cover
Contact Name
Purwono
Contact Email
purwono@uhb.ac.id
Phone
+6282113940427
Journal Mail Official
purwono@uhb.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Harapan Bangsa Jln. Raden Patah 100, Ledug, Kembaran-Banyumas Telp (0281) 6843493
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 28092767     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.35960/snppkm.v0i0
Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM) Universitas Harapan Bangsa merupakan kumpulan artikel dari hasil kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang diikutsertakan pada kegiatan Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM). Kegiatan ini rutin dilaksanakan satu kali dalam satu tahun yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Harapan Bangsa dalam rangka menyebarluaskan hasil penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 433 Documents
Gambaran Tingkat Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea yang Mendapatkan Morphine dan Fentanyle di Ruang Anggrek RSUD Cibinong Tahun 2022 Moh Ripal; Murniati Murniati; Ririn Isma Sundari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.718 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1126

Abstract

Rasa nyeri merupakan stresor yang dapat menimbulkan stres dan ketegangan dimana individu dapat berespon secara biologis dan perilaku yang menimbulkan respon fisik dan psikis. Tujuan skripsi ini untuk melihat gambaran tingkat nyeri pada pasien post section caesarea yang mendapatkan morphine dan fentanyle di Ruang Anggrek RSUD Cibinong Tahun 2022. metode yang digunakan Deskripstif Cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di ruang Anggrek RSUD Cibining. penelitian ini dilakukan pada tgl 7 – 27 Agustus 2022. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 83 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuisionner. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh responden tidak mendapatkan tambahan morphine yang dicampurkan ke Buvipakain pada saat tindakan pembiusan spinal (39,8%), lebih dari separuh responden mendapatkan tambahan fentanyl yang dicampurkan ke Buvipakain pada saat tindakan pembiusan anestesi spinal (60,2%), tingkat nyeri responden yang diberikan tambahan morphin mayoritas berada di tingkat nyeri ringan (41%), sedangkan tingkat nyeri responden yang diberikan tambahan fentanyl mayoritas berada di tingkat nyeri ringan (16,9%). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas pasien yang mendapatkan buvipakain dicampurkan dengan fentanyle berada pada rentan nyeri ringan.
Pengaruh Pemberian Terapi Musik terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Pasien Intra Operasi dengan Regional Anestesi di RSUD Kota Tangerang Muhamad Fahmi Kurniadi; Suci Khasanah; Siti Haniyah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.384 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1128

Abstract

Kecemasan yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan adanya perubahan secara fisik maupun psikologis yang akhirnya dapat meningkatkan kerja saraf simpatis. Perlu adanya tindakan untuk mengurangi rasa cemas. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi cemas adalah dengan terapi non farmakologi, yaitu dengan pemberian terapi musik. Terapi musik yang digunakan pada penelitian ini adalah terapi musik klasik Symphony No.3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi musik terhadap penurunan kecemasan pada pasien intra operasi dengan regional anestesi di RSUD Kota Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Teknik sampling dengan consecutive sampling sebanyak 34 responden. Responden dalam penelitian ini adalah pasien intra operasi yang dilakukan tindakan anestesi regional. Hasil penelitian diperoleh ada pengaruh pemberian terapi musik terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien intra operasi dengan regional anestesi dengan nilai p value 0,000 < 0,05, artinya ada pengaruh pemberian terapi musik terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien intra operasi dengan regional anestesi di RSUD Kota Tangerang.
Pengaruh Terapi Murotal terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Pre Operasi Katarak di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap Sugiyanto Sugiyanto; Suci Khasanah; Noor Yunida Triana
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.103 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1129

