cover
Contact Name
Alfiana Laili
Contact Email
alfiana.laili@undikma.ac.id
Phone
+6285330983989
Journal Mail Official
m.veterinary@undikma.ac.id
Editorial Address
Jl. Pemuda No.59A, Dasan Agung Baru, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MANDALIKA VETERINARY JOURNAL
ISSN : 27988732     EISSN : 27988732     DOI : https://doi.org10.33394/mvj.v2i2.6224
Mandalika Veterinery Journal (mvj) menerbitkan makalah berkualitas tinggi dan kebaruan yang berfokus pada Kedokteran Hewan dan Ilmu Peternakan. Bidang studi tersebut adalah anatomi, patologi, kedokteran dasar, kesehatan masyarakat veteriner, mikrobiologi, reproduksi veteriner, parasitologi, peternakan, dan kesejahteraan hewan. Makanan hewan, hewan pendamping, obat kuda, hewan air, hewan liar, jamu, akupunktur, epidemiologi, biomolekuler, forensik, hewan laboratorium dan model hewan dari infeksi manusia dipertimbangkan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2023): OKTOBER" : 6 Documents clear
Identifikasi Telur Cacing Trichostrongylus Spp. Pada Feses Kuda Penarik Cidomo Di Pasar Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur Givary Hatamy Wanta Buana; Novarina Sulsia Ista'In Ningtyas; Maratun Janah
Mandalika Veterinary Journal Vol 3, No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v3i2.9309

Abstract

Kuda merupakan  salah satu binatang peliharaan yang  di gunakan sebagai alat transportasi di beberapa daerah di Indonesia. selain sebagai tenaga penarik delman, kuda dapat sekaligus menjadi tenaga penarik gerobak dan kuda beban. Gastrointestinal Parasites (GIP) masih menjadi masalah utama yang mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan kuda di berbagai belahan dunia. Salah satu nematoda gastrointestinal adalah Trichostrongylus spp. yang dapat bersifat zoonosis atau menular dari hewan ke manusia. Peneliti ini bertujuan untuk mengidentifikasi Telur cacing Trichostrongylus spp  pada feses kuda penarik cidomo sehingga dapat menjadi dasar untuk merancang usaha pencegahan dan pengobatan yang efektif dan efisien. Penelitian ini dilakukan pada bulan agustus 2023. Metode yang digunakan di dalam pemeriksaan sampel feses kuda adalah metode natif dan apung. Pemeriksaan sampel dilakukan di laboratorium Parasitologi dan Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pendidikan Mandalika. Hasil pemeriksaan pada 20 sampel feses kuda cidomo yang diambil di Pasar Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur didapatkan sampel yang positif terinfeksi Trichostrongylus spp. sebanyak 4 sampel dengan  kondisi bulu kusam dan kurus yang memiliki rata-rata panjang 83.079 μm dan lebar 39.286 μm.
DETEKSI DAN PREVALENSI PENYAKIT SCABIOSIS PADA KUCING DI KLINIK PRAKTEK DOKTER HEWAN KOTA MATARAM Nurlathifa Ayu Lestari Zulmi; Muhammad Munawaroh; candra dwi atma
Mandalika Veterinary Journal Vol 3, No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v3i2.9310

Abstract

Notodres cati merupakan tungau dalam filum Artropoda, kelas Arachnida, ordo Ackarima dan family Sarcoptes. Tugas ini berbentuk lonjong, tembus sinar, dan pipih berukuran sekitar 0,2-0,4 mm. Tungau bereproduksi sebanyak 2-3 butir perharinya diatas permukaan kulit dan bertelur dengan cara masuk edalam kulit pada bagian epidemis kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan menghitung prevalensi scabiosis pada kucing di Klinik Praktek Dokter Hewan Kota Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan menghitung prevalensi skabiosis pada kucing di Klinik Praktek Dokter Hewan Kota Mataram. penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian desktiptif yaitu metode yang digunakan unruk mencari unsur-undur, ciri-ciri, sifat-sifat suatu fenomena. Metode ini dimulai dengan mengumpulkan data, menganalisis data dan menginterprestasikannya. Berdasarkan hasil penelitian labolatorium yang telah dilakukan terhadap 88 sampel kerokan kulit pada kucing di masing-masing klinik dengan jumlah 22 sampel setiap klinik dalam kurun waktu 2 bulan, ditemukan 54 sampel positif terinfeksi parasite Notodres cati. Dengan jumlah prevalensi keseluruhan 61%. 
DETEKSI EKTOPARASIT PADA IKAN NILA (Orechromis niloticus)DIBALAI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DESA LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Baiq Diana Sanggita; Candra Dwi Atma; Maratun Janah
Mandalika Veterinary Journal Vol 3, No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v3i2.9311

