cover
Contact Name
Adhi Putra Satria
Contact Email
jurnalchi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalchi@gmail.com
Editorial Address
Perum sambiroto baru no . 125, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL CITA HUKUM INDONESIA
ISSN : 29638925     EISSN : 29648807     DOI : https://doi.org/10.57100/chi
Core Subject : Social,
urnal CITA HUKUM INDONESIA, merupakan jurnal peer review yang di terbitkan oleh empat pilar cendikia ,Jurnal CITA HUKUM INDONESIA diterbitkan empat kali dalam setahun . Jurnal ini  memberikan akses terbuka langsung ke isinya dengan prinsip bahwa membuat penelitian tersedia secara bebas untuk publik mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih besar dalam lingkup bidang hukum.Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan tempat bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan artikel penelitian asli atau artikel ulasan. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini berkaitan dengan berbagai topik di  bidang Hukum Pidana, Hukum Perdata bisnis, Hukum politik pemerintahan, Hukum Kesehatan,Hukum Internasional,Hukum Acara peradilan, serta bidang kajian hukum secara luas.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 13 Documents
TANGGUNG JAWAB DOKTER GIGI UMUM DALAM PERAWATAN ORTODONTI CEKAT (BEHEL) DALAM PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT Ayu Kristin Rahmawati; Sarsintorini Putra
CITA HUKUM INDONESIA Vol. 1 No. 3 (2023): JURNAL CITA HUKUM INDONESIA
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengembangan Empat Pilar Cendikia, Yayasan Tri Dharma Haritsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57100/chi.v1i3.21

Abstract

Praktik dokter gigi harus bekerja sesuai dengan batasan kompetensi yang dimiliki. Faktanya adalah bahwa instalasi ortodontik tetap sebagian besar masih dilakukan oleh dokter gigi umum. Praktik ini menimbulkan kerugian bagi pasien, seperti dalam perkara Putusan Mahkamah Agung RI No. 557 PK/PDT/2017 yang menyatakan bahwa terdapat perbuatan melawan hukum yang terstruktur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan analisis tanggung jawab hukum, hambatan dan solusi, serta konsekuensi hukum atas pelanggaran praktik kedokteran gigi umum untuk prosedur ortodontik tetap (kawat gigi) dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian analitik deskriptif yang menggunakan data sekunder dengan data primer sebagai pendukungnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dokter gigi umum yang melakukan pelayanan ortodontik tetap dalam Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut dianggap tidak sesuai dengan kompetensinya dan dapat dimintai pertanggungjawaban atas dasar Akuntabilitas aspek Administrasi Negara, Tanggung Jawab Hukum Perdata, Tanggung Jawab Hukum Pidana, Tanggung Jawab Etika Kedokteran Gigi, yaitu sesuai dengan Undang-Undang No . 36 tahun 2009. Ada hambatan dalam implementasinya; Kurangnya disiplin profesi dalam memahami kode etik kedokteran dalam melaksanakan praktik kedokteran. Sebagian besar perselisihan medis disebabkan oleh masalah komunikasi . Perlu terjalin komunikasi yang baik antara dokter gigi dengan pasien dengan keluarganya agar terjadi transaksi terapeutik. Selain itu, perlu adanya pembaharuan pengetahuan dan keterampilan di bidang kedokteran gigi dengan mengikuti P3KGB . Disamping itu peran organisasi profesi yaitu PDGI, medical council Indonesia, pemerintah daerah, turut serta membina dan mengawasi sesuai tugas masing-masing sesuai dengan UU No. 29 tahun 2004. Ada konsekuensi hukum, yaitu dokter gigi dapat diadukan oleh pasiennya atas dugaan pelanggaran etika dan disiplin, tetapi juga dapat dituntut berdasarkan hukum pidana atau perdata. Penyelesaian perselisihan medis antara dokter The practice of dentists must work in accordance with the limits of competence they have. The fact is that fixed orthodontic installations are still mostly performed by general dentists. This practice causes patient harm, as in the case of the Indonesian Supreme Court Decision No. 557 PK/PDT/2017 stating that there was a structured unlawful act. The purpose of this study is to describe an analysis of legal responsibilities, obstacles and solutions, as well as legal consequences for violations of general dentistry practices for fixed orthodontic procedures (braces) in dental and oral health services. This study uses a normative juridical approach with descriptive analytic research specifications that use secondary data with primary data as a support. The results of this study indicate that general dentists who perform fixed orthodontic services in Dental and Oral Health Services are considered not in accordance with their competence and can be held accountable on the basis of Accountability aspects of State Administration, Civil Law Responsibilities, Criminal Legal Responsibilities, Dentistry Ethics Responsibilities, namely in accordance with Law No . 