cover
Contact Name
Putu Indah Lestari
Contact Email
lppm@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
sintesa@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara, Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)
ISSN : -     EISSN : 28100840     DOI : -
Prosiding SINTESA merupakan sebuah forum ilmiah berupa seminar nasional bagi dosen dan peneliti dalam mendiseminasikan atau memublikasikan hasil penelitian serta pemikiran kritis dalam bidang teknologi, sains, dan sosial humaniora. Wadah berbagi pengetahuan, best practices, serta inspirasi bagi para peneliti sebagai wadah untuk berkolaborasi, mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi Iptek yang bermanfaat dan berdampak bagi ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA" : 84 Documents clear
KOMPONEN SENYAWA PENYUSUN LOLOH KUNYIT (curcuma longa, L) PRODUKSI DESA PEJENG, GIANYAR, SEBAGAI MINUMAN LOKAL MASYARAKAT BALI I. M., Murna; I.K., Suartana; N.K, Wiradnyani; P. Herry Sandayani
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen senyawa penyusun dariminuman loloh kunyit produksi desa Pejeng, Gianyar, UKM I Made Mastra sebagai minumanlokal masyarakat yang ada di Bali. Loloh kunyit dari daerah Pejeng Gianyar ini terbuat daribahan kunyit lokal yang di tanam di daerah Pejeng, Gianyar, dipergunakan dalam kondisi masihsegar, artinya menjelang waktu produksi baru di panen. Bahan yang digunakan dalam satu kaliresep adalah 300 gr kunyit segar, 25 gr daun sirih dicuci bersih dan di kupas, kemudian di rajangkecil-kecil selanjutnya di blender kemudian di tambahkan 30 gr asam jawa, 100 gr gula merah,10 gr garam, dan 5 gr cabe, 5 gr terasi yang sudah di panggang (Suartana, 2018). Maslah yangdijumpai adalah minuman loloh kunyit ini belum diketahui komponen senyawa penyusunya.Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, sampel di analisis menggunakan metode GC-MSuntuk diidentifikasi kandungan komponen senyawa penyusunnya. Hasil penelitian menunjukkanbahwa diidentifikasi 12 senyawa yang terkandung di dalamnya yaitu: 2-Amino-1,3-propanadiol(14,65%), 1-propanol,2-methyl-(13,89%), 1,3,5-Triazine-2,4,6-triamine (5,99%), N-Nitroso-2-methyl-oxazolidine (2,16%), N,N-dimethylsuccinamic acid (6,50%), 5-hydroxymethylfurfural(5,33%), 1,3-cyclohexanediamine (1,21%), Hydantoic acid (2,73%), 5-amino-3-methylpyrazole(1,72%), 1-tetradecanamine (33,51%), azetidin-2-one 3,3-dimethyl-4-(1-aminoethyl) (7,84%),Isopropylamine, N-acetyl (4,47%).Kata Kunci: Pejeng Kelod, Minuman loloh Kunyit, GC-MS.ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the components of the constituent compoundsof turmeric loloh drinks produced by Pejeng village, Gianyar, UKM I Made Mastra as a localbeverage for the people in Bali. This round of turmeric from Pejeng Gianyar area is made fromlocal turmeric which is planted in Pejeng area, Gianyar, used in fresh conditions, meaning thatbefore the production time is harvested. The ingredients used in one recipe are 300 gr of freshturmeric, 25 gr of betel leaf washed and peeled, then chopped in small pieces then in a blenderthen add 30 gr of tamarind, 100 gr of brown sugar, 10 grams of salt, and 5 gr of chili, 5 gr of shrimp paste that has been roasted (Suartana, 2018). The problem encountered is that turmeric loloh drink is not known to its compound component. This research was conducted experimentally, the sample was analyzed using the GC-MS method to identify the constituent components of its constituent compounds. The results showed that 12 of the compounds contained therein were identified: 2-Amino-1,3-propanadiol (14.65%), 1-propanol, 2-methyl- (13.89%), 1,3,5- Triazine-2,4,6-triamine (5.99%), N-Nitroso-2-methyl-oxazolidine (2.16%), N, N-dimethylsuccinamic acid (6.50%), 5-hydroxymethylfurfural (5 , 33%), 1,3-cyclohexanediamine (1.21%), Hydantoic acid (2.73%), 5-amino-3-methylpyrazole (1.72%), 1-tetradecanamine (33.51%), azetidin-2-one 3,3-dimethyl-4- (1-aminoethyl) (7.84%), Isopropylamine, N-acetyl (4.47%).Keywords: Pejeng Kelod, Kunyit loloh drink, GC-MS.