Abstract

Gangguan penglihatan menjadi salah satu pravelensi penyebab kebutaan didunia 51% disebabkan oleh katarak dan 33% katarak merupakan salah satu penyebab penurunan fungsi penglihatan didunia. Kebutaan akibat katarak merupakan kebutaan yang dapat disembuhkan yaitu melalui tindakan operasi. Tindakan Operasi merupakan salah satu stresor yang dapat menimbulkan reaksi baik secara fisiologis maupun psikologis. Salah satu terapi yang termasuk nonfarmakologi adalah terapi relaksasi atau terapi religi dengan mendengarkan alunan Ayat Suci Alquran. Terapi relaksasi dengan mendengarkan musik Al-Qur’an merupakan salah satu intervensi untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahu pengaruh murotal terhadap penurunan kecemasan pasien pre operasi katarak di IBS RSI Fatimah Cilacap. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental. Dengan desain Studi Kasus Satu Tembakan (The One Shot Case Study), Satu Kelompok Pra tes-Pos tes (The One Group Pretest-Post test) sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling sebanyak 22 penderita katarak. Data diambil dengan menggunakan pengukuran kecemsan sebelum dan sesudah terapi murottal. Dari penelitian dapat dideskripsikan hasil uji wilcoxon dengan nilai (p) 0,000 ˂ 0,05. Hasil penelitian menyunjukan ada perbedaan sebelum dengan sesudah pemberian murotal Al-qur’an terhadap kecemasan pasien pre operasi katarak di Instalasi Bedah Sentral RSI Fatimah Cilacap. Terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum dengan sesudah pemberian terapi murottal Al-qur’an bermakna secara statistik dengan nilai (p) 0,000 ˂ 0,05. Ada pengaruh pemberian murotal terhadap penurunan kecemasan pasien pre operasi katarak di Instalasi Bedah Sentral RSI Fatimah Cilacap.
Pengaruh Terapi Musik terhadap Status Hemodinamik Intra Operasi pada Pasien Sectio Caesarea (SC) dengan Anestesi Spinal di Ruang Instalasi Bedah Sentral RST Wijayakusuma Warsiyati Warsiyati; Indri Heri Susanti; Maya Safitri
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.416 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1130

Abstract

Sectio caesarea (SC) merupakan persalinan yang membutuhkan tindakan pembedahan. Pemberian anestesi spinal pada pembedahan SC memberikan dampak terhadap perubahan hemodinamik. Perubahan status hemodinamik dapat terjadi karena adanya kecemasan yang dialami pasien selama fase intra operasi. Salah satu upaya yang bisa dilaksanakan untuk mengatasi kecemasan ini antara lain dengan memberikan terapi non farmakologis seperti terapi musik. Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment design post test with control group. Populasi pada penelitian ini adalah pasien operasi sectio caesarea di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RST Wijayakusuma yang dilihat berdasarkan data prediksi persalinan sectio caesarea pada bulan Januari sampai Februari 2022 sebanyak 43 pasien. Pasien operasi sectio caesarea di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RST Wijayakusuma sebanyak 36 responden dijadikan sebagai responden menggunakan teknik consecutive sampling. Alat yang digunakan untuk mendapatkan data yaitu lembar observasi. Analisis dilakukan dengan uji mann-whitney. Penelitian ini menunjukkan ada perbedaan tekanan darah (p value : 0.020), nadi (p value : 0.047), respiratory rate (p value : 0.007), antara kelompok yang diberikan terapi musik dan yang tidak diberikan terapi musik dengan nilai p value ≤ 0.05. Tidak ada perbedaan SaO2 dan MAP antara kelompok yang diberikan terapi musik dan yang tidak diberikan terapi music.
Hubungan Kepatuhan Tirah Baring dengan Keluhan Nyeri Kepala 12 Jam Pasca Spinal Anestesi di RSUD Depati Bahrin Riski Saputra; Wilis Sukmaningtyas; Tri Sumarni
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.641 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1131

Abstract

Tindakan anestesi akan memberikan dampak atau komplikasi pada pasien, salah satu komplikasi tindakan spinal anestesi adalah sakit kepala pasca fungsi anestesi. Tirah baring harus dilakukan pasca anestesi bertujuan untuk mengurangi nyeri kepala. Bila tidak dilakukan tirah baring maka sakit kepada post anestesi yang dialami pasien akan semakin memburuk. Sakit kepala setelah anestesi spinal biasanya semakin memburuk bila pasien duduk atau berdiri. Penelitian ini bertujuan apakah ada Hubungan Kepatuhan Tirah Baring Dengan Keluhan Nyeri Kepala 12 jam Pasca Spinal Anestesi Di Rsud Depati Bahrin. Metode penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross sectional). Teknik sampling dalam penelitian ini adalah non probality sampling sebanyak 40 responden dengan spinal anestesi, pengambilan data dengan teknik observasi di ruang rawat inap. Setelah 12 jam pasca spinal anestesi selesai dilakukan pengukuran nyeri. Responden yang patuh tirah baring pasca spinal sebanyak 28 responden (70,0%), responden yang paling banyak mengalami nyeri kepala ringan 12 jam pasca spinal anestesi sebanyak 14 responden (75,0%). Analisis data menggunakan uji chi square dengan nilai p value 0,000 ˂ 0,05. Bahwa ada hubungan kepatuhan tirah baring dengan keluhan nyeri kepala 12 jam pasca spinal anestesi di RSUD Depati Bahrin.
Pengaruh Teknik Jaw Thrust Manuever terhadap Kejadian Obstructive Sleep Apnea dan Hipoksia pada General Anestesi di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Haniif Jaka Pradipta; Made Suandika; Ikit Netra Wirakhmi; Ririn Isma Sundari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.51 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1132

