cover
Contact Name
Dewi Putri Lestari
Contact Email
dewiputrilestari@unram.ac.id
Phone
+628175797646
Journal Mail Official
jfn@unram.ac.id
Editorial Address
https://journal.unram.ac.id/index.php/jfn/about/editorialTeam
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Fish Nutrition
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 27983323     DOI : https://doi.org/10.29303/jfn.v2i2
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Fish Nutrition (JFN) has an objective to publish and provide high-quality scientific contributions to the field of fish nutrition. These contributions are sourced from innovative research that encourages science and technology development in the field of fish nutrition on a national and international scale. This journal serves as a communication medium for researchers, academics, students, and communities. This journal is published two times a year in June, and December. We accept review papers and full research articles. The Journal of Fish Nutrition’s scope includes nutritional sciences, and feed technology for various levels of the feed industry for various types of freshwater to marine fish in the tropics.
Articles 93 Documents
PEMBERIAN Lemna sp. SEGAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Iskandar; Galih Dewi Andini; Kiki Haetami; Yuli Andriani
Journal of Fish Nutrition Vol. 1 No. 1 (2021): journal of fish nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.524 KB) | DOI: 10.29303/jfn.v1i1.154

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang banyak di budidayakan di Indonesia. Permasalahan dalam proses budidaya ikan secara intensif adalah penyediaan pakan komersial yang mencapai 60-70% dari total biaya produksi. Penyebab tingginya biaya penyediaan pakan komersial yaitu karena penggunaan bahan baku pakan ikan secara impor yang berakibat pada tingginya harga pakan ikan. Perlu dilakukan upaya untuk mendapatkan pakan alternatif yang lebih ekonomis dan mudah didapatkan. Upaya yang dilakukan untuk menekan biaya pakan adalah dengan memanfaatkan pakan hijauan, salah satunya yaitu menggunakan Lemna sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan efisiensi pakan pada ikan nila yang diberi Lemna sp. segar. Penelitian dilakukan pada Desember – April 2020 di Laboratorium Perikanan PSDKU Unpad di Pangandaran. Metode penelitian meggunakan eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan empat kali ulangan yaitu perlakuan A (kontrol), perlakuan B (15% Lemna sp.), perlakuan C (20% Lemna sp.) dan perlakuan D (25% Lemna sp.). Parameter uji pada penelitian ini yaitu laju pertumbuhan mutlak, efisiensi pakan dan kualitas air. Kemudian Pengamatan dilakukan selama 50 hari. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian Lemna sp. segar dengan tingkat pemberian 20% menghasilkan laju pertumbuhan mutlak sebesar 11,2 g, efisiensi pakan sebesar 21,33% dan kualitas air yang masih dalam kisaran aman untuk pemeliharaan ikan nila.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BANGGAI CARDINAL Pterapogon kauderni yunita ananda; Nanda Diniarti; Dewi Putri Lestari
Journal of Fish Nutrition Vol. 1 No. 1 (2021): journal of fish nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.463 KB) | DOI: 10.29303/jfn.v1i1.155

Abstract

Ikan Banggai Cardinal merupakan spesies ikan endemik di Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, Indonesia dalam bahasa lokal dikenal sebagai ikan capungan. Ikan ini memiliki keunikan tersendiri ditinjau dari segi tingkah laku, bentuk tubuh, warna maupun pola hidupnya. Budidaya Ikan Banggai Cardinal di Keramba Jaring Apung Balai Budidaya Laut Lombok (BPBL) tidak diberikan pakan tambahan. Salah satu faktor yang berperan dalam mendukung keberhasilan kegiatan budidaya ikan adalah pemberian pakan. Oleh karena itu, upaya yang dilakukan dalam mendukung kegiatan budidaya adalah salah satunya dengan pemberian pakan tambahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup Ikan Banggai Cardinal (Pterapogon kauderni) yang di budidayakan pada Keramba Jaring Apung (KJA). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu, P1 (Kontrol/tanpa pemberian pakan), P2 (Ikan Rucah), P3 (Udang Rebon) dan P4 (Pellet). Hasil penelitian menunjukan pemberian pakan yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan spesifik. Namun, tidak memberikan pengaruh nyata terhadap rasio konversi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan dan kelangsungan hidup. Pakan terbaik yaitu, P3 (Udang rebon) yang memberikan pertumbuhan optimum bagi Ikan Banggai Cardinal (Pterapogon kauderni).
EVALUASI PENGGUNAAN TEPUNG IKAN SAPU-SAPU DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERFORMA IKAN PATIN (Pangasius sp) Yuli Andriani; Rita Rostika
Journal of Fish Nutrition Vol. 1 No. 1 (2021): journal of fish nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.961 KB) | DOI: 10.29303/jfn.v1i1.156

