cover
Contact Name
Aisyah Ratnaningtyas
Contact Email
aisyah.ratnaningtyas@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
aisyah.ratnaningtyas@esaunggul.ac.id
Editorial Address
Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19077483     EISSN : 25283227     DOI : https://doi.org/10.47007
Jurnal Psikologi published by Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul. This journal is an open access, peer-reviewed, this journal dedicated to the publication of research in all aspects of psychology scopes. Jurnal Psikologi is published two times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results. Jurnal Psikologi uses an online submission and peer review platform, which allows authors to track the progress of their manuscript and enables shorter processing times. Only submissions made through this platform are accepted, with submitting authors required to create an Account. Please read the author guidelines carefully. Author who wants to submit their manuscript should obey the Article Template. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format. Jurnal Psikologi, publishes research and innovative ideas on psychology. The Jurnal Psikologi is published by Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul with coverage the fields on: Clinical Psychology Educational Psychology Developmental Psychology Industrial and Organizational Psychology Social Psychology Psychological Testing
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2017): JURNAL PSIKOLOGI" : 5 Documents clear
HARDINESS PADA WANITA KARIR SINGLE PARENT YANG MEMILIKI ANAK TUNARUNGU Swagery, Rika Vira; Hikmatul, Hikmatul; Husna, Aridha
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 15, No 2 (2017): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v15i2.23

Abstract

AbstractWomen who work as well as single parents for children with special needs Deaf certainly has a variety of challenges, duties and responsibilities that must be lived, so do not rule out that women single parent careers who have children with hearing impaired can experience stress in undergoing the double role. In the face of this stressful situation, hardiness is required that is a personality trait that can affect the individual about how he sees a stressful situation and determine an effective response. This study aims to determine the description of hardiness in single parent career women who have children with hearing impairment and what factors influence it. The subject of this study was a 53-year-old woman with a role as a career woman as well as single parent who have children with hearing impairment. This study uses qualitative methods by conducting semi-structured interview techniques and non-participant observation in the data collection. The results of this study indicate that subjects have high hardiness which is described through 3 aspects of the existence of commitment, control, and challenges. The dominant factor affecting the hardiness of the subject is the acceptance of a good self in the subject. Keywords: hardiness, career woman, single parent, deaf AbstrakWanita yang bekerja sekaligus menjadi orang tua tunggal bagi anak berkebutuhan khusus tunarungu tentunya memiliki beragam tantangan, tugas dan tanggung jawab yang harus dijalani, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa wanita karir single parent yang memiliki anak tunarungu dapat mengalami stres di dalam menjalani peran gandanya tersebut. Dalam menghadapi situasi stres ini, diperlukan hardiness yaitu suatu karakteristik kepribadian yang dapat mempengaruhi individu tentang bagaimana dirinya melihat sebuah situasi stres dan menentukan respon yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hardiness pada wanita karir single parent yang memiliki anak tunarungu dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Subjek penelitian ini adalah seorang wanita berusia 53 tahun dengan peran sebagai wanita karir sekaligus single parent yang memiliki anak tunarungu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi non partisipan dalam pengumpulan datanya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa subjek memiliki hardiness tinggi yang dideskripsikan melalui 3 aspek yaitu adanya komitmen, kontrol, dan tantangan. Faktor yang dominan mempengaruhi hardiness yang dimiliki subjek adalah adanya penerimaan diri yang baik dalam diri subjek. Kata kunci: hardiness, wanita karir, single parent, tunarungu
PERSEPSI TENTANG PERILAKU BULLYING DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Sitasari, Novendawati Wahyu
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 15, No 2 (2017): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v15i2.19

