cover
Contact Name
Ikhwannur Adha
Contact Email
ikhwannur.adha@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jigpangea@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Jl. Padjajaran, Sleman, Yogyakarta, Indonesia. 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Geologi pangea
ISSN : 2356024X     EISSN : 2987100X     DOI : https://doi.org/10.31315
Jurnal Ilmiah Geologi Pangea (JIG Pangea) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JIG Pangea covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining, and Geography. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 219 Documents
GEOLOGI DAN STUDI FASIES TURBIDIT FORMASI KEREK DAERAH KEMUSU DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KEMUSU, KABUPATEN BOYOLALI, JAWA TENGAH Gofinda Indra Saputra
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1515.584 KB)

Abstract

Sari - Daerah penelitian ini secara adminitrasi terletak di daerah Kemusu, Kecamatan Kemusu, KabupatenBoyolali, Provinsi Jawa Tengah. Stratigrafi daerah penelitian terdiri atas 4 satuan litostratigrafi dengan urutan paling tuake muda adalah satuan batupasir gampingan Kerek berumur Miosen Tengah–Miosen Akhir (N14 – N15), satuanbatulempung Kerek berumur Miosen Akhir( N16 – N 17) menumpang selaras diatas satuan batupasir gampingan Kerek,satuan breksi Notopuro berumur Plistosen Akhir (N 23) yang menumpang tidak selaras diatas satuan batulempungKerek dan satuan endapan alluvial berumur Holosen – Resen yang menumpang tidak selaras diatas satuan batuan yanglebih tua . Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian antara lain sesar mendatar Sumber Agung (RightSlip Fault), sesar mendatar Kendel (Reverse Right Slip Fault), sesar mendatar Lemahireng (Reverse Left Slip Fault),Antiklin Kendel (Upright Horizontal Fold), Sinklin Kemusu (Upright Horizontal Fold), Antiklin Lemahireng (UprightHorizontal Fold), Sinklin Lemahireng (Upright Gentle Plunging Fold). Pada satuan batupasir gampingan Kerek dansatuan batulempung Kerek, disimpulkan bahwa satuan ini dipengaruhi oleh adanya suatu arus turbid, dimana endapanklastika kasar dan halus yang membentuknya adalah hasil resedimentasi oleh sistem aliran yang terdiri dari sedimenyang bergerak turun karena gravitasi (sediment gravity flow) yang berkembang dan pada akhirnya menjadi suatu sistemprogradasi kipas bawah laut. Dimana diinterpretasikan bahwa kedua satuan ini diendapkan pada lingkungan laut dalamyang mana berada dalam sub – lingkungan kipas tengah (Smooth portion of suprafan lobes) dan Kipas bawah (Lowerfan) , Walker 1978. Kata – kata kunci : arus turbid, resedimentasi, progradasi
GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG TAMBANG BATUBARA TERBUKA FORMASI TANJUNG DAERAH SENAKIN KECAMATAN KELUMPANG UTARA KABUPATEN KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Royhan Nashuh Salsabiyl
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari - Daerah penelitian secara administratif terletak pada Desa Senakin, Kecamatan Kelumpang Utara,Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimatan Selatan. Daerah penelitian secara geografis terletak pada koordinat418500 – 423500 dan 9682000 – 9688000 UTM (Universal Transverse Mercator) WGS 1984 zona 51S. Luasdaerah penelitian sebesar 5 km x 6 km dengan skala 1 : 12.500. Berdasarkan aspek – aspek geomorfologi,daerah penelitian terbagi dalam delapan bentuk lahan, antara lain Bukit Waste Dump (A1), Lembah BukaanTambang (A2), Perbukitan Homoklin (S1), Perbukitan Antiklin (S2), Pematan Intrusi (V1), Dataran Homoklin(D5), Tubuh Sungai (F1) dan Dataran Aluvial (F5). Stratigrafi daerah penelitian berdasarkan ciri litologi yangdominan, dapat dikelompokkan menjadi enam satuan litostratigrafi tidak resmi. Satuan tersebut dari tua kemudameliputi Satuan Batulempung Tanjung (Eosen Tengah), Satuan Batupasir Tanjung (Eosen Akhir), SatuanBatulempung Karbonatan Tanjung (Oligosen Awal) yang diendapkan pada lingkungan Coastal Plain – Estuarine(Witts, 2012), Intrusi Basalt (Miosen Akhir), Endapan Aluvial dan Waste Dump (Resen). Struktur geologidaerah penelitian meliputi kekar, sesar, dan lipatan yangmemiliki arah tegasan utama barat-timur. Metodeanalisis geologi teknik yang digunakan adalah metode pemetaan geologi teknik, analisis kinematik dan analisisdengan menggunakan perangkat lunak Slide v.6.0 dan Phase2 dengan metode LEM (Limit Equilibrium Method)dan FEM (Finite Element Method). Properti massa batuan yang ada pada daerah penelitian memiliki nilai RMRdan GSI yang bervariasi dari buruk hingga baik. Analisis kinematik pada empat titik mendapati potensilongsoran baji pada lereng Sidewall dan tidak berpotensi longsoran pada lereng Highwall. Analisis FEM danLEM dilakukan pada lereng dengan kondisi statis dan dinamis. Analisis FEM mendapati nilai SRF (StrengthReduction Factor) pada lereng Sidewall yaitu 1,36 statis dan 1,35 dinamis, sedangkan pada Highwall didapatinilai 1,29 statis dan 1,26 dinamis. Keduanya termasuk ke dalam lereng dengan kriteria aman. Analisis LEMmendapati nilai Faktor keamanan pada lereng Sidewall yaitu 1,236 statis dan 1,216 dinamis untuk keruntuhanHoek & Brown, 1,908 statis dan 1,865 dinamis untuk keruntuhan Mohr – Coulomb. Pada lereng Highwalldidapati nilai 1,5 statis dan 1,46 dinamis untuk keruntuhan Hoek & Brown, 1,879 statis dan 1,829 dinamis untukkeruntuhan Mohr – Coulomb.. Keduanya termasuk ke dalam lereng dengan kriteria aman. Kata-kata kunci : Geologi, Analisis Kinematik, Analisis Kestabilan Lereng
GEOLOGI DAN ANOMALI GEOKIMIA DAERAH TAKOME, KECAMATAN KAO TELUK KABUPATEN HALMAHERA UTARA, MALUKU UTARA Doni Ronal
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.96 KB)

