cover
Contact Name
Ikhwannur Adha
Contact Email
ikhwannur.adha@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jigpangea@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Jl. Padjajaran, Sleman, Yogyakarta, Indonesia. 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Geologi pangea
ISSN : 2356024X     EISSN : 2987100X     DOI : https://doi.org/10.31315
Jurnal Ilmiah Geologi Pangea (JIG Pangea) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JIG Pangea covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining, and Geography. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 216 Documents
GEOLOGI DAN PENENTUAN RISIKO BENCANA LONGSOR DESA GULANGPONGGE, JEPALO, KECAMATAN GUNUNGWUNGKAL, KABUPATEN PATI JAWA TENGAH Heru Kristanto
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1668.962 KB)

Abstract

SARI - Daerah telitian secara administrasi terletak di Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Provinsi JawaTengah, secara astronomis daerah penelitian terletak pada 493667mE - 498477mE dan 9269624mN - 9274412mN UTMWGS 1984 (Universal Transverse Mecrator). Luas daerah telitian 5 km x 5 km dengan skala 1:20.000. Berdasarkanaspek-aspek geomorfologi, maka daerah penelitian dapat dibagi menjadi 5 (lima) satuan bentuk lahan yaitu : Perbukitansisa vulkanik (V24), lereng sisa vulkanik (V25), dataran limpah banjir (F7), tubuh sungai (F22), dataran alluvial (F1).Pola pengaliran berupa pola paralel. Tatanan Stratigrafi daerah telitian dibagi menjadi 4 satuan batuan tidak resmi, urutandari yang paling tua ke muda yaitu satuan breksi-piroklastik lava-Muria yang tersusun atas litologi breksi piroklastikdengan fragmen andesit berumur Plistosen Awal - Holosen dan diendapkan dengan beda fasies menjari di atas satuanbreksi-piroklastik lava-Muria yaitu litodem lava andesit lava Muria dengan litologi lava andesit sisipan endapanpiroklastik berupa breksi piroklastik, berumur sama dengan breksi piroklastik Muria yaitu Plistosen Awal - Holosen.Kemudian intrusi basalt menerobos satuan breksi-piroklastik lava-Muria secara vertikal dengan umur Plistosen Akhir -Holosen. Di atas litodem lava andesit lava Muria secara tidakselaras diendapkan satuan endapan alluvial berumurHolosen. Struktur geologi pada daerah telitian berupa kekar. Berdasarkan data Shear Joint di lokasi pengamatan tersebut,didapatkan bahwa arah tegasan/ gaya utama yang bekerja pada daerah telitian sekitar arah NE-SW atau timur laut – baratday Pengkajian analisis risiko bencana longsor pada daerah penelitian dilakukan di Desa Gulangpongge dan Desa Jepalo.Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Gulangpongge dapat dibagi menjadi tiga tingkat risiko yaitu risiko tinggi diDusun Klecung, Pongge, Gillicilik, Sedangkan untuk risiko sedang berada Dusun Sekar, dan tingkat risiko rendah beradadi Dusun Gulang, Karanganyar, Ngello, Sedangko. Untuk Desa Jepalo sendiri yaitu hampir semua Dusun memilikitingkat resiko tinggi yaitu Dombyang, Warangan, Sampit, kecuali Dusun Cendol yang memiliki tingkat resiko rendah.Kata-kata Kunci: Geomorfologi, Stratigrafi, Struktur Geologi, Risiko Bencana, dan Longsor.
GEOLOGI DAN KONTROL GEOKIMIA “PARENT ROCK” SERTA MORFOLOGI TERHADAP KUALITAS Al2O3 BAUKSIT LATERIT DAERAH DESA TERAJU DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TOBA, KABUPATEN SANGGAU, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Dadang Riankusuma Togela
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari - Daerah telitian dibagi menjadi 3 (tiga) satuan litostratigrafi tidak resmi dengan urutan dari tua ke mudaadalah litodem monzodiorit-kuarsa Sepauk berumur Kapur Bawah dan litodem granit Sukadana berumur KapurAtas. Berdasarkan hasil interpretasi struktur menggunakan citra SRTM, dengan mencermati pola kelurusanlembah didapatkan pola kelurusan struktur relatif berarah NW – SE. Tipe endapan bauksit telitian adalahblanket deposit dan lateritic crust low level. Derajat laterisasi daerah telitian termasuk pada moderate – stronglaterization. Berdasarkan analisa XR-D didapatkanjenis mineral penyusun bauksit daerah telitian terdiri darimineral gibsit, illit,geotit, kaolinit, hematit, dan kuarsa. Satuan litodemik daerah telitian merupakan batuanperaluminus. Berdasarkan komposisi total feldspar secara analisis petrografi dan analisisXR-F, kadar aluminatertinggi terdapat pada parent rock monzodiorit-kuarsa dibandingkangranit.Kadar alumina yang tinggi (highgrade, Al2O3> 50 %) pada daerah telitian secara morfologi berada pada slope antara 9.45° - 14.11° termasuktingkat kelerengan agakcuram.Kata-kata Kunci: Parent rock, morfologi, laterisasi, bauksit
GEOLOGI DAN HIDROGEOKIMIA AIR TANAH DAERAH PANDANRETNO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN DUKUN, KABUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH Fariz Dwi Prayogi
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v6i2.5272

