cover
Contact Name
Dewi Putri Lestari
Contact Email
dewiputrilestari@unram.ac.id
Phone
+628175797646
Journal Mail Official
jfn@unram.ac.id
Editorial Address
https://journal.unram.ac.id/index.php/jfn/about/editorialTeam
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Fish Nutrition
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 27983323     DOI : https://doi.org/10.29303/jfn.v2i2
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Fish Nutrition (JFN) has an objective to publish and provide high-quality scientific contributions to the field of fish nutrition. These contributions are sourced from innovative research that encourages science and technology development in the field of fish nutrition on a national and international scale. This journal serves as a communication medium for researchers, academics, students, and communities. This journal is published two times a year in June, and December. We accept review papers and full research articles. The Journal of Fish Nutrition’s scope includes nutritional sciences, and feed technology for various levels of the feed industry for various types of freshwater to marine fish in the tropics.
Articles 100 Documents
ANALISIS HUBUNGAN PANJANG-BERAT BENIH IKAN NILA (Orechromis niloticus) SEBAGAI BIOINDIKATOR PERTUMBUHAN PADA TAHAP PEMELIHARAAN AWAL Rismawaty Rusdi; Nurul Agustin Link Link; Rachmawati Syakur
Journal of Fish Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v5i2.8917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang berat benih ikan nila (Oreochromis niloticus), khususnya nila hitam dan nila merah, sebagai bioindikator pertumbuhan pada tahap pemeliharaan awal. Hubungan panjang berat dianalisis menggunakan model alometrik, selain itu juga dilakukan analisis perbandingan laju pertumbuhan mutlak dan spesifik serta rasio konversi pakan antar kedua strain. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Balai Benih Ikan Kota Bontang, Kalimantan Timur, dengan benih yang dipelihara selama 30 hari pada kolam terpal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih nila hitam memiliki hubungan panjang berat yang lebih kuat dibandingkan nila merah, dengan pola pertumbuhan alometrik negatif pada kedua strain. Benih nila hitam menunjukkan laju pertumbuhan mutlak yang lebih tinggi, sementara nila merah memiliki laju pertumbuhan spesifik yang lebih tinggi. Rasio konversi pakan menunjukkan efisiensi pakan yang lebih baik pada nila merah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk manajemen budidaya ikan nila, khususnya pada fase benih, dengan mempertimbangkan perbedaan strain dan efisiensi pemanfaatan pakan
ANALISIS FITOPLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR TERHADAP KESESUAIAN LINGKUNGAN POLIKULTUR BUDIDAYA LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) DAN IKAN BARONANG (Siganus sp.) DALAM SISTEM KERAMBA JARING APUNG Asri, Yuliana; Yuliana; Hizbulloh, Lalu
Journal of Fish Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v5i2.8963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan kelimpahan fitoplankton sebagai bioindikator kesesuaian lingkungan pada sistem budidaya polikultur lobster pasir (Panulirus homarus) dan ikan baronang (Siganus sp.) dalam keramba jaring apung (KJA). Fitoplankton berperan penting dalam menjaga stabilitas ekosistem perairan serta mencerminkan kondisi kualitas air melalui perubahan struktur komunitasnya. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik di sekitar KJA menggunakan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi kelimpahan, keanekaragaman, dominansi, serta indeks keseragaman, yang dianalisis secara deskriptif untuk menilai kondisi perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton termasuk dalam eutrofik, keanekaragaman (H’) sedang, keseragaman (E) tinggi dan indeks dominasi (D) yang rendah. Faktor luar terjadinya eutrofikasi dalam suatu perairan salah satunya adalah kegiatan budidaya dengan menggunakan sistem KJA. Fitoplankton dari kelas Bacillariphyceae ditemukan paling banyak yaitu dari spesies Rhizosolenia sp. dan Synedra sp. Beberapa penelitian menunjukkan kedua spesies tersebut secara alami ditemukan pada isi lambung lobster dan merupakan pakan alami lobster pasir dan ikan baronang. Nilai parameter fisika dan kimia kualitas air menunjukkan perairan KJA Ujung Betok masih dalam kondisi layak untuk kegiatan budidaya.  Berdasarkan analisis bioindikator dan kondisi fisika kimia perairan, KJA Ujung Betok sesuai untuk budidaya polikultur lobster pasir dan ikan baronang.
DAMPAK VARIASI PAKAN TERHADAP EFISIENSI REPRODUKSI IKAN GUPPY (Poecilia reticulata) Nada, Qothrun; Sumsamto, Muhammad; Diniarti, Nanda
Journal of Fish Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v5i2.9104