36 of 2009. There are obstacles to its implementation; lack of professional discipline in understanding the medical code of ethics in carrying out medical practice. Most medical disputes are caused by communication problems . It is necessary to establish good communication between dentists and patients and their families so that transactions occur therapeutic. Apart from that, it is necessary to update knowledge and skills in the field of dentistry by participating in P3KGB . Besides that, the role of professional organizations, namely PDGI, Indonesian medical council, local government, participate in fostering and supervising according to their respective duties in accordance with Law No . 29 of the year 2004. There are legal consequences, namely dentists can be complained by their patients for alleged violations of ethics and discipline, but can also be prosecuted under criminal or civil law. The settlement of medical disputes between doctors and patients, apart from being resolved in court, can also be resolved outside of court through negotiations or with the help of mediators.
PENEGAKAN HUKUM PIDANA ATAS KEBENARAN INFORMASI PENYEDIA JASA DALAM PROSES PENGADAAN BARANG DAN JASA Anggraeni Rahmawati Dwi Marchia
CITA HUKUM INDONESIA Vol. 1 No. 3 (2023): JURNAL CITA HUKUM INDONESIA
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengembangan Empat Pilar Cendikia, Yayasan Tri Dharma Haritsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57100/chi.v1i3.22

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengakaji proses verifikasi atas kebenaran informasi profil perusahaan dalam proses pengadaan barang / jasa, hambatan verifikasi atas kebenaran informasi profil perusahaan dalam proses pengadaan barang / jasa, tanggung jawab hukum pidana penyedia jasa atas kebenaran informasi profil perusahaan dalam proses pengadaan barang / jasa. Pendekatan penelitian yang di pakai dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Proses pengadaan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan mulai tahdap perencaana samapai dengan tahap pengumuman pemenang, namum pada tahapan kebenaran data atas dokumen profile peserta panitia lelang hanya sampai verifikasi lapangan untuk mengecek keberadaan perusahaan peserta lelang. Panitia tidak menggunakan identifkasi kebeneran hubungan pihak yang mengajukan terhadap profile lembaga tersebut. Prakteknya ditemukan beberapa kendala yang mengahambat diantaranya sumberdaya manusia penyelenggara lelang yang jumlahnya sangat terbatas. Penyelenggara tidak dapat menditeksi kecurangan terhadap pemalsuan dokumen peserta lelang dan monopoli oleh perusahaan peserta yang seakan-akan banyak yang mengajukan penawaran tetapi yang sebenarnya tejadi adalah perusahaan tersebut dimiliki oleh orang yang sama. Kecurangan kecurangan dalam praktek pengadaan barang dan jasa praktek pinjam/ sewa bendera (perusahaan). Saat ini masih sebatas sanksi blacklist terhadap perusahaan tersebut namum lebih dari itu sebenarnya kecurangan terhadap pemalusan atau pemberian dokumen profile perusahan yang tidak benar dapat di kenakan sanksi pidana dalam ketentuan-ketentuan mengenai pemalsuan Pasal 266 KUHP. This study aims to examine the verification process for the correctness of company profile information in the process of procuring goods/services, obstacles to verification of the correctness of company profile information in the process of procuring goods/services, the criminal liability of service providers for the correctness of company profile information in the process of procuring goods/services. The research approach used in this study is normative juridical. The procurement process has been carried out in accordance with regulatory provisions starting from the planning stage to the winner announcement stage, but at the stage of correcting the data on the bid committee participant profile documents only up to field verification to check the whereabouts of the companies participating in the auction. The committee did not use identification of the truth of the relationship of the party who submitted the institution's profile. In practice, several obstacles were found that hindered them, including the human resources of the auction organizers, whose number was very limited. The Organizer cannot detect fraud in the forgery of bidding participant documents and monopolies by participating companies which appear to be many bidding but what actually happens is that the companies are owned by the same person. Fraudulent fraud in the practice of procuring goods and services in the practice of borrowing/leasing flags (companies). Currently, this is still limited to blacklisting the company, but more than that, actually cheating on falsification or providing company profile documents that are not correct can be subject to criminal sanctions in the provisions regarding falsification of Article 266 of the Criminal Code.