Abstract

SARI - Daerah penelitian terletak di Daerah Pandanretno dan sekitarnya, Kecamatan Dukun, KabupatenMagelang, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis, daerah penelitian berada pada koordinat UTM 425000mE - 432000 mE dan 9161000 mN – 9165000 mN. Daerah penelitian memiliki luas 28 km² dengan panjang7 km dan lebar 4 km. Hasil penelitian ini yaitu mengetahui kondisi geologi pada daerah penelitian yangmeliputi pola pengaliran, geomorfologi, stratigrafi, dan kondisi hidrogeologi yaitu hidrogeokimia air tanahserta kualitas kimia air tanah. Pola pengaliran yang terdapat pada daerah penelitian adalah pola pengaliran parallel. Berdasarkan aspek –aspek geomorfologi, pada daerah penelitian dibagi menjadi 2 satuan bentuklahan, diantaranya adalah SatuanLereng Vulkanik Bawah (V1), Satuan Lembah Aliran Lahar (V2). Stratigrafi daerah telitian dibagi menjadi 4 satuan dari tua ke muda yaitu Satuan aliran piroklastik Merapi,Satuan jatuhan piroklastik Merapi, dan Satuan lahar Merapi 1, dimana ketiga satuan tersebut termasuk kedalam aktivitas Merapi Baru serta Satuan lahar Merapi 2 yang termasuk ke dalam aktivitas Merapi Muda. Berdasarkan analisis hidrogeokimia air tanah pada daerah penelitian, fasies air tanah pada daerah penelitianyaitu Kalsium-Magnesium-Bikarbonat (Ca2+2+-Mg- HCO3-) (Back,1966). Pada kation didominasi oleh ion 2+2+Ca diinterpretasikanberasal dari batuan vulkanik yaitu andesit piroksen, yang kaya akan unsur plagioklas dan piroksen.Sedangkan ion HCO3- diinterpretasikan berasal dari unsur CO2 di udara bebas yang berikatan dengan unsur Hdalam tanah yang kemudian larut dalam air. Kualitas kimia air tanah pada daerah penelitian tergolong sangatbaik atau layak dikonsumsi berdasarkan Standar Kualitas Air Minum Nomor 492 / Menkes / Per / IV / 2010. Hasil analisis lainnya menunjukan bahwa kualitas air tanah untuk lahan pertanian adalah baik, hal inidibuktikan dengan klasifikasi Wilcox, air tanah daerah penelitian termasuk kedalam kelas C1S1 dan kelasC1S2, yang tergolong dalam salinitas dan gangguan sodium rendah.Kata-kata kunci : Gunung Merapi, hidrogeokimia, kualitas kimia air tanah, pertanian dan Mg sedangakan pada anion didominasi oleh ion HCO3-. Ion Ca2+2+ dan Mg
GEOLOGI DAN STUDI FASIES VULKANIK GUNUNG API PURBA MENOREH, DAERAH LOANO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN LOANO, KABUPATEN PURWOREJO, PROVINSI JAWA TENGAH Ais Adiamanta Pratama
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2068.024 KB)

