cover
Contact Name
Elismayanti Rambe
Contact Email
elismayantirambe@stain-madina.ac.id
Phone
+6282368122463
Journal Mail Official
jurnalalmanaj@stain-madina.ac.id
Editorial Address
Jl.Prof.Dr. Andi Hakim Nasution, Panyabungan Kab. Mandailing Natal » Tel / fax : (0636) 7006359 /
Location
Kab. mandailing natal,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-Manaj
ISSN : 27752062     EISSN : 27758729     DOI : 10.56874
Al-Manaj adalah jurnal Program Studi Manajemen Dakwah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal. yang menjadi fokus dan cakupan dalam jurnal ini adalah tentang manajaemen dakwah, dakwah islam dan lainnya.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 02 (2022): Al-Manaj" : 7 Documents clear
Peran Buya Gusrizal Gazahar di Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat Johan Septian Putra
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 02 (2022): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.816 KB) | DOI: 10.56874/almanaj.v2i02.936

Abstract

AbstrakMUI Sumatra Barat masa kepemimpinan Buya Gusrizal Gazahar memahami pergolakan dan perubahan sosial seperti perubahan. Masa kepemimpinnya di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat memberikan perubahan bagi masyarakat Sumbar termasuk perannya dalam mengikuti permasalahan isu-isu sosial, politik dan agama di lingkungan masyarakat. Tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan awal pembentukan Majelis Ulama Indonesia Sumatera Barat, mendeskripsikan biografi dan gaya kepemimpinan dari Buya Gusrizal Gazahar di Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat dan menjelaskan Kontribusi Buya Gusrizal Gazahar sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Hasil penelitian dalam artikel ini, yaitu pertama, majelis Ulama Indonesia Sumatera Barat telah terbentuk sebelum pendirian Majelis Ulama Indonesia Pusat. Kedua, Buya Gusrizal Gazahar merupakan seorang cendekiawan dalam ilmu keagaamaan Islam karena keluarga dan lingkungannya adalah lingkungan religius dan akademis hingga ia menyelesaikan studi masternya. Gaya kepemimpinan Buya Gusrizal Gazahar dinilai prestisius dalam Majelis Ulama Indonesia Sumatera Barat, karena ia memiliki sifat tegas, konsisten, jujur, cerdas dan responsibel dalam kempemimpinnya di Majelis Ulama Indonesia Sumatera Barat. Ketiga, kontribusinya bagi MUI Sumbar memberikan dampak positif terhadap masyarakat karena ia selalu memberikan responsif dan tegas terhadap permasalahan muncul di lingkungan masyarakat. AbstractThe West Sumatra MUI during the leadership of Buya Gusrizal Gazahar understood social upheaval and change as change. His tenure at the Indonesian Ulama Council (MUI) of West Sumatra brought changes to the people of West Sumatra, including his role in following social, political and religious issues in the community. The purpose of this study is to describe the early formation of the West Sumatran Indonesian Ulema Council, to describe the biography and leadership style of Buya Gusrizal Gazahar at the Indonesian Ulama Council of West Sumatra and to explain the contribution of Buya Gusrizal Gazahar as chairman of the Indonesian Ulama Council of West Sumatra. This type of research is descriptive using a qualitative approach. Descriptive research is research directed at providing symptoms, facts or events systematically and accurately, regarding the characteristics of a particular population or area. The results of the research in this article, namely first, the Indonesian Ulama Council of West Sumatra was formed before the establishment of the Central Indonesian Ulama Council. Second, Buya Gusrizal Gazahar is a scholar in Islamic religious science because his family and environment are religious and academic environments until he completes his master's studies. Buya Gusrizal Gazahar's leadership style is considered prestigious in the Indonesian Ulama Council of West Sumatra, because he is firm, consistent, honest, intelligent and responsible in his leadership at the Indonesian Ulama Council of West Sumatra. Third, his contribution to the Indonesian Ulama Council of West Sumatra has a positive impact on the community because he is always responsive and firm to problems that arise in the community.
Peran Majelis Taklim Nurul Huda dalam Meningkatkan Pengetahuan Keagamaan Masyarakat di Desa Getas Gebyur Nur Hanifah
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 02 (2022): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.338 KB) | DOI: 10.56874/almanaj.v2i02.948

