 4 sampel tersebut melebihi batas yang ditentukan.
Lesi Medulla Spinalis
Rahmat Juli Setiadi;
Herlina Herlina
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 7 No. 1 (2023): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57214/jka.v7i1.257
Spinal cord injury is one of the main causes of neurological disability due to trauma. The most common cause of spinal cord trauma is due to traffic accidents, etc. Spinal cord trauma itself is classified into complete spinal cord trauma and incomplete spinal cord trauma. While the most common symptoms of spinal cord trauma are acute pain in the back of the neck, paraplegia, total motor sensory paralysis, loss of bladder control (urine retention, bladder distention), decreased sweating and vasomotor tone, decreased respiratory function, respiratory failure. Treatment of spinal cord injuries is primarily aimed at improving and maintaining sensory and motor function. Operative therapy is not recommended unless the patient has an indication for surgery. Incomplete spinal cord injuries tend to have a better prognosis than complete spinal cord injuries.
Gambaran X-Ray Penyakit Jantung Bawaan
Fajri Ismayanti;
Nurul Munarti
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 7 No. 1 (2023): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57214/jka.v7i1.261
Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan baik pada struktur jantung atau pembuluh darah besar maupun fungsi jantung yang didapat sejak masih berada dalam kandungan. PJB terjadi akibat adanya gangguan atau kegagalan pembentukan dan perkembangan jantung dan pembuluh darah besar pada fase awal kehidupan janin. Kelainan dapat terjadi pada dinding jantung, sekat jantung, katup jantung, maupun pembuluh darah besar yang keluar dari jantung. Akibatnya, dapat terjadi gangguan aliran darah, misalnya sumbatan atau gangguan aliran darah akibat penyempitan katup jantung atau pembuluh darah besar, bahkan aliran darah ke jalur yang tidak semestinya akibat adanya lubang di sekat jantung atau kebocoran pada katup jantung yang tidak sempurna.
Ileus Obstruktif: Laporan Kasus
Hendra Kastiaji;
Imam Al Rasyidi
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 7 No. 1 (2023): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57214/jka.v7i1.262
Ileus obstruktif adalah suatu keadaan yang menyebabkan isi usus tidak bisa melewati lumen usus sebagai akibat adanya sumbatan atau hambatan mekanik pada lumen usus. Tatalaksana yang tepat dan cepat pada pasien ileus obstruktif merupakan hal yang penting untuk mencegah prognosis yang buruk terhadap pasien. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosa ileus obstruktif adalah foto polos abdomen 3 posisi. Segera setelah penegakkan diagnosa dapat dilakukan tindakan pembedahan berupa laparotomi eksplorasi. Kami melaporkan pasien laki-laki, 24 tahun, mengeluhkan nyeri perut, mual dan muntah, serta sulit buang air besar. Pemeriksaan abdomen menunjukkan distensi pada seluruh lapang abdomen dan terdapat nyeri tekan abdomen. Beberapa pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan laboratorium dan radiologi dilakukan. Pasien di diagnosa dengan ileus obstruktif. Pasien dilakukan tindakan laparotomi eksplorasi dan reseksi anastomosis ileum, dan pada hari ke-8 rawatan post operasi laparotomi eksplorasi dan reseksi anastomisis ileum, pasien dinyatakan meninggal.
Dislipidemia
Tischa Rahayu Fonna;
Andi Rahmat
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 7 No. 1 (2023): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57214/jka.v7i1.263
Dislipidemia merupakan kadar kolesterol total di dalam darah melebihi kadar normal. Penyakit ini banyak mengenai umur diatas 15 tahun dan Dislipidemia menduduki sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia sehingga diperlukan terapi yang tepat dalam pengobatannya. Telah dilaporkan satu kasus dislipidemia pada seorang wanita usia 48 tahun, dengan gambaran klinis nyeri kuduk, yang diperberat pada saat aktivitas fisik dan saat mengkonsumsi beberapa makanan tertentu, pemeriksaan fisik didapatkan kebas pada kedua ekstremitas atas dan bawah. Diagnosis ditegakkan bedasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Penderita diberikan terapi inhibitor kompetitif pada HMG-CoA reduktase dan golongan glukokortikoid turunan prednisolon serta terapi sesuai gejala pada pasien, dengan prognosis yang baik.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Tenaga Kesehatan Di Rumah Sakit: Tinjauan Teoritis
Ida Ayu Laksmi Arnita Utari;
Dety Mulyanti
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 7 No. 1 (2023): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57214/jka.v7i1.264
Performance is something that is very important and must be considered by all management, both at the level of small and large agencies. The performance of health workers is the result or level of success of a person as a whole in carrying out tasks compared to various possibilities, such as work standards, services to patients and targets or criteria that are in accordance with professional responsibilities. The purpose of this theoretical review is to find out how the factors that influence the performance of health workers in hospitals. The method used is a theoretical review by analyzing and comparing existing theories. The results of this theoretical review are factors that influence work performance or achievement, namely individual factors consisting of individual factors of effort (effort), abilities, and role/task perception. While environmental factors include physical condition, equipment, time, education and training. It can be concluded that the result or level of one's overall performance during a certain period is influenced by individual and environmental factors. Health workers also in carrying out their functions are not independent, but are related to job satisfaction and levels of pay, health workers also improve the quality of human resources need to continue to learn and hone skills and abilities as well as the need for Hospitals to evaluate the performance of health workers.
Gambaran Upaya Pencegahan Stunting Di Dusun Kelapa Dua Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat
Epi Dusra
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 5 No. 1 (2021): Mei : Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57214/jka.v5i1.266
Stunting (dwarf) is a condition where toddlers have less length and height compared to their age. This study aims to describe efforts to prevent stunting in toddlers. This research is a quantitative research with a descriptive design which was conducted in Dusun Kelapa Dua. The population in this study amounted to 40 people with a sample of 40 mothers. Sampling technique with total sampling, analyzed univariately. The results of the research analysis were known from 32 mothers, showing that economic status was < UMP, namely 82.5%, most mothers (30%) had a sufficient level of education, most mothers (45%) ) have sufficient knowledge. It was concluded that from the description of stunting prevention efforts, it was found that there were low prevention efforts in dealing with stunting problems.