cover
Contact Name
Rizki Fadhillah Lubis
Contact Email
rizkylubis@poltekatipdg.ac.id
Phone
+6285270764141
Journal Mail Official
sainti.journal@poltekatipdg.ac.id
Editorial Address
Kampus Politeknik ATI Padang Jalan Bungo Pasang Tabing Padang, 25171 Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri
Published by Politeknik ATI Padang
ISSN : 18297404     EISSN : 26139871     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri merupakan majalah ilmiah yang diterbitkan oleh unit penelitian dan pengabdian masyarakat Politeknik ATI Padang. Jurnal SAINTI terbit secara berkala yakni persemesteran atau 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal SAINTI mempublikasikan hasil karya ilmiah dan pemikiran Dosen dan Civitas Akademika serta praktisi industri
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 19 no. 1 (2022)" : 5 Documents clear
ANALISIS EFEKTIVITAS KINERJA RIPPLE MILL MENGGUNAKAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS: STUDI DI PALM OIL INDUSTRY SUMATERA UTARA Putri Amelia; Rizki Fadhillah Lubis
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi proses produksi di lantai produksi industri kelapa sawit adalah menurunnya efektivitas kinerja mesin produksi, termasuk ripple mill. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kinerja ripple mill menggunakan Overall Equipment Efectiveness. Metode ini menggunakan tiga rasio dasar: rasio ketersediaan, rasio kinerja, dan rasio kualitas. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai Overall Equipment Efectiveness yang didapat pada mesin ripple mill di salah satu palm oil industry di Sumatera Utara ini masih dibawah dengan nilai 41,45% sedangkan standar OEE internasional sebesar 85%. Kerusakan yang sering ditemui adalah menurunnya kecepatan mesin dan rotor mengalami keausan sehingga rotor plate tumpul dan menyebabkan pemecahan tidak efektif
STRATEGI PEMILIHAN SUPPLIER YANG TEPAT PADA INDUSTRI PULP & PAPER Sri Kaidah; Mega Purnamasari
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Salah satu Industri pulp & Paper di Banten membedakan beberapa supplier atas kerja sama kontrak tetap untuk bahan baku utama dan kontrak tidak tidak tetap untuk bahan baku penunjang. Kerja sama dengan kontrak tidak tetap sering kali menimbulkan permasalahan seperti keterlambatan pengiriman, spesifikasi barang dan jumlah barang tidak sesuai yang dipesan. Dikarenakan perusahaan dalam memilih supplier untuk kontrak tidak tetap masih menggunakan cara pilih konvensional dengan penentuan kriteria hanya berdasarkan harga dan kualitas barang, tetapi tidak berdasarkan pertimbangan kriteria yang lain atau yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hal ini seringkali menggaggu berjalannya kegiatan proses produksi. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk memecahkan persoalan yang terjadi sebagai strategi menentukan kriteria dan supplier yang tepat. Dari hasil analisis yang dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) diperoleh Nilai prioritas kriteria Price adalah 0,18; Delivery adalah 0,41; Quality adalah 0,28; dan Responsivness adalah 0,13. Dari hasil pembobotan perbandingan pada level hirarki kriteria didapatkan bahwa nilai prioritas terbesar ada pada kriteria delivery sebesar 0,41. Dengan supplier terbaik adalah PT. A dimana mendapatkan nilai pembobotan sebesar 0,41; sedangkan dua supplier lainnya yaitu PT. B mendapat nilai pembobotan sebesar 0,36 dan PT. C sebesar 0,22.
KAJIAN MUTU SELAMA PENYIMPANAN READY TO EAT SIE REUBOH DALAM KEMASAN ALUMUNIUM FOIL Dian Hasni; Cut Nilda; Yusriana
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Makanan tradisional merupakan salah satu daya tarik wisata daerah, sehingga perlu ditingkatkan mutunya melalui peningkatan masa simpan dan kemasan yang menarik. Sie reuboh adalah olahan daging dengan resep tradisional khas Aceh Besar. Menu ini termasuk menu festival, yang berarti daging sapi yang direbus bersamaan dengan lemak gajih, cuka aren dan rempah-rempah. Penambahan cuka membuat rasa sie reuboh menjadi sangat khas dan juga meningkatkan masa simpannya pada suhu ruang. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji potensi ready to eat (RTE) sie reuboh dengan mengamati perubahan mutunya setelah disimpan selama 29 hari yang dikemas dalam kemasan alumunium foil pada suhu ruang berpendingin (25-27°C) dan suhu lemari pendingin (5-8°C). Parameter mutu yang diamati adalah kadar air, pH, nilai TBA dan kualitas mutu sensorik sie reuboh setiap minggunya (hari ke 0, 8, 15, 22 dan 29 hari penyimpanan). Hasil pengujian menunjukkan bahwa selama 29 hari penyimpanan, terjadi penurunan pH dan peningkatan nilai TBA, kadar air dan fluktuasi total mikroba. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sie reuboh yang disimpan pada suhu 5-8°C memiliki mutu yang lebih baik setelah penyimpanan selama 29 hari dibandingkan yang disimpan pada suhu 25-27°C.
