cover
Contact Name
Ikhwannur Adha
Contact Email
ikhwannur.adha@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jigpangea@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Jl. Padjajaran, Sleman, Yogyakarta, Indonesia. 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Geologi pangea
ISSN : 2356024X     EISSN : 2987100X     DOI : https://doi.org/10.31315
Jurnal Ilmiah Geologi Pangea (JIG Pangea) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JIG Pangea covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining, and Geography. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 219 Documents
GEOLOGI DAN ESTIMASI PERHITUNGAN CADANGAN GAS LAPISAN ”X”, FORMASI BERAI DI LAPANGAN HR, CEKUNGAN MAKASAR SELATAN BERDASARKAN DATA LOG SUMUR DAN SEISMIK Herry Azhar Kahfi
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.299 KB)

Abstract

SARI – Cekungan Makasar dan merupakan lapangan yang dikelola oleh Oil Company MPI, daerah telitian termasukdalam Cekungan Makasar. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini berupa pemetaan geologi bawah permukaanberdasarkan data log sumur dan seismik, terdiri atas tahap persiapan, penelitian, dan penyusunan laporan. Berdasarkananalisis dari data log, Formasi Tanjung bertindak sebagai source rock yang ada di daerah ini tersusun atas endapan synriftdidominasiolehfasieskompleksdataranaluvial.Fasieskomplekskipasaluvialdapatditemukandenganpolayangsejajardengan pola struktur rift utama dengan komposisi material sedimen yaitu fluvio-deltaic berupa batubara danlacustrine shale/endapan danau. Penelitian berfokus pada sumur yang berada di Lapangan “HR”, dengan menggunakanlog Gamma Ray, Spontaneous Potential, Resistivity, Neutron, Density dan Sonic. Sumur-sumur yang digunakan adalahSS-2, SS-3, SS-4. Penelitian ini dilakukan pada Lapisan “X” yang berada di Formasi Berai sebagai reservoar. Litologiyang terdapat pada Lapisan “X” tersusun oleh batugamping wackstone sampai packstone. Dengan kedalaman antara4222-4540 feet dan ketebalan 318.0 feet. Karbonat Lapisan “X” memiliki nilai Porositas Net Pay = 14,87 , Vsh NetPay = 2,42%, Saturasi Air Net Pay (Sw) = 26,87%, N/G= 0.9,Fluid Type = Gas. Berdasarkan hasil analisis perhitungancadangan deterministik dengan menggunakan Gross Rock Volume pada Lapisan “X” didapatkan jumlah cadanganadalah sebesar 13.280 TCF.Kata-kata kunci: reservoir, cadangan, gas.
PEMODELAN GEOMETRI RESERVOAR LAPISAN A & B, FORMASI BALIKPAPAN, LAPANGAN “X”, CEKUNGAN KUTAI, KALIMANTAN TIMUR Henokh Prasetyo Sutowijoko
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI - Lapisan A dan B, Lapangan “X”, Formasi Balikpapan, termasuk dalam Cekungan Kutai yang berada padawilayah kerja operasional PT. Pertamina EP Asset 5. Daerah telitian terletak pada Kecamatan Sambutan, KotaSamarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persebaran reservoar yang meliputilitologi, fasies, properti petrofisika serta jumlah cadangan hidrokarbon yang ada pada Lapisan A dan Lapisan B. Metodeyang digunakan yaitu penelitian secara deskriptif, analitatif, dan kuantitatif dengan mengintegrasikan data-data darisumur, mudlog, dan data seismik. Hasil analisis menunjukkan litologi yang berperan menjadi batuan reservoar padaLapisan A dan Lapisan B merupakan batupasir dengan jenis fasies distributary channel yang berarah ke Timur, denganlingkungan pengendapan delta plain. Perhitungan volumetrik menunjukkan jumlah cadangan hidrokarbon sebesar79.707.127 MSCF gas dan 292.893 STB minyak. Disarankan agar dilakukan uji produksi pada lapisan B denganpertimbangan parameter petrofisik cutoff parameter volume serpih 0,5; porositas 0,11; saturasi air 0,7; ketebalan NetPay 110 ft, dan cadangan STOIIP minyak total sebesar 292.893 STB.Kata - kata kunci : Formasi Balikpapan, Persebaran Reservoar, Distributary Channel, Volumetrik
GEOLOGI DAN POLA SEBARAN BATUBARA SEAM A, B DAN C, DAERAH BINAI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR, KABUPATEN BULUNGAN. PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Rusdiyanto Rudiyanto
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.546 KB)