Abstract

Tepung ikan merupakan salah satu komponen pakan ikan yang memiliki harga tinggi, sehingga diperlukan upaya untuk mencari alternatif pengganti dari sumber alam sekitar sehingga harga pakan menjadi lebih ekonomis. Penelitian dilaksanakan di Hatchery Laboratorium Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, sedangkan analisis proksimat bahan pakan dan pakan uji, pembuatan tepung ikan sapu-sapu dilakukan Laboratorium Kimia dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan tepung ikan sapu-sapu dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan ikan patin (Pangasius sp.) sebagai salah satu upaya alternatif penyediaan sumber protein dalam pakan ikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 (lima) perlakuan dan masing-masing diulang 3 (tiga) kali. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan tepung ikan sapu-sapu dalam pakan buatan sebanyak 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Parameter yang diamati pada akhir penelitian meliputi pertumbuhan mutlak, tingkat konsumsi dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung sapu-sapu sebesar 10% dalam pakan memberikan hasil terbaik, dimana pertumbuhan mutlak ikan patin sebesar 1.88 gram, konsumsi 10.46 gram/hari, dan sintasan sebesar 97,7%. Berdasarkan pengamatan, penggunaan tepung sapu-sapu sampai tingkat 20% dalam pakan tidak menimbulkan pengaruh negatif terhadap kelangsungan hidup ikan patin, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti tepung ikan alternatif dalam pakan ikan.
PEMANFAATAN TEPUNG DAUN TURI DALAM PAKAN UNTUK KUALITAS WARNA DAN PERTUMBUHAN IKAN RAINBOW KURUMOI (Melanotaenia parva) Nina Meilisza; Etyn Yunita; Siti Murniasih; Rina Hirnawati; Lili Sholichah; Sukarman; Deska Ulul Muta’al
Journal of Fish Nutrition Vol. 1 No. 1 (2021): journal of fish nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.963 KB) | DOI: 10.29303/jfn.v1i1.157

Abstract

Ikan rainbow kurumoi (Melanotaenia parva) merupakan ikan hias asli Indonesia yang memiliki kualitas warna yang menarik. Warna pada ikan hias ini dapat ditingkatkan kualitasnya dengan menambahkan sumber karotenoid alami dalam pakan seperti tepung daun turi. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kualitas warna dan pertumbuhan yang baik pada ikan rainbow kurumoi dengan memanfaatkan tepung daun turi dalam pakan. Sebanyak lima ekor ikan ditebar dalam 12 akuarium bervolume 20 liter. Ikan diberi pakan uji berupa dosis tepung daun turi dalam pakan yaitu 0 ppm (tanpa tepung daun turi/kontrol), 100 ppm (70 gram tepung daun turi), 150 ppm (105 gram tepung daun turi), serta 200 ppm (140 gram tepung daun turi) dan diulang sebanyak tiga ulangan. Penelitian dilakukan selama 40 hari dengan memberikan pakan uji sebanyak 6% sehari pukul 08.00, 12.00, dan 16.00. Parameter yang diukur berupa kualitas warna kuning dan jingga pada bagian kulit dan sirip, pertumbuhan bobot, panjang, serta sintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 100 ppm (70 gram) tepung daun turi per kg pakan menunjukkan kualitas warna terbaik, sedangkan pertumbuhan bobot dan panjang tidak berbeda antar masing-masing perlakuan.
KOMBINASI KOTORAN BURUNG PUYUH, SUSU BUBUK AFKIR, DAN TAPIOKA TERFERMENTASI PADA MEDIA KULTIVASI CACING SUTERA (Tubifex sp) Rachmawati Rusydi; Nurfazilah; Salamah; Erniati; Munawwar Khalil
Journal of Fish Nutrition Vol. 1 No. 1 (2021): journal of fish nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.63 KB) | DOI: 10.29303/jfn.v1i1.158