Abstract

SARI - Lokasi penelitian berada di Daerah Loano dan Sekitarnya, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo,Provinsi Jawa Tengah. Terletak pada koordinat 401000 m E – 406400 m E dan 9151000 m N – 9156450 m N(dalam proyeksi UTM, Zona 49 S). Luas daerah penelitian kurang lebih 36 km.Berdasarkan aspekGeomorfologi pada daerah penelitian terdiri dari 2 satuan bentuk asal yaitu Vulkanik (V) dan Fluvial (F)dengan subsatuan vulkanik adalah Kerucut vulkanik ( V1) , Lereng Vulkanik Atas (V2) Lereng VulkanikTengah (V3) Bukit Sisa ( V4) Perbukitan vulkanik ( V5) sedangkan subsatuan fluvial terdiri dari dataran limpahbanjir ( F1) dan tubuh sungai (F2) Pola pengaliran yang berkembang di daerah penelitian ada 3 adalah Radialdan Subdendritik dimana pola pengaliran radial yang dapat dibagi kembali menjadi 2 yaitu radial sentripetal danradial sentrifugal. Stratigrafi pada daerah telitian adalah dari tua ke muda satuan Breksi kaligesing bawah,Satuan lava andesit, Satuan Breksi kaligesing atas, yang berumur Oligosen Akhir- Miosen Tengah, satuanBatugamping Jonggrangan berumur Miosen Akhir, intrusi andesit, serta satuan Endapan Alluvial berumurHolosen. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian adalah sesar mendatar Dari hasil analisadidapatkan nama sesar tersebut adalah Normal Right Slip Fault (Rickard, 1972).Pada daerah penelitian hanyamemiliki 1 satuan vulkanostratigrafi yaitu Khuluk Menoreh dan 3 fasies gunungapi yaitu fasies pusat (CentralFacies) dan Fasies Dekat (Proximal Facies),yang dibagi 2 kembali menjadi fasies proximal bagian atas danfasies proximal bagian bawah yang dimana kedua fasies tersebut didasarkan pada aspek litologi, morfologi danubahan hidrotermal pada daerah penelitian .Kata-kata Kunci : Loano, Geologi, Geomorfologi, Fasies Vulkanik. 2
STUDI POTENSI BATUAN INDUK HIDROKARBON SATUAN BATULEMPUNG FORMASI RAMBATAN DAERAH WANGON SUB-CEKUNGAN BANYUMAS Salatun Said
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v7i2.5219

Abstract

ABSTRACT – Identification of rock intervals that may have as a source rock potential is the important first step inhydrocarbon exploration, therefore it is necessary to conduct research on the sedimentary rock containing organicmatter which with a certain level of heat and time can produce hydrocarbons in the form of oil or gas. The objective ofthis study is to identify lithofacies and hydrocarbon source rock potential of Claystone Unit of the Rambatan Formationin the Wangon Area, Banyumas Sub-Basin. Based on outcrop data showed that Rambatan Formation in the study areapredominantly composed of shale with thin intercalation of sandstones. This formation was deposited in the deepmarine environment by turbidity current. Geochemical analysis in order to determine the potential and quality of sourcerock was performed on four samples (BMS-28, KLP-27, KLP-31 and BMS-120) of Rambatan shale. The analysis ofpotential and source rock quality showed TOC content varied from 1.21% - 23.45% indicating “very good” quality.Rock-Eval analisys show that the shale from sample BMS-28 and BMS-120 are poor as hydrocarbon source rock(S2<2.5 kg / ton), while shale from samples KLP-27 and KLP-31 have good potential as hydrocarbon source rock(S2>5 kg / ton). All samples taken from Rambatan shale showed Ro <0.6 indicate hydrocarbon maturation level has notbeen reached. The low values HI of BMS-28 and BMS-120 (HI<100 mg HC / g TOC), reflects that this rock can beclassified as non-source rock, while samples KLP-27 and KLP-31 have HI values of 152 mg HC/g TOC and 294 mgHC/g TOC will tend to produce gas and oil if it reaches maturation level. The values of HI between 100-300 mgHC/gare generally derived from type III and II kerogen which predominantly contain terrestrial and marine organism.Keywords : source rock, potential, quality, and maturity
GEOLOGI DAN GEOMETRI BATUBARA SEAM A, SEAM B, DAN SEAM C, DAERAH KEAY DAN SEKITARNYA, KECAMATAN DAMAI, KABUPATEN KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR Adrianus Bayu
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1587.508 KB)