Abstract

SARI - Secara administratif daerah penelitian termasuk dalam wilayah Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara,Provinsi Maluku Utara. Secara geografis terletak pada koordinat UTM 348000 mE – 352500 mE dan 117000 mN –125000 mN dengan skala 1:12.500. Luas daerah penelitian yaitu 15,75 kmdengan panjang 4,5 km dan lebar 3,5 km.Stratigrafi daerah telitian, yaitu lava basalt (Miosen Akhir), lava andesit (Miosen Akhir), intrusi diorit (Miosen Akhir),intrusi andesit (Miosel Akhir), breksi vulkanik (Miosen Akhir – Pliosen Awal) dan endapan aluvial (Holosen). Strukturgeologi yang berkembang pada daerah penelitian terdiri dari sesar naik, sesar mendatar kanan dan kekar dengan arahrelatif baratlaut – tenggara ( N 289° E/53°, 296° E/60°), dan berarah utara - selatan(N013° E/77°).Analisis geokimia yang dilakukan pada contoh dari daerah telitian berupa analisis kimia basah menggunakan metodeAtomic Absorption Spectroscopy (AAS) terhadap sampel-sampel batuan terubah hidrotermal/termineralisasi digunakan untuk mendeteksi terutama kandungan unsur-unsur yang erat kaitannya dengan proses terjadinya cebakan bijihepitermal(Au, Ag, Cu,Pb, Zn dan Mo). AAS merupakan salah satu metode dalam bulk composition of rock or minerals(komposisi kimia keseluruhan dari batuan atau mineral). Alterasi hidrotermal pada daerah telitian dapat dikelompokanpada tipe mineralisasi “epitermal sulfidasi rendah” dicirikan oleh kehadiran mineral pirit, kalkopirit serta kuarsa dan umumnya menunjukkan suhu pembentukan berkisar 200-2500 C.Kata-kata kunci : geokimia, AAS, hidrotermal, epitermal sulfidasi rendah
PETROLOGI BATUBARA FORMASI MUARAENIM, SUB-CEKUNGAN PALEMBANG SELATAN Idarwati Idarwati
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v5i1.5200