Abstract

General anestesi adalah keadaan fisiologis yang berubah ditandai dengan hilangnya kesadaran reversible, analgesia dari seluruh tubuh, amnesia dan beberapa derajat relaksasi otot. Gangguan pada general anestesi salah satunya Obstructive sleep apnea dan Hipoksia. Teknik Jaw thrust manuever dapat mencegah efek dramatis dari pergerakan lidah yang menjauh dari kedua palatum dan dinding posterior faring untuk menjaga patensi jalan nafas terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Jaw thrust manuever terhadap kejadian Obstructive sleep apnea dan Hipoksia pada General anestesi di Rumah sakit umum daerah dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis Pre-experimental dan desain menggunakan pendekatan One Shot Case Study. Teknik sampling dengan purposive sampling. Teknik sampling dengan total sampling sebanyak 70 responden. Data diambil dengan menggunakan kuisioner dan tindakan langsung pada pasien. Hasil uji statistik Spss diperoleh nilai p value = 0,000 dikarenakan p value ≤ 0,05, sehingga Ho ditolak berarti ada hubungan usia, Indeks Masa tubuh (IMT), dan jenis kelamin dengan teknik Jaw thrust manuever pada kejadian Obstructive Sleep Apnea dan hipoksia pada General Anestesi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Berdasarkan hasil penelitia dengan uji chi square diperoleh nilai p value sebesar 0,000 artinya ada hubungan teknik Jaw thrust maneuver terhadap kejadian Obstructive sleep apnea dan hipoksia pada General anestesi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Efektifitas Pemberian Tramadol 0.25mg/Kgbb Terhadap Penurunan Gejala Shivering Pasca Spinal Anestesi di Rumah Sakit Umum Prof Dr. R. D. Kandou Manado Hanni Arfien Eman; Made Suandika; Ita Apriliviani
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.287 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1133

Abstract

Shivering pasca operasi adalah komplikasi umum anestesi. Menggigil diyakini dapat meningkatkan konsumsi oksigen, meningkatkan risiko hipoksemia, menginduksi asidosis laktat, dan pelepasan katekolamin. Oleh karena itu dapat meningkatkan komplikasi pasca operasi terutama pada pasien berisiko tinggi. untuk mengetahui efektifitas pemberian tramadol 0.25mg/kgbb terhadap penurunan gejala shivering pasca spinal anestesi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang menggunakan angka-angka untuk menganalisis subyek penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik. Instrumen penelitian menggunakan ceklist. Analisa data yang digunakan analisis univiariat. Shivering sebelum diberikan tramadol 0.25mg/kgbb, derajat shivering dengan shivering ringan berjumlah 25 orang, shivering sedang berjumlah 31 orang, dan shivering berat berjumlah 14 orang. Sedangkan shivering setelah diberikan tramadol 0.25mg/kgbb, derajat shivering menurun menjadi tidak shivering 53 orang, shivering ringan 12 orang dan shivering sedang menjadi 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada efektifitas pemberian tramadol 0.25mg/kgbb terhadap penurunan gejala shivering pasca spinal anestesi dengan nilai p value 0,000<0,05.
Perbandingan Kejadian Nyeri Tenggorokan pada Pasien Pasca General Anestesi dengan Tindakan Pemasangan Laring Mask Air Way dan Pemasangan Endotracheal Tube di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika Kabupaten Mimika Papua Willibrodus Sabandri Florado; Indri Heri Susanti; Pramesti Dewi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.156 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1134

