cover
Contact Name
Dewi Putri Lestari
Contact Email
dewiputrilestari@unram.ac.id
Phone
+628175797646
Journal Mail Official
jfn@unram.ac.id
Editorial Address
https://journal.unram.ac.id/index.php/jfn/about/editorialTeam
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Fish Nutrition
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 27983323     DOI : https://doi.org/10.29303/jfn.v2i2
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Fish Nutrition (JFN) has an objective to publish and provide high-quality scientific contributions to the field of fish nutrition. These contributions are sourced from innovative research that encourages science and technology development in the field of fish nutrition on a national and international scale. This journal serves as a communication medium for researchers, academics, students, and communities. This journal is published two times a year in June, and December. We accept review papers and full research articles. The Journal of Fish Nutrition’s scope includes nutritional sciences, and feed technology for various levels of the feed industry for various types of freshwater to marine fish in the tropics.
Articles 93 Documents
ANALISIS HUBUNGAN PANJANG-BERAT BENIH IKAN NILA (Orechromis niloticus) SEBAGAI BIOINDIKATOR PERTUMBUHAN PADA TAHAP PEMELIHARAAN AWAL Rismawaty Rusdi; Nurul Agustin Link Link; Rachmawati Syakur
Journal of Fish Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v5i2.8917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang berat benih ikan nila (Oreochromis niloticus), khususnya nila hitam dan nila merah, sebagai bioindikator pertumbuhan pada tahap pemeliharaan awal. Hubungan panjang berat dianalisis menggunakan model alometrik, selain itu juga dilakukan analisis perbandingan laju pertumbuhan mutlak dan spesifik serta rasio konversi pakan antar kedua strain. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Balai Benih Ikan Kota Bontang, Kalimantan Timur, dengan benih yang dipelihara selama 30 hari pada kolam terpal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih nila hitam memiliki hubungan panjang berat yang lebih kuat dibandingkan nila merah, dengan pola pertumbuhan alometrik negatif pada kedua strain. Benih nila hitam menunjukkan laju pertumbuhan mutlak yang lebih tinggi, sementara nila merah memiliki laju pertumbuhan spesifik yang lebih tinggi. Rasio konversi pakan menunjukkan efisiensi pakan yang lebih baik pada nila merah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk manajemen budidaya ikan nila, khususnya pada fase benih, dengan mempertimbangkan perbedaan strain dan efisiensi pemanfaatan pakan
ANALISIS FITOPLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR TERHADAP KESESUAIAN LINGKUNGAN POLIKULTUR BUDIDAYA LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) DAN IKAN BARONANG (Siganus sp.) DALAM SISTEM KERAMBA JARING APUNG Asri, Yuliana; Yuliana; Hizbulloh, Lalu
Journal of Fish Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v5i2.8963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan kelimpahan fitoplankton sebagai bioindikator kesesuaian lingkungan pada sistem budidaya polikultur lobster pasir (Panulirus homarus) dan ikan baronang (Siganus sp.) dalam keramba jaring apung (KJA). Fitoplankton berperan penting dalam menjaga stabilitas ekosistem perairan serta mencerminkan kondisi kualitas air melalui perubahan struktur komunitasnya. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik di sekitar KJA menggunakan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi kelimpahan, keanekaragaman, dominansi, serta indeks keseragaman, yang dianalisis secara deskriptif untuk menilai kondisi perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton termasuk dalam eutrofik, keanekaragaman (H’) sedang, keseragaman (E) tinggi dan indeks dominasi (D) yang rendah. Faktor luar terjadinya eutrofikasi dalam suatu perairan salah satunya adalah kegiatan budidaya dengan menggunakan sistem KJA. Fitoplankton dari kelas Bacillariphyceae ditemukan paling banyak yaitu dari spesies Rhizosolenia sp. dan Synedra sp. Beberapa penelitian menunjukkan kedua spesies tersebut secara alami ditemukan pada isi lambung lobster dan merupakan pakan alami lobster pasir dan ikan baronang. Nilai parameter fisika dan kimia kualitas air menunjukkan perairan KJA Ujung Betok masih dalam kondisi layak untuk kegiatan budidaya.  Berdasarkan analisis bioindikator dan kondisi fisika kimia perairan, KJA Ujung Betok sesuai untuk budidaya polikultur lobster pasir dan ikan baronang.
DAMPAK VARIASI PAKAN TERHADAP EFISIENSI REPRODUKSI IKAN GUPPY (Poecilia reticulata) Nada, Qothrun; Sumsamto, Muhammad; Diniarti, Nanda
Journal of Fish Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v5i2.9104

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisa dampak variasi jenis pakan terhadap tingkat reproduksi ikan guppy. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental menggunakan RAL dengan 4 perlakuan (P0: Pellet, P1: Cacing sutera, P2: Jentik nyamuk, P3: Kutu air) dan 3 kali ulangan. Parameter yang di uji adalah tingkat kematangan gonad, jumlah larva, sex ratio larva, jumlah indukan memijah, periode hamil, tingkat kelangsungan hidup, kualitas air. Data yang diperoleh diuji normalitasnya, data tidak normal dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Data yang normal dianalisis menggunakan ANOVA taraf nyata 5% kemudian diuji lanjut menggunakan uji Duncan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan bervariasi tidak berpengaruh nyata (p>0,05) pada parameter tingkat kematangan gonad (TKG) yang berkisar pada TKG 3 dan 4, sex ratio larva berkisar 29.6-60.4%. Jumlah induk memijah berkisar 66-100%, periode hamil berkisar 12-17 hari. Namun demikian, perbedaan jenis pakan berpengaruh nyata (p <0,05) pada parameter jumlah larva yang berkisar 8-22 ekor, tingkat kelangsungan hidup berkisar 43.6-90.6%. Dapat disimpulkan bahwa pakan cacing sutera dan jentik nyamuk memberikan nilai terbaik pada parameter jumlah larva dan tingkat kelangsungan hidup.

Page 10 of 10 | Total Record : 93