cover
Contact Name
Edisah Putra Nainggolan
Contact Email
edisahputra@umsu.ac.id
Phone
+6285158011646
Journal Mail Official
mandirijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Karyajaya Perum Alam Lestari Blok B.24 Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mandiri: Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Published by Lembaga Riset Ilmiah
ISSN : -     EISSN : 28299329     DOI : -
Core Subject : Economy,
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan is a journal that publishes research articles in the fields of Accounting and Finance. Articles published in Mandiri have gone through a peer-reviewed process, to maintain the best quality articles in scientific development in the field of Accounting and Finance. Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan accepts manuscripts in research fields that include scientific fields: Financial Accounting, Government Accounting, Sharia Accounting, Sharia Banking, Audit, Accounting system, and Tax Accounting.
Articles 97 Documents
Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) terhadap Return Saham: Studi pada Perusahaan IDX30 Tahun 2020–2024 Ikhfani Agustin; Dheri Febiyani Lestari
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i1.1512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) terhadap return saham pada perusahaan yang tergabung dalam indeks IDX30 periode 2020–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan penelitian (research gap) berupa perbedaan temuan pada studi-studi sebelumnya terkait hubungan antara DER dan ROE terhadap return saham, khususnya pada perusahaan dengan kapitalisasi besar. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk data panel yang diperoleh dari laporan keuangan dan harga saham. Sampel penelitian terdiri dari 12 perusahaan dengan total 60 observasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS serta dilakukan uji asumsi klasik untuk memastikan kelayakan model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, sedangkan Return on Equity (ROE) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat profitabilitas yang tinggi tidak selalu direspons positif oleh pasar, sehingga mengindikasikan adanya faktor lain di luar kinerja keuangan yang turut memengaruhi return saham. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan Signaling Theory, khususnya dalam menjelaskan respons pasar terhadap informasi keuangan perusahaan. Secara praktis, hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa investor tidak sebaiknya hanya mengandalkan rasio keuangan dalam pengambilan keputusan investasi, tetapi juga perlu mempertimbangkan faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi, sentimen pasar, dan kebijakan perusahaan agar keputusan yang diambil lebih komprehensif dan tidak semata-mata bergantung pada indikator keuangan.   This study aims to analyze the effect of Debt to Equity Ratio (DER) and Return on Equity (ROE) on stock returns of companies included in the IDX30 index for the 2020–2024 period. This research is motivated by a research gap reflected in the inconsistent findings of previous studies regarding the relationship between DER and ROE and stock returns, particularly in large-capitalization companies. The study employs a quantitative approach with a causal associative method. The data used are secondary data in the form of panel data obtained from financial statements and stock prices. The sample consists of 12 companies with a total of 60 observations selected using purposive sampling technique. The data analysis technique utilizes multiple linear regression with the assistance of SPSS software, accompanied by classical assumption tests to ensure the validity of the research model. The results indicate that the Debt to Equity Ratio (DER) does not have a significant effect on stock returns, while Return on Equity (ROE) has a negative and significant effect on stock returns. These findings suggest that a high level of profitability is not always positively responded to by the market, indicating that factors beyond financial performance may influence stock returns. This study contributes theoretically to the development of Signaling Theory, particularly in explaining how the market responds to corporate financial information. Practically, the findings imply that investors should not rely solely on financial ratios in making investment decisions but also need to consider external factors such as macroeconomic conditions, market sentiment, and corporate policies to ensure more comprehensive and unbiased investment decisions.
Pengaruh Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER) Dan Price to Book Value (PBV) Terhadap Harga Saham : Studi pada Perusahaan Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024 Mia Kristia; Dheri Febiyani Lestari
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i1.1513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) terhadap harga saham pada perusahaan sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya berfokus pada kondisi pasar normal, penelitian ini menawarkan kebaruan melalui analisis perilaku investor pada periode pasca pandemi COVID-19 yang mencerminkan perubahan dinamika pasar modal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif-kausal, dengan sampel 10 perusahaan dan 50 observasi yang diperoleh melalui purposive sampling, serta teknik analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EPS berpengaruh positif dan signifikan, yang mendukung Signaling Theory bahwa profitabilitas merupakan sinyal utama bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis bahwa dalam kondisi pasar tertentu, profitabilitas lebih dominan dibandingkan rasio valuasi dalam mempengaruhi harga saham, seta memberikan implikasi praktis sgar investor lebih berfokus pada EPS sebagai dasar pengambilan keputusan investasi di sektor farmasi. Secara praktis, EPS dapat dijadikan indikator utama oleh investor dalam menentukan pilihan investasi pada saham farmasi yang stabil dan berpotensi tumbuh. Bagi perusahaan, temuan ini mendorong peningkatan profitabilitas guna menarik investor dan menjaga stabilitas harga saham pasca pandemi.   This study aims to analyze the effect of Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), and Price to Book Value (PBV) on stock prices in pharmaceutical sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. Unlike previous studies that generally focus on normal market conditions, this research offers novelty by examining investor behavior in the post-COVID-19 pandemic period, which reflects changes in capital market dynamics. This study employs a quantitative approach with an associative-causal method, using a sample of 10 companies and 50 observations selected through purposive sampling, and applies multiple linear regression analysis using SPSS. The results indicate that EPS has a positive and significant effect, supporting Signaling Theory that profitability serves as a primary signal for investors in making investment decisions. These findings provide a theoretical contribution by demonstrating that, under certain market conditions, profitability is more dominant than valuation ratios in influencing stock prices, and offer practical implications for investors to place greater emphasis on EPS as a basis for investment decision-making in the pharmaceutical sector. Practically, EPS can be used as a key indicator by investors in selecting pharmaceutical stocks that are stable and have strong growth potential. For companies, these findings encourage improving profitability to attract investors and maintain stock price stability in the post-pandemic market environment.
Efektivitas Stock Opname Meningkatkan Akurasi Data Persediaan Area Produksi (Work in Process) pada PT. XYZ Ahmad Rifai Alpahmi; Suroso Suroso; Dwi Epty Hidayaty
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i1.1479