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisa dampak variasi jenis pakan terhadap tingkat reproduksi ikan guppy. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental menggunakan RAL dengan 4 perlakuan (P0: Pellet, P1: Cacing sutera, P2: Jentik nyamuk, P3: Kutu air) dan 3 kali ulangan. Parameter yang di uji adalah tingkat kematangan gonad, jumlah larva, sex ratio larva, jumlah indukan memijah, periode hamil, tingkat kelangsungan hidup, kualitas air. Data yang diperoleh diuji normalitasnya, data tidak normal dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Data yang normal dianalisis menggunakan ANOVA taraf nyata 5% kemudian diuji lanjut menggunakan uji Duncan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan bervariasi tidak berpengaruh nyata (p>0,05) pada parameter tingkat kematangan gonad (TKG) yang berkisar pada TKG 3 dan 4, sex ratio larva berkisar 29.6-60.4%. Jumlah induk memijah berkisar 66-100%, periode hamil berkisar 12-17 hari. Namun demikian, perbedaan jenis pakan berpengaruh nyata (p <0,05) pada parameter jumlah larva yang berkisar 8-22 ekor, tingkat kelangsungan hidup berkisar 43.6-90.6%. Dapat disimpulkan bahwa pakan cacing sutera dan jentik nyamuk memberikan nilai terbaik pada parameter jumlah larva dan tingkat kelangsungan hidup.
PEMANFAATAN  TEPUNG  MAGGOT (Hermetia illucens) DIFERMENTASI MENGGUNAKAN Aspergillus niger DALAM PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus goramy) Romadhan, Wahyu; Adelina, Adelina; Suharman, Indra
Journal of Fish Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v5i2.8303

