cover
Contact Name
Johny S. Tasirin
Contact Email
jtasirin@unsrat.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
silvarum@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus UNSRAT, Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Silvarum
ISSN : -     EISSN : 29626390     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Silvarum adalah jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah tentang hasil penelitian dan tinjauan tentang ilmu kehutanan, pelestarian sumber daya hutan dan rehabilitasi hutan termasuk topik-topik lain yang terkait hutan dan kehutanan. Jurnal ini diterbitkan secara online dengan bentuk cetakan setahun sekali. Sirvarum terbit pertama kali pada tahun 2022 bulan April. Silvarum diturunkan dari istilah latin untuk hutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2022): Silvarum" : 6 Documents clear
Potensi Pariwisata Alam Terbuka di Gunung Soputan Jordy Y. Ransa; Martina A. Langi; Hard N. Pollo
Silvarum Vol. 1 No. 2 (2022): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.517 KB) | DOI: 10.35791/sil.v1i2.41312

Abstract

Gunung Soputan dengan ketinggian 1.784 mdpl, memiliki ciri hamparan padang pasir dan hutan-hutan pinus, serta memiliki banyak potensi pariwisata lainnya. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mempelajari persepsi masyarakat mengenai potensi pariwisata alam terbuka di Gunung Soputan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode fotografi dan wawancara. Penelitian ini mengambil 5 gambar pada 5 spot yang berada di Gunung Soputan, kemudian dibuat kuesioner yang berhubungan dengan hasil foto lalu diberikan ke masyarakat. Potensi pariwisata fotografi yang mendapatkan penilaian tertinggi adalah vegetasi hutan pinus, kemudian vegetasi rerumputan, kaki gunung, puncak gunung, dan daratan berpasir. Objek foto untuk kategori keindahan alam dengan nilai tertinggi adalah vegetasi rerumputan, diikuti vegetasi hutan pinus, kaki gunung, puncak gunung, daratan berpasir. Dan objek foto dengan daya tarik tertinggi berdasarkan penilaian adalah vegetasi rerumputan, lalu vegetasi hutan pinus. kaki gunung, puncak gunung, dan daratan berpasir.
Identifikasi Strata Tajuk Agrisilvikultur di Desa Warembungan Gusnayanti Rante; Semuel P. Ratag; Euis F.S. Pangemanan
Silvarum Vol. 1 No. 2 (2022): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.539 KB) | DOI: 10.35791/sil.v1i2.41313

Abstract

Agrisilvikultur merupakan sistem agroforestry yang mengkombinasikan antara tanaman kehutanan dan tanaman pertanian. Sistem agrisilvikultur di desa Warembungan memiliki pola tanam acak dan teratur yang membentuk suatu sistem mirip hutan, pada hutan alamiah memiliki lima strata tajuk yang digolongkan berdasarkan tinggi tegakan yaitu stratum A (> 30 m) stratum B (>20-30 m) stratum C (>4-20 m) stratum D (>1-4) dan stratum E (< 1 m). Identifikasi strata tajuk agrisilvikultur sendiri perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan komposisi tiap stratum, sebagai sumber data untuk studi lanjut yang berkaitan dengan agrisilvikultur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan yang terfokus pada jenis tanaman, jumlah tanaman, tinggi tanaman dan luas lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapati 55 jenis yang terdiri dari 11 jenis tanaman kehutanan dan 44 jenis tanaman pertanian. Jenis tanaman kehutanan yang paling banyak ditemukan pada petak sampel yaitu gamal (Gliricidia sepium) berjumlah 981 pohon dan jenis tanaman pertanian paling banyak yaitu daun nasi berjumlah 1479  rumpun, terdapat pada 4 stratum dalam 30 petak sampel. Stratum C dengan jenis tanaman terbanyak (33 jenis) dan stratum B paling sedikit (11 jenis). Kerapatan tiap stratum dipengaruhi oleh jumlah tanaman dan luas petak lahan. Kerapatan paling tinggi pada petak sampel A3 dalam stratum E (1644,74). Kerapatan paling rendah pada petak sampel A25 dalam stratum D (2,71).
Keanekaragaman Jenis Burung di Pulau Manado Tua Meilin S. Sidabutar; Johny S. Tasirin; Wawan Nurmawan
Silvarum Vol. 1 No. 2 (2022): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.695 KB) | DOI: 10.35791/sil.v1i2.41314

Abstract

Pulau Manado Tua adalah salah satu pulau di Kota Manado yang termasuk dalam Taman Nasional Bunaken. Pulau Manado Tua memiliki panjang garis pantai 12 km dengan ketinggian 0-869 m dari permukaan laut dan memiliki keanekaragaman jenis fauna dan flora yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung yang ada di Pulau Manado Tua sebagai data dan informasi untuk merencanakan strategi konservasi untuk melindungi komunitas burung dan habitatnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2022 dengan menggunakan metode point count. Hasil penelitian menunjukkan kekayaan jenis burung di Manado Tua mencapai 41 jenis dari 17 famili. Kekayaan jenis tertinggi di puncak gunung (21 jenis) dan diikuti aspek utara (19), selatan (18), barat (18) dan timur (15). Indeks Shannon-Wiener adalah 2.76 dan indeks kemerataan 0.74. Kesamaan komunitas rata-rata satu sama lainnya yang tertinggi dimiliki aspek timur dan aspek utara. Jenis burung yang memiliki indeks nilai penting paling tinggi adalah gagak hutan (Corvus enca), walet sapi (Collocalia esculenta), pergam laut (Ducula bicolor), cabai panggul kelabu (Dicaeum celebicum), dan burung-madu kelapa (Anthreptes malacensis).
Persepsi Masyarakat terhadap Program Kebun Bibit Rakyat di Desa Pontak Satu, Sulawesi Utara Herdiana Para’pak; Marthen T. Lasut; Semuel P. Ratag
Silvarum Vol. 1 No. 2 (2022): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.482 KB) | DOI: 10.35791/sil.v1i2.41315

