Cakradonya Dental Journal
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles
19 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018"
:
19 Documents
clear
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN ESTETIK DAN FONETIK PADA PEMAKAI GIGI TIRUAN LENGKAP DI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS TRISAKTI
Niko Falatehan;
Eddy Kusumah
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.221 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11710
Kehilangan seluruh gigi merupakan masalah kesehatan yang diderita oleh kebanyakan lansia. Jika masalah ini tidak diperbaiki akan mengganggu kecantikan (estetik) dan gangguan bicara (fonetik) pada pasien lansia. Untuk mengatasi masalah ini pasien dibuatkan gigi tiruan lengkap (GTL). Pasien lansia memiliki beragam tingkat kepuasan tergantung dari hasil pelayanan yang diberikan dan GTL yang dibuatkan. Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien dalam menggunakan gigi tiruan lengkap dari segi estetik dan fonetik. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental yang bersifat observasional deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan tekhnik pembagian kuisioner kepada pasien lansia pengguna gigi tiruan lengkap yang berada di Rumah Sakit Gigi Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Usakti Jakarta Barat yang berusia 60 tahun keatas sebanyak 30 orang. Berdasarkan hasil analisis program SPSS menggunakan windows versi 22.0 menunjukkan bahwa pengguna gigi tiruan lengkap terhadap faktor estetik memiliki tingkat kepuasan 67% dan tidak puas 33%. Demikian juga faktor fonetik memiliki tingkat kepuasan sebesar 74% dan tidak puas 26%. Berdasarkan data yang diperoleh penggunaan gigi tiruan lengkap lebih banyak pada pasien perempuan yang berusia 60-74 tahun. Tingkat kepuasaan estetik penggunaan gigi tiruan lengkap di RSGM FKG Usakti wanita lebih rendah dibandingkan pria.Kata Kunci: Gigi tiruan lengkap, estetik, fonetik
APOPTOSIS: MEKANISME MOLEKULER KEMATIAN SEL
Liza Meutia Sari
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (427.946 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11701
Apoptosis merupakan proses aktif yang diatur dengan sangat baik yang ditandai oleh perubahan morfologis dan biokimia. Signifikansi dalam memahami rangkaian mekanisme apoptosis ini mutlak dibutuhkan karena apoptosis merupakan gabungan komponen baik dalam proses fisiologis maupun patologis. Apoptosis dapat distimulasi oleh kondisi fisiologis dan patologis serta memegang peranan penting dalam menjaga homeostasis normal dan patogenesis beberapa penyakit. Sinyal untuk apoptosis terjadi melalui jalur caspase dependen dan independen yang diawali oleh kejadian yang memicunya dari dalam sel atau dari luar sel melalui ikatan reseptor kematian. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menyediakan pandangan yang berkaitan dengan apoptosis, karakteristik morfologis dan biokimia, serta mekanismenya.