Abstract

Abstrak (Indonesia)Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan spesies ikan yang memiliki genus ikan yang dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang memiliki toleransi tinggi terhadap kualitas air yang rendah. Permasalahan dalam sektor perikanan salah satunya adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit. Keberadaan parasit juga berpotensi menyebabkan penurunan kualitas dan penurunan pertumbuhan serta produksi ikan yang berakibat pada kerugian secara ekonomi yang saling berkaitan, mulai dari penyediaan benih hingga pemasaran ikan. Mengingat hal tersebut maka perlu di adakan penelitian untuk mengetahui ada atau tidaknya ektoparasit yang menginfeksi ikan nila (Oreochromis niloticus) di balai budidaya ikan air tawar desa lingsar. Pemeriksaan sampel dilakukan dengan metode natif scraping dan biopsi. Pemeriksaan dengan metode scraping yaitu melakukan pengerokan lendir dari kulit tubuh ikan, sedangkan metode Biopsi yaitu mengambil atau memotong sebagian dari jaringan insang dan sirip.Berdasarkan hasil pemeriksaan di Laboraturim RSHP yang telah dilakukan terhadap 20 sampel ikan nila (Oreochromis niloticus) dari 5 petak kolam indukan yang ada di Balai Budidaya Ikan air tawar Desa Lingsar Lombok Barat sebanyak 13 ekor positif ditemukan parasit dan 7 sampel lainnya dinyatakan negatif. 13 ekor ikan nila yang dinyatakan positif tersebut terinfeksi Trichodina sp. Hasil identifikasi morfologi parasit tersebut menunjukkan bahwa parasit yang terdeteksi pada ikan nila (Oreocrhomis niloticus) di Balai Budidaya Ikan air tawar Desa Lingsar Lombok Barat adalah Trichodina sp. Setelah disamakan dengan Kunci identifikasi menggunakan “Fish parasites pathobiology and protection”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ektoparasit yang ditemukan pada ikan nila di Balai Budidaya Ikan Air Tawar Desa Lingsar Kabupaten Lombok Barat diperoleh kesimpulan bawa jenis ektoparasit yang ditemukan menginvasi bagian insang dan kulit ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah dari golongan Protozoa Trichodina sp., dan prevalensi parasite Trichodina sp., yang menyerang ikan nila (Oreochromis niloticus) di Balai Budidaya Ikan Air Tawar Desa Lingsar Kabupaten Lombik Barat mencapai 65%. 
DETEKSI LARVA Thelazia sp. PADA INANG INTERMEDIET LALAT DI DESA TAMAN AYU LOMBOK BARAT Elvita Novi; Kunti Tirtasari; Supriadi Supriadi
Mandalika Veterinary Journal Vol 3, No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v3i2.9307

