cover
Contact Name
Ayu Widowati Johannes
Contact Email
ayuwidowati@ipdn.ac.id
Phone
+6281222242754
Journal Mail Official
ayuwidowati@ipdn.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno Km.20, Jatinangor, Jawa Barat, Sumedang, Jawa Barat 45363
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
JEKP (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Publik)
ISSN : -     EISSN : 26856069     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
JEKP (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Publik) berisi tulisan, artikel yang berisi isu-isu hangat terkait Manajemen Keuangan dan Ekonomi baik dilingkup Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "JEKP : Vol.4, No.2 - Des 2017" : 5 Documents clear
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA DI DESA SUNGAIRAYA KECAMATAN SUNGAIRAYA KABUPATEN KUBURAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT Abdul Harsin
JEKP (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Publik) JEKP : Vol.4, No.2 - Des 2017
Publisher : Fakultas Manajemen Pemerintahan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses implementasikebijakan alokasi dana desa tahun 2015 di Desa Sungairaya Kecamatan SungairayaKabupaten Kuburaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan alokasidana desa di Desa Sungairaya Kecamatan Sungairaya Kabupaten Kuburaya secara umumcukup terlaksana dengan baik. Akan tetapi, ditemukannya berbagai permasalahan dalamimplementasi kebijakan alokasi dana desa. Kenyataan tersebut terungkap dari tiga aspekproses implementasi kebijakan alokasi dana desa yang terdiri dari tahap pengorganisasian(organization), tahap interpretasi (interpretation) dan tahap aplikasi (application). Tahappengorganisasian (organization) antara lain: implementasi kebijakan alokasi dana desatahun 2015 membutuhkan penataan sumber daya yang memiliki kompetensi dalampengelolaan kebijakan alokasi dana desa. Akan tetapi, penataan sumber daya manusiabelum kompeten belum tersedianya standar operasional procedure (SOP) yang baku dankesuksesan pelaksanaan implementasi kebijakan alokasi dana desa tahun 2015 sangatberhubungan erat dengan kesatuan antarpelaksana. Pemerintah Desa Sungairaya masihmengalami hambatan dalam menyukseskan kebijakan alokasi dana desa dikarenakanpendamping desa hanya berjumlah 1 orang dari jumlah 20 desa yang ada di KecamatanSungairaya. Penetapan sarana dan prasarana sangat dibutuhkan dalam implementasikebijakan. Sarana dan prasarana di Desa Sungairaya sudah memenuhi standar dalammelaksanakan kebijakan alokasi dana desa. Tahap interpretasi (interpretation) antaralain: isi dan tujuan implementasi kebijakan alokasi dana desa tahun 2015 sesuai denganPeraturan Bupati Kuburaya Nomor 44 Tahun 2014 yang bertujuan penyelenggaraanpemerintahan desa, pembangunan desa dan pembinaan kemasyarakatan desa. Kebijakanalokasi dana desa tahun 2015 di Desa Sungairaya sangat berhubungan erat denganpetunjuk pelaksanaan. Petunjuk pelaksanaan yang saat ini dipedomani oleh pemerintahDesa Sungairaya adalah Peraturan Bupati Kuburaya Nomor 44 Tahun 2014. Pelaksanaankebijakan alokasi dana desa tahun 2015 harus didukung dengan adanya perkiraan sumberdaya manusia yang berkompeten. Akan tetapi, kompetensi sumber daya manusia dalampengelolaan kebijakan alokasi dana desa belum terlaksana dengan baik, ketelitian dankonsisten implementasi kebijakan alokasi dana desa belum terwujud, rendahnya dukungandan sikap masyarakat terhadap kebijakan yang diakibatkan sosialisasi yang kurang kepadamasyarakat. Tahap aplikasi (application) antara lain: diarahkan pada pelaksanaan programdan kegiatan. realisasi penggunaan alokasi dana desa tahun 2015 di bidang penyelenggaraanpemerintahan desa, bidang pembangunan desa dan bidang pembinaan kemasyarakatanterlaksana dengan baik.Kata kunci: implementasi, kebijakan, alokasi dana desa
OPTIMALISASI PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DALAM MENINGKATKAN PADES DI KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA TIMUR (STUDI KASUS DI DESA SUKOREJO KECAMATAN BOJONEGORO) Afifa Rachmanda Filya
JEKP (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Publik) JEKP : Vol.4, No.2 - Des 2017
Publisher : Fakultas Manajemen Pemerintahan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBadan Usaha Milik Desa merupakan badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh Desayang bertujuan salah satunya untuk meningkatkan pendapatan asli desa. Namun seringditemukan tujuan tersebut belum terpenuhi karena antara pendapatan dan kontribusiyang diberikan tidak signifikan. Oleh karena itu dibutuhkan optimalisasi pengelolaanBUMDes dalam meningkatkan PADes. BUMDes Guyub Reksa Dana milik DesaSukorejo, Kecamatan Bojonegoro merupakan salah satu BUMDes yang perlu dilakukanoptimalisasi karena setelah mengalami mati suri dan kembali beroperasi selama 2 tahunterakhir kontribusi yang diberikan ke dalam PADes hanya 10 juta per tahun. Angkatersebut tidak mencapai 10% dari total Pendapatan Asli Desa Sukorejo.Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknikpengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Tujuan penelitianuntuk mengetahui dan menganalisis optimalisasi pengelolaan BUMDes dalammeningkatkan PADes di Desa Sukorejo.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan BUMDes sudah berjalan baik namunmasih belum optimal, dikarenakan belum terpenuhi beberapa indikator yaitu tenaga kerja,modal, pangsa pasar, akuntable dan peningkatan laba/rugi. Saran yang diberikan penelitiyaitu: (1) Dilakukannya perbaikan dan peningkatan terhadap dimensi dan indikator yangbelum terpenuhi, (2) Menarik minat masyarakat terhadap BUMDes dengan membuatacara dan (3) Pemerintah Desa melakukan pendampingan intensif terhadap BUMDesagar memacu pendapatan.Kata kunci: BUMDes, optimalisasi, pendapatan asli desa, pengelolaan