Abstract

Cacing sutera (Tubifex sp.) merupakan pakan alami yang banyak digunakan pada kegiatan pembenihan ikan. Cacing sutera ini mampu memberikan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan larva ikan dengan ukuran yang sesuai bukaan mulut larva dan bersifat atraktif. Namun, ketersediaan populasi cacing sutera sangatlah terbatas di alam dan membutuhkan pasokan cacing sutera dari kegiatan kultivasi cacing sutera. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kombinasi kotoran burung puyuh (K), susu bubuk afkir (S) dan tapioka (T) terfermentasi pada media kultivasi cacing sutera. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap Non-Faktorial dengan 4 (empat) taraf perlakuan dan 3 (tiga) kali ulangan. Taraf perlakuan penelitian terdiri atas A (K = 100%), B (K=50%, S=35%, T=15%), C (K=50%, S=25%, T=25%), D (K=50%, S=15%, T=35%). Tahapan penelitian terdiri atas persiapan bibit cacing sutera, aktivasi EM4 dalam fermentasi kombinasi kotoran burung puyuh, susu bubuk afkir, dan tapioka, persiapan media kultivasi cacing sutera, penebaran benih cacing sutera dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi, biomassa dan kandungan nutrisi serta rasio C/N terbaik diperoleh pada perlakuan C dengan puncak populasi 406 individu/wadah, biomassa 33,21 g/wadah, nutrisi protein dan lemak sebesar 51,7 ± 0,42% dan 14,56 ± 0,028%, dan rasio C/N 12,5:1. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah kombinasi kotoran burung puyuh 50%, susu bubuk afkir 25%, dan tapioka terfermentasi 25% memberikan nutrisi yang paling baik untuk kultivasi cacing sutera.
PENAMBAHAN PEWARNA ALAMI PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PENINGKATAN WARNA IKAN KOI (Cyprinus carpio) Widi setyogati
Journal of Fish Nutrition Vol. 1 No. 1 (2021): journal of fish nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.515 KB) | DOI: 10.29303/jfn.v1i1.159

Abstract

Tubuh ikan tidak memiliki kemampuan untuk mensintesis pigmen warna (karotenoid) untuk itu diperlukan penambahan pigmen warna dari luar tubuhnya untuk memenuhi kebutuhan pewarnaannya. Penggunaan karotenoid sintetis dapat memberikan dampak buruk pada lingkungan ataupun efek karsinogenenik, sehingga perlu dilakukan penelitian dan pemanfaatan penggunaan pewarna alami sebagai sumber pigmen alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas sumber pigmen alami berbahan dasar hewani, nabati dan mikroorganisme terhadap peningkatan warna ikan koi. Penelitian dilaksanakan di Hatchery Budidaya Ikan Hias BBPPMPV Pertanian. Metode penelitian yang digunakan eksperimental laboratoris dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah penggunaan bahan pigmen alami pada pakan buatan yang diformulasikan untuk pakan koi, antara lain P0 (pakan komersil), P1 (tepung kulit buah naga 15%), P2 (tepung kepala udang 10%) dan P3 (tepung Spirulina sp 1%). Uji coba pakan dilakukan selama 30 hari pada benih ikan koi ukuran 5-7 cm yang dipelihara pada kolam fiberglass dengan kepadatan 30 ekor/bak. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisa ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan perlakuan memberikan pengaruh pada presentase peningkatan warna, pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan nilai FCR, namun tidak memberikan pengaruh terhadap derajat kelangsungan hidup. Pakan perlakuan P3 memberikan pengaruh terbaik terhadap presentase peningkatan warna (45,56%), pertumbuhan total (2,24 g), laju pertumbuhan spesifik (0,75%/hari) dan nilai FCR (2,72) jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
PEMANFAATAN EKSTRAK UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas L.) SEBAGAI SUMBER PREBIOTIK PAKAN KOMERSIL PADA BUDIDAYA IKAN MAS (Cyprinus carpio) M. Mutawalli Wira Supati; Salnida Yuniarti Lumbessy; Dewi Putri Lestari
Journal of Fish Nutrition Vol. 1 No. 1 (2021): journal of fish nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.46 KB) | DOI: 10.29303/jfn.v1i1.161