Abstract

Thelaziasis merupakan penyakit cacing mata yang disebabkan oleh cacing golongan nematode dari genus Thelazia dan ditularkan melalui perantara lalat. Beberapa spesies cacing Thelazia pernah dilaporkan bersifat zoonosis. Penyakit Thelazia pada ternak dapat mengakibatkan penurunan bobot badan, kelainan pada organ mata, bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada organ mata. Kondisi ternak yang parah dapat menyebabkan kematian dan kerusakan organ mata juga mengakibatkan harga jual ternak menurun. Sulitnya deteksi dini cacing dewasa pada organ mata ternak yang masih hidup dan tidak adanya gejala spesifik menjadi kendala penelitian untuk mendeteksi keberadaan cacing dewasa. Sebagai alternative adalah deteksi keberadaan cacing  pada inang intermediet lalat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya larva Thelazia sp. pada lalat dan jenis lalat yang berperan sebagai inang intermediet. Sampel lalat yang digunakan pada penelitian ini 90 ekor lalat yang ditangkap disekitar ternak yang menunjukan gejala Thelazia pada kandang kelompok tani ternak Mele Maju, desa Taman Ayu kecamatan Gerung. Jenis penelitan yang diguakan pada penelitian ini yaitu deskriptif dengan desain Cross Sectional study. Langkah penelitian yaitu dengan memisahkan kelenjar liur lalat menggunakan jarum dan pinset untuk pembuatan preparat kemudian diperiksa dibawah mikroskop.  Hasil penelitian ini menunjukan 71 ekor lalat sampel positif dan 19 ekor lalat sampel negatif. Persentasi sampel yang positif 78.89%. Lalat yang ditangkap pada kandang kelompok tani ternak Mele Maju hanya jenis lalat Musca domestica, lalat jenis ini positif berperan sebagai inang intermediet cacing Thelazia sp. tingginya frekuensi kehadiran cacing Thelazia sp. pada ternak sapi di lokasi penelitian mungkin disebabkan ternak yang dipelihara dalam kandang kolektif mudah mendapatkan infeksi dari individu yang positif terinfeksi.
SUBSTITUSI MINYAK JELANTAH SEBAGAI SUMBER LEMAK DALAM PAKAN KOMERSIL BURUNG PUYUH PEDAGING FASE FINISHER TERHADAP PRODUKSI KARKAS Erzan A Syahrowi; Dina Oktaviana; maratun janah
Mandalika Veterinary Journal Vol 3, No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v3i2.9388

Abstract

Pakan memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan usaha peternakan unggas. Kendala yang dihadapi oleh peternak yaitu tingginya biaya pakan dan kurangnya hasil perkembangan bobot berat serta kualitas daging yang diinginkan. Upaya yang dapat dilakukan dengan menambahkan minyak jelantah pada pakan komersial guna untuk mempercepat pertumbuhan, perkembangan, meningkatkan kualitas daging dan mempercepat perkembangan bobot puyuh yang diharapkan peternak. Rancangan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 (lima) perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 1 (satu) kali ulangan. Masing masing ulangan terdiri dari 4 ekor burung puyuh. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu 20 ekor burung puyuh yang berumur 6-8 minggu. Berdasarkan uji statistik one way Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan didapatkan hasil uji statistik nilai P value 0.000 (P value < alpha) maka dengan penambahan bahan pakan minyak jelantah dalam pakan komersil tidak memberikan pengaruh nyata terhadap bobot potong. Sedangkan hasil uji statistik nilai P value 0.243 (P value > alpha) dapat disimpulkan penambahan minyak jelantah dalam pakan komersil memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan bobot karkas burung puyuh, dan hasil uji statistik nilai P value 0.112 (P value > alpha) maka dapat disimpulkan bahwa penambahan minyak jelantah dalam pakan komersil memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan persentase karkas burung puyuh.
TINGKAT CEMARAN BAKTERI PADA DAGING AYAM BROILER YANG DI JUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA MATARAM Tina Dwi Oktaviani; Maratun Janah
Mandalika Veterinary Journal Vol 3, No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v3i2.9308

Abstract

Bakteri rentan mengkontaminasi daging ayam, kontaminasi bakteri pada daging ayam umumnya berasal dari ruangan, peralatan, maupun meja tempat pemotongan ayam serta air yang digunakan selama proses pemotongan hingga pengolahan daging ayam. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui ada tidaknya bakteri pada daging ayam yang di jual di pasar tradisional kota Mataram dengan pengambilan sampel menggunakan Random sampling dengan jumlah 16 sampel daging ayam broiler dari empat pasar (masing-masing 4 sampel/pasar) yang ada di pasar tradisional kota mataram dan dianalisis secara deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pedagang ayam ditemukan bakteri dengan rentan 9 xx 10 sampai dengan 19.6 x 10 kolini/gram. Kesimpulan berdasarkan sejumlah sampel dalam penelitian ini menunjukkan daging ayam Broilee tidak memenuhi standar SNI karena telah melebihi batas maksimum Cemaran Mikroba (BMCM) Bakteri.

Page 1 of 1 | Total Record : 6