EVALUASI PROSES PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) DI KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Anindita Primastuti
JEKP (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Publik) JEKP : Vol.4, No.2 - Des 2017
Publisher : Fakultas Manajemen Pemerintahan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPaper ini ditujukan untuk memberikan gambaran tentang proses perencanaan danpenganggaran di Kota Samarinda dan menjabarkan berbagai masalah yang terjadi saatproses tersebut berjalan. Membuat suatu perencanaan pembangunan dan menuangkannyadalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bukanlah perkara yang mudahdan harus melalui proses panjang karena pemerintah daerah harus mempertimbangkanberbagai sumber daya yang dimiliki dan bagaimana sumber daya tersebut berinteraksi(Affandi Anwar dan Setia Hadi dalam Riyadi (2004: 8) dan menyesuaikannya dengananggaran daerah yang terbatas. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatifdeskriptif diketahui bahwa dalam proses perencanaan dan penganggaran di KotaSamarinda masih terdapat beberapa permasalahan yang menyebabkan pengesahanAPBD menjadi terlambat dan berimbas pada pelaksanaan keuangan yang juga menjadimundur dari ketentuan yang ada. Keyword:
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERIAN KERINGANAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (PKB) DAN BEBAS BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR (BBNKB) DI DINAS PENDAPATAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2016 Kurniati Kurniati
JEKP (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Publik) JEKP : Vol.4, No.2 - Des 2017
Publisher : Fakultas Manajemen Pemerintahan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan Penelitian ini yaitu untuk menganalisis implementasi hasil penerapan KeputusanGubernur Nomor 544/Dispenda/2016 tentang Pemberian Keringanan Pajak KendaraanBermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Dinas PendapatanDaerah Provinsi Kalimantan Barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teoriWilliam N. Dunn tentang implementasi hasil kebijakan dengan menggunakan 6 (enam)indikator yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, ketepatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun dikatakan sudah efektif dan efisien darisegi hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai target, namun masih terdapatpermasalahan, antara lain: Realisasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)belum efektif dan tidak berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kendaraanbermotor berplat luar namun beroperasional di dalam wilayah Provinsi KalimantanBarat serta kualitas pelayanan yang belum maksimal yaitu terjadinya kekeliruan penginput-an dalam aplikasi pendataan pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) danBea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang kurang update. Selain itu, jikaditinjau dari segi responsivitas masyarakat belum bisa mengurangi jumlah wajib pajakyang menunggak pajak yang justru mengalami peningkatan setiap tahunnya sehinggabelum bisa memberikan peningkatan kesadaran wajib pajak dalam memenuhi kewajibanmembayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tepat waktu.Kata kunci: implementasi, hasil, kebijakan.
PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI DESA NAHAAYA KECAMATAN PESOHILIR KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA Noviyanti Noviyanti; Mulyana Mulyana
JEKP (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Publik) JEKP : Vol.4, No.2 - Des 2017
Publisher : Fakultas Manajemen Pemerintahan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research has aim to determine the process of village fund allocation management,the benefit or the barrier factors perceived by the public, as well as how to overcome obstaclesin order to better in the future. This research method used qualitative techniquein accordance with the inductive approach. The results of this study is indicated thatthe village fund allocation management each year in the Nahaaya Village said overallhas been running as expected. It is proved that the funds are used in accordance withproper and appropriate regulations. Although it has been going well of course there isstill found barriers obstacle occurring in the Village Fund Allocation Management forexample due to the lack of human resources qualified caused by their education. The authoralso determine the contributing factors to support the process of village fund allocationmanagement, for example is the cooperation between the government and societyin the development process. Efforts are being made to overcome these obstacles is theaddition of a schedule as well as outreach to rural communities to provide counseling tothe village to see and learn the guidelines given by the Bulungan Regency. In this study,the author suggest that Team Facilities of Village Fund Allocation Program in PesohilirDistrict, Bulungan Regency, should be more effective, efficient, and more thorough indisseminating the Village Fund Allocation to the public. Besides that, good cooperationshould be done by all elements of the program managers Village Fund Allocation Management,both from the Village Government, District Government and Regency Government.And evaluation of various deficiencies in the process of disbursement of funds,which is done in the future to find the right solution for joint comfort.Keywords: management, village, village fund allocation

Page 1 of 1 | Total Record : 5