Abstract

Sari – Cekungan Sumatera Selatan merupakan cekungan sedimenter yang mengandung hidrokarbon danbatubara yang terdiri dari empat sub cekungan salah satunya adalah Sub-Cekungan Palembang Selatan.Karakteristik sub-cekungan ini memiliki formasi pembawa lapisan batubara yang sangat produktif yaitu FormasiMuaraenim. Faktor penting dalam produksi batubara dalam kegiatan eksplorasi yaitu peringkat batubara (coalrank). Memahami coal rank berkaitan erat dengan memang terkenal dengan potensi batubara. Salah satuformasi pembawa batubara yang potensial di Cekungan Sumatera Selatan adalah Formasi Muara Enim.Kata-kata Kunci : batubara, Formasi Muara Enim, coal rank
Studi Karakteristik Alterasi Hidrotermal Panasbumi, Daerah Lapangan Panas Bumi Kamojang, Jawa Barat Fityaanul Faruqi
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari - Lokasi daerah penelitian terletak pada daerah Lapangan Panasbumi Kamojang di Desa Laksanadan sekitarnya secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, PropinsiJawa Barat. Secara geografis, lapangan Kamojang terletak pada posisi 107037,5’00” sampai 107 048’00” BTdan 7 05,5’00” sampai 7016,5’00” LS. Lapangan ini berjarak 17 km Barat laut Garut atau 42 km TenggaraBandung, dan berada pada ketinggian 1640 - 1750 m diatas permukaan laut. Tujuan yang ingin dicapai adalahuntuk mengetahui karakterisasi alterasi hidrotermal. Geologi umum Area Geothermal Kamojang dan sekitarnyatersusun dari endapan Pre Kaldera dan Post Kaldera, Satuan Pre Kaldera dari yang berumur tua sampai termudaadalah Basalt Gunung Rakutak, Basalt Dogdog, Andesit Piroksen Gunung Cibereum, Piroklastik GunungSanggar, Andesit Piroksen Gunung Cibatuipis, Andesit Porfiri Gunung Katomas, Andesit Basaltik Legokpulusdan Gunung Putri, Lava Andesit Pasir Jawa dan Andesit Piroksen Gunung Kancing. Satuan Post Kaldera dariyang berumur tua ke yang berumur muda terdiri dari Andesit Basaltik Gunung Batususun dan GunungGandapura, Lava Andesit Gunung Gajah, Andesit Basaltik Gunung Cakra-Masigit dan Guntur. KelompokSatuan Post Kaldera menindih tidak selaras kelompok Satuan Pre Kaldera. Struktur geologi yang dijumpai didaerah telitian adalah Rendahan melingkar (rim), Sesar normal berarah Barat laut – Tenggara, Sesar normalberarah Utara – Selatan dan Sesar berarah Timurlaut – Barat daya. Berdasarkan hasil analisis petrografi,geokimia, dan XRD, zona alterasi yang terdapat di daerah penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua zonasi,antara lain zona alterasi propilitik dan zona alterasi argilik, yang berasosiasi dengan mineral seperti klorit,epidot, kalsit, monmorilonit, smektit dan ilit. Kata-kata kunci: panasbumi, alterasi hidrotermal
GEOLOGI DAN STUDI PALEOEKOLOGI BERDASARKAN ANALISIS PALINOLOGI DAERAH KARANTINA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN LAWANG KIDUL, KABUPATEN MUARA ENIM, PROVINSI SUMATERA SELATAN Tirta Kencana Putri
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1499.477 KB)