Abstract

Penelitian ini membahas efektivitas pelaksanaan stock opname dalam meningkatkan akurasi data persediaan area produksi (work in process) pada PT. XYZ. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stock opname telah dilaksanakan secara rutin, terstruktur, dan melibatkan petugas berpengalaman dengan menggunakan standar penghitungan fisik persediaan serta melakukan investigasi dan perbaikan terhadap ketidaksesuaian data. Kendala yang ditemukan meliputi kondisi area kerja yang kurang tertata, material tidak tersedia, barang reject, serta temuan ketidaksesuaian data disebabkan oleh ketidaktelitian petugas. Setelah dilakukan investigasi dan perbaikan, tingkat akurasi data persediaan meningkat. Pelaksanaan stock opname pada area produksi (work in process) pada PT. XYZ mampu meningkatkan akurasi data persediaan melalui penerapan prosedur yang terstruktur dan sistematis, sehingga mencerminkan pelaksanaan stock opname yang efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan berupa pentingnya pelaksanaan stock opname dalam menjaga kesesuaian data persediaan.   This research discusses the effectiveness of conducting stock opname in improving the accuracy of inventory data in the production area (work in process) at PT. XYZ. The study uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results show that stock opname has been carried out regularly, in a structured way, and involves experienced staff using standard physical inventory counting, as well as investigating and correcting discrepancies in the data. The challenges found included a poorly organized work area, unavailable materials, rejected items, and data mismatches caused by staff carelessness. After investigations and corrections, the accuracy of inventory data improved. Conducting stock opname in the production area (work in process) at PT. XYZ was able to improve inventory data accuracy through the implementation of structured and systematic procedures, reflecting effective stock opname practices. This study provides practical contributions to the company by highlighting the importance of conducting stock opname to maintain accurate inventory data.
Analisis Penerapan Metode Full Costing Dalam Penentuan Harga Jual Produk Pada Asyirah Snack: Perspektif Syariah Fitriani Fitriani; Abd Rasyid R; Muhammad Ardi
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i1.1532