GAMBARAN PH SALIVA DARI PEROKOK AKTIF DAN PASIF PADA MASYARAKAT KECAMATAN MESJID RAYA ACEH BESAR
Dewi Saputri;
Diana Setya Ningsih;
Ridha Rosmarna Dewi
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.797 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11711
Saliva adalah cairan kompleks yang sangat penting untuk kesehatan rongga mulut Asap rokok mengandung berbagai komposisi beracun yang mengakibatkan perubahan saliva secara struktural maupun fungsional. Asap rokok mengandung nikotin yang bekerja pada reseptor kolinergik tertentu di otak yang dapat menyebabkan aktivasi saraf sehingga terjadi perubahan sekresi dan pH saliva. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran pH saliva pada perokok aktif dan pasif. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Metode pengambilan sampel dengan cara non probability sampling pada 80 subjek yang terdiri dari dua kelompok, yaitu 40 subjek perokok aktif dan 40 subjek perokok pasif. Hasil analisis univariat menunjukkan semua perokok aktif, 40 orang atau 100%, mempunyai pH saliva bersifat asam, sedangkan pada perokok pasif hanya 13 orang (32,5%). Sisa subjek perokok pasif yaitu sebanyak 27 orang (67,5%) mempunyai pH saliva bersifat normal. Sebagai kesimpulan penelitian ini adalah pH saliva yang bersifat asam ditemukan pada semua perokok aktif, sedangkan pada perokok pasif lebih banyak didapatkan pH saliva normal. Juga pH saliva perokok aktif lebih asam (6,15) daripada pH saliva perokok pasif (6,81).Kata Kunci: Perokok aktif, perokok pasif, pH saliva
HUBUNGAN ANTARA STATUS PERIODONTAL DAN STATUS GIGI GELIGI USIA DEWASA MASYARAKAT KELURAHAN MALINO KABUPATEN GOWA
Ayub Iemadani Anwar;
Asti Puspita Adnan;
Aldy Anzhari Ayub
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (418.242 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11703
Kesehatan gigi dan mulut bagi sebagian orang menjadi prioritas kesekian kalinya. Hal tersebut terlihat dari data bahwa penyakit gigi dan mulut masih diderita oleh 90% masyarakat Indonesia, sehingga perlu mendapat perhatian serius dari tenaga kesehatan. Gigi dan mulut merupakan pintu gerbang masuknya bakteri sehingga dapat mengganggu organ tubuh lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analytic dengan desain cross-sectional study. Survei ini dilakukan di kelurahan Malino. kecamatan Tinggimoncong, kabupaten Gowa, provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah subjek sebanyak 52 orang. Survei dengan data primer ini dianalisis menggunakan Uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara perdarahan, poket, dan kehilangan perlekatan gigi; dengan status karies (p0,05). Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status periodontal dan status karies pada masyarakat dewasa di kelurahan Malino, kecamatan Tinggimoncong.
APEKSIFIKASI DAN INTRACORONAL BLEACHING PADA GIGI INSISIVUS SENTRAL KANAN MAKSILA
Reni Nofika
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (494.086 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11712
Trauma pada gigi permanen imatur akan mengganggu apeksogenesis sehingga apeks tetap terbuka dan bisa terjadi diskolorasi jika gigi telah nekrosis. Kasus ini melaporkan perawatan pada gigi nekrosis dengan apeks masih terbuka dan mengalami diskolorasi. Pasien laki-laki usia 22 tahun datang ke klinik konservasi gigi RSGM Prof Soedomo FKG UGM karena gigi 1.1 atasnya patah di usia 12 tahun akibat jatuh dan merasa gigi tersebut berubah warna. Pada pemeriksaan klinis gigi 1.1 fraktur pada sepertiga insisal distal melibatkan dentin dan mengalami diskolorasi. Tes perkusi dan palpasi positif, tes termal negatif, dan tidak ada kegoyangan gigi. Pada radiograf periapeks terlihat apeks terbuka dan radiolusensi di periapeks dengan batas difus. Diagnosisnya adalah nekrosis pulpa dengan abses apikalis kronis disertai apeks terbuka dan diskolorasi intrinsik. Rencana perawatan adalah apeksifikasi dilakukan dengan menempatkan bahan MTA pada ujung akar, dilanjutkan prosedur intracoronal bleaching (walking bleach) dan direstorasi dengan resin komposit kelas IV diperkuat dengan pasak fiber siap pakai. Evaluasi pasca restorasi menunjukkan tidak ada keluhan sakit dan kondisi klinis baik. Kesimpulannya penutupan apeks menggunakan MTA dilanjutkan dengan intracoronal bleaching pada kasus nekrosis pulpa dengan abses apikalis kronis disertai apeks terbuka dan diskolorasi intrinsik menunjukkan kesuksesan.