Abstract

Sari - Daerah penelitian berada di wilayah konsesi PT. Firman Ketaun Perkasa, yang secara administratifterletak di daerah Keay, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.Secara geografiserletak dalamkoordinat UTM zona 50S yaitu X = 357000 mE–363000 mE dan Y = 9952000 mN–9958000 mN.Secara morfologi, dilihat dari topografi dan aspek-aspek yang mengontrolnya.Satuan Geomorfologi daerahKeay dibagi menjadi 2 satuan bentuk lahan, yaitu bentuk lahan Perbukitan Homoklin (S 21) dan Lembah Homoklin (S22) mengacu pada klasifikasi Van Zuidam (1983).Secara stratigrafi, daerah penelitian termasuk dalam Cekungan Kutai, berupa Formasi Pulaubalang sebagaiormasi pembawa batubara yang berumur Miosen Tengah (Supriatna, dkk 1995). Formasi ini didominasi oleh litologibatulempung, batulempung kar bonan, batulanau dan batupasir, serta lapisan batubara (Coal Seam).Secaralitostratigrafitidak resmi, daerah Keay tersusun atas satuan batulempung Pulaubalang, dan satuan batupasir kuarsa Pulaubalang.Analisis lingkungan pengendapan menunjukan satuan batuan di daerah penelitian diendapkan di sublingkunganpengendapan Swamp, Interdistributary Bay, Channel, dan Crevasse Splay di lingkungan pengendapan Lower DeltaPlain sampai dengan Transitional Lower Delta Plain.Lapisan batubara seam A, seam B dan seam C di daerah penelitian termasuk kedalam kategori sedang sampaidengan tebal dengan pola persebaran yang menerus ke arah timurlaut-baratdaya dan miring ke arah tenggara denganbesar sudut dip yang cenderung melandai di bagian selatan daerah penelitian.Kata – kata kunci : Coal, seam, lingkungan pengendapan
GEOLOGI DAN STUDI KUALITAS AIRTANAH BERDASARKAN PARAMETER FISIKA DAN KIMIA DAERAH NGORO-ORO DAN SEKITARNYA, PATUK GUNUNGKIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Faisal Arifian Kaeliana
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari – Daerah penelitian secara administratif berada di Desa Ngoro-Oro, Kecamatan Patuk, KabupatenGunungkidul, D.I. Yogyakarta yang secara Universal Transverse Mercator (UTM) terletak pada koordinat445000 mE – 450000 mE dan 9132000 mN – 9137000 mN dengan datum WGS 84. Sedangkan secarafisiografis daerah penelitian masuk dalan Zona Pegunungan Selatan. Berdasarkan aspek geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 3 bentuk asal yaitu bentuk asal Fluvial dengan subsatuan bentuk lahan Dataran Aluvial (F1) dan Tubuh Sungai (F2), bentuk asal Strukturaldengan subsatuan Perbukitan Homoklin (S1) dan Lereng Homoklin (S2), bentuk asal Vulkanik dengansubsatuan Bukit Jenjang Gunungapi (V1). Stratigrafi daerah telitian terdiri dari tiga satuan batuan, dari tua ke muda adalah satuan Batupasir Semilir berumur Miosen Awal (N4-N6), selanjutnya diendapkan selaras satuan breksi Nglanggran berumur Miosen Awal (N6-N7). Selanjutnya diendapkan satuan endapan aluvial berumur Holosen diatas satuan breksiNglanggran dengan hubungan tidak selaras. Struktur geologi yang berkembang pada daerah telitian berupa sesarmendatar kanan turun yang berada di Dusun Gambyong dengan arah barat daya-timur laut. Analisa hidrogeologi berdasarkan parameter fisika dan kimia yang dilakukan di BBTKLP Yogyakarta, secara umum kualitas air tanah di 7 lokasi penelitian layak digunakan untuk konsumsi berdasarkan Permenkesyang mengatur tentang kandungan parameter fisika dan kimia. Pada LP 51 dan LP 66 nilai DHL melewatiambang batas yang ditentukan. Dari hasil analisa diagram trilinier piper didapatkan 2 tipe hidrokimia, yaitu tipeDominan Kalsium Bikarbonat berada pada area 5 dengan kekerasan karbonat >50% dan tipe Kation AnionSeimbang pada area 9. Berdasarkan hasil analisa diagram stiff menunjukan 3 tipe hidrokimia, yaitu tipe NatriumBikarbonat, Kalsium Bikarbonat dan Magnesium Bikarbonat.Kata-kata kunci: Analisa hidrogeologi, kalsium, bikarbonat, Trilinear Piper, Stiff
GEOLOGI DAN GEOMETRI BATUBARA DI AREA PARINGIN, KECAMATAN PARINGIN, KABUPATEN BALANGAN, KALIMANTAN SELATAN Venantius Agung Jati
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.253 KB)