Abstract

SARI - Lokasi penelitian berada di wilayah konsesi PT. Delma Mining Corporation, Secara administratifterletak pada cakupan wilayah Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, PropinsiKalimantan Timur. Secara geografis daerah telitian berdasarkan koordinat UTM (UniversalTransverse Mercator)WGS 84 termasuk pada zona 50 N dengan koordinat telitian yaitu X = 579500mE– 584500mE dan Y = 288500mN– 291500mN. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 2 (dua) bentukan asal dan 3 (tiga) bentuklahan. Bentukan asal Fluvial (F) yang terdiri atas satuan bentuk lahan dataran Aluvial (F1) dan satuan betuklahan Tubuh sungai (F2).Bentukan asal Struktural (S) yang terdiri atas satuan bentuk lahan perbukitan homoklin(S1).Stratigrafi daerah penelitian termasuk dalam Formasi Sajau yang terdiri dari 3 (tiga) satuan batuan. Satuantersebut dari tua ke muda adalah :Satuan batulempung Sajau, Satuan batupasir Sajau yang berumur Pliosen –Plistosen dan endapan Aluvial. Daerah penelitian terletak pada sayap – sayap antiklin di bagian timur laut di luardari batas lokasi pengamatan, sehingga menyebabkan kemiringan lapisan batuan di daerah penelitian relatif kearah barat daya.Sejarah geologi daerah penelitian dimulai sejak Pliosen dimana batuan tertua di daerah penelitianpertama kali diendapkan. Kala Pliosen hingga Plistosen terbentuk Formasi Sajau yang diendapkan secara selarasdi atas Formasi Sinjin, pada lingkungan Fluvial dan Delta, kemudian mengalami proses pengangkatan, sehinggamenyebabkan endapan atau lapisan yang semula lateral menjadi tinggian dan rendahan. Daerah telitianmengalami proses erosional yang dikontrol oleh tubuh sungai, diendapkan aluvial hasil erosi sungai, yang prosespengendapannya masih berlangsung sampai sekarang. Pola sebaran batubara daerah penelitian dengan arahrelatif kemenerusan (strike) barat laut-tenggara dengan arah kemiringan (Dip) barat daya. Pada daerah penelitianterdapat 3 seam batubara, yaitu seam A dengan tebal 7,5-15 meter, seam B dengan tebal 7,5-12,5 meter danseam C dengan tebal 7,5-12,5 meter. Batubara daerah penelitian mengalami spliting dan dibagi menjadi bebeapaseam upper dan lower yaitu yaitu seam A Upper 1, seam A Upper 2, seam A Lower, seam B Lower, seam CUpper 1 dan seam C Upper 2. Kata kunci : seam, upper, outcrop, batubara, shally coal, log bor
GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK BATUAN PADA KONTAK HEAVY SULFIDE ZONE BAGIAN TIMUR TAMBANG GRASBERG BLOCK CAVE PT. FREEPORT INDONESIA, MIMIKA, PAPUA Alvian Kristianto Santoso
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.994 KB)

Abstract

Sari - Satuan batuan pada daerah penelitian dibagi menjadi 8 satuan. Dari tua ke muda, satuan batuan padadaerah penelitian antara lain, Dolomit Waripi; Batugamping Faumai; Diorit Dalam; Andesit Fragmental Dalam;Andesit Dalam; Diorit Plagioklas; Andesit Main Grasberg dan Diorit South Kali. Sedangkan Alterasi daerahpenelitian dibagi menjadi alterasi potasik, skarn, endoskarn, silika, filik dan penggantian sulfida. Strukturgeologi daerah penelitian dibagi menjadi 5 arah umum yaitu arah Barat berupa sesar turun, arah Timur Laut 1berupa sesar mendatar kiri, arah Selatan berupa sesar turun, arah Tenggara berupa sesar mendatar kiri, dan arahTimur Laut 2 berupa sesar kanan. Karakter batuan pada batuan sedimen karbonat dekat Heavy Sulfide Zoneterbagi menjadi skarn dan marmer atau dolomit dengan urat intensif, serta marginal (dissolution) breccia yangmencirikan pelarutan dan infiltrasi fluida sisa sulfida. Karakter batuan pada Heavy Sulfide Zone terbagi menjadipirit ± pirhotit masif (pada dolomit) dan pirit masif (pada marmer / batugamping, pasir sulfida, breksi sulfida,serta perselingan sulfida. Sedangkan karakter batuan pada kontak batuan beku dengan Heavy Sulfide Zoneberupa alterasi endoskarn dan alterasi silika. Heavy Sulfide Zone di bagian utara dari intrusi Diorit South Kaliberukuran tebal dengan komponen utama pirit, dan nilai RQD yang buruk- sedang serta kandungan air waterdripping - water flowing. Pada Heavy Sulfide Zone di bagian selatan dari intrusi Diorit South Kali, ukurannyalebih tipis, dengan komponen pirit±pirhotit, dan nilai RQD sedang-sangat baik dan kandungan air dry-waterdripping.Kata-kata kunci: Heavy Sulfide Zone, Grasberg Block Cave, Alterasi
GEOLOGI DAN STRUKTUR GEOLOGI DAERAH KROBOKAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN JUWANGI, KABUPATEN BOYOLALI, JAWA TENGAH Ismael Vieira Meco
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.869 KB)

