cover
Contact Name
Anis Ervina
Contact Email
lp2makbidlatansa@gmail.com
Phone
+6287772706700
Journal Mail Official
lp2makbidlatansa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Soekarno-Hatta Pasir Jati By Pass Rangkasbitung Lebak Banten
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Obstretika Scientia
ISSN : 23376120     EISSN : 27164330     DOI : http://dx.doi.org/10.55171
Jurnal Obstretika Scientia adalah Jurnal penelitian Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro, yang terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juli dan Desember. ISSN : 2337-6120, e-ISSN : 2716-4330. Ruang Lingkup Penelitian terkait dengan ilmu Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Reproduksi serta Kesehatan Ibu dan Anak.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 5 Documents clear
Hubungan Umur, Paritas, Dan Anemia Dengan Kejadian Retensio Plasenta Aminah Mu'min
Jurnal Obstretika Scientia Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.359 KB) | DOI: 10.55171/obs.v5i2.350

Abstract

Retensio plasenta merupakan terlambatnya atau belum lahirnya plasenta hingga atau melebihi waktu 30 menit setelah bayi lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan  umur, paritas, dan Anemia dengan kejadian retensio plasenta di RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung Tahun 2017. Penelitian ini adalah penelitian analitik (kuantitatif) menggunakan metode case control. Populasi pada penelitian ini adalah ibu bersalin yang datang ke RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung yang berjumlah 1.908 orang, dengan sampel 126 ibu bersalin yang mengalami retensio plasenta dan yang tidak mengalami retensio plasenta, data yang digunakan adalah sekunder yang dikumpulkan oleh peneliti berasal dari buku register ruang bersalin RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung 2017. Hasil analisi univariat masih ada ibu bersalin yang mengalami retensio plasenta (3,6%.), lebih dari sebagia  (55,6%) ibu bersalin umur 20/35 tahun,  hampir sebagian (49,2%) ibu bersalin grandemultipara, lebih dari sebagian (54,8%) ibu bersalin dengan anemia 11 gr %. Sedangkan analisis bivariat, ada hubungan umur p=0,001, ada hubungan paritas p=0,002, ada hubungan anemia p=0,001 dengan kejadian retensio plasenta. Oleh karena itu bagi tenaga kesehatan hendaknya meningkatkan mutu pelayanan mengenai penanganan retensio plasenta dan mengingkatkan kemampuan dalam menangani kasus retensio plasenta. 
Pengetahuan, Pendidikan dan Status Ekonomi dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil di Puskesmas Cibadak Periode Januari - Juli 2017 Roslina Roslina
Jurnal Obstretika Scientia Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.449 KB) | DOI: 10.55171/obs.v5i2.352

Abstract

Di Indonesia banyak terjadi KEK (Kekurangan Energi Kronik) terutama yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan asupan nutrisi (energy dan protein), sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Pengetahuan, Pendidikan dan Status Ekonomi dengan Kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Cibadak Periode Januari-Juli 2017. Jenis penelitian ini adalah bersifat survey analitik dengan desain Cese Control dan menggunakan pendekatan retrospektif. Pengambilan sample dilakukan dengan cara simple random sampling yaitu jumlah sample 30 responden ibu hamil yang ngelamai KEK dan 30 responden ibu hamil yang tidah mengalami KEK jadi jumlah keseluruhan sample yang digunakan adalah 60 responden ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data primer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian yakni (50%) responden mengalami KEK. Dimana menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan Kejadian KEK (p=0,01), Pendidikan terakhir (p=0,4), Status Ekonomi (p=0,00) dengan Kejadian KEK pada ibu hamil. Untuk mengurangi terjadinya KEK pada ibu hamil, maka petugas kesehatan diharapkan untuk memberikan penyuluhan kepada ibu hamil supaya lebih memperhatikan kesehatan dalam mengkonsumsi makanan yang bergizi selama hamil.
Status Gizi dan Faktor Keturunan dengan Usia Menarche Yulica Aridawarni
Jurnal Obstretika Scientia Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.518 KB) | DOI: 10.55171/obs.v5i2.351