Abstract

Goldfish is one of the freshwater cultured fish that is favored by the community both for consumption and as ornamental fish. Sweet potato (Ipomea batatas L.) is a plant that can be used as a prebiotic in fish feed. Sweet potato (I. batatas L.) is an annual plant that grows in the tropics. Sweet potatoes contain lots of carbohydrates, provitamin A, B vitamins, vitamin C, minerals, and a little fat and protein. This research is an experimental study using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replications each, so the number of experimental units is 12 units. P1 : commercial feed (control), P2: purple sweet potato extract 4 ml / 100 g feed, P3: purple sweet potato extract 8 ml / 100 g feed, P4: purple sweet potato extract 12 ml / 100 g feed. The data obtained were tested using Analysis of Variance (ANOVA) at a 95% confidence level through the SPSS program to determine the effect of each treatment. Keywords: Purple Sweet Potato Extract, Carp, Growth, Prebiotics, Nutrient Retention.
Journal of Fish Nutrition Journal of Fish Nutrition
Journal of Fish Nutrition Vol. 1 No. 1 (2021): journal of fish nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.642 KB) | DOI: 10.29303/jfn.v1i1.169

Abstract

Volume 1 Nomor 1 Juni 2021
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH NAGA (Hyloceraus polyrhizus) PADA PAKAN BUATAN TERHADAP KECERAHAN WARNA IKAN CUPANG (Betta sp.) Bayu Parikesit Wijaya Wijaya; Dewi Nur’aeni Setyowati; Dewi Putri Lestari
Journal of Fish Nutrition Vol. 1 No. 2 (2021): Journal Of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.243 KB) | DOI: 10.29303/jfn.v1i2.474

Abstract

Betta fish (Betta sp.) is one type of ornamental fish that has a fairly high price. Color is one of the parameters in determining the value of ornamental fish. Dragon fruit can be used as an alternative to improve the color quality of fish. This study aims to determine the effect of adding dragon fruit extract to artificial feed on the brightness of the color of betta fish and to conclude the appropriate dose of dragon fruit extract to increase the brightness of the color of betta fish. This research was conducted for 45 days starting from April – May 2021 at the Laboratory of Aquaculture Study Program, Faculty of Agriculture, University of Mataram. The method used is a Completely Randomized Design (CRD) experimental method with five treatments and ten replications, namely P0 (without the addition of dragon fruit extract), P1 (addition of dragon fruit extract 0.25%), P2 (addition of dragon fruit extract 0.50 %), P3 (addition of dragon fruit extract 1.00%), P4 (addition of dragon fruit extract 1.50%). The highest brightness level of Betta fish is at P4 with a value of 30.02 and the lowest is at P0 as much as 11.55%. The highest carotenoid content was at P4 with a value of 8.56 mol/g while the lowest carotenoid content was at P0 with a value of 2.54 mol/g.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH NAGA (Hyloceraus polyrhizus) PADA PAKAN BUATAN TERHADAP KECERAHAN WARNA IKAN CUPANG (Betta sp.) Elmi Patma Insani; salnida yuniarti Lumbessy; Dewi Putri Lestari
Journal of Fish Nutrition Vol. 1 No. 2 (2021): Journal Of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.857 KB) | DOI: 10.29303/jfn.v1i2.482

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of the addition of pumpkin flour (C. moschata D.) and papaya flour (C. papaya) to feed to increase the brightness of the gold fish (C. auratus) color. The method used is an experimental method with a completely randomized design, consisting of four treatments and three replications of P0 0% (Control), P1 10% , P2 20%, P3 30%. Research parameters include carotenoid analysis, hunter’s color test, absolute weight growth, absolute specific growth, absolute length growth , FCR, EPP, survival rate and water quality. The results showed that the addition of a mixture of pumpkin flour and papaya flour in the goldfish can affect the value of feed conversion, feed afficiency, survival rate, carotenoid content and the brightness of the goldfish color on the value of a* (redness), b* (yellowness) and Huebut it does not affect the value of L* (lightness) and the growth of the goldfish

Page 1 of 10 | Total Record : 93