ANALISIS MUTU PALM KERNEL PADA INDUSTRI PENGOLAHAN KELAPA SAWIT DI SUMATERA BARAT Hendro Romadhan; Rizki Alfi
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Salah satu industri pengolahan kelapa sawit di Sumatera Barat dalam kaitan memenuhi permintaan pelanggan, mengalami masalah internal terkait mutu dari kernel, dimana terdapat tidak konsisten kadar air dan kotoran pada kernel. Hal ini terlihat dari data analisa kadar air dan kotoran kernel bulan april 2021 yang tidak memenuhi standar parameter kualitas berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-0002-1987 yaitu kadar air maksimal 8%, kadar kotoran maksimal 6% dan dan Inti Pecah maksimal 15%. dilakukan analisa produksi untuk mengukur kualitas kernel di industri dengan menggunakan metode Seven Tools (Histogram dan Peta Kendali) untuk melakukan perbaikan masalah yang dihadapi perusahaan serta pemeliharaan tempat kerja untuk menghasilkan perbaikan dan peningkatan kualitas dari produk yang dihasilkan. Tingkat kualitas kernel yang dihasilkan sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh badan standarisasi nasional, dimana tingkat kualitas kernel yaitu kadar air sebesar 7,60% dan kadar kotoran 4,58%. Dalam analisis kapabilitas proses, nilai Cp sebesar 1,11 pada kadar air dan 1,10 pada kadar kotoran, dimana nilai 1 < Cp < 1,33 maka kapabilitas proses baik, namun perlu adanya pengendalian lebih jika nilai Cp mendekati 1,00.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS OIL LOSSES PADA PROSES PEREBUSAN MENGGUNAKAN QUALITY CONTROL CIRCLE PADA INDUSTRI PENGOLAHAN KELAPA SAWIT DI SUMATERA BARAT Fuji Kharnofa; Maryam
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Salah satu industri pengolahan kelapa sawit di Sumatera Barat memiliki bahan baku berupa tandan buah segar yang berasal dari perkebunan sendiri dan masyarakat. Dalam proses pengolahannya terjadi permasalahan kehilangan minyak sawit pada proses produksinya. Hal ini akan berdampak pada kualitas produk, sehingga perlu dilakukan pengendalian kualitas pada proses produksi yakni perebusan. Berdasarkan hasil observasi awal, stasiun perebusan mengalami kehilangan minyak sawit pada pembuangan air kondensat dan kehilangan minyak sawit pada tandan kosong. Kehilangan minyak sawit pada tandan kosong ditetapkan standar <0.129% oleh perusahaan. akan dilakukan aalisa terkait pengendalian kualitas khususnya pada proses perebusan salah satu Pabrik Kelapa Sawit di Sumatera menggunakan metode QCC (quality control circle). Dari hasil analisa Quality Control Circle dapat dlihat bahwa lama waktu perebusan dan tekanan perebusan sangat berpengaruh terhadap kehilangan minyak sawit. Semakin lama waktu perebusan maka semakin besar kehilangan minyak sawit, sedangkan semakin kecil tekanan perebusan maka semakin besar kehilangan minyak sawit.Terdapat beberapa faktor yang menyebab terjadinya kehilangan minyak sawit pada proses perebusan diantaranya faktor mesin, manusia, bahan baku dan metoda. Faktor mesin merupakan faktor utama karena mesin sterilizer tidak mampu beroperasi secara optimal sehingga tekanan yang diharuskan tidak tercapai.

Page 1 of 1 | Total Record : 5