OPTIMALISASI APLIKASI ADMINISTRASI KENDARAAN PAJAK ONLINE (SAKPOLE) DALAM UPAYA MENINGKATKAN PELAYANAN PAJAK KENDARAAN Dwi Mulyono; Mochammad Riyanto
CITA HUKUM INDONESIA Vol. 1 No. 3 (2023): JURNAL CITA HUKUM INDONESIA
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengembangan Empat Pilar Cendikia, Yayasan Tri Dharma Haritsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pajak Kendaraan Bermotor sangat besar peranannya bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam rangka peningkatan penerimaan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yakni pajak daerah yang dipergunakan sebaik-baiknya untuk membiayai pengeluaran rumah tangga dan pelaksanaan pembangunan, maka diperlukan peningkatan pelayanan, kinerja pemungutan yang diperbaiki. Pemerintah mengupayakan berbagai hal untuk meningkatkan kualitas dan kemudahan dalam proses perpajakan untuk masyarakat begitu juga dengan pelayanan kendaraan bermotor. Focus penelitian pada permaslahan 1.Bagaimana penggunaan aplikasi administrasi kendaraan pajak online (sakpole) pada pelayanan pajak kendaraan?, Apa hambatan dan solusi penggunaan aplikasi administrasi kendaraan pajak online (sakpole) dalam upaya meningkatkan pelayanan pajak kendaraan?. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah yuridis normatif, penelitian hukum yang meletakkan hukum sebagai sebuah bangunan sistem norma. inovasi pemerintah daerah propinsi jawa tengah untuk memberikan kemudahan kepada wajib pajak untuk taat membayar pajak agar tidak telat membayarkan pajak mereka. Inovasi pelayanan publik administrasi kendaraan pajak online bertujuan memberikan pelayanan pembayaran pajak kendaran untuk mempermudah masyakat dalam mengakses dan mendapatkan layanan publik pembayaran pajak kendaran. pelayanan pajak kendaraan belum secara optimal memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan pemabayaran pajak kendaraan dikarenakan masih ditemukan hal-hala yang menghambat pengunaan aplikasi sakpole di antaranya Kurangnya sumberdaya manusia yang menjalankan tugas verifikasi, Infrastruktur teknologi internet, Kurangnya sosialisasi dan edukasi dan pengetahuan masyarakat tentang teknologi. Motor Vehicle Tax plays a very large role in Regional Native Income (PAD). In order to increase regional revenues sourced from Regional Original Income (PAD), namely local taxes that are used as well as possible to finance household expenditures and the implementation of development, it is necessary to improve services, improved collection performance. The government strives for various things to improve the quality and convenience of the tax process for the community as well as motor vehicle services. Research focus on problems 1.How is the use of online tax vehicle administration application (sakpole) on vehicle tax services?, What are the obstacles and solutions to the use of online tax vehicle administration applications (sakpole) in an effort to improve vehicle tax services?. The method used in this research is normative juridical, legal research that puts the law as a building system of norms. The innovation of the Regional Government of Central Java Province to make it easier for taxpayers to obey to pay taxes so as not to be late in paying their taxes. The innovation of online tax vehicle administration public services aims to provide vehicle tax payment services to make it easier for people to access and get public services for vehicle tax payments. Vehicle tax services have not optimally provided convenience to the public in obtaining vehicle tax payment services because there are still things that hinder the use of the sakpole application, including the lack of human resources who carry out verification tasks, internet technology infrastructure, lack of socialization and education and public knowledge about technology

Page 2 of 2 | Total Record : 13