Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BIMBINGAN TEKNIS PENANGANAN PASCA PANEN BULU BABI DI KOPERASI PRIMA NUSANTARA Asri, Yuliana; Hizbulloh, Lalu; Affandi, Rangga Idris; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Scabra, Andre Rachmat; Diamahesa, Wastu Ayu; Mulyani, Laily Fitriani; Alim, Sahrul; Lestari, Dewi Putri; Marzuki, Muhammad
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.7861

Abstract

Sea urchins are a highly nutritious and economically valuable fishery product. In West Nusa Tenggara (NTB), particularly in Lombok, the public is still largely unaware of the benefits and market value of sea urchins in international markets such as Japan and Korea. Sea urchin gonads are consumed by Koreans and Japanese, and their high nutritional content is believed to improve health performance. However, there are obstacles in the sea urchin market development is the lack of proper standard operating procedures in post-harvest handling. Appropriate and standardized post-harvest techniques are not yet widely known or disseminated among sellers and sea urchin business actors. Prima Nusantara Cooperative is one of the cooperatives that supplies fishery products, including sea urchins, to exporting companies. Based on this, the current community service activity was conducted at Prima Nusantara Cooperative in East Lombok, targeting the cooperative staff. The aim is to provide both theoretical socialization and hands-on training to enhance the staff’s knowledge and skills in post-harvest handling of sea urchins. Through this technical guidance, it is expected that the quality of sea urchin products sold to exporters will improve and be more competitive in the Japanese and Korean markets. The method used during the technical training included presentation of materials on proper sea urchin handling procedures, followed by field practice involving sea urchin sampling, hands-on demonstrations, and direct mentoring through each stage of the process. The post-harvest handling stages included harvesting (collection), cleaning, shell breaking, rinsing, weighing, packaging, and storage at low temperatures.
ANALISIS FITOPLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR TERHADAP KESESUAIAN LINGKUNGAN POLIKULTUR BUDIDAYA LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) DAN IKAN BARONANG (Siganus sp.) DALAM SISTEM KERAMBA JARING APUNG Asri, Yuliana; Yuliana; Hizbulloh, Lalu
Journal of Fish Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v5i2.8963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan kelimpahan fitoplankton sebagai bioindikator kesesuaian lingkungan pada sistem budidaya polikultur lobster pasir (Panulirus homarus) dan ikan baronang (Siganus sp.) dalam keramba jaring apung (KJA). Fitoplankton berperan penting dalam menjaga stabilitas ekosistem perairan serta mencerminkan kondisi kualitas air melalui perubahan struktur komunitasnya. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik di sekitar KJA menggunakan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi kelimpahan, keanekaragaman, dominansi, serta indeks keseragaman, yang dianalisis secara deskriptif untuk menilai kondisi perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton termasuk dalam eutrofik, keanekaragaman (H’) sedang, keseragaman (E) tinggi dan indeks dominasi (D) yang rendah. Faktor luar terjadinya eutrofikasi dalam suatu perairan salah satunya adalah kegiatan budidaya dengan menggunakan sistem KJA. Fitoplankton dari kelas Bacillariphyceae ditemukan paling banyak yaitu dari spesies Rhizosolenia sp. dan Synedra sp. Beberapa penelitian menunjukkan kedua spesies tersebut secara alami ditemukan pada isi lambung lobster dan merupakan pakan alami lobster pasir dan ikan baronang. Nilai parameter fisika dan kimia kualitas air menunjukkan perairan KJA Ujung Betok masih dalam kondisi layak untuk kegiatan budidaya.  Berdasarkan analisis bioindikator dan kondisi fisika kimia perairan, KJA Ujung Betok sesuai untuk budidaya polikultur lobster pasir dan ikan baronang.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN TEKNIS KARANTINA BENIH LOBSTER PASIR Panulirus homarus DI KUB SEGARE LAUQ DUSUN UJUNG BETOK JEROWARU LOMBOK TIMUR Asri, Yuliana; Hizbulloh, Lalu; Diniariwisan, Damai; Sumsanto, Muhammad; Affandi, Rangga Idris; Dwiyanti, Septiana; Farizi, Muh. Rizawan
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.8474

