cover
Contact Name
Ratih Novi Listyawati
Contact Email
ratihnovilistyawati@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
matrapolis.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37, Kampus Tegal Boto, Sumbersari, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
MATRAPOLIS : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27458520     DOI : https://doi.org/10.19184/matrapolis
Core Subject : Social, Engineering,
The MATRAPOLIS journal is an open access journal with a specialty in the area of urban and regional planning. Matrapolis publishes two numbers in one volume every year, and all accepted manuscripts will be released worldwide. The topics and scopes of the Matrapolis Journal consist of five fields, including Housing and Settlements; Urban and Rural Infrastructure; Land Use; Economic Region; Conservation and preservation.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2020)" : 5 Documents clear
Daur Ulang Air Limbah Domestik untuk Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh dengan Penggunaan Reaktor Biofilter Anaerob Aerob dan Pengolahan Lanjutan Cahyadi Setya Nugraha; Nugroho Chandra Wijaya; Wulida Putri Romadona; Hendi Rengga Akhsani; Dewi Rizqi Arrochimi
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.014 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v1i1.19222

Abstract

RT 002, RW 003 Kelurahan Bataran, Kecamatan Patrang termasuk kawasan permukiman kumuh sesuai dengan SK Bupati Jember Nomor 188.45/ 338/1.12/ 2016 Tentang penetapan lokasi Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh Perkotaan di Kabupaten Jember. Salah satu upaya dalam penanganan permukiman kumuh di Kota Jember adalah dengan adanya Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan atau RP2KP-KP. Terdapat tiga rencana pembangunan yang diterapkan di RT 002, RW 003 Kelurahan Baratan yaitu perbaikan kondisi rumah, pembangunan TPS dan pembangunan MCK. Program pembangunan MCK yang telah dilaksanakan di RT 002 RW 003 Kelurahan Baratan pada kondisi eksistingnya tidak dapat digunakan oleh masyarakat ketika musim kemarau karena tidak adanya pasokan air. Pengguaan reaktor biofilter anaerob aerob dan pengolahan lanjutan dapat memenuhi kebutuhan air dalam program pembangunan MCK di Kelurahan Baratan. Metode dalam perencanaan ini dilakukan secara kuantitaitf dan kualitatif. Metode kuantitatif dilakukan dengan menghitung kebutuhan air serta buangan limbah yang dihasilkan, sedangkan kualitatif dilakukan dengan studi literature terkait reaktor biofilter anaerob aerob dan pengolahan lanjutan serta dilanjutkan pada tahap implementasi desain serta strategi penerapanya. Reaktor anaerob aerob dan pengolahan lanjutan secara umum merupakan teknik daur ulang limbah domestik untuk dirubah menjadi air bersih sehingga dapat dimanfaatkan kembali. Hasil dari adanya pembahsan ini adalah berupa strategi progam yang ditangani oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya dan organisasi masyarakat setempat. Dengan adanya reaktor biofilter anaerob aerob dan pengolahan lanjutan pasokan air untuk keperluan MCK akan tetap terpenuhi sehingga program pembangunan MCK di RT 002 RW 003 dapat bermanfaat bagi masyarakat sehingga penganganan permukiman kumuh di Kota Jember dapat semakin berkualitas.
Analisis Kualitas Layanan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Semeru dengan Menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA) Yovita Inggar Mawardi; Ratri Wulandari; Gusti Kinanti Wahyu Istiqomah; Rheynaldi Lintang Susila; Aulia Ilecsi Hendriavi
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.466 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v1i1.19218

Abstract

Perumahan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat. Perumahan dan permukiman yang bagus dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan kualitas hidup dan pemerataan kesejahteraan rakyat. pengadaan rumah susun adalah salah satu alternatif untuk menangani permasalahan kebutuhan perumahan dan permukiman yang ada di kota yang cenderung memiliki peningkatan penduduk yang cukup pesat. Rumah susun merupakan solusi alternatif yang cukup efektif karena pembangunan rumah susun dapat menghemat penggunaan tanah, membuat peremajaan kota bagi daerah yang kumuh, dan memberikan bantuan terhadap Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Kebutuhan hunia untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) semakin terua meningkat, untuk mengatasi permasalahan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah, salah satu kebijakan dan strategi Pemerintah Kota Probolinggo dalam membantu masyarakat untuk menyediakan tempat tinggal bagi keluarga kurang mampu adalah dengan adanya penyediaan Rumah Susun (Rusunawa) Semeru. Dengan adanya Rusunawa diharapkan mampu memberikan hunian yang nyaman dan layak untuk bisa meningkatkan kualitas hidup penghuni Rusunawa. Namun, fungsi dari rusunawa tersebut kenyataannya belum tercapai karena hanya melihat bentuk fisik dari rusunawa tanpa melihat persepsi dan kebutuhan sarana prasarana dari penghuni. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat variabel – variabel sarana prasarana yang belum optimal dikarenakan tidak terawat dan pengelolaannya masih belum optimal, berdasarkan analisis tingkat kepuasan masyarakat penghuni rusunawa dihasilkan strategi untuk meningkatkan kualitas layanan. Dengan strategi tersebut diharapakan bisa terealisasi dan dapat menunjang keberlangsungan kehidupan yang lebih baik lagi untuk penghuni Rusunawa Semeru.
Penerapan Teori Big Push dalam Pengembangan Ekonomi Lokal untuk Mengatasi Kemiskinan Jember Wafi Farhan; Ilham Wahyu Hartono; Yuliatri Meganingrum
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.226 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v1i1.19219