Abstract

This study evaluated the utilization of maggot flour fermented with Aspergillus niger in gourami fish seed feed. The research was conducted using a one-factor Complete Random Design (RAL) with five treatments and three replications. The treatment used was feed without fermented maggot flour (P0), feed containing 25% fermented maggot flour (P1), feed containing 50% fermented maggot flour (P2), feed containing 75% fermented maggot flour (P3), and 100% feed containing fermented maggot flour (P4). Fish with an average initial weight of 2.93 ± 4.00 g were stocked into 15 net cages (1 × 1 × 1 m³) at a density of 25 fish per cage. The fish were fed test feeds at 10% of their body weight, 3 times daily (08:00, 13:00, and 17:00), for 56 days. Feed digestibility was assessed in an aquarium (60 × 40 × 40 cm³) at a dense stocking density of 10 fish per m³. The test feed contained 0,5 % Cr2O3. The results indicated that the inclusion of 75% fermented maggot meal yielded the best outcomes, with feed digestibility of 74.36%, protein digestibility of 88.76%, feed efficiency of 46.10%, protein retention of 33.38%, specific growth rate of 3.29% per day, and a survival rate of 100%.
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromnis niloticus) DENGAN PEMBERIAN PAKAN KOMBINASI PELET DAN LEMNA (Lemna perpusilla) Astutiwati, Astutiwati; Fahruddin, Muhammad; Prihatini Ilyas, Anita
Journal of Fish Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v5i2.8939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila dengan pemberian pakan kombinasi pelet dan Lemna perpusilla. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan tilapia (Oreochromis niloticus) yang dipelihara di kolam semen dengan metode eksperimental menggunakan Desain Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan berupa 100% L. perpusilla+0% pelet, 25% L. perpusilla+75% pelet, 50% L. perpusilla+50% pelet, dan 0% L. perpusilla+100% pelet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bobot mutlak tertinggi pada ikan dengan perlakuan pakan campuran ditunjukkan oleh perlakuan 0% L. perpusilla+100% pelet, sementara tingkat kelangsungan hidup tertinggi dalam penelitian ini ditunjukkan oleh perlakuan 0% L. perpusilla+100% pelet, yaitu 95%. Hasil analisis sidik ragam untuk pertumbuhan bobot mutlak antar perlakuan menunjukkan pengaruh yang signifikan (p<0.05), sedangkan tingkat kelangsungan hidup tidak menunjukkan efek (p>0.05). Kesimpulannya, bahwa pemberian pakan kombinasi pelet dan L. perpusilla memberikan pengaruh yang nyata terhadap laju pertumbuhan spesfiik. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi ditunjukkan oleh pemberian 25% L. perpusilla dengan kombinasi 75% pelet, sedangkan kelangsungan hidup ikan nila dengan pemberian pakan kombinasi pelet dan L. perpusilla selama pemeliharaan tidak memberikan pengaruh yang nyata. Kelangsungan hidup tertinggi ditunjukkan oleh pemberian 50% L. perpusila dengan kombinasi 75% pelet dan 25% L. perpusila dengan kombinasi 50% pelet.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI PAKAN KUNING TELUR BEBEK, CACING SUTERA (Tubifex sp.), DAN PELLET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) Imda, Intan; Intan; Dewi Putri, Lestari; Darmawan, Awan
Journal of Fish Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v5i2.9158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kombinasi pakan kuning telur bebek, cacing sutera, dan pellet terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurame. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 6 perlakuan dan 3 kali ulangan, perakuan yang diuji cobakan adalah P0 :  kontrol (cacing sutera), P1 : pellet 100 %, P2 : kombinasi cacing sutera 25% + pellet 75%, P3 : kombinasi cacing sutera 25%  + kuning telur bebek 75%,  P4 : kombinasi cacing sutera 50% + pellet 50%, P5: kombinasi cacing sutera 50% + kuning telur bebek 50%. Parameter yang di uji meliputi tingkat konsumsi pakan, berat mutlak, panjang mutlak, berat spesifik, panjang spesifik, rasio konversi pakan, tingkat efesiensi pakan dan tingkat kelangsungan hidup. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian kombinasi pakan berupa cacing sutera, kuning telur bebek dan pellet memberikan hasil yang tidak signifikan (p>0.05) terhadap berat mutlak yang berkisar antara 0.70-0.83 g, panjang mutlak berkisar antara 2.43-2.63 cm, laju pertumbuhan berat spesifik berkisar antara 1.74 -2.08 %/hari, laju pertumbuhan panjang spesifik berkisar antara 6.08-6.50 %/hari dan tingkat kelangsungan hidup berkisar antara 66.7-83.3%. Namun memberikan hasil yang berbeda nyata (p<0.05) pada tingkat konsumsi pakan yaitu tertinggi pada P1 sebesar 7.91g/ekor dan terendah pada P3 yaitu sebesar 5.21 g/ekor. Efisiensi pakan yang tertinggi pada P3 yaitu sebesar 66.40%  dan terendah P1 (Pellet 100%) yaitu sebesar 37.79%. Nilai rasio konversi pakan tertinggi pada P1 yaitu sebesar 2.70 dan terendah pada P3 yaitu sebesar 1.55. Pemberian kombinasi cacing sutera, kuning telur bebek dan pellet memberikan pertumbuhan yang  sama terhadap berat, panjang, berat spesifik dan panjang spesifik. Namun pada rasio konversi pakan dan efesiensi pemanfaatan pakan memberikan hasil yang tinggi pada kombinasi cacing sutera 25%+kuning telur bebek 75%. 
EFEKTIVITAS BERBAGAI METODE EKSTRAKSI DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) UNTUK MENCEGAH INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Rachmat Scabra, Andre; Darmawan, Awan; Suhendri, Salwa
Journal of Fish Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v5i2.9231