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana penerapan metode full costing  dalam penentuan harga jual produk pada Asyirah Snack berdasarkan perspektif syariah. Permasalahan utama yaitu Asyirah Snack belum sepenuhnya menggunakan metode full costing dalam menentukan harga jual produknya sehingga dapat mempengaruhi keuntungan yang didapatkan. Minimnya studi mengenai penggunaan metode full costing berdasarkan prinsip syariah terutama pada usaha makanan ringan. Dengan menggunakan mix method, kualitatif untuk mengkaji penentuan harga jual produk pada Asyirah Snack menggunakan metode full costing serta kaitannya dengan perspektif syariah dan Pendekatan kuantitatif untuk menghitung HPP dan harga jual dengan metode full costing. Data yang diperoleh melalui wawancara, dokumentasi dan observasi di Asyirah Snack, Desa Polewali Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Asyirah Snack menggunakan metode Cost Plus Pricing Parsial yang mempertimbangkan biaya bahan baku dan biaya overhead variabel tanpa biaya overhead tetap, sehingga terjadi adanya perbedaan harga jual aktual Rp50.000 dengan full costing menggunakan Cost Plus Pricing Method Rp62.870. Sedangkan dengan Mark Up Pricing Method, harga jual sebenarnya hampir sama jika harga jual dibulatkan yaitu dari Rp49.992 menjadi Rp50.000. Asyirah Snack ini telah menetapkan harga jual dan margin keuntungan secara jujur dan adil yang sesuai dengan perspektif syariah.   This study analyzes how the full costing method is applied in determining product selling prices at Asyirah Snack based on a Sharia perspective. The main problem is that Asyirah Snack has not fully implemented the full costing method in setting its product prices, which may affect the profit earned. There is a lack of studies on the use of the full costing method based on Sharia principles, particularly in the snack food business. Using a mixed-method approach, this study employs a qualitative method to examine product pricing at Asyirah Snack using the full costing method and its relation to the Sharia perspective, and a quantitative approach to calculate the cost of goods sold (COGS) and selling prices using the full costing method. Data were obtained through interviews, documentation, and observation at Asyirah Snack, Polewali Village, Sibulue District, Bone Regency. The results show that Asyirah Snack uses a partial cost-plus pricing method that only considers raw material costs and variable overhead costs, excluding fixed overhead costs. This leads to a difference between the actual selling price of IDR 50,000 and the price calculated using the full costing method with the cost-plus pricing approach, which is IDR 62,870. Meanwhile, using the mark-up pricing method, the actual selling price is nearly the same when rounded, from IDR 49,992 to IDR 50,000. Asyirah Snack has set its selling prices and profit margins honestly and fairly in accordance with the Sharia perspective.
Dinamika Beban Kerja dan Manajemen Kinerja: Studi Kualitatif Terhadap Efektivitas Pegawai di Lembaga Peradilan Lies Anggi Puspita Dewi; Mamok Andri Senubekti
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i1.1572