TATA LAKSANA TETANUS GENERALISATA DENGAN KARIES GIGI (LAPORAN KASUS)
- Safrida wati;
- Syahrul
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (553.157 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11707
Tetanus merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasasi, dimana menyebabkan kematian 309.000 orang per tahunnya. Dilaporkan lebih dari satu juta kasus tiap tahunnya di negara berkembang. Tetanus adalah suatu toksemia akut yang disebabkan oleh neurotoksin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani ditandai dengan rigiditas dan spasme otot yang periodik dan berat. Seorang lelaki umur 46 tahun, datang dengan kekakuan seluruh tubuh sejak 7 hari sebelum masuk rumah sakit. Awalnya pasien merasakan kekakuan pada rahangnya sehingga sulit untuk membuka mulut dan sulit menelan, kemudian pasien merasakan tubuhnya seperti robot yang sulit untuk digerakan, sulit berjalan, sulit berbicara dan mengalami hambatan dalam segala aktivitas. Kejang rangsang dialami oleh pasien. Pasien memiliki riwayat demam sejak 1 minggu ini, pasien juga memiliki gigi yang berlubang sejak 2 tahun ini. Pada pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 110/70 mmhg, nadi 117 x per menit, frekuensi napas 24 kali permenit, temperatur 380C. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan trismus, rhisus sardonicus dan spastik seluruh tubuh. Tatalaksana awal berupa primary survey, atasi kejang dan spastik, netralisir toksin dan pemberian antibiotik. Pasien diisolasi untuk mencegah kejang rangsang. Pasien dirawat bersama bagian Gigi Mulut dan dilakukan tindakan yang berhubungan dengan faktor resiko karies gigi pasien.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBOCORAN MIKRO ANTARA RESIN KOMPOSIT DAN GLASS IONOMER CEMENT SEBAGAI BAHAN PENUTUPAN FISURA (EVALUASI IN-VITRO SETELAH SATU BULAN APLIKASI)
Iin Sundari;
Viona Diansari;
Eka Julianti
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.378 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11713
Penutupan fisura merupakan metode pencegahan non-invasif yang efektif pada permukaaan gigi dengan pit dan fisura yang dalam dan sempit untuk mencegah terjadinya karies. Bahan penutupan fisura yang sering digunakan adalah resin komposit dan Glass Ionomer Cement (GIC). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang perbandingan tingkat kebocoran mikro antara resin komposit dan GIC sebagai bahan penutupan fisura melalui evaluasi in vitro setelah satu bulan aplikasi. Spesimen penelitian berjumlah 16 gigi premolar rahang atas dengan pit dan fisura yang dalam dan sempit. Spesimen ini dikelompokkan menjadi 2 kelompok perlakuan. Kelompok pertama menggunakan resin komposit (3M ESPE Clinpro) dan kelompok kedua menggunakan GIC (Fuji VII). Spesimen dilakukan pengkondisian selama satu bulan didalam inkubator dan direndam dalam larutan methilene blue 5% selama 24 jam. Spesimen kemudian diamati dengan menggunakan stereo mikroskop dan diukur tingkat kebocorannya. Skor kebocoran mikro menggunakan penetrasi dye dengan tiga kriteria skor yaitu 0, 1, dan 2. Data dianalisis menggunakan statistik nonparametrik (uji Mann Whitney). Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan skor kebocoran mikro yang signifikan antara bahan penutupan fisura resin komposit dan GIC (p0,05). Kelompok penutupan fisura dengan resin komposit memiliki rerata skor kebocoran mikro lebih kecil (0,25) dibandingkan kelompok penutupan fisura dengan GIC (1,875) setelah penutupan fisura satu bulan.
GAMBARAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE (SEM) MIKROSTRUKTUR PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANOFILER SETELAH PERENDAMAN DALAM KOPI ARABIKA GAYO
Viona Diansari;
Iin Sundari;
Noniza Deswitri
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.755 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11708
Resin komposit nanofiler merupakan restorasi estetik di bidang kedokteran gigi dengan kelemahan dapat menyerap cairan di sekitar permukaannya. Kopi arabika gayo merupakan salah satu kopi arabika unggulan di Aceh. Minuman kopi memiliki pH rendah (asam) yang dapat menyebabkan degradasi ikatan polimer dan partikel filer. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perubahan mikrostruktur permukaan resin komposit nanofiler sebelum dan setelah perendaman dalam kopi arabika gayo selama 4 dan 6 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris dengan rancangan pretest + posttest design group. Terdapat 4 spesimen resin komposit nanofiler yang berbentuk silinder dengan tebal 2 mm dan diameter 6 mm, dan dibagi dalam 2 kelompok yakni kelompok A berjumlah 2 spesimen (A1A2) yang direndam dalam minuman kopi arabika gayo selama 4 hari dan kelompok B berjumlah 2 spesimen (B1B2) direndam dalam kopi arabika gayo selama 6 hari. Mikrostruktur specimen diamati perubahannya dengan menggunakan scanning electron mcroscope (SEM) dengan perbesaran 3000x. Hasinya, terlihat area yang berwarna gelap/porus pada gambaran SEM. Setelah dianalisis dengan paired t-test dan unpaired t-test (p0,05) terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok A dan kelompok B. Kesimpulan: Semakin lama perendaman yang dilakukan semakin jelas terlihat perubahan yang terjadi.
PENGARUH TEKNIK PENCETAKAN FISIOLOGIS TERHADAP CACAT PERMUKAAN CETAKAN
Putri Welda Utami Ritonga;
Nafsani Fauzia
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (160.61 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11714
Prosedur penting yang harus dilakukan untuk mendapatkan cetakan dan membuat model kerja yang akurat adalah pemilihan dan penggunaan teknik pencetakan dan bahan cetak yang tepat. Pada pembuatan model kerja gigi tiruan cekat perlu diperhatikan kualitas permukaannya untuk mendapatkan model yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pencetakan fisiologis terhadap cacat permukaan cetakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Sampel pada penelitian ini adalah hasil pencetakan model induk dengan bahan elastomer, model induk berukuran 6,33 mm untuk ukuran mesiodistal, 8,02 mm untuk ukuran oklusogingival dan 28,25 mm untuk ukuran interabutment berjumlah 30 buah pada masing-masing teknik dan diperiksa cacat permukaan cetakannya dengan menggunakan kaca pembesar. Setelah itu, hasil dari cacat permukaan diuji menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan antara teknik pencetakan putty wash one-step dan two-step terhadap cacat permukaan. Dapat disimpulkan, kedua teknik pencetakan putty wash one-step dan two-step dapat digunakan untuk mendapatkan cetakan yang baik.
PENGARUH TEKNIK PENCETAKAN FISIOLOGIS TERHADAP CACAT PERMUKAAN CETAKAN
Putri Welda Utami Ritonga;
Nafsani Fauzia
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11714
Prosedur penting yang harus dilakukan untuk mendapatkan cetakan dan membuat model kerja yang akurat adalah pemilihan dan penggunaan teknik pencetakan dan bahan cetak yang tepat. Pada pembuatan model kerja gigi tiruan cekat perlu diperhatikan kualitas permukaannya untuk mendapatkan model yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pencetakan fisiologis terhadap cacat permukaan cetakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Sampel pada penelitian ini adalah hasil pencetakan model induk dengan bahan elastomer, model induk berukuran 6,33 mm untuk ukuran mesiodistal, 8,02 mm untuk ukuran oklusogingival dan 28,25 mm untuk ukuran interabutment berjumlah 30 buah pada masing-masing teknik dan diperiksa cacat permukaan cetakannya dengan menggunakan kaca pembesar. Setelah itu, hasil dari cacat permukaan diuji menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan antara teknik pencetakan putty wash one-step dan two-step terhadap cacat permukaan. Dapat disimpulkan, kedua teknik pencetakan putty wash one-step dan two-step dapat digunakan untuk mendapatkan cetakan yang baik.