Abstract

Sari - Daerah penelitian yang terletak pada Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah terbagi menjadi 2 satuan bentuk asal dan 4 satuan bentuk lahan. Bentuk asal struktural yang terdiri dari perbukitanhomoklin, perbukitan sinklin, dan lembah antikklin serta bentuk asal fluvial yang terdiri dari dataran alluvial. Polapengaliran yang berkembang pada daerah penelitian adalah subdendritik, subparalel, dan rectangular, dengan tipegenetic subsekuen, resekuen, dan obsekuen. Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari 3 satuan batuan dari tua ke muda:satuan batupasir Kerek, satuan batupasir Banyak dan endapan aluvial. Lingkungan pengendapan daerah penelitianmeliputi Kipas bawah laut bagian tengah hingga bawah, pada kedalaman batial bawah dan paparan tengah – luar padakedalaman neritik tengah hingga luar. Struktur Geologi pada daerah penelitian terdiri dari sesar naik, sesar mendatarkiri, dan lipatan yang berkembang pada zona foreland akibat tektonik kompresi dengan tegasan berarah utara – selatanpada kala Plio-Plistosen. Pada daerah penelitian terdapat potensi positif berupa penambangan batu kali dan potensinegatif berupa gerakan massaKata – kata kunci : foreland, kompresi, sesar. 
GEOLOGI DAN STUDI LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI KEREK DAERAH KARANGGATAK DAN SEKITARNYA KECAMATAN KLEGO KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH Muhammad Lukman Baihaqi
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI - Daerah penelitian Secara administrasi terletak di daerah Karanggatak dan sekitarnya, Kecamatan Klego,Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis terletak di koordinat UTM X: 466000-471000 danY :9187000–9192000 UTM (Universal Transverse Mercator) .Bagian utara dari daerah penelitian dibatasi olehDesa Kemusu, disebelah timur dibatasi oleh Desa Andong, disebelah barat dibatasi oleh Desa Karanggede, dandisebelah selatan dibatasi oleh Desa Simo. Luas daerah telitian adalah 25 km2.Berdasarkan aspek-aspek geomorfologi, maka daerah penelitian dapat dibagi menjadi 5 subsatuan geomorfik yaitu: perbukitan struktural(S1), lembah struktural (S2), dataran aluvial (F1), Tubuh Sungai ( F2 ) , Perbukitan Terkikis Sedang (D1) . Polapengaliran yang berkembang pada daerah telitian adalah Rectangular.Stratigrafi daerah penelitian terdiri atas empat satuan litostratigrafi tidak resmi dengan urutan dari tua ke mudaadalahsatuan batupasir karbonatan Kerek (Miosen Tengah -Akhir), satuan batulempung karbonatan Kerek(Miosen Akhir) yang terendapkan secara selaras di atas satuan batuasir karbonatan Kerek, satuan breksiNotopuro (Plistosen) yang terendapkan secara tidak selaras diatas satuan batulempung karbonatan Kerek, satuanEndapan aluvial (Holosen)yang terendapkan secara tidak selaras diatas batuan yang lebih tua. Struktur geologiyang berkembang di daerah penelitian terdiri dari struktur sesar naik Kauman, sesar mendatar kananGondanglegi, sesar mendatar kiri Karangmojo, Stuktur sinklin Karanggatak, antiklin Kauman, dan sinklin Bawuyang merupakan hasil pengaruh tektonik kompresi dengan tegasan berarah utara-selatan yang berlangsung padakala PliosenBerdasarkan hasil analisa lingkungan pengendapan pada Formasi Kerek disimpulkan bahwa lingkunganpengendapan Satuan batupasir karbonatan Kerek adalah pada lingkungan Kipas bawah laut dengan mekanismearus turbidit pada Sub-lingkungan Middle fan yaitu pada fasies “Smooth portion of suprafan lobes”. SedangkanSatuan batulempung karbonatan Kerek di daerah penelitian diendapkan pada lingkungan Kipas bawah lautdengan mekanisme arus turbidit pada “Lower Fan.Kata-kata kunci : Formasi Kerek , Lingkungan Pengendapan , Kipas Bawah Laut.