Abstract

Nyeri tenggorokan pasca operasi post general anestesi dengan teknik intubasi endotracheal tube dan laring mask air way merupakan suatu komplikasi yang masih menjadi persoalan utama dan banyak di keluhkan beberapa pasien pasca intubasi.penelitian bertujuan ini mengetahui perbandingan antara kejadian nyeri tenggorokan pada pasien pasca general anestesi dengan tindakan pemasangan laring mask air way dan pemasangan endotracheal tube di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika Kabupaten Mimika Papua. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non-eksperimental. Taknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan banyak responden 40 pasien post op. Data diambil dengan metode wawancara pasca operasi di ruang recovery room dan di dokumentasikan kedalam lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan jumlah kejadian nyeri tenggorokan di mana pada uji analisis mengunakan Man Whithney Test d engan P Value 0,05, berdasakan nilai Asymtop signifikansi atau Asymp.Sig = 0,002, kalau dibandingkan, maka nilainya akan lebih kecil dari 0,05 (0,002 < 0,05). Oleh karena itu hasil dalam penelitian ini di temukan pada pasien nyeri tenggorokan pasca intubasi endotracheal tube sebanyak 19 pasien dan nyeri tenggorokan pada pasien pasca intubasi laring mask air way sebanyak 9 orang pasien.
Hubungan Penilaian Surgical Apgar Score dengan Prediktor Komplikasi Pasca Anestesi pada Operasi Mayor Eko Hermawan Krisiyanto; Rahmaya Nova Handayani; Etika Dewi Cahyaningrum
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.304 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1135

Abstract

Salah satu upaya untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas pasca anestesi adalah dengan sistem penilaian risiko yang efektif. Penilaian SAS merupakan skoring sederhana dengan menggunakan 3 variabel yaitu MAP terendah, heart rate terendah dan perkiraan perdarahan yang digunakan untuk memprediksi morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Penilaian SAS dengan predictor komplikasi paska anestesi pada operasi mayor. Metode pada penelitian ini adalah menggunakan analitik dengan pendekatan crossectional. Teknik sampel menggunakan non probability sampling sebanyak 52 responden dan dianalisis menggunakan chi square. Hasil penelitian sebanyak 35 responden 67,31% dengan nilai SAS tinggi terjadi komplikasi paska anestesi sebesar 14,28%, 10 responden 19,23% dengan nilai SAS sedang terjadi komplikasi paska anestesi sebesar 60% dan 7 responden 13,46% dengan nilai SAS rendah terjadi komplikasi paska anestesi 71,42%. Ada hubungan antara penilaian SAS dengan Prediktor komplikasi paska anestesi pada operasi mayor di RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo dengan signifikansi atau P value 0,001 dan skor x2 = 13,908, artinya terdapat hubungan antara penilaian SAS dengan predictor komplikasi pasca anestesi.
Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi dengan Anestesi Spinal berdasarkan Karakteristik Responden di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto Nanda Farah Feliska; Tophan Heri Wibowo; Dwi Novitasari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.306 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1136

Abstract

Kecemasan pre operasi yaitu nyeri pasca operasi, kegagalan operasi, kematian selama anestesi. Angka kejadian kecemasan pre-operasi di IBS Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto sangat tinggi. Hal ini didukung dengan data 8 dari 10 pasien (80%) yang menjalani operasi mengalami kecemasan menggunakan kuesioner APAIS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pasien pre-operasi anestesi spinal berdasarkan karakteristik responden di IBS Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Metode penelitian menggunakan deskriptif Kuantitatif desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada Juli 2022. Populasi penelitian pasien pre-operasi di RSB Jatiwinangun Purwokerto sebanyak 76 pasien pada Juli 2022. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sampel berjumlah 43 pasien yang menjalani operasi spinal anestesi sesuai kriteria inklusi. Ukuran sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin. Instrumen menggunakan kuesioner APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale), analisis data univariat mendeskripsikan karakteristik usia, jenis kelamin, pendidikan. Hasil sebagian besar pasien berusia dibawah 25 tahun 21 (48,8%), berjenis kelamin perempuan 24 (55,8%), sebagian besar pasien berpendidikan SLTA 13 (30,2%) dan sebagian besar pasien dengan kecemasan ringan 18 (41,9%). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien menggambarkan tingkat kecemasan ringan sebanyak 18 (41,9%). Saran bagi peneliti selanjutnya untuk mengidentifikasi hubungan tingkat kecemasan pasien pre-operasi dan faktor yang mempengaruhi kecemasan pasien pre-operasi.