Abstract

Majelis Taklim termasuk lembaga pendidikan tertua dalam Islam dan keberadaannya bisa dikatakan sebagai fenomena yang unik. Secara garis besar majelis ta’lim mempunyai tujuan yaitu untuk mensyiarkan dakwah islam yang merupakan realisasi nilai-nilai ajaran agama Islam yang dimanifestasikan dalam struktur masyarakat tertentu. Jelas bahwa Majelis Taklim ini memiliki peran penting bagi masyarakat luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan bagaimana peran Majelis Taklim Nurul Huda di Desa Getas Gebyur dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap praktik keagamaan. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif untuk menganalisis data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan jamaah dan pengurus majelis taklim Nurul Huda dalam rangka meningkatkan pengetahuan keagamaan masyarakat, yaitu: 1. Sebagai wadah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat melalui kegiatan kajian rutinya serta adanya peningkatan dalam hal beribadah, 2. Meningkatkan tali silaturahmi antar jamaahnya dalam setiap kegiatannya, 3. Sebagai bentuk bantuan sosial masyarakat, seperti membantu pembangunan TPQ, ikut menjenguk orang yang sakit, dan lainnya.
Komunikasi Interpersonal Remaja Masjid Al Azhar dalam Membina Akhlak Generasi Muda Islam di Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batubara Ismail, Ismail Nasution
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 02 (2022): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.27 KB) | DOI: 10.56874/almanaj.v2i02.986

Abstract

In 2014, Nibung Hangus District, Batubara Regency was still very far behind in terms of Islam. Several years ago, Nibung Hangus Sub-District, Batubara Regency, there were still no recitation activities for teenagers and mothers, there was no commemoration of Islamic holidays, and there was still no Al-Qur'an Education Park (TPA), and the mosque building was still very simple. Research is a qualitative scientific method research often used and carried out by a group of researchers in the field of social sciences. The results of the discussion are the effectiveness of the management of the youth organization of the Al Azhar mosque in building interpersonal communication with adolescents in Nibung Hangus District, Batubara Regency, namely greeting first, asking how teenagers are, dialogue, telling stories and advising. There are 2 supporting factors for interpersonal communication between the management of the youth organization of the Al Azhar mosque and adolescents in moral development in Nibung Hangus District, Batubara Regency, namely communication (in the form of advice, directions, and the like) carried out by the management of the Al Azhar mosque youth organization does not seem to force teenagers, so that teenagers do not feel too tense when they receive guidance and coaching and the management of the youth organization of the Al Azhar mosque as coaches already know the background, personality and daily life of teenagers. Meanwhile, interpersonal communication constraints between the administrators of the youth organization of the Al Azhar mosque and adolescents in moral development in the Nibung Hangus District, Batubara Regency, are adolescents who feel bored at the youth recitation of the Al Azhar mosque and adolescents who do not care about advice and moral guidance from the administrators of the youth organization of the Al Azhar mosque, District Nibung Scorched Coal District.
Peran dan Tantangan Jurnalisme Islam dalam Penyampaian Informasi di Era Digital Fachrur Rizha
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 02 (2022): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.901 KB) | DOI: 10.56874/almanaj.v2i02.996

Abstract

This article aims to see how the role and challenges of Islamic journalism in conveying information to the public. The method used is library research, so the data used is completely based on library research and primary sources related to the article discussion. The results show that the concept of conveying information in Islamic journalism is to prioritize the truth and accuracy of information and is loaded with Islamic values. The role of Islamic journalism in conveying information includes being critical of the environment, renewing creative and contemporary ideas, maintaining and developing the values of Islamic treasures, and uniting the Muslim community. The challenge faced by Islamic journalism today is that there are still few mass media with Islamic nuances that are able to compete with the general mass media in conveying information to the public.
Tradition, Social Solidarity, Religion and Culture: Tradisi berzanji dan Pengaruh terhadap masyarakat Desa Salakbrojo Zidniyatul Hidayah
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 02 (2022): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.498 KB) | DOI: 10.56874/almanaj.v2i02.1022