Geologi dan Potensi Alterasi Mineralisasi Daerah Tegallega dan Sekitarnya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat Michael Nicodemus Naiola
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari - Secara administratif, lokasi penelitian termasuk dalam wilayah Kecamatan Cidolog, KabupatenSukabumi, Provinsi Jawa Barat. Secara Universal Tranverse Mercator (UTM) terletak pada koordinat 699000 – 704000 Me dan 9192000 – 9198000 mN (koordinat UTM) dengan posisi fisiografis masuk pada zonaPegunungan Selatan Jawa Barat yang mencakup 5 km x 6 km dengan luas daerah telitian 30 km2. Melalui pendekatan di lapangan dan berdasarkan klasifikasi menurut Van Zuidam (1983), Daerah telitian secara geomorfologi dibagi menjadi tiga Satuan bentuk asal yaitu Satuan bentuk asal Sturktural (S),Satuan bentuk asal Vulkanik (V), dan Satuan bentuk asal Fluvial (F), serta enam sub satuan geomorfik yaitusatuan geomorfik perbukitan homoklin berlereng miring - curam (S1), satuan geomorfik lembah homoklinberlereng curam – sangat curam (S2), satuan geomorfik perbukitan intrusi berlereng agak curam – curam (V3),satuan geomorfik perbukitan vulkanik berlereng miring–curam (V1), satuan geomorfik lembah vulkanikberlereng miring (V2) dan Satuan Endapan Aluvial (F1).Geologi daerah telitian dibagi menjadi lima satuan batuan dari yang paling tua sampai muda yaituSatuan Batupasir Tufan Jampang, Satuan Intrusi Dasit Jampang, Satuan Batupasir Karbonatan Beser, SatuanIntrusi Andesit Beser dan Satuan Endapan Aluvial yang dibedakan berdasarkan ciri fisik dan komposisi mineralpenyusun.Struktur geologi yang berkembang di daerah telitian berupa sesar normal (Normal slip Fault,klasifikasi Rickard, 1972) yang dijumpai pada Lokasi Pengamatan (LP) 63 dengan kedudukan bidang sesar N33° E/70° dan gores garis 220, N 015° E dan rake 300. serta kekar – kekar yang mengontrol proses alterasi dan mineralisasi berarah W ─ E (barat – timur ) dan beberapa ada yang berarah NE – SW (timur laut-barat daya) danN – S (utara-selatan). Tipe alterasi hidrotermal yang terbentuk di daerah telitian dikelompokkan menjadi tigatipe alterasi yaitu alterasi Silisifikasi, alterasi Argilik dan alterasi Propilitik. Di daerah telitian juga dijumpaikekar-kekar yang terisi kuarsa atau (veinlets).Mineralisasi yang berkembang di daerah telitian yaitu klorit, pirit, kalkopirit, galena. Berdasarkanpengukuran dan pengamatan serta analisa yang dilakukan bahwa mineralisasi dikontrol oleh struktur geologiberupa sesar dan kekar. Tekstur urat yang erat hubungannya dengan kehadiran unsur Au, Ag, Pb dan Zn yangberdasarkan hasil analisa kimia/AAS (Atomic Absorbtion Spectophotometri). Kata-kata kunci: geologi, alterasi, mineralisasi
GEOLOGI DAN PENGARUH INTRUSI TERHADAP KUALITAS BATUBARA SEAM A1 DAN A2 FORMASI MUARA ENIM DAERAH TAMBANG AIR LAYA, KECAMATAN LAWANG KIDUL, KABUPATEN MUARA ENIM, PROVINSI SUMATERA SELATAN Adhimas Permana Putra
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.635 KB)