Abstract

Penyakit bakterial yang disebabkan oleh (Aeromonas hydrophila) merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus), terutama pada sistem budidaya intensif, masalah tersebut dapat diatasi dengan imunostimulan alami dari daun ketapang (Terminalia catappa). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas berbagai metode ekstraksi daun ketapang dalam pakan terhadap respons imun, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup ikan nila yang diuji tantang dengan A. hydrophila. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu kontrol positif (pakan tanpa ekstrak, P1) , kontrol negatif (pakan tanpa ekstrak, P2), Pakan dengan ekstrak bentuk tepung (P3), pakan dengan ekstrak bentuk rebusan (P4), Pakan dengan ekstrak bentuk bubur (P5). Jumlah ekstrak yang ditambahkan adalah 5%. Pada hari ke 46 dilakukan infeksi A. hydorphila [ND1] pada semua perlakuan kecuali pada perlakuan P2. Parameter yang diamati meliputi Survival rate  (SR), feed conversion ratio[ND2] [ND3]  (FCR), laju pertumbuhan spesifik. Kualitas air yang diukur 10 hari sekali dari hari ke 1 sampai ke 45 sedangkan total bakteri media, parameter hematologi, aktivitas fagositosis diamati pada hari ke 60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bubur daun ketapang (P5) berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai SR 91,11%, FCR 1,06, dan laju pertumbuhan berat spesifik 3,71%/hari. Total bakteri media adalah 30,5×10³ CFU/mL, serta peningkatan respons imun yang ditunjukkan oleh nilai eritrosit sebesar 2,10×10⁶ sel/mL, nilai leukosit sebesar 28,1× 104 sel/ml, nilai niferensial leukosit (sel neutrofil 25 %, monosit 7,33 %, dan limfosit 67,67 %), hemoglobin sebesar 6,8 g/dl, hematokrit 30,48 % dan aktivitas fagositosis sebesar 67,6%, namun tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap parameter laju pertumbuhan panjang spesifik. Dengan demikian, metode pembuburan daun ketapang efektif digunakan sebagai imunostimulan alami dalam pakan ikan nila untuk meningkatkan ketahanan terhadap infeksi A. hydrophila
PENGARUH KOMBINASI PEMBERIAN PAKAN MAGGOT SEGAR,  MAGGOT KERING (Hermetia illucens) DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE (Clarias gariepinus) Raka Ramadhan, Muhammad; Putri Lestari, Dewi; Hilyana, Sitti
Journal of Fish Nutrition Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v6i1.9318

Abstract

Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan komoditas perikanan air tawar yang memiliki prospek cerah dalam pengembangannya. Langkah untuk mengatasi masalah harga pakan yang relatif tinggi dapat dikurangi dengan mencari pakan alternatif. Maggot (Hermetia illucens) dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif yang memenuhi persyaratan sebagai sumber protein tanpa bergantung pada pakan komersial. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian kombinasi pakan utuh maggot segar, maggot kering, dan pakan komersial terhadap pertumbuhan ikan lele. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pola rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan diuji menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95%, menggunakan enam perlakuan dan tiga ulangan yaitu P0 (Pakan komersil 100%), P1 (Pakan komersil 50%+Maggot segar 50%), P2 (Pakan komersil 50%+Maggot kering 50%), P3 (Maggot segar 50%+Maggot kering 50%), P4 (PK 25%+MS 25%+MK 50%) P5 (PK 25%+MS 50%+MK 25%). Pakan komersial, maggot kering, dan maggot segar dicampur dengan komposisi sesuai perlakuan dan langsung diberikan ke ikan uji.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan kombinasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, spesific growth rate (SGR), dan survival rate (SR), akan tetapi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, dan feed conversion ratio (FCR). Perlakuan (P2) dengan pakan komersial 50% dan maggot kering 50% memberikan hasil pertumbuhan terbaik dengan rata-rata panjang mutlak 4,69 cm dan berat mutlak 5,29 g, pertumbuhan harian spesifik 1,69%/hari, dan tingkat kelangsungan hidup ikan 81%.
PENGARUH KONSENTRASI NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS Chaetoceros amami SEBAGAI PAKAN ALAMI LARVA KERANG MUTIARA Royatunnahdiah, Siti; Sumsanto, Muhammad; Mukhlis, Alis
Journal of Fish Nutrition Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v6i1.9342