Abstract

SARI - Daerah penelitian ini secara administratif berada di daerah Karantina dan sekitarnya, Kecamatan LawangKidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Luas daerah telitian ± 5 km² dengan skala 1:10.000.Pola pengaliran sebagian besar tidak berkembang, sungai asli di daerah penelitan adalah Sungai Enim danbeberapa alur liar yang membentuk pola pengaliran ubahan subparallel. Berdasarkan aspek-aspek geomorfologidaerah penelitian menjadi empat bentuk asal dan 9 satuan bentuklahan yaitu : a. Bentuk asal denudasional (D)terdiri atas satuan bentuklahan lembah bukaan tambang (D14), satuan bentuklahan kolam penampungan air hasilpenambangan (D15), dan satuan bentuklahan lahan timbunan sisa tambang (D16); b. Bentuk asal fluvial (F)terdiri atas satuan bentuklahan dataran aluvial (F1), satuan bentuklahan dataran limpah banjir (F7), dan satuanbentuklahan tubuh sungai (F22); c. Bentuk asal struktural (S) terdiri atas satuan bentuklahan bukit antiklin (S21),dan lereng homoklin (S22); d. Bentuk asal vulkanik (V) terdiri atas satuan bentuklahan lembah intrusi (V24).Stratigrafi daerah penelitian berdasarkan kesatuan ciri litologi yang dominan daerah penelitian dapatdikelompokkan menjadi tiga (3) satuan batuan tak resmi dan endapan aluvial (Holosen), urutan dari tua ke mudayaitu: Satuan batupasir Muaraenim (Miosen Awal), Satuan batulempung Muaraenim (Miosen Tengah), Intrusiandesit (Plistosen), Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian diantaranya Sesar turun Prebanchdengan arah sesar relatif berarah timur laut-barat daya. Antiklin Murman (Subvertical, Upright Gentle PlungingFold) dengan arah tenggara-barat laut. Paleoekologi berdasarkan analisis palinologi didapatkan hasil Satuanbatupasir Muaraenim pada umur Miosen Awal, Satuan batulempung Muaraenim pada umur Miosen Tengah,ditandai dengan kehadiran fosil Florscuethzia levipoli, Florscuethzia meridionalis, Florscuethzia semilobatadengan lingkungan pengendapan Back Mangrove-Mangrove (Lower Delta Plain) ditandai dengan kehadiran fosilFlorscuethzia levipoli, Florscuethzia meridionalis, Spinizonocostites echinatus, Zonocostites ramonae,Acrostichum aureum. Batubara diendapkan pada kondisi limnic dengan tipe gambut bog, dan inundated marshpada lapisan pengapit. Daerah penelitian berdasarkan analisis palinologi didapatkan hasil dari kedua satuantersebut diendapkan pada iklim purba yang basah ditandai dengan dominasi fosil arboreal pollen yang melimpahsebesar (82,76%-84,37%) dibandingkan dengan fosil non arboreal pollen sebesar (15,62%-17,23%), sertakelembaban purba yang rendah ditandai dengan ketidakmelimpahan fosil spora sebesar (35,05%-40,8%). Hal inidikuatkan dengan hasil analisis maseral yang didominasi oleh vitrinite sebesar (15%-78,2%)Kata-kata Kunci: Miosen, lower delta plain, iklim purba, kelembaban purba, paleoekologi
GEOLOGI DAN PENENTUAN KUNCI FOTO GEOLOGI, IDENTIFIKASI ARAH ALIRAN SUNGAI DAN GUNUNG API PURBA DAERAH GIRITIRTO, KECAMATAN PURWOSARI, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Putri Vaerina Lase
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI -Secara geografis lokasi penelitian berada pada koordinat UTM 49S 426250 mE – 431375 mE dan 9121250 mN– 9115750 mN, secara administratif berada pada daerah Giritirto, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul,Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kunci foto serta mengidentifikasiarah aliran sungai dan gunung api purba pada daerah penelitian. Metode yang digunakan yaitu pemetaan lapangan sertaanalisis petrografi dan paleontologi.Daerah telitian termasuk dalam wilayah Pegunungan Selatan. Daerah telitian memiliki empat satuan bentukasal yakniSatuan Bentukasal Vulkanik, Satuan Bentukasal Kars, Satuan Bentukasal Fluvial dan Satuan Bentukasal Denudasional.yang terdiri dari 11 satuan bentuklahan yaitu dataran fluviovulkanik (V1), perbukitan karst (K1), tubuh sungai (F1),gosong sungai (F2), dataran limpah banjir (F3), perbukitan tererosi (D1), lereng tererosi (D2), gawir tererosi (D3), bukitsisa (D4), Bukit terisolir (D5) dan dataran bergelombang (D6). Stratigrafi daerah telitian dapat dibagi menjadi enamsatuan dari tua ke muda, antara lain Satuan breksi vulkanik Nglanggran, Satuan lava andesit Nglanggran, Litodemandesit, Satuan batugamping Wonosari, Endapan aluvial dan Endapan Gunung Merapi. Struktur geologi daerah telitianberupa sesar berarah Timurlaut-Baratdaya, Utara-Selatan, dan Baratlaut-Tenggara.Penentuan kunci foto geologi pada daerah penelitian meliputi kunci foto pola pengaliran, geomorfologi, litologi,stratigrafi terbatas, dan struktur geologi. Melalui foto udara, peta RBI dan pengamatan lapangan dapat diidentifikasiperubahan arah aliran sungai yang menyebabakan longsoran tepi sungai. Identifikasi gunung api purba dilakukandengan pendekatan pola pengaliran, geomorfologi yang dapat diamati melalui foto udara dan peta RBI. Pendekatanlainnya yaitu melalui stratigrafi, dan struktur geologi.Kata-kata kunci : Kunci foto, Arah aliran sungai, Gunung api purba
Pemetaan Distribusi Fasies Batupasir “Ar9”, Formas i Duri, Lapangan “Capcin”, Cekungan Sumatera Tengah Berdasarkan Data Log Dan Data Inti Batuan Aga Rizky
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1650.925 KB)