Abstract

ABSTRACT - Intrusion is one of reasons that caused difference of coal rank. Changes in coal rank due to by pressureand temperature which occurs in particular time and pressure by intrusion. In order to determine coal rank, which canbe done by Proximate Analyzing (Chemistry Test, ASTM). Which determines percentage of moisture, volatile matter,fixed carbon, and ash with a certain method at general coal laboratory? Effect of intrusion in coal ranks not tooextensive, it only affects the area that has direct contact to the intrusion. The closer the coal to the intrusion, the morepossibility of better rank than the coal that further to the intrusion.Keywords: intrusion, coal rank.
KENDALI STRUKTUR TERHADAP ALTERASI DAN MINERALISASI PROSPEK “PBK” Ardiansyah Marbun
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI -Penelitian dilakukan di daerah explorasi Tambang Emas Martabe, Batang Toru, Tapanuli Selatan, SumateraUtara. Pola pengaliran yaitu subparalel dengan bentuk lahan perbukitan struktural dan tubuh sungai. Stratigrafi dibagimenjadi 4 yaitu satuan perselingan batulanau dengan batupasir terubah, satuan andesit terubah, breksiphereatomagmatik terubah dan satuan andesit terubah. Struktur yang berkembang berupa perlapisan, kekar, dan sesar.Pola urat berdasarkan hasil statistik didapatkan extention joint berarah utara-selatan dan barat-timur merupakan releasejoint. Pola sesar dengan pergerakan obliq memiliki arah relatif barat laut- arah, utara-selatan dan timur laut – baratdaya. Zona Alterasi terdiri dari kuarsa ± silika, dickit ± kaolinit ± piropilit, illit, illit ± smektit, illit ± smektit ± klorit,dan klorit ± kalsit. Mineralisasi daerah penelitian terdiri dari pirit, galena, sphalerit, tenantit dan terdapat unsur Cu, As,Pb, Zn digunakan sebagai indikasi Au,Ag. Urat yang mengandung unsur Cu, As, Pb, Zn adalah urat dengan arah utara –selatan.Tipe endapan adalah sulfidasi rendah. Kata - kata kunci : Martabe, Alterasi, Mineralisasi, Sulfidasi Rendah.
GEOLOGI DAN MINERALISASI ENDAPAN EPITERMAL SULFIDASI RENDAH DAERAH MANGKUALAM DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIMANGGU, KABUPATEN PANDEGLANG, PROVINSI BANTEN Muchlis Setiawan
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.475 KB)

Abstract

SARI - Lokasi penelitian terletak pada busur volkanik menempati fisiografi Zona Bayah Jawa Barat dengankondisi topografi yang berbukit-bukit bergelombang sedang-kuat. Stratigrafi daerah telitian tersusun atas Satuanlava Honje (Miosen Akhir/11,4mya), Satuan breksi Honje (Miosen Akhir), Satuan tufa Cipacar (PliosenAwal/4,9 mya), dan Endapan aluvial (Holosen – Resen).Struktur geologi yang berkembang berupa sesar dankekar dengan arah umum NW – SE dan N – S (struktur mayor),serta arah NE – SW (struktur minor). Strukturgeologi diketahui sebagai jalur pergerakan fluida hidrotermal yang menyebabkan proses alterasi danmineralisasi. Terdapat tiga zonasi alterasi di daerah telitian yaitu zona alterasi filik (kuarsa, serisit, pirit, ±adularia dan kalsit), zona alterasi argilik (illite, smektit, monmorilonit, dan kaolinit), dan zona alterasi propilitik(klorit, mineral karbonat, ± epidot).Proses mineralisasi di daerah telitian dirinci menjadi tiga sikuen tahaphidrotermal yaitu tahap Pre-Mineral Fluidized Breccia (fase awal mineralisasi), tahap Polyphasal VeinDevelopment (pengkayaan mineral bijih), dan tahap Post-Mineral Fault Gouge (tahap akhirmineralisasi).Tekstur pengisian berkembang pada tahap Polyphasal Vein Development dengan kandungan emasyang spesifik.Tekstur pengisian yang dijumpai antara lain crustiform, crustiform-colloform, massive quartz,cockade, dan vuggy.Berdasarkan parameter penciri endapan, karakteristik endapan termasuk tipe endapanepitermal sulfidasi rendah. Kata Kunci : Pre-Mineral Fluidezed Breccia, Polyphasal Vein Development, Post-Mineral Fault Gouge,epitermal sulfidasi rendah 

Page 3 of 22 | Total Record : 219