Abstract

Kerang mutiara (Pinctada maxima) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang keberhasilan budidayanya sangat bergantung pada ketersediaan pakan alami berkualitas pada fase larva. Chaetoceros amami merupakan mikroalga dari kelompok diatom yang berperan untuk mendukung pertumbuhan larva. Nitrogen merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan mikroalga karena berperan fundamental dalam sintesis protein, asam nukleat, dan klorofil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi nitrogen terhadap pertumbuhan dan produktivitas Chaetoceros amami sebagai pakan alami larva Pinctada maxima. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pembenihan Kerang Mutiara PT. Mutiara Surya Indonesia menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan konsentrasi nitrogen (0; 2,5; 5; 7,5; 10 ppm) dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi kepadatan puncak, laju pertumbuhan relatif, dan waktu penggandaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nitrogen memberikan pengaruh sangat nyata (p<0,05) terhadap pertumbuhan Chaetoceros amami. Konsentrasi nitrogen 7,5 ppm menghasilkan rata-rata kepadatan puncak dan laju pertumbuhan relatif tertinggi dengan nilai masing-masing secara berurutan 1.985×10³ sel/mL dan 133%, serta waktu penggandaan diri tercepat (39 jam), berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Peningkatan konsentrasi nitrogen hingga 10 ppm justru menurunkan performa pertumbuhan sebesar 31,8% akibat efek toksisitas nitrogen berlebih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsentrasi nitrogen 7,5 ppm merupakan konsentrasi optimal untuk kultivasi Chaetoceros amami sebagai pakan alami larva kerang mutiara Pinctada maxima, dengan peningkatan produktivitas biomassa sebesar 43% dibandingkan kontrol.
THE EFFECT OF INCORPORATING CASSAVA LEAF MEAL WITH FISH MEAL, GROUNDNUT CAKE AND SOYBEAN MEAL BASED DIETS AT THE EXPENSES OF SOYBEAN MEAL ON GROWTH PERFORMANCE AND FEED UTILIZATION OF CATFISH (Clarias gariepinus) Ibikunle, Femi Lawrence; Ibrahim, Ibrahim Maiyaki; Shuiabu, Danjuma; Azeez, Akeem Aliyu; Ibiyo, Lenient Mercy Onvie; Usman, Aishat Ohunene; Eneche, Ugbede Benedict; Umar, Nasir Ubana; Woru, Hamzat Abubakar; Ekundayo, Toyin Marion; Mohammed, Bello
Journal of Fish Nutrition Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v6i1.9648

Abstract

The potential of cassava leaf meal (CLM) as a partial replacement for soybean meal in the diet of African catfish Clarias gariepinus juveniles was carried out in this study. Six isonitrogenous diets containing 35% crude protein were formulated with graded CLM inclusion levels of 0, 5, 10, 15, 20, and 25%. 630 juveniles were randomly distributed into concrete tanks and fed the experimental diets at 3% body weight for 8weeks in a completely randomized design. Each treatment was replicated thrice for the experiment. Proximate composition and cyanide content of the diets were determined, also, growth performance and nutrient utilization parameters were evaluated. No significant differences (p>0.05) were observed among treatments for growth, feed intake, feed conversion ratio, or protein efficiency ratio. However, fish fed the 10% CLM diet consistently showed higher weight gain, specific growth rate, and protein efficiency ratio compared to other treatments. At higher inclusion levels (≥20%), growth performance and feed efficiency tended to decline, likely due to increased dietary fiber and cyanogenic compounds. These findings indicate that cassava leaf meal can replace soybean meal up to 25% without adverse effects on juvenile catfish performance, with an inclusion level of about 10% appearing most favorable. Cassava leaf meal therefore represents a viable, locally available plant protein source for sustainable aquaculture feed formulation.

Page 10 of 10 | Total Record : 100