Abstract

Kemisikinan suatu daerah merupakan masalah besar yang selalu menjadi momok tiap tahunya. Kemiskinan daerah terjadi kaerana ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan yang mendasar seperti pendidikan, pakan dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan karena sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Menurut Friedman pengertian kemiskinan adalah ketidaksamaan kesempatan untuk memformulasikan kekuasaan sosial berupa asset, sumber keuangan, organisasi sosial politik, jaringan sosial, barang atau jasa, pengetahuan dan keterampilan, serta informasi. Teoru Big Push merupakan suatu teori untuk mendorong percepatan perekonomian disuatu daerah. Hal tersebut lebih efisien apabila dapat dikolaborisakn dengan pengembangan ekonomi lokal. Dimana pengembangan ekonomi lokal di gunakan untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya lokal yang melibatkan masyarakat lokal, dunia usaha, pemerintah dan organisasi masyarakat untuk mengembangkan ekonomi suatu wilayah. Diharapkan kedua teori tersebut dapat menjadi solusi untuk mengatasi kemiskinan di suatu daerah.
Implementasi Konsep Kampung Tematik sebagai Solusi Permukiman Kumuh di Kauman Jember Ilham Wahyu Hartono; Wafi Farhan; Indy Farha Elya Hardiyanti; Piping Dwi; Nanta Andra Yoga
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.559 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v1i1.19220

Abstract

Permukiman kumuh adalah masalah kompleks yang sedang dihadapi oleh kota besar maupun berkembang. Secara umum, permukiman kumuh dapat dilihat dari kodisi fisik berupa bangunan, jaringan jalan, sistem drainase, dan pengelolaan sampah. Dilihat dari kondisi sosial ekonomi dimana tingkat kemisikinan dan angka pengangguran tinggi dan terjadi dampak berupa kondisi kesehatan, sumber penyebaran dan perilaku menyimpang. Munculnya kampung kota berawal dari masyarakat desa yang ingin meningkatkan perekonomianya dengan mencari pekerjaan ke kota. Salah satu kampung kota yang menarik untuk dibahas dan diteliti adalah Kauman Jember. Kauman Jember merupakan permukiman yang terletak di kawasan perkotaan Jembet tepatnya di daerah alun-alun. Kauman Jember merupakan salah satu kawasan yang mencirikan permukiman kumuh. Sehubungan dengan hal tersebut, kondisi lokasi penelitian mememiliki kesaamaan secara fisik dan histroris, Kampung Jodipan Malang memiliki karakteristik yang sama dengan Kampung Kauman, saat ini Kampung Jodipan menjadi kampung smarth living, sebelum menjadi kampung smart living kampung jodipan merupakan permukiman kumuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kawasan permukiman kumuh yang terdapat di Kauman dan di korelasikan dengan karakteristik Kawasan Wisata Jodipan dahulu yang kemudian muncul sebuah konsep untuk mengatasi permasalahan kumuh di Kauman dan di korelasikan dengan karakteristik Kawasan Wisata Jodipan dahulu yang kemudian muncul sebuah konsep untuk mengatasi permasalahan kumuh di Kauman. Hasil yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan Kampung Kauman yang dijadikan kawasan wisata dapat diharapkan menjadi sumber dan potensi kegiatan ekonomi yang dapat dipercaya, termasuk kegiatan sektor lain sehingga lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah meningkat melalui upaya pengembangan kampung kauman menjadi kampung Tematik warna-warni.
Strategi Pengurangan Tingkat Pengangguran dengan Mengetahui Korelasi Tingkat Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Angkatan Kerja di Kabupaten Bondowoso Sonia Nuri Aprilia; Ratri Wulandari; Nizar Qomarodin
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.702 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v1i1.19221

Abstract

Pertumbuhan ekonomi sering dijadikan acuan sebagai indicator keberhasilan ekonomi di suatu wilayah. Indikator tersebut salah satunya adalah terkait pengangguran. Pengangguran merupakan suatu permasalahan serius yan harus ditindaklajuti oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dan keberhasilan ekonomi daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi dan tingkat angkatan kerja terhadap tingkat pengangguran dan merumuskan strategi pengurangan tingkat pengangguran di Kabupaten Bondowoso. Dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi untuk megetahui hubungan antar variable yaitu variable pertumbuhan ekonomi dan tingkat angkatan kerja. Dilanjutkan dengan analytical hierarchy process (AHP) untuk mengetahui variabel yang menjadi prioritas dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjakkan bahwa: Hasil analisis korelasi berdasarkan nilai Sig. (2-tailed) dan correlation pearson diketahui bahwa antara variabel pertumbuhan ekonomi dan angkatan kerja dengan jumlah pengangguran tidak berhubungan. Namun, karena r hitung atau pearson correlations dalam analisis ini bernilai positif maka itu artinya hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat positif (+) atau dengan kata lain semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan angkatan kerja maka akan meningkatkan pula jumlah pengangguran. 2) Berdasarkan hasil Analitycal Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui faktor prioritas yang berpengaruh signifikan terhadap jumalah pengangguran, diketahui bahwa faktor prioritas yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah pengangguran adan kualitas sumber daya manusia. 3) Berdasarkan faktor prioritas yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah pengangguran, maka dapat dilauka upaya dalam mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Bondowoso antara lain mengadakan pelatihan kerja, pengembangan dan bimbingan usaha secara mandiri, meningkatkan mutu pendidikan, dan meningkatkan hubungan antara lembaga pendidikan dan industri.

Page 1 of 1 | Total Record : 5