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika beban kerja dan implementasi manajemen kinerja serta dampaknya terhadap efektivitas pegawai pada lembaga peradilan tingkat pertama di Indonesia. Studi ini mengisi kesenjangan penelitian terkait penerapan teori Job Demands-Resources (JD-R) dalam konteks manajemen sumber daya manusia peradilan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 18 partisipan, observasi partisipatif selama 30 hari kerja, dan analisis dokumen resmi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik refleksif berbantuan NVivo 14. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama, yaitu beban kerja berlebih dengan rasio perkara 1:180 per hakim per tahun yang melampaui standar ideal 1:120 dan memicu stres kerja, kompetensi e-court yang mampu mempercepat penyelesaian perkara hingga 30% namun didukung pelatihan formal yang masih terbatas, serta miskoordinasi antarseksi yang memperburuk akumulasi beban kerja. Penelitian ini menghasilkan model konseptual yang mengintegrasikan beban kerja, manajemen kinerja, dan komunikasi organisasi sebagai determinan efektivitas lembaga peradilan serta memberikan implikasi bagi reformasi alokasi SDM dan penguatan pelatihan digital.   This study aims to analyze workload dynamics and performance management implementation and their impact on employee effectiveness in first-level courts in Indonesia. The study addresses a research gap regarding the application of the Job Demands-Resources (JD-R) theory within the context of judicial human resource management. A descriptive qualitative approach with a single case study design was employed. Data were collected through semi-structured interviews with 18 participants, 30 working days of participant observation, and official document analysis, and were analyzed using reflective thematic analysis supported by NVivo 14. The findings reveal three main themes: excessive workload, indicated by a case-to-judge ratio of 1:180 per year exceeding the ideal standard of 1:120 and contributing to work-related stress; e-court competency, which accelerates case resolution by up to 30% but is constrained by limited formal training opportunities; and structural interdepartmental miscoordination, which intensifies cumulative workload pressures. The study proposes a conceptual model integrating workload, performance management, and organizational communication as key determinants of court effectiveness. The findings provide practical implications for workload-based human resource allocation and the strengthening of digital competency training in judicial institutions.
Pengaruh EWOM, Promosi dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Penggunaan Afni Setia Maharani; Herdiyanti Herdiyanti
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i1.1580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WOM), promosi, dan kualitas pelayanan terhadap keputusan penggunaan Gojek di Kabupaten Tasikmalaya. Hasil akhir dari outer model memperlihatkan keseluruhan indikator telah mencapai syarat validitas konvergen (outer loading ≥ 0,70; AVE > 0,50) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha > 0,87; Composite Reliability > 0,90). Evaluasi inner model menunjukkan nilai R² sebesar 0,689, yang mengindikasikan kemampuan prediksi model dalam kategori moderat. Pengujian hipotesis menggunakan bootstrapping menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap keputusan penggunaan (β = 0,470; T = 4,384; p = 0,000), promosi berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,310; T = 2,662; p = 0,008), sedangkan E-WOM tidak terbukti berpengaruh signifikan (β = 0,097; T = 0,908; p = 0,364). Hasilnya menunjukkan bahwa strategi untuk meningkatkan promosi dan kualitas pelayanan merupakan faktor utama dalam pengambilan keputusan penggunaan Gojek di Kabupaten Tasikmalaya. Penurunan jumlah orang yang mengunduh aplikasi Gojek dan berbagai keluhan mengenai kualitas layanan menunjukkan bahwa ada tantangan.  Pengujian menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan analisis data SmartPLS melalui pengukuran model struktural yang masih jarang menjadi topik penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan metode pengambilan purposive sampling terhadap 100 pengguna aktif Gojek. Menunjukkan bahwa kualitas layanan dan promosi mempunyai dampak positif dan penting terhadap keputusan penggunaan Gojek, sedangkan E-WOM tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan. Kualitas pelayanan menjadi hal utama yang memengaruhi keputusan pengguna, kemudian diikuti oleh cara promosi yang digunakan. Selain itu, model penelitian keseluruhan menjelaskan sekitar 68,9% variasi keputusan penggunaan layanan Gojek.   This study aims to analyze the influence of Electronic Word of Mouth (E-WOM), promotions, and service quality on the decision to use Gojek in Tasikmalaya Regency. The final results of the outer model indicate that all indicators have met the requirements of convergent validity (outer loading ≥ 0.70; AVE > 0.50) and reliability (Cronbach's Alpha > 0.87; Composite Reliability > 0.90). The evaluation of the inner model shows an R² value of 0.689, which indicates the model's predictive ability is in the moderate category. Hypothesis testing using bootstrapping shows that service quality has a positive and significant influence on usage decisions (β = 0.470; T = 4.384; p = 0.000), promotion has a positive and significant influence (β = 0.310; T = 2.662; p = 0.008), while E-WOM is not proven to have a significant influence (β = 0.097; T = 0.908; p = 0.364). These results indicate that promotion and service quality improvement strategies are the main factors in the decision to use Gojek in Tasikmalaya Regency. The decline in the number of people downloading the Gojek application and various complaints regarding service quality indicate challenges. This test uses the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach with SmartPLS data analysis through structural model measurements which are still rarely a research topic. This study uses a causal quantitative approach with a purposive sampling method of 100 active Gojek users. The results showed that service quality and promotion had a positive and significant impact on the decision to use Gojek, while e-WOM had no significant impact. Service quality was the primary factor influencing user decisions, followed by the promotional method used. Furthermore, the overall research model explained approximately 68.9% of the variation in the decision to use Gojek services.
Pengaruh Pertumbuhan Penjualan dan Likuiditas Terhadap Profitabilitas Perusahaan Food and Beverage (F&B) Amanda Putri Febrianti; Nadila Laila Fatikha; Elly Sampurnawati; Muhammad Whindo Langgeng Rachmadiar; Yuni Sukandani
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i1.1599

