cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 4 (2020)" : 6 Documents clear
Keragaman Morfologi dan Analisis Kekerabatan Anggrek Phaleonopsis Spesies dan Hybrid Lita Rahmadani; Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.44997

Abstract

Perakitan varietas baru anggrek dari Phaleonopsis memerlukan tetua dengan sifat tertentu yang disesuaikan dengan permintaan pasar. Keberhasilan perakitan varietas baru ditentukan oleh hubungan kekerabatan antar anggrek yang digunakan sebagai tetua sehingga diperlukan karakterisasi. Karakterisasi morfologi anggrek hybrid juga diperlukan untuk menentukan dan membedakan penampakan morfologi antar anggrek. Tujuan penelitian yaitu untuk menentukan keragaman morfologi anggrek Phaleonopsis spesies dan hybrid berdasarkan nilai Indeks Shanon dan menentukan hubungan kekerabatan berdasarkan nilai similaritasnya. Penelitian dilakukan di tiga kebun anggrek yang ada di Yogyakarta yaitu Kebun Anggrek Balelawang, Titi Orchids, dan Kebun Anggrek Mas Jogja. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif yaitu pengamatan langsung di lapangan terhadap lima belas anggrek Phaleonopsis berdasarkan Panduan Karakterisasi Anggrek dari Balai Tanaman Hias. Hasil pengamatan morfologi tanaman dan bentuk bunga anggrek diubah menjadi data biner. Penentuan keragaman diketahui melalui perhitungan Indeks Shanon dan hubungan kekerabatanya diketahui menggunakan software Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System (NTYSYS) Spc 21. Berdasarkan karakter morfologinya menunjukkan nilai Indeks Shanon sebesar 2,70 yang diklasifikasikan dalam keragaman sedang. Hubungan kekerabatan Phaleonopsis spesies dan hybrid membentuk dua kelompok dengan nilai similiaritasnya 0,48.
Pengaruh Aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L. Aggregatum group) Nanda Dwi Hafri; Endang Sulistyaningsih; Arif Wibowo
Vegetalika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.47812

Abstract

Salah satu upaya penanganan penyakit moler bawang merah dilakukan melalui aplikasi Trichoderma. Aplikasi Trichoderma pada bawang merah memiliki beberapa keunggulan, yaitu mampu mensintesis hormon pertumbuhan tanaman. Terdapat jenis mikroba lain yang juga mampu meningkatkan fitohormon pada tanaman, yaitu Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menentukan isolat PGPR yang memiliki pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah varietas Crok Kuning di lahan sawah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor perlakuan yang digunakan adalah lima isolat PGPR, yaitu: Bp.25.7 Bacillus subtilis, BrSG.5 Bacillus amyloliquofaciens, Bp.25.2 Bacillus methylotrophicus, BrsM.4 Burkholderia cepacia, danBp.25.6 Bacillus amyloliquofaciens dengan dua kontrol, yaitu kontrol positif berupa Trichoderma dan kontrol negatif tanpa aplikasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan isolat Bp.25.2 Bacillus methylotrophicus pada bawang merah menyebabkan Laju Asimilasi Bersih (LAB) bawang merah lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian perlakuan empat isolat PGPR lainnya maupun kontrol, tetapi sama baiknya dengan pemberian perlakuan Trichoderma. LAB yang tinggi menyebabkan Laju Pertumbuhan Tanaman (LPT) bawang merah dengan pemberian perlakuan Bp.25.2 Bacillus methylotrophicus yang lebih tinggi dibandingkan dengan BrSG.5 Bacillus amyloliquofaciens dan Bp.25.6 Bacillus amyloliquofaciens, tetapi sama baiknya dengan pemberian perlakuan dua isolat PGPR lainnya, kontrol, maupun Trichoderma. Pemberian aplikasi lima isolat PGPR sama baiknya dengan aplikasi Trichoderma dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah pada variabel luas permukaan daun dan bobot kering total dibandingkan kontrol. Peningkatan variabel pertumbuhan ini tidak diikuti oleh peningkatan variabel hasil dan produktivitas bawang merah tidak berbeda nyata antar perlakuan.
Indeks Mitosis dan Jumlah Kromosom Kentang Hitam (Coleus tuberosus) Wiwit Probowati; Alifiani Hikmah Putranti
Vegetalika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.50565

Abstract

Kentang hitam (Coleus tuberosus) merupakan jenis kentang yang paling langka dari jenis kentang lainnya. Tanaman kentang hitam yang berasal dari Afrika Barat ini memiliki umbi yang tergolong kecil dan daging umbi berwarna hitam. Kurang optimalnya pemanfaatan kentang hitam sebagai sumber karbohidrat non beras sejalan dengan berkurangnya penelitian dan pengembangan komoditas tersebut. Pemanfaatan kentang hitam sebagai sumber karbohidrat masih sangat kurang sehingga ketertarikan riset dan pengembangan komoditas kentang hitam juga rendah. Tanaman Solanaceae merupakan tanaman yang memiliki variasi morfologi dan jumlah kromosom terbesar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu mitosis aktif dan jumlah kromosom kentang hitam. Sehingga hal ini akan menambah data base bank genetik. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2019 hingga Desember 2019 di Laboratorium Terpadu, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Bahan tanaman yang digunakan adalah ujung akar kentang hitam yang dipreparasi kromosomnya menggunakan metode squashing. Preparasi kromosom dimulai dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB dengan interval waktu preparasi kromosom setiap 30 menit dengan 3 ulangan. Hasil penelitian didapatkan bahwa waktu mitosis kentang hitam (Coleus tuberosus) berkisar antara pukul 07.00-11.00 WIB, sedangkan fase prometafase ditemukan pada pukul 07.30 WIB. Jumlah kromosom diploid (2n) kentang hitam adalah 32 kromosom.
Tanggapan Pertumbuhan dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap Pemberian Mulsa dan Umur Pangkas Batang Utama di Lahan Pasir Pantai Isna Nur Rahmah; Dody Kastono
Vegetalika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.54412