Abstract

ABSTRACT - Object of study is “Capcin” Field, Central Sumatera Basin, which one of PT. Chevron PasificIndonesia‟s field. “Capcin” Field is located approximately 50 km northwest of Duri Field in CPI Rokan Block.“AR9” sandstone is contained in Duri Formation which including of Sihapas Group at “Capcin” Field. Coredata analysis resulted eigth lithofacies which associated with tidal channel, tidal bar, tidal sand flat, andtransgressive lag. Associated facies interpretation data is calibration with well log before doing faciescorrelation. Based on lithofacies and associated facies interpretation getting depositional environment “AR9”sandstone is tide dominated estuary. Keyword : tidal channel, tidal bar, tidal sand flat, dan transgressive lag, tide dominated estuary.
GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DAN ANALISIS FASIES KARBONAT FORMASI KUJUNG I LAPANGAN “AIL” CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA Adhitama Wahyu Nugroho
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1429.4 KB)

Abstract

Sari – Formasi Kujung merupakan salah satu tujuan utama dalam eksplorasi minyak dan gas bumi padaCekungan Jawa Timur Utara, litologi penyusunnya yang berupa batugamping membuat formasi ini sangatmenarik untuk diteliti lebih lanjut mengenai karakteristiknya sebagai salah satu reservoir yang produktif didaerah ini. Lokasi penelitian berada di Lapangan “AIL” yang terdapat di sekitar daerah Cepu dan termasukkedalam Zona Randublatung. Luas area penelitian sekitar + 188 km2 . Dalam melakukan penelitianmenggunakan data-data dari PT. Pertamina EP. Data- data yang digunakan meliputi seismik 2D, data log,mudlog, dan data petrografi. Data sumur meliputi AWN-1,AWN-2, dan AWN-3 yang masing-masing sumurdilengkapi data mudlog dan data petrografi pada sumur AWN-3. Dari data- data tersebut kemudian dilakukanbeberapa analisis, yaitu analisis dengan menggunakan metode M-N, MID, statistik, dan metode sikuen stratigrafi. Penggunaan metode-metode tersebut menjadi penting mengingat tidak tersedianya data core dalammelakukan penelitian. Berdasarkan hasil analisa sikuen stratigrafi diperoleh 1 Sequence Boundary (SB), 2Flooding Surface (FS), dan 1 Maximum Flooding Surface (MFS). Masing- masing batas tersebut membatasiperubahan lingungan pengendapan, dan digunakan sebagai dasar untuk melakukan korelasi.Analisa data pada masing-masing sumur didapatkan litologi penyusun batugamping dengan 5 variasi litofasiesberupa Mudstone, Wackestone, Packstone, Grainstone dan Boundstone. Dari beberapa litofasies itu kemudian dikelompokkan dan dianalisis sehingga didapatkan hasil berupa fasies pengendapan yang terdiri dari flank, interreef dan reef core. Dari hasil penelitian ini didapatkan peta paleogeografi yang menunjukkan arah dalaman/lautberada di arah Barat Laut dan Tenggara dan ini membuktikan bahwa platform yang berkembang pada daerahtelitian adalah isolated platform.Kata kunci: Formasi Kujung , Formasi Kujng I, Litofasies, Lingkungan Pengedapan
STUDI GEOLOGI, ALTERASI, DAN KONTROL STRUKTUR TERHADAP KESTABILAN LERENG DI PIT B – EAST, TUJUH BUKIT, BANYUWANGI, JAWA TIMUR Arisa Wahyu Pratama
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v7i2.5226