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh pertumbuhan penjualan dan likuiditas terhadap profitabilitas yang diukur menggunakan ROA (Return On Asset) pada korporasi sektor Food and Beverage (F&B) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2021 - 2024. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan populasi 40 korporasi dan sampel 10 korporasi. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi yang berasal dari laporan keuangan tahunan korporasi di BEI dan data diolah dengan alat uji regresi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan dan Likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Secara simultan, pertumbuhan penjualan dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Konsep dalam profitabilitas dapat diukur dengan Pertumbuhan Penjualan dan Likuiditas sebesar 80,9%, sedangkan 19,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar kajian ini. Temuan ini memberikan kontribusi empiris bahwa peningkatan profitabilitas perusahaan F&B tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan penjualan, tetapi juga membutuhkan pengelolaan likuiditas yang efektif agar aktivitas operasional berjalan stabil dan aset lancar digunakan secara produktif.   This study aimed to analyze the effect of sales growth and liquidity on profitability, measured using Return On Assets (ROA), in Food and Beverage (F&B) sector corporations listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021–2024 period. The sample was determined using a purposive sampling technique, with a population of 40 corporations and a sample of 10 corporations. Data were collected through a documentation method using annual financial reports of corporations listed on the IDX and were processed using regression analysis with SPSS. The results show that sales growth and liquidity have a positive and significant effect on profitability. Simultaneously, sales growth and liquidity also have a significant effect on profitability. Profitability can be explained by sales growth and liquidity by 80.9%, while the remaining 19.1% is influenced by other factors outside this study. These findings provide empirical contribution that improving the profitability of F&B companies is not only determined by sales growth but also requires effective liquidity management to ensure stable operational activities and productive use of current assets.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Dan Motivasi Intrinsik Terhadap Kinerja Aparat Desa: (Studi Kasus pada Aparat Desa Margalaksana Kecamatan Salawu) Muhamad Abdilah Ripki; Nurherawati Nurherawati
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.1603

Abstract

Produktivitas aparatur desa merupakan determinan utama dalam efektivitas penyelenggaraan layanan publik di tingkat lokal. Namun, literatur terdahulu menunjukkan adanya inkonsistensi model kinerja pada sektor publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstrain struktural gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi intrinsik terhadap kinerja aparatur desa dalam konteks rural bureaucracy. Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei, data dikumpulkan melalui sensus jenuh terhadap 44 perangkat desa di Desa Margalaksana, Kabupaten Tasikmalaya. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa motivasi intrinsik memiliki dampak positif yang dominan dan signifikan dalam memacu kinerja (β = 0,766; t = 7,736; sig. 0,000 < 0,05). Sebaliknya, pola kepemimpinan transformasional tidak mampu memberikan kontribusi parsial yang signifikan secara statistik (β = 0,192; t = 1,938; sig. 0,059 > 0,05), mengindikasikan adanya sekat struktural serta budaya administrasi paternalistik yang kuat dalam tata kelola perdesaan. Secara simultan, kedua variabel mengonfirmasi daya determinasi sebesar 86,3% terhadap variabilitas performa (R2 = 0,863). Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa modernisasi tata kelola desa tidak dapat bertumpu pada retorika kepemimpinan semata, melainkan menuntut penguatan motivasi mandiri secara struktural serta transformasi kultur organisasi.   The productivity of village officials is a key determinant of local public service delivery. However, empirical literature exhibits inconsistent results regarding the drivers of public sector performance models. This study examines the structural constraints of transformational leadership styles and intrinsic motivation on village apparatus performance within a rural bureaucracy context. Utilizing a quantitative associative approach with a survey method, data were compiled from a saturated census of 44 village officials in Margalaksana Village, Tasikmalaya Regency. Multiple linear regression analysis reveals that intrinsic motivation exerts a dominant, significant positive effect on driving performance (β = 0.766; t = 7.736; sig. 0.000 < 0.05). Conversely, transformational leadership patterns fail to achieve statistical significance in its partial contribution (β = 0.192; t = 1.938; sig. 0.059 > 0.05), highlighting structural barriers and deeply rooted paternalistic administrative cultures in rural governance. Simultaneously, both variables explain 86.3% of performance variance (R2 = 0.863). These findings imply that administrative modernization in rural areas cannot rely solely on leadership rhetoric but requires structural strengthening of self-motivation and organizational culture transformation.  
Pengaruh Kompetensi Digital dan Personal Branding Terhadap Kesiapan Kerja Mimah Sukmawati; Raisa Hillia Aini Syifa
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i1.1614