Abstract

Penelitian tanggapan pertumbuhan dan hasil mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap umur pangkas dan pemberian mulsa di lahan pasir pantai ini dilaksanakan di lahan pasir pantai Samas, tepatnya di Patihan, Gadingsari, Sanden, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak pada ketinggian 2 hingga 10 m di atas permukaan laut, sebagian wilayahnya sendiri berbatasan langsung dengan pesisir selama bulan Mei hingga Juli 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pangkas dan pemberian mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun. Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi faktorial 2x4 dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor utama adalah pemulsaan, yaitu dimulsa dan tidak dimulsa, dengan anak faktor berupa umur pangkas pucuk yaitu tanpa dipangkas, dipangkas 14 hst, dipangkas 21 hst, dan dipangkas 28 hst. Data yang didapat kemudian diolah dengan anova, kemudian perbedaannya diuji lanjut dengan Tukey pada signfikansi 5%. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada interaksi antara pengaruh pemulsaan dan umur pangkas pucuk. Perlakuan pemulsaan memberikan nilai yang lebih tinggi pada parameter volume akar dan jumlah daun yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang tidak diberi perlakuan pemulsaan. Perlakuan umur pangkas hanya memberikan pengaruh terhadap panjang tanaman yang lebih pendek pada perlakuan umur pangkas 21 dan 28 hst. Dengan demikian, petani dapat melakukan pemangkasan pada umur 28 hst untuk mendapatkan tanaman mentimun yang lebih pendek.
Kontribusi Genomika dalam Penemuan Gen Toleran Salinitas pada Tanaman Padi Bagus Herwibawa; Florentina Kusmiyati
Vegetalika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.54889

Abstract

Kendala abiotik seperti salinitas, merupakan tantangan utama yang menjadi pembatas produktivitas tanaman padi. Sifat toleran salinitas sangat kompleks dan melibatkan banyak gen. Oleh sebab itu sangat sulit menyimpulkan bagaimana tanaman padi merespon cekaman salinitas. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan kontribusi genomika dalam penemuan gen toleran salinitas tanaman padi. Saat ini, genomika telah berkontribusi dalam penemuan gen toleran salinitas tanaman padi, khususnya melalui genomika komparatif dan kajian asosiasi lintas genom. Pengembangan pangkalan data genom juga bermanfaat untuk mengidentifikasi famili gen yang berkaitan dengan toleransi salinitas antar spesies berdasarkan homologi dan sintaksis. Gen-gen toleran salinitas yang ditemukan dapat dimanfaatkan melalui silang balik berbantuan penanda, seleksi berbantuan penanda, dan seleksi genomik, namun hingga saat ini gen-gen tersebut belum secara optimal dimanfaatkan. Penggunaan teknik baru, seperti rekayasa genetika dan pengeditan genom juga menjadi metode baru dan cepat untuk menghasilkan tanaman padi toleran salinitas. Meskipun demikian, kedua pendekatan tersebut juga belum banyak memanfaatkan gen-gen toleran salinitas yang telah ditemukan. Tren penelitian pangkalan data berbasis web diperkirakan akan terus meningkat karena murah, relatif mudah, dan mampu menghasilkan data prediktif. Pangkalan data yang akan terus berkembang, tentu harus dapat dimanfaatkan oleh peneliti dan pemulia tanaman di Indonesia.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Anorganik dan Vinase Diperkaya Mikrobia terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) Dyah Weny Respatie; Muhammad Saifur Rohman; Donny Widianto; Jaka Widada
Vegetalika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.60497

Abstract

Penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang akan berdampak buruk bagi lahan pertanian, oleh karena itu diperlukan eksplorasi pupuk alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi pupuk NPK dan vinase diperkaya mikrobia yang memberikan pertumbuhan dan hasil jagung optimal serta mengetahui efektivitasnya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung. Penelitian dilaksanakan pada Februari - Juni 2020. Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor yang diuji berupa kombinasi pupuk NPK standar (NPK majemuk + urea) dan vinase diperkaya mikrobia yang terdiri atas enam aras yaitu tanpa pupuk (P0), NPK standar yang terdiri dari 300 kg/ha NPK + 250 kg/ha urea (P1), vinase diperkaya mikrobia sesuai dosis anjuran 15000 L.ha-1 (P2), ¾ NPK standar + 15000 L.ha-1 vinase diperkaya mikrobia (P3), ½ NPK standar  + 15000 L.ha-1 (P4) dan ¼ NPK standar  + 15000 L.ha-1 vinase diperkaya mikrobia (P5). Data pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf  α = 5%  apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf  α = 5%. Kombinasi  3/4 NPK standar  + 15000 L.ha-1 (P3) memberikan pertumbuhan dan hasil jagung optimal yang sama baiknya dengan NPK standar (P1). Vinase diperkaya mikrobia sebanyak 15000 L.ha-1 yang dikombinasikan dengan ¾ NPK standar (P3) efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung dengan nilai RAE >100%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa vinase diperkaya mikrobia mampu mensubstitusi penggunaan pupuk kimia sebesar 25 % pada pertanaman jagung.

Page 1 of 1 | Total Record : 6