Abstract

SARI - Daerah telitian berada di Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, secaratatanan geologi termasuk di daerah Cekungan Barito, di Formasi Warukin Atas berumur Miosen Tengah. Geomorfologi pada daerah Paringin terdapat satu jenis pola pengaliran, yaitu pola pengaliran subdentric. DaerahParingin terbagi menjadi 3 bentukasal yaitu bentukasal Stuktural yang terdiri dari Perbukitan Antiklin (S1), bentukasalFluvial yang terdiri dari Dataran Alluvial (F1) dan Rawa (F2), serta Bentukasal Antropogen yang terdiri dari Pit (H1),Disposal (H2) dan Pond (H3). Pada daerah Paringin terdapat 4 satuan batuan yang diendapkan pada Miosen Tengah.Empat satuan batuan pada daerah telitian terdiri dari yang tua: satuan batulempung Warukin-Atas, satuan batupasirWarukin-Atas, satuan batulempung-pasiran Warukin-Atas dan endapan aluvial. Sturktur geologi daerah Paringin terdiridari kedudukan lapisan yang berbeda – beda, struktur kekar dan lipatan berupa antiklin. Kedudukan lapisan batuandengan arah jurus utara - selatan dan selatan - utara. Kekar - kekar di daerah telitian menunjukkan arah tegasan barat –timur dan tenggara – baratlaut. Struktur antiklin daerah telitian membujur utara - selatan dengan nama lipatan SteeplyInclined Horizontal Fold (Fluety, 1964) dan Upright Horizontal Fold (Rickard, 1971). Batubara daerah Paringinmemiliki ketebalan yang bervariasi mulai dari >0,5 m – 15,1 m dengan kemiringan berkisar antara 20° (landai) - 50°(curam).Kata-kata kunci : batubara, ketebalan, geometri. 
MELACAK TEMPAT TINGGAL (TRANSIT) HOMINID (MANUSIA PURBA) DI WILAYAH PROVINSI JAWA TENGAH BAGIAN SELATAN, INDONESIA Corondus Danisworo
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari – Negara Indonesia adalah Negara yang sangat beruntung, khususnya Provinsi Jawa Tengah, karenabanyak ditemukan Fosil Hominid (Manusia Purba) dan Fosil vertebrata, yang tidak semua Negara ataudaerah di Indonesia ditemukan. Di Provinsi Jawa Tengah banyak ditemukan fosil-fosil Hominid dan fosilvertebrata, seperti di daerah Sangiran Sragen, Trinil Ngawi, daerah sekitar Jawa Tengah bagian selatan. Semuafosil ditemukan dalam keadaan tidak utuh dan ditemukan pada Formasi Bapang yang berupa batupasirkonglomeratandenganfragmenbatuanbeku,dandibeberapatempatdenganfragmenbatugampingdancaliche,semenkarbonatan. Sistem pengendapan berupa meander river system. Ini mengindikasikan bahwa FosilHominid sudah tidak insitu atau hidup dan matinya tidak di tempat ditemukan sekarang. Kemungkinan Hominid hidupnya jauh dari tempat di temukannya. Metode penelitian yang dilakukan dengan melakukan pengukuranarah arus purba pada struktur sedimen cross bedding (silang siur) pada Formasi Bapang, yang menghasilkanarah arus purbanya dari arah Selatan-Tenggara yang mengarah di Gunung Lawu. Tempat Tinggal Hominid didefinisikan suatu tempat yang cukup nyaman untuk tinggal sementara dan terhindardari ancaman binatang buas. Untuk kehidupannya butuh air yang cukup memadai. Kesimpulan sementara bahwaTempat Tinggal Hominid berada di suatu Goa yang dekat dengan sungai besar dan di dalamnya ditemukanartefak (alat bantu kehidupan Hominid)Kandidat tempat tinggal Hominid di Gunung Lawu adalah Goa Tlorong, berupa Goa gamping dengan dikelilingilembah-lembah sungai, yang mengarah ke tempat-tempat ditemukannya fosil Hominid dan fosil vertebrata.Kata-kata Kunci: Fosil Hominid, tidak insitu, meander river system, arah arus purba, goa gamping
Karakteristik Reservoar dan Perhitungan Cadangan Minyak Lapisan KKN 3, Formasi Bekasap, Lapangan Kedaung, Cekungan Sumatera Tengah Berdasarkan Data Log Sumur dan Seismik Reza Anggita Putra
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari - Lokasi penelitian terletak di salah satu lapangan eksplorasi BOB PT BSP-Pertamina Hulu yangPropinsi Riau pada Cekungan Sumatra Tengah. Lapangan “KEDAUNG” termasuk dalam Cekungan SumatraTengah, untuk fokus penelitian ialah lapisan reservoar “KKN 3”. Penelitian dilakukan dengan menggunakan datameliputi data log sumur dan data seismik. Data log yang digunakan berasal dari sumur pemboran yang berada diLapangan “KEDAUNG” dengan jumlah keseluruhan sebanyak 6 sumur. Analisa ini untuk mengetahuikarakteristik reservoar dan perhitungan cadangan hidrokarbon secara volumetrik sehigga mengetahui gambaranbawah permukaan meliputi peta Depth Structure, Vsh, Isoporositas, Isopermeabilitas, Isosaturasi Air, GrosSand, Net Sand, Ketebalan Fasies dan Net Pay. Berdasarkan analisis data log, lapisan reservoar “KKN 3”disusun oleh litologi berupa batupasir. Hasil analisa data mud log dan pola elektrofasies bahwa Lapisan sand“KKN 3” ini diketahui lingkungan pengendapan adalah estuarin, dengan fasiesnya braided channel dantransgresif channel fill. Pada reservoar ini terdapat 2 area cadangan sehingga memiliki properti dan cadanganyang berbeda. Berdasarkan analisis fluida menunjukkan bahwa Reservoar “KKN 3” memiliki kandunganfluida berupa minyak. Dari perhitungan cadangan secara volumetrik diperoleh cadangan pada lapisan “KKN 3”area utara sebesar 159288,9908 STB dan area selatan sebesar 197456,1753 STB, dan Cadangan hidrokarbonyang dapat diambil area utara sebesar 37273,6239 STB dan area selatan sebesar 46204,745 STB. Kata-kata kunci: mud log dan elektrofasies, karakteristik, net pay, area, volumetrik.

Page 2 of 22 | Total Record : 216