Abstract

Kebun Bibit Rakyat yang adalah kegiatan pembuatan bibit tanaman hutan penghasil kayu dan hasil hutan bukan kayu (HHBK), yang dikelola oleh perhutanan sosial yang pembiayaannya bersumber dari dana pemerintah dan dipergunakan untuk penanaman sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat pada kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi masyarakat dan faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap program Kebun Bibit Rakyat di Desa Pontak Satu, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan.  Metode penelitian yang digunakan yaitu wawancara menggunakan kuesioner. Pentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 42 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap program Kebun Bibit Rakyat termasuk dalam kategori baik (skor keseluruhan 1.421 atau 75,19%). Hal ini didukung dengan manfaat yang dirasakan atau didapatkan oleh masyarakat Desa Pontak Satu meliputi menambah pendapatan (ekonomi), adanya lapangan pekerjaan, mendapatkan bibit, mengurangi terjadinya bencana alam (banjir dan tanah longsor) dan mata air tetap lestari. Faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap program Kebun Bibit Rakyat terdapat 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor Internal yaitu umur, tingkat pendidikan dan pekerjaan sedangkan untuk faktor eksternal yaitu kurangnya sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat, kurangnya tenaga penyuluh dari pihak kehutanan, dan jarak lokasi Kebun Bibit Rakyat.
Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Mesakada Kecamatan Tanduk Kalua, Sulawesi Selatan Monika Bayu; Hengki D. Walangitan; Devitha W. Kalitouw
Silvarum Vol. 1 No. 2 (2022): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.335 KB) | DOI: 10.35791/sil.v1i2.41317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kelompok tani dan para pihak dalam kegiatan pengelolaan HKm serta menganalisis dampak langsung kegiatan HKm pada pendapatan kelompok tani hutan kemasyarakatan di Desa Mesakada Kecamatan Tanduk kalua Kabupaten Mamasa. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November sampai Desember 2021, menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara secara mendalam. Penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling yang dalam pengambilan sampelnya mengunakan sistem snow ball (bola salju), dan sampel yang akan diambil yaitu ditentukan dengan menggunakan rumus slovin dengan ketetapan batas error 15%. Hasil penelitian menunjukkan Kelompok tani yang ada di Desa Mesakada berperan aktif dalam kegiatan pengelolaan HKm dimana kelompok tani dalam tahap sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan, monitoring, sampai evaluasi ikut serta dan aktif dalam kegiatan tersebut dan untuk pendapatan yang berdampak langsung pada masyarakat atau penerimaan langsung itu belum dirasakan untuk semua anggota kelompok karena kegiatan dan pemebentukan HKm di Desa Mesakada ini masih baru dimana kegiatan-kegiatan yang deprogram masih dalam tahap pemeliharaan dan belum memiliki hasil untuk dipasarkan kecuali bagi anggota kelompok yang memelihara/ternak babi itu dalam satu tahun berjalannya HKm sudah mendapat hasil/penerimaan langsung.
Keanekaragaman Jenis Burung di Hutan Produksi Terbatas Desa Iloheluma, Gorontalo Rifahmi Ibrahim; Wawan Nurmawan; Reynold P. Kainde
Silvarum Vol. 1 No. 2 (2022): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.482 KB) | DOI: 10.35791/sil.v1i2.41318

Abstract

Burung adalah satwa yang memiliki kemampuan untuk terbang sehingga burung dapat ditemukan di berbagai habitat baik di hutan, lahan pertanian, semak belukar, daerah perkotaan, dan perairan. Mengetahui keanekaragaman jenis burung pada kawasan ini penting untuk melestarikan berbagai jenis burung yang di temukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung di Hutan Produksi Terbatas Desa Iloheluma dan menganalisis keanekaragaman jenis burung. Penelitian yang telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2021 menggunakan metode IPA (Index Ponctualle de’Ambodance) waktu pengamatan untuk setiap titik selama 15 - 30 menit. Pegamatan dilakukan pada pagi pukul 06.00 - 09.00 dan sore pukul 15.00 – 18.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 85 jenis burung dari 36 famili di Hutan Produksi Terbatas Desa Iloheluma. Dengan nilai indeks keanekaragaman H’= 2,86 dengan kriteria indeks keanekaragaman yang kategori sedang. Keanekaragaman pada tiap tutupan lahan, pada hutan sekunder memiliki nilai tertinggi dengan nilai H’= 2,96, hutan primer dengan nilai H’= 2,78, lahan pertanian dan semak belukar memiliki nilai H’= 2,38, dan lahan pertanian bercampur semak memiliki nilai terendah dengan nilai H’= 2,12. Terdapat 27 jenis (31,76%) burung endemik, 53 jenis (62,35%) burung penetap (resident), 3 jenis (3,53%) burung migran (visitor), dan  2 jenis (2,35%) burung diintroduksi (introduction). Selain itu ditemukan 17 jenis (20,00%) burung yang dilindungi, dan 4 jenis (4,70%) dengan status Vulnerable dan Near threantened.

Page 1 of 1 | Total Record : 6