Abstract

SARI – Longsor merupakan bencana yang mungkin terjadi di berbagai tempat. Salah satu tempat tersebutadalah pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, struktur geologi,perkembangan alterasi, dan tingkat kestabilan lereng di daerah penelitian. Secara administratif daerah penelitianterletak di wilayah pertambangan PT. Bumi Suksesindo yaitu daerah Tujuh Bukit, Kecamatan Pesanggaran,Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur pada koordinat X: 174756 - 175108 Y: 9045072 – 9045554 UTMZona 50S. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis ASD, analisis petrografi, analisiskinematika, analisis LEM, dan analisis FEM. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi dua bentuk asalyaitu bentuk asal struktural dan bentuk asal antropogenik. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi duasatuan batuan dari tua ke muda adalah satuan breksi-vulkanik Batuampar (Miosen Awal) yang selaras dengansatuan tuf Batuampar (Miosen Awal). Struktur geologi daerah penelitian terdiri dari 7 sesar dengan 6 sesardilakukan pengukuran dan 1 sesar yang diperkirakan. Arah sesar relatif utara – selatan dan barat laut – tenggara.Struktur yang berkembang berupa Normal Right Slip Fault.Alterasi yang berkembang pada daerah penelitianberdasarkan analisis ASD dibagi menjadi 5 tipe yaitu tipe masif silika, tipe silika + alunit, tipe silika + kaolinit ±dickit ± alunit, tipe kaolinit ± montmorilonit ± illit, dan tipe klorit ± kaolinit ± montmorilonit. Dariperkembangan tipe alterasi dan mineral gaunge disimpulkan bahwa tipe endapan mineral daerah penelitianberupa epitermal sulfidasi tinggi. Dalam analisis kestabilan lereng digunakan 2 material yaitu materialhydrothermal clay altered yang merupakan material hasil alterasi yang dominan lempung dan material nonhydrothermal clay altered yang memiliki lempung yang sedikit. Hasil analisis kinematika dari 8 sektordidapatkan 6 sektor yang memiliki potensi longsor dan 2 sektor yang tidak berpotensi longsor. Dari 6 sektortersebut, 2 sektor berpotensi toppling dan 4 sektor dengan tipe toppling dan baji. Hasil analisis LEMmenunjukan nilai faktor kemanan dari 4 sayatan lereng pada kondisi dinamis mulai dari sayatan A-A’ hingga DD’secaraberturut–turutdidapatkanfaktorkeamanan1,831,1,322,1,598,dan2,483Sedangkanpadakondisidinamisdidapatkan faktor kemanan 1,831 , 1,322 , 1,598 , dan 2,483. Berdasarkan analisis FEM didapatkannilai faktor kemanan dari 4 sayatan pada kondisi statis mulai dari sayatan A-A’ hingga D-D’ secara berturut –turut didapatkan faktor kemanan 2,32 , 1,64 , 2,09 , dan 3,10 sedangkan pada kondisi dinamis didapatkan faktorkeamanan 1,53 , 1