cover
Contact Name
Margaretha Praba Aulia
Contact Email
praba@uby.ac.id
Phone
+628112643322
Journal Mail Official
praba@uby.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Boyolali Jl. Pandanaran No.405, Dusun 1, Winong, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57315
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROTECH Research Journal
Published by Universitas Boyolali
ISSN : -     EISSN : 27234177     DOI : https://doi.org/10.36596/arj.v3i2
Core Subject : Agriculture,
AGROTECH Research Journal (ARJ) Scope of Study: Seed technology, Agrotechnology, Plant Physiology, Post Harvest Technology, Soil Fertility and Plant Nutrition, Seed Production, Post Harvest Physiology, Tissue Culture, and Plant Diseases Pests.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2022)" : 5 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Air Cucian Beras Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Agus Dwi Andita; Sigit Muryanto; Margaretha Praba Aulia
AGROTECH Research Journal Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.85 KB) | DOI: 10.36596/arj.v2i2.617

Abstract

Limbah air cucian beras merupakan hasil buangan yang berasal dari proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga) yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis lagi, limbah air cucian beras mengandung beberapa komposisi seperti Karbohidrat, Protein, Lemak, Vitamin B1, Vitamin B3, Vitamin B6, Mangan, Fosfor, Zat Besi, Nitogen, Magnesium, Kalium dan Kalsium.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) terhadap pengaplikasian konsentrasi pupuk organik cair (POC) fermentasi limbah air cucian beras. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April s/d Agustus 2021. Bertempat di Sidomulyo RT 003 / RW 006 Penggung, Boyolali. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu pemberian pupuk organik cair (POC) fermentasi limbah air cucian beras 5 taraf perlakuan dan 6 ulanganyaitu perlakuan tanpa pemberian pupuk organik cair fermentasi limbah air cucian beras, perlakuan pemberian konsentrasi pupuk organik cair(POC) fermentasi limbah air cucian beras dengan 10 ml/L, 20 ml/L, 30 ml/L dan 40 ml/L. Data hasil pengamatan di analisa dengan menggunakan sidik ragam Anova dan DMRT 5% menggunakan SPSS seri 25.Hasil penelitian menunjukkan pemberian konsentrasi pupuk organik cair fermentasi limbah air cucian beras 40 ml/L secara umum memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan pertumbuhan dan hasil seperti jumlah daun, waktu berbunga, jumlah polong dan bobot segar polong per tanaman. Pengamatan jumlah daun terbanyak yaitu 20,44 helai pada 35 HST, waktu berbunga tercepat yaitu 36,50 HST, jumlah polong per tanaman tertinggi yaitu 4,00 polong per tanaman dan bobot segar polong per tanaman tertinggi yaitu 103,78 gr.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BERBASIS TELUR KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) Yoga Wahyu Saputra; Sigit Muryanto; dwi suci lestariana
AGROTECH Research Journal Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.695 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i2.619

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh POC terhadap pertumbuhan bibit cabai rawit merah dan memberikan informasi kepada petani, akademisi dan masyarakat umum khususnya petani cabai terkait pemanfaatan telur keong mas dalam pertumbuhan bibit cabai rawit merah. Penelitian ini adalah penelitian faktor tunggal dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), faktor perlakuan pada konsentrasi POC berbasis telur keong mas dengan taraf K0 (Kontrol), K1 (Konsentrasi 10 ml/liter air), K2 (Konsentrasi 20 ml/liter air) dan K3 (Konsentrasi 30 ml/liter air). Sehingga didapatkan 4 perlakuan dan perlakuan masing-masing diulang sebanyak 5 kali dengan jumlah sampel 30 tiap perlakuan sehingga didapatkan 120 polybag. Penelitian disusun dengan rancangan ligkungan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Hasil penelitian pada parameter tinggi tanaman perlakuan K1 memberikan hasil pertumbuhan yang paling tinggi diantara semua perlakuan dengan konsentrasi 10 ml/liter air. Pada parameter jumlah daun berbagai konsentrasi memberikan respon tidak berbeda nyata terhadap jumlah daun. Pada parameter panjang akar perlakuan K1 memberikan hasil pertumbuhan yang paling panjang diantara semua perlakuan dengan konsentrasi 10 ml/liter air. Aplikasi POC keong mas, pada bibit cabai rawit memberikan respon terbaik ketika diberikan pada konsentrasi 10 ml/liter air. Hal ini dibuktikan dengan respoin tinggi tanaman dan panjang akar yang paling tinggi dibandingkan dengan ke 3 konsentrasi lainnya. Dan hasil penelitian ini dapat digunakan referensi kepada petani yang memilik usaha pembibitan cabai sebagai bahan pengaya untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Pengaturan Konsentrasi Saripupuk dan EM4 Pada Budidaya Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Sigit Muryanto
AGROTECH Research Journal Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.073 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i1.730