Abstract

Tradition, social solidarity, religion and culture The tradition of reading the book of Barzanji has actually been practiced for a long time in Muslim society. The existence of the tradition of zanji in society can increase solidarity so as to create good friendship and facilitate the broadcasting of Islam to the community. The tradition of reading the book of barzanji is an activity that is usually carried out once a week and every time there is a thanksgiving event. The purpose of this research is to examine and examine the barzanji tradition in increasing solidarity and its influence in the village of Salakbrojo. This study applies a qualitative approach with a descriptive method. The method of analyzing data is based on explanations from primary and secondary data. The results of the study prove the tradition of reading the book of Barzanji Salakbrojo which is based on the solidarity of the whole community. The existing solidarity is created in the form of togetherness regardless of social class and collaboration between communities in protecting the existence of the barzanji tradition to this day.Tradition, social solidarity, religion and culture The tradition of reading the book of Barzanji has actually been practiced for a long time in Muslim society. The existence of the tradition of zanji in society can increase solidarity so as to create good friendship and facilitate the broadcasting of Islam to the community. The tradition of reading the book of barzanji is an activity that is usually carried out once a week and every time there is a thanksgiving event. The purpose of this research is to examine and examine the barzanji tradition in increasing solidarity and its influence in the village of Salakbrojo. This study applies a qualitative approach with a descriptive method. The method of analyzing data is based on explanations from primary and secondary data. The results of the study prove the tradition of reading the book of Barzanji Salakbrojo which is based on the solidarity of the whole community. The existing solidarity is created in the form of togetherness regardless of social class and collaboration between communities in protecting the existence of the barzanji tradition to this day.
Analisis Program Dakwah Islam Itu Indah di Trans Tv Perspektif Audience and Users Nabilah
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 02 (2022): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.505 KB) | DOI: 10.56874/almanaj.v2i02.1035

Abstract

Program dakwah “Islam Itu Indah” di Trans Tv dalam perspektif audience dan users? Peneliti memilih program islam itu indah, salah satu program religi yang ratingnya cukup tinggi sekitar 22. Selain memiliki rating yang tinggi, “Islam Itu Indah” juga menjadi salah satu acara terpopuler di tahun 2011 versi Tabloid Bintang. Sejak pertengahan November 2011, Tabloid Bintang mengundang masyarakat luas untuk mengisi polling “25 Acara TV Paling Popular” menurut pemirsa. Dalam hasil polling tersebut, hanya muncul dua sajian acara dakwah berupa ceramah yaitu “Islam Itu Indah” (posisi ke 20). Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah from audience to users yang dikemukakan oleh Gill Branston dan Roy Stafford. Dalam penelitian ini menganalisis program dakwah sekaligus audience sebagai penonoton dalam acara tersebut. untuk semua kalangan yang ingin menyaksikan tayangan dakwah. Untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah, diperlukan media yang efektif. Televisi merupakan media massa yang strategis sebagai sarana dakwah. Media ini sangat populer di tengah masyarakat yang dapat menjangkau audiens dan pengguna hingga ke pelosok. Penyajian materi-materi dakwah di televisi yang berbobot dan menarik menjadi bagian penting, sehingga diminati pemirsa sebagai objek dakwah (mad’u).
Kesetaraan Gender Dan Dominasi Laki-Laki: Konstruksi Peran Perempuan Dalam Dakwah Susanti Hasibuan
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 02 (2022): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.734 KB) | DOI: 10.56874/almanaj.v2i02.1039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi peran perempuan diantara dominasi laki-laki dalam bidang dakwah. Eksistensi perempuan dalam lingkup dakwah sangat terbatas karena dakwah merupakan wilayah public bagi laki-laki. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (Field research) dengan menjadikan buku sebagai data utama. Hasil dalam penelitian ini adalah Dalam pemahaman gender, laki-laki dan perempuan dipisahkan berdasarkan wilayahnya. Perempuan identic dengan wilayah domestic yang notebanenya dapur, kasur dan sumur, sedangkan laki-laki menguasai wilayah public yang identic dengan karir dan pekerjaan. Sebagai upaya rekonstruksi dalam dakwah, perempuan harus berdaya melalui jalur pendidikan untuk mengangkat martabatnya. Selain itu alur yang dapat dikuasi perempuan adalah menjadi pelaku dakwah atau da’I, dan mad’u sebagai penerima dakwah. Kalaupun perempuan tidak dapat menguasai wilayah public untuk menyampaikan dakwahnya sebagai da’I, maka perempuan dapat menggunakan sosial media sebagai wadahnya. Selain itu ketika perempuan menjadi mad’u, maka perempuan harus memilih majelis yang memberikan pelatihan demi pemberdayaan ekonomi sebagi bekal untuk meningkatkan kualitas diri agar setara dengan laki-laki.

Page 1 of 1 | Total Record : 7