HUBUNGAN MEDIA SOSIAL DENGAN ASUPAN ZAT BESI PADA REMAJA Merensi Sisilia Karemu; Ravi Masitah; Resti Kusumarini Samben
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRemaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yaitu adanya perubahan fisik, fisiologis, dan psikologi. Media sosial merupakan salah satu yang dapat membawa perubahan perilaku pada remaja yang diakibatkan oleh perkembangan internet, media sosial dapat memudahkan remaja untuk mengakses informasi yang dibutuhkan dan berkomunikasi. Rancangan penelitian cross sectional sampel berjumlah 30 remaja. Teknik pengambilan sampel yang di gunakan purposive sampling, analisis data statistik uji Somers’d dengan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan frekuensi pengunaan media sosial dengan asupan zat besi (p<0,05), namun tidak ada hubungan durasi dan pemanfaatan isi pesan media sosial dengan asupan zat besi (p>0,05). Pemanfaatan media sosial yang tepat dapat membantu memperbaiki asupan zat besi remaja.Kata kunci: Social Media, Iron Intake, AdolescentsABSTRACTAdolescent is a transition period from children to adults, there are change of physical, physiological, and psychological. Social media is one that can bring changes behavior in adolescents that caused by the development of internet, social media can facilitate adolescents to access information and to communicate easily. The cross-sectional study design sample was 30 adolescents. The sampling technique used purposive sampling, analysis of Somers'd test data by using SPSS version 22. The results showed that there was correlation between the frequency of using social media and iron intake (p <0.05), but there was no relationship between duration and utilization of contents social media messages with iron intake (p> 0.05). Using the right social media can help improve adolescents’ iron intake.Keywords: Social Media, Iron Intake, Adolescents
PENGUJIAN FUNCTIONAL SUITABILITY PADA IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKSARA BALI BERBASIS AUGMENTED REALITY Gerson Feoh; Rheza Paleva Wiryadikara
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAksara Bali sebagai salah satu aksara daerah yang sampai saat ini menjadi salah satu tulisan daerah yang wajib diperkenalkan kepada anak-anak sekolah mulai usia Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas di Provinsi Bali. Model pembelajaran konvensional mengenalkan Aksara Bali seringkali tidak berhasil karena kurang menariknya proses pengenalan dan pembelajaran Aksara Bali tersebut. Untuk itu, diperlukan metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, salah satu nya menggunakan Augmented Reality, atau lebih dikenal dengan AR-Learning. Dengan memanfaatkan smartphone berbasis Android, pembelajaran Aksara Bali tentunya akan lebih menyenangkan siswa-siswi Sekolah Dasar khususnya SDN 1 B.B Agung sebagai studi kasus dalam penelitian ini. Untuk itu diperlukan pengujian Functional Suitability yaitu Black-box Testing dan Usability untuk mengetahui sejauh mana sistem dapat memenuhi kebutuhan ketika digunakan dalam proses pengenalan Aksara Bali menggunakan AR-Learning, dimana hasil pengujian black-box testing hasil uji yang baik terhadap 8 fungsi dan standar usability mencapai 78,58% dengan klasifikasi baik.Kata kunci: Functional Suitability, Black-box Testing, Usability, AR-Learning, SDN 1 B.B AgungABSTRACTBalinese script is one of the regional scripts which until now has become one of the regional writings that must be introduced to school children from the age of Elementary School to High School in the Province of Bali. Conventional learning models introducing Balinese scripts are often unsuccessful because of the lack of interest in the process of introducing and learning the Balinese script. For this reason, we need a learning method that utilizes technology in learning, one of which uses Augmented Reality, better known as AR-Learning. By utilizing an Android-based smartphone, learning Balinese scripts will certainly be more fun for elementary school students, especially SDN 1 B.B Agung as a case study in this study. For this reason, testing for Functional Suitability is required, namely Black-box Testing and Usability to determine the extent to which the system can meet the needs when used in the introduction of Balinese script using AR-Learning, wherein the black-box testing results test 8 functions and usability standards. reached 78.58% with good classification.Keywords: Functional Suitability, Black-box Testing, Usability, AR-Learning, SDN 1 B.B Agung
CERITA RAKYAT RAJA SRI JAYAPANGUS DI DESA CATUR KINTAMANI: PENDEKATAN STRUKTUR DAN FUNGSI Ni Nyoman Tri Sukarsih; Ni Made Diana Erfiani
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKajian ini bertujuan untuk menganalisis struktur cerita rakyat masyarakat Bali umumnya serta masyarakat di desa Catur, Kintamani khususnya. Metode kualitatif diterapkan yaitu, berupa analisis deskriptif diperoleh dari hasil interview mendalam dari tiga informan kunci dan dipadukan dengan naskah cerita rakyat yang sudah ada. Naskah tersebut dibaca dengan metode pembacaan heuristik dan hermeneutik. Metode kualitatif bersifat induktif dimulai dari observasi terhadap cerita rakyat untuk melegitimasi teori sturktural sastra. Penelitian didukung oleh pendekatan stuktural dari kaum strukturalis yang dikemukakan oleh Propp (1987). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 11 fungsi pada struktur cerita rakyat ini dari 31 fungsi narasi yang dikemukakan Propp yang berarti teori struktural berhasil dilegitimasi. Secara struktural, kajian ini berorientasi pada: (1) analisis teks naratif; (2) implementasi teori struktural dan bagaimana struktur cerita rakyat dibangun oleh serangkaian motif yang membentuk tema.Kata kunci: cerita rakyat, struktur, fungsi.