cover
Contact Name
Ridwan
Contact Email
ridwanrocan03@gmail.com
Phone
+62813588608589
Journal Mail Official
jaka@kemenag.go.id
Editorial Address
Jln. Lapangan Banteng No 3-4 Ps Baru Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JAKA
ISSN : 29624320     EISSN : 29624266     DOI : https://doi.org/10.53515/jaka.v1i1
JAKA: Jurnal Analisis Kebijakan Kementerian Agama (ISSN: 2962-4320; E ISSN: 2962-4266) Sekretariat Jenderal Kementerian tentang: Pendidikan (education) Keagamaan (religious) Moderasi beragama (religious moderation) terbit sebanyak 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Juli-Desember dan Januari-Juni
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2023): Januari-Juni" : 5 Documents clear
Memutus Islamophobia di Indonesia Dengan Penguatan Moderasi Beragama Fathul Mu’in; Arif Budiman; Arif Fikri
JAKA: Jurnal Analisis Kebijakan Kementerian Agama Vol. 2 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Biro Perencanaan Kementerian Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.596 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahaya Islamophobia bagi keutuhan negara. Sebab, belakangan ini islamophobia semakin berkembang dan didengungkan oleh para buzzer di tanah air. Di sisi lain, phobia terhadap Islam juga karena praktek keagamaan yang bertentangan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin sehingga diperlukan moderasi beragama. Kajian ini menggunakan metode kepustakan yang datanya diperoleh dari buku, artikel ilmiah dan pemberitaan di media massa. Kajian ini menemukan bahwa islamophobia sengaja diciptakan oleh orang yang benci terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Mereka menggambarkan simbol Islam dan ajarannya tidak cocok diterapkan di dunia lantaran mengajarkan terorisme dan radikalisme. Islamophobia belakangan ini makin karena konten maupun narasinya diproduksi dan disebarkan oleh buzzer melalui media sosial. Hal ini mengakibatkan medsos dipenuhi kebencian terhadap Islam sehingga baik antar sesama umat Islam maupun dengan umat non muslim saling caci maki dan lapor polisi. Islamophobia di Indonesia bisa diputus dengan penguatan moderasi beragama oleh pemerintah, tokoh agama dan masyarakat. Dengan begitu maka akan terwujud keharmonisan dan perdamaian di bumi nusantara bahkan dunia.
Implementasi Kebijakan Kementerian Agama Terhadap Moderasi Beragama di Provinsi Kepulauan Riau Krismon Tri Damayanti; Khatijah ijah; Halimah Halimah; Utha Chuandra utha; Hanafi Hanafi; Yusuf Hadamean Usuf
JAKA: Jurnal Analisis Kebijakan Kementerian Agama Vol. 2 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Biro Perencanaan Kementerian Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.257 KB)

Abstract

Religious moderation is one of the efforts to strengthen and strengthen a harmonious, safe, and peaceful religious life. The government in this case the Ministry of Religious Affairs considers strengthening religious moderation as a strategic effort in maintaining the integrity of the nation amidst the religious diversity in Indonesia. The study in this paper is one of the efforts to see the extent to which the Ministry of Religious Affairs' policy on religious moderation programs is implemented in the people of Riau Islands Province. In this study, researchers used interview and observation techniques at the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of Riau Islands Province. The results of research related to the Ministry of Religious Affairs' policy towards religious moderation in the Riau Islands province are that religious moderation has been implemented in the Riau Islands province with programs and activities carried out. Religious moderation activities are carried out by socializing continuously through Banners, Banners, Flayers, and social media (Whatsapp, Facebook, Instagram, Youtobe, and Tiktok), as well as strengthening religious moderation is intensified by coaching extension workers, teachers, students and the community.
Minat Berzakat Generasi Milenial Indonesia Muhammad Sukrianto
JAKA: Jurnal Analisis Kebijakan Kementerian Agama Vol. 2 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Biro Perencanaan Kementerian Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.472 KB)

Abstract

Abstract The purpose of this study is to identify the factors influencing the intention of Indonesian millennials to pay zakat.The study used the Theory of Reasoned Action (TRA), the extended Theory of Planned Behavior (TPB), and the Technology Acceptance Model (TAM) – to investigate the factors influencing the behavioral intention of Indonesian millennials to pay zakat. The theories introduce four variables (i.e., attitude, trust in zakat institution, religiosity, and electronic payment) in predicting their intention to pay zakat. The data were obtained from 394 millennial Moslems who live in several cities in Indonesia. The method applied was a purposive sampling of Indonesian millennial Moslems who are already working and must pay zakat. The data were analyzed using structural equation modeling (SEM) via Amos software. The results of the study show that attitude, trust in zakat institution, religiosity, and electronic payment are statistically significant in influencing the intention of millennial Moslems in Indonesia to pay zakat. The study significantly contributes to the Zakat institution in Indonesia to plan, strategize, and implement an effective intervention by stressing the importance of intention in forming the behavior of millennials in paying zakat. However, the limitation is that this study only focuses on Indonesian millennials, therefore, a cross-generational study may be performed in the future to understand the similarities and differences across generations. Keywords: Zakat, Indonesia, Moslem, Millennials, Intention, Attitude, Trust, Religiosity, Electronic payment.
Reformulasi Kuota Haji Indonesia: Prospektif Kebijakan, Advokasi dan Kontra Narasi Isu Politis HM Affan Rangkuti
JAKA: Jurnal Analisis Kebijakan Kementerian Agama Vol. 2 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Biro Perencanaan Kementerian Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.008 KB)

Abstract

Indonesian Hajj Quota Reform: Policy Prospectives, Advocacy & Counter Narrative Political Issues Abstract: The lengthy waiting time for Indonesian pilgrims is one of sensitive issues that public feels have never been resolved throughout any Hajj season. It is crucial and necessary to do research to support the government in formulating tactical and strategic efforts. This research may also be utilized as public advocacy to reconcile pilgrims and halt the flow of political decline in the performance of the Directorate General of Hajj and Umrah, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia. The Ministry, as the operator of the Hajj organization, is responsible for resolving any concerns that may arise. The research uses a quantitative method with graphic visualization based on the latest data on congregations, hajj quotas, policies, and data-driven research results. Keyword: Hajj; Hajj Quota; Hajj Waiting Period.
Kepatuhan Kepala Kantor Urusan Agama Terhadap Isbat Nikah Yang Bertentangan Dengan Peraturan Perundang-Undangan Perkawinan Insan Khoirul Qolbi Pane
JAKA: Jurnal Analisis Kebijakan Kementerian Agama Vol. 2 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Biro Perencanaan Kementerian Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.357 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah bahwa banyaknya penetapan pengadilan (isbat nikah) yang bermasalah atau dinilai bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perkawinan, dimana sebagian Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) menolak putusan pengadilan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa para Kepala KUA menolak isbat nikah yang bertentangan dengan peraturan pencatatan perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan yuridis empiris dengan pengumpulan data melalui survei dan wawancara. Hasilnya adalah adanya penolakan Kepala KUA untuk mencatat perkawinan berdasarkan isbat nikah dengan alasan bertentangan dengan peraturan pencatatan perkawinan, tidak tepat karena tidak sesuai dengan asas pemerintahan yang baik dan kepatuhan hukum. Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan masukan kepada Menteri Agama untuk mengubah ketentuan dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019 tentang Pencatatan Pernikahan agar terjadi keseragaman dalam pencatatan pernikahan berdasarkan isbat nikah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5