Abstract

The study entitled "The effect of Sari fertilizer and EM4 concentration on the cultivation of Mustard Plants (Brassica Juncea, L) was carried out in Winong Village, Boyolali District, Boyolali Regency, Central Java from May to June 2004 at an altitude of 505 m above sea level. regosol soil. The aim of this study was to determine the treatment combination between the most optimal concentration of PPC fertilizer extract and EM4 in mustard cultivation. The design used was a completely randomized block design (RAKL), consisting of 2 treatment factors, with 5 replications, namely: Saripupuk (S) PPC concentration factor consisting of 3 levels; S0: Without giving fertilizer extract (control), S1: Saripupuk at a dose of 3 cc / 1 liter of water, S2: Saripupuk at a concentration of 5 cc / 1 liter of water. EM4 factor (E) with 3 levels; E0: Without being given EM4 (control), E1: EM4 at a dose of 5 ml / liter of water, E2: EM4 at a concentration of 10 ml / liter of water From the results of this study it can be concluded that: The various doses of extract had a significant effect on plant growth parameters in the form of the number of leaves and weight of fresh stover and had a very significant effect on plant yield in the form of consumption weight per plant and per plot. EM4 at various doses had no significant effect on the growth and yield of mustard greens, except for the combination treatment, namely the weight of fresh stover and the weight of consumption per plot. The treatment combination that gave the highest yield for mustard greens was S2E2 treatment or giving Saripupuk at a dose of 5 cc / 1 liter of water and EM4 at a dose of 10 ml / 1 liter of water. The highest yield for consumption weight per plant was 0.51 kg and consumption weight per plot was 10.13 kg, while the lowest yield for consumption weight per plant was 0.27 kg and consumption weight per plot was 5.28 kg. Key words: concentration, Saripupuk, EM4, Sawi
Aplikasi Beberapa Bahan Invigorasi untuk Meningkatkan Viabilitas Benih Jagung (Zea mays L.) pada Beberapa Taraf Perendaman Widiastuti Adilistyani; Pitri Ratna Asih; Siwitri Munambar; Jujuk Juhariah
AGROTECH Research Journal Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.442 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i2.805

Abstract

Invigorasi merupakan salah satu teknik untuk memperbaiki mutu benih yang mengalami kemunduran akibat penyimpanan benih yang kurang standar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perlakuan bahan invigorasi dan lama perendaman yang paling baik untuk mutu benih jagung yang mendekati kedaluwarsa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang diteliti yaitu bahan invigorasi (B) dan lama perendaman (L). Faktor pertama bahan invigorasi sejumlah 3 taraf yaitu air (B1), KNO3 1 % (B2), dan ekstrak bawang merah 6 % (B3). Sedangkan faktor kedua lama perendaman sejumlah 5 taraf yaitu 0 jam (L1), 6 jam (L2), 12 jam (L3), 18 jam (L4), dan 24 jam (L5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal bahan invigorasi yaitu perlakuan air memberikan hasil yang terbaik terhadap parameter mutu fisiologis benih, meliputi daya berkecambah (86,13 %), kecepatan tumbuh (22,65 %), dan indeks vigor (71,33 %). Faktor tunggal lama perendaman yaitu perendaman 0 jam dan 6 jam memberikan hasil yang terbaik terhadap parameter potensi tumbuh maksimum (90,00 %). Untuk interaksi bahan invigorasi dengan lama perendaman, perlakuan perendaman air selama 18 jam dan perlakuan perendaman KNO3 1% selama 6 jam memberikan nilai yang terbaik terhadap parameter pertumbuhan kecambah yaitu panjang akar masing-masing sebesar 17,88 cm dan 17,87 cm. Sedangkan parameter tinggi kecambah menunjukkan berbeda tidak nyata.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Produksi dan Mutu Benih Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Ika Nur Fitriana; Rajiman Rajiman; Ananta Yekti
AGROTECH Research Journal Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.589 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i2.812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang sapi yang optimal untuk meningkatkan produksi dan mutu benih kacang panjang (Vigna sinensis L.) varietas RKP 15. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Mei 2022 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 taraf perlakuan yaitu dosis 0 ton/ha, 5 ton/ha, 10 ton/ha, 15 ton/ha, 20 ton/ha, dan 25 ton/ha. Data penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam (Anova) apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil analisis data menunjukkan penggunaan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap berat 1000 butir, jumlah polong, berat polong, berat benih, produksi perplot, dan produktivitas, namun berpengaruh tidak nyata terhadap umur berbunga, daya berkecambah, keserempakan tumbuh, dan kecepatan tumbuh. Hasil benih optimal dapat dicapai pada penggunaan dosis pupuk kandang sapi 20 ton/ha dengan produktivitas 2,92 ton/ha.

Page 1 of 1 | Total Record : 5