Abstract

AbstractBullying cases in schools are becoming increasingly widespread phenomenon in the world and have a negative impact on the school atmosphere, one against students. Students may be regarded as having experience in bullying, whether as perpetrators, victims or witnesses. The experience of bullying in both male and female students, as well as experienced directly or indirectly will affect the perception of bullying behavior. The purpose of this study is to determine the perception of bullying behavior in terms of sex. The implementation plan is to provide a scale of perception of bullying behavior to junior high school students, then the results obtained will be processed by t-test, so that the results of differences in perception of the behavior of bullying in male and female students. The sample used in this study is 200 students in SMP N 2 Karanganyar, which consists of 102 men and 98 women. Analysis of data using t-test and obtained the result that there is no difference of perception about bullying behavior in terms of sex at student in SMP N 2 Karanganyar. Keyword: bullying, perception, gender AbstrakKasus bullying di sekolah semakin lama menjadi fenomena yang menyebar di dunia dan memiliki dampak negatif terhadap atmosfer sekolah, salah satunya terhadap siswa. Siswa dapat dikatakan sebagai bagian yang memiliki pengalaman dalam tindak bullying, baik sebagai pelaku, korban, atau saksi. Pengalaman bullying pada siswa baik laki-laki maupun perempuan, serta dialami secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi persepsi terhadap perilaku bullying. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dipengaruhi persepsi terhadap perilaku bullying ditinjau dari jenis kelamin. Rencana pelaksanaan yaitu dengan memberikan skala persepsi terhadap perilaku bullying kepada siswa SMP, selanjutkan hasil yang diperoleh akan diolah dengan t-tes, sehingga diperoleh hasil perbedaan persepsi terhadap perilaku bullying pada siswa laki-laki dan perempuan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 200 siswa di SMP N 2 Karanganyar, yang terdiri dari 102 laki-laki dan 98 perempuan. Analisa data menggunakan Uji-t dan diperoleh hasil bahwa tidak ada perbedaan persepsi tentang perilaku bullying ditinjau dari jenis kelamin pada siswa di SMP N 2 Karanganyar. Kata kunci: Bullying, persepsi, jenis kelamin
PROFIL PSYCHOLOGICAL WELL BEING MAHASISWA REGULER PROGRAM STUDI PSIKOLOGI SEMESTER 1 DI UNIVERSITAS ESA UNGGUL Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 15, No 2 (2017): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v15i2.20

Abstract

AbstractThe University's policy of imposing mandatory counseling to students of EsaUnggul University starting from 2nd semester students who have a GPA <2.00 is one of the preventive ways to identify stressfull problems by students, both academic and non academic and find solutions from the beginning, so that students are able to complete their studies on time. The amount of psychological stress experienced by students as a result of the demand to adjust to the new situation is one indicator of the psychological well-being level and is usually greater experienced by students at the beginning of the lecture. First semester students will be able to undergo a transition period well needed a very important thing that is psychological well being. The purpose of this study is the availability of psychological profile profilewell being a new student in the psychology department and the factors that influence it. This research is descriptive quantitative research, with saturated sampling method which involves all students of psychology semester one study program is 51 regular students, using psychological well-being scale scale reliability value of coefficient (α) = 0,86. From the results of the categorization of students visible semester 1 (one) tend to have more psychological well being low (51%). Other findings suggest that sex, family status, family economic conditions, shelter, and dating status do not affect the psychological well being of the student. Keywords: psychological well being, semester 1, psychology student AbstrakKebijakan Universitas yang memberlakukan konseling wajib kepada para mahasiswa Universitas Esa Unggul yang dimulai dari mahasiswa semester 2 (dua) yang memiliki IPK <2,00 merupakan salah satu cara preventif untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dirasakan stressfull oleh mahasiswa, baik akademik maupun non akademik serta menemukan solusi sejak awal, agar mahasiswa mampu menyelesaikan studinya dengan tepat waktu.  Besarnya stress psikologis yang dialami mahasiswa sebagai akibat tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru merupakan salah satu indikator dari level psychological well-being dan biasanya lebih besar dialami mahasiswa pada awal perkuliahan. Mahasiswa semester satu akan mampu menjalani masa transisi dengan baik dibutuhkan suatu hal yang sangat penting yaitu psychological well being. Tujuan penelitian ini adalah tersedianya profil kondisi psychological well being mahasiswa baru di prodi psikologi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif, dengan metode sampling jenuh yang melibatkan seluruh mahasiswa prodi psikologi semester satu berjumlah 51 mahasiswa reguler, menggunakan alat ukur  psychological well-being scale nilai koefisien reliabilitas  (α)= 0,86. Dari hasil kategorisasi terlihat mahasiswa semester 1 (satu) cenderung lebih banyak yang memiliki psychological well being rendah (51%). Temuan yang lain menunjukkan bahwa jenis kelamin, status keluarga, kondisi ekonomi keluarga, tempat tinggal, dan status berpacaran tidak mempengaruhi psychological well being mahasiswa. Kata kunci : psychological well being, semester 1, mahasiswa psikologi
GAMBARAN KECENDERUNGAN KECANDUAN PORNOGRAFI PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI JAKARTA BARAT Safitri, Safitri; Respati, Winanti Siwi; Luthfi, Aziz
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 15, No 2 (2017): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v15i2.21