Abstract

Tingginya pengangguran regional dan ketidaksiapan lulusan muda menghadapi standardisasi industri memicu urgensi penguatan kualitas modal manusia. Meskipun studi terdahulu banyak menguji kompetensi digital dan reputasi secara terpisah pada sektor makro, masih terdapat kelangkaan model yang mengintegrasikannya sebagai prediktor simultan pada skala mikro regional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi digital dan personal branding terhadap kesiapan kerja Generasi Z di Kota Tasikmalaya. Menggunakan metode kuantitatif eksplanatori, data dihimpun melalui kuesioner dari 68 responden menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil riset menunjukkan bahwa kompetensi digital (t = 4,481) dan personal branding (t = 5,205) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja, baik secara parsial maupun simultan (F = 240,347). Kontribusi nilai determinasi model mencapai 88,1%. Kebaruan penelitian ini berhasil membuktikan secara empiris integrasi Human Capital Theory dan Social Cognitive Theory dalam memetakan perilaku angkatan kerja muda di tingkat daerah. Sinergi antara kecakapan teknologi terapan (hard skills) dan manajemen impresi profesional (soft skills) menjadi strategi hu lu intervensi kebijakan ketenagakerjaan daerah.   High regional unemployment and the unreadiness of young graduates to meet industry standardization underscore the urgency of enhancing human capital quality. While prior studies have extensively examined digital literacy and reputation independently at a macro level, there remains a lack of integrated models predicting work readiness at a regional micro-scale. This study aims to analyze the effect of digital competence and personal branding on the work readiness of Generation Z in Tasikmalaya City. Utilizing an explanatory quantitative method, data were gathered via questionnaires from 68 respondents selected through purposive sampling and analyzed using multiple linear regression. The empirical results demonstrate that digital competence (t = 4.481) and personal branding (t = 5.205) exert a positive and significant effect on work readiness, both partially and simultaneously (F = 240.347), with a model determination of 88.1%. The novelty of this research successfully substantiates the integration of Human Capital Theory and Social Cognitive Theory in mapping young workforce dynamics locally. Synergizing applied technological proficiency and professional impression management serves as a pivotal upstream strategy for regional employment policy interventions.
Pengaruh Kemampuan Komunikasi Dan Manajemen Waktu Terhadap Kesiapan Kerja Rosi Rosmayanti; Raisa Hillia Aini Syifa
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i1.1615

Abstract

Menurunnya tingkat pengangguran pada usia muda menunjukkan bahwa kesiapan kerja masih menjadi masalah krusial bagi Generasi Z yang baru memasuki dunia kerja. Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi pengaruh kemampuan komunikasi dan manajemen waktu terhadap hasil kerja, akan tetapi penelitian yang mengintegrasikan keduanya sebagai variabel independen kesiapan kerja Generasi Z masih sangat terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kemampuan komunikasi dan manajemen waktu terhadap kesiapan kerja Generasi Z sebagai calon tenaga kerja. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 100 responden Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (t = 4,007; p < 0,05). Demikian pula, manajemen waktu juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (t = 6,582; p < 0,05). Besarnya koefisien determinasi sebesar 0,696 menunjukkan bahwa kedua variabel independen tersebut mampu menjelaskan 69,6% variasi dalam kesiapan kerja. Temuan ini memperluas kerangka teori Human Capital Theory dan Competency Theory dengan mengidentifikasi kemampuan komunikasi dan manajemen waktu sebagai kompetensi kunci yang mendukung kesiapan kerja Generasi Z. Secara praktis, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya bagi institusi pendidikan dan bidang pengembangan sumber daya manusia untuk mengembangkan program penguatan soft skills guna mempersiapkan lulusan yang lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja.   The declining unemployment rate among young people indicates that work readiness remains a critical issue for Generation Z as they enter the workforce. Previous studies have examined the influence of communication skills and time management on work-related outcomes; however, research integrating both variables as predictors of Generation Z's work readiness remains limited. This study aims to analyze the effects of communication skills and time management on the work readiness of Generation Z as prospective employees. A quantitative approach was employed using a survey of 100 Generation Z respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS software. The results reveal that communication skills have a positive and significant effect on work readiness (t = 4.007; p < 0.05). Likewise, time management also exerts a positive and significant effect on work readiness (t = 6.582; p < 0.05). The coefficient of determination (R²) of 0.696 indicates that these two independent variables explain 69.6% of the variance in work readiness. These findings extend Human Capital Theory and Competency Theory by identifying communication skills and time management as key competencies that enhance Generation Z's work readiness. Practically, the results highlight the importance of educational institutions and human resource development practitioners in strengthening soft skills development programs to better prepare graduates for the dynamic demands of the workplace.

Page 7 of 10 | Total Record : 97