Abstract

Lobster pasir (Panulirus homarus) salah satu komoditas perikanan dengan nilai ekonomi tinggi yang memiliki permintaan besar di pasar lokal maupun internasional. Peningkatan kebutuhan tersebut menjadikan budidaya lobster pasir sebagai peluang usaha yang potensial dan menguntungkan bagi masyarakat pesisir di Dusun Ujung Betok. Dusun Ujung Betok merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya laut dan wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan budidaya lobster pasir di NTB. Masyarakat nelayannya memiliki sebuah Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang bernama Segare Lauq yang bergerak dibidang perikanan dan hasil budidaya laut terutama lobster. Kendala utama yang dihadapi oleh pembudidaya adalah kondisi benih tidak 100% sehat dan siap dibudidayakan. Hampir 50% benih yang didatangkan dari luar atau ditangkap dari alam, dalam satu hingga dua hari pemeliharaan akan mengalami kematian. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara penanganan (karantina) benih di dalam sebuah wadah yang disebut wadah karantina sebelum ditebar. Tim pengabdian melakukan sosialisasi dan pendampingan teknis dalam pembuatan wadah karantina dan pemanfaatannya. Wadah karantina didisain berbentuk tabung dengan ketinggian 1,5 m, diameter 1 m dan ukuran mata jaring 1 inch. Melalui penyediaan wadah karantina diharapkan mampu mendukung kegiatan budidaya lobster untuk menghasilkan benih yang lebih sehat, seragam dan siap dibudidayakan. Selain itu wadah karantina berfungsi untuk menampung lobster yang baru dipanen, sehingga dapat memudahkan pembudidaya dalam sortasi dan  mengurangi stress pada lobster yang siap kirim. Kegiatan program pengabdian melalui skema Pengabdian Karya Dosen yang Dimanfaatkan Masyarakat ini juga diharapkan bisa meningkatkan kinerja yaitu pada IKU 5, hasil kerja dosen dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
TEKNIK PEMIJAHAN IKAN KOKI GEMOY DENGAN REKAYASA ARUS DAN KETINGGIAN AIR PADA PEMBUDIDAYA AIQ AMBUR DESA PETELUAN INDAH KECAMATAN LINGSAR. Dwiyanti, Septiana; Asri, Yuliana; Scabra, Andre Rachmat; Marzuki, Muhammad; Hizbulloh, Lalu; Attamimi, Muhammad Ridho Ilham
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.8487

Abstract

Kegiatan budidaya ikan air tawar di Desa Peteluan mencakup budidaya ikan konsumsi maupun ikan hias. Salah satunya ikan mas koki gemoy. Kendala utama dalam produksi ikan mas koki yaitu terbatasnya produski benih yang dihasilkan  karena teknik pemijahan tidak tepat. Tujuan pengabdian ini untuk berkolaborasi dalam meningkat produktivitas benih ikan mas koki gemoy melalui teknik pemijahan dengan rekayasa arus dan ketinggian air. Metode penelitian ini terdiri dari 2 tahapan yaitu tahapan persiapan diantaranya observasi dan identifikasi sedangkan tahap selanjutnya merupakan tahapan pelaksanaan yaitu sosialisasi teknik pemijahan serta pelatihan dalam teknik pemijahannya serta dilakukan evaluasi dan monitoring diakhir kegiatan pengabdian. Pengabdian ini bermitra dengan pembudidaya Aiq Ambur yang merupakan mitra yang berfokus pada budidaya ikan nila dan ikan hias di desa Peteluan Indah. Hasil pengabdian terkait teknik pemijahhan dilaksanakan penuh antusias hal ini dbuktikan dengan banyaknya pertanyaan dan masukkan dari mitra ke tim pengabdian. Teknik pemijahan pada kegiatan ini merupakan pemijahan alami yang dirangsang dengan kenaikan air dan arus. Kenaikkanair yang digunakana secara bertahap yakni dimulai dengan 20 cm hingga 40 cm dan sedangkan utnuk memperoleh arus digunakan beberapa titik aerasi pada kolam pemijahan. Kegiatan pengabdian berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan pembudidaya ikan mas koki Gemoy di Desa Peteluan Indah, khususnya dalam penerapan teknik pemijahan dengan memanfaatkan rekayasa arus dan pengaturan ketinggian air.