Abstract

Menarche merupakan menstruasi yang pertama kali dialami wanita, dimana secara fisik ditandai dengan keluarnya darah dari vagina akibat peluruhan lapisan endometrium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dan faktor keturunan dengan usia menarche pada siswi MTs Pondok pesantren Daarussa’adah Cimarga. Penelitian ini menggunakan Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan data menggunakan data primer. Populasi seluruh remaja putri MTs pondok pesantren modern Daarussa’adah sebanyak 137 remaja putri. Sampel penelitian didapatkan responden sebanyak 59 remaja putri dengan menggunakan teknik kouta sampling. Hasil analisis data univariat yaitu hampir setengahnya (40,7%) siswi mengalami menarche tidak normal, hampir setengahnya (33,9%) siswi memiliki status gizi tidak normal dan sebagian besar (71,2%) siswi yang mengalami menarche sesuai dengan usia menarche ibunya. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan bermakna antara status gizi (p=0,003) dan faktor keturunan (p=0,46) dengan usia menarche. Dengan demikian orang tua dan remaja putri diharapkan untuk memperhatikan asupan gizi dan nutrisinya, karena dapat berhubungan dengan kejadian menarche yang dialaminya.
Hubungan Pendidikan, Umur dan Paritas Terhadap Pemilihan Kontrasepsi MOW Nurul Misbah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.548 KB) | DOI: 10.55171/obs.v5i2.353

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan, umur dan paritas terhadap pemilihan kontrasepsi MOW. Metode penelitian ini adalah metode survey analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 80 responden yang didapat mengunakan teknik random sempling. Pengumpulan data dari data sekunder (buku register). Hasil penelitian menunjukan bahwa hampir setengahnya (48,8%) tidak memiih kontrasepsi MOW, sebagian besar (71,3%) Ibu memiliki pendidikan yang rendah (SMA), sebagian besar (65,0%) ibu memiliki usia ≤25 tahun, hampir setengahnya (32,5%) Ibu memiliki Paritas Primipara. Terdapat hubunganan antara pendidikan, umur dan paritas dengan pemilihan kontrasepsi MOW. Oleh karena itu pentingnya peran tenanga kesehatan untuk lebih meningkatkan edukasi dan konseling serta meningkatkan pelayanan bermutu dan berkualitas kepada akseptor KB mengenai alat kontrasepsi MOW.pada ibu yang memiliki pendidikan ≤ SMA, umur 25  tahun dan paritas ≥2 tentang alat kontrasepsi jangka panjang khususnya kontrasepsi MOW. 
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Status Gizi Balita Daini Zulmi; Tatimatul Falahiah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.557 KB) | DOI: 10.55171/obs.v5i2.349

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat dari konsumsi makanan dan penggunaan nutrisi, dalam membedakan antara status gizi yang buruk, kurang, baik, dan lebih klasik kata gizi hanya terkait dengan kesehatan tubuh, yaitu untuk menyediakan energi, membangun dan memelihara jaringan tubuh, dan mengatur proses biologis dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi ibu dengan karakteristik bayi di Puskesmas Padasuka wilayah kerja Warunggunung.Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita kurang dan status gizi buruk pada wanita yang tidak bekerja mayoritas (92,0%), dibandingkan dengan ibu yang bekerja hanya (1,8%) bayi yang status gizi kurang dan lebih buruk pada wanita yang berpendidikan ≤ SMP (1,8%), bayi yang kurang dan status gizi buruk pada wanita yang kurang pengetahuan sebesar (47,9%) dibandingkan dengan pengetahuan ibu yang baik (4,5%) dari hasil statistik hasil uji chi squere terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan, pengetahuan pendidikan dengan status gizi balita.Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa ada hubungan antara karakteristik ibu dan status gizi pada balita.

Page 1 of 1 | Total Record : 5