Abstract

AbstractPornography has become a lot of consumption of children, because the porn industry has been targeting children who have not baligh as a target. Therefore, early detection is needed to recognize the propensity of pornography addiction to children through fun and useful activities. The purpose of this research is to see the picture of pornography addiction tendency in elementary school children. The quasi-experimental research method, which will measure the propensity of pornography addiction through psychodrama activities and puberty training, with a modified gauge of Kimberly Young's Internet addiction gauge, with a realibility of 0.72. Respondents come from 3 Primary Schools in West Jakarta as many as 190 Students. Puberty preparation training activities that begin with psychodrama are well done for the detection of pornography addiction. The majority of students have seen pictures / scenes of pornography (86.3%), 73.2% accidentally, viewed at home 30.5%. And internet cafe 22.1%, via Hp and comics 39.5%% and games 37 , 4%. Feelings after seeing pornography majority disgust (46.4%), mediocre 15.8%, aroused 2.6%. Attitude after seeing the majority of pornography kapok (62.6%), the average 15.8%, and addicted 2.6%. Rates of pornography addiction tend to be moderate (69.5%) low 18.9% and high 11.6%. There is a relationship between student activity and pornography addiction rate with the origin of the school. Keywords: pornography, psychodrama, puberty training AbstrakPornografi sudah banyak menjadi konsumsi anak-anak, karena industri pornografi sudah menyasar anak-anak yang belum baligh sebagai targetnya. Untuk itu diperlukan deteksi dini untuk mengenali kecenderungan kecanduan pornografi pada anak melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Tujuan dalam penelitian ini adalah melihat gambaran kecenderungan kecanduan pornografi pada anak Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen, yang akan mengukur kecenderungan kecanduan pornografi melalui kegiatan psikodrama dan pelatihan pubertas, dengan alat ukur yang dimodifikasi dari alat ukur Kecanduan internet oleh Young, dengan nilai realibilitas 0,72. Responden berasal dari 3 Sekolah Dasar di Jakarta Barat sebanyak 190 Siswa. Kegiatan pelatihan persiapan pubertas yang dimulai dengan psikodrama baik dilakukan untuk pendeteksian kecanduan pornografi. Mayoritas siswa pernah melihat gambar/adegan pornografi (86,3 %), tidak sengaja 73,2 %, dilihat di rumah sendiri 30,5 %.dan warnet 22,1 %, melalui Hp dan komik 39,5 % % serta games 37,4 %. Perasaan setelah melihat pornografi mayoritas jijik ( 46,4%), biasa-biasa saja 15,8%, terangsang 2,6%. Sikap setelah melihat pornografi mayoritas kapok (62,6%), biasa-biasa saja 15,8 %, dan ketagihan 2,6 %. Tingkat kecenderungan kecanduan pornografi cenderung sedang (69,5% ) rendah 18,9 % dan tinggi 11,6 %. Ada hubungan antara kegiatan siswa dan tingkat kecenderungan kecanduan pornografi dengan asal sekolah. Kata kunci : pornografi, psychodrama, kuasi eksperimen 
EFEKTIFITAS METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SAINS SISWA SMA KELAS X JURUSAN IPA TA 2016/2017 DI SMA DHARMA PUTRA Saputra, Denny Surya
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 15, No 2 (2017): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v15i2.22

Abstract

AbstractsAs the curriculum develops in all its reforms in the world of education and in order to succeed and respond to curriculum changes, SMA Dharma Putra also participates in developing the 2013 curriculum through everyday learning innovations. In particular, in terms of the application of learning methods that can make students more active in constructing knowledge because the current 2013 curriculum (K13) requires learning that does not rely on the role of the teacher completely and the students have been subjected to science and social studies majors since class X ( ten). One effort of SMA Dharma Putra in creating an atmosphere of learning that leads students more actively is through peer tutoring method that has been started since 2016/2017 academic year. The application of peer tutor learning methods began to be applied in class X (ten). Peer tutor learning method is very useful for science and social science majors, especially in science majors because the field of science study has many opportunities to be studied by peer tutor methods. The purpose of the research conducted is to determine the effectiveness of peer tutors learning methods to science learning achievement. The research method used is quasi-experimental method. This study only has one study group alone without having a comparison group. Wilcoxon test results showed that the value of Z of -4.155 and the significance (p) of 0.000 (<0.05), then proves that peer tutor learning methods conducted by SMA Dharma Putra in grade X majoring in science significantly influence on learning achievement Science. Learning achievement after peer tutor learning method becomes more leverage than learning achievement before peer tutor learning method applied. Keywords: learning method, peer tutor, learning achievement of science, student AbstrakSeiring berkembangnya kurikulum dalam segala pembaruannya di dunia pendidikan dan dalam rangka mensukseskan dan meresponi perubahan kurikulum yang ada, SMA Dharma Putra pun juga turut berpartisipasi dalam mengembangkan kurikulum 2013 melalui inovasi pembelajaran yang diterapkan sehari-hari. Secara khusus, dalam hal penerapan metode pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan karena kurikulum 2013 (K13) yang saat ini  sedang berkembang menuntut pembelajaran yang tidak mengandalkan peranan guru sepenuhnya dan para siswa sudah dijuruskan ke jurusan IPA dan IPS sejak kelas X (sepuluh). Salah satu upaya SMA Dharma Putra dalam menciptakan suasana pembelajaran yang mengarahkan siswa lebih aktif adalah melalui metode pembelajaran tutor sebaya yang telah dimulai sejak tahun ajaran 2016/2017. Penerapan metode pembelajaran tutor sebaya ini mulai diterapkan di kelas X (sepuluh). Metode pembelajaran tutor sebaya sangat bermanfaat bagi jurusan IPA dan IPS, secara khusus di jurusan IPA karena bidang studi sains memiliki banyak peluang untuk dipelajari dengan metode tutor sebaya. Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui efektifitas metode pembelajaran tutor sebaya terhadap prestasi belajar sains. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Penelitian ini hanya memiliki satu kelompok penelitian saja tanpa memiliki kelompok pembanding. Hasil perhitungan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai Z sebesar -4,155 dan nilai segnifikansi (p) sebesar 0,000 (< 0,05),  maka membuktikan bahwa metode pembelajaran tutor sebaya yang dilakukan oleh SMA Dharma Putra di kelas X jurusan IPA berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar Sains. Prestasi belajar sesudah metode pembelajaran tutor sebaya menjadi lebih maksimal dibanding prestasi belajar sebelum metode pembelajaran tutor sebaya diberlakukan. Kata kunci : metode pembelajaran, tutor sebaya, prestasi belajar sains, siswa-siswi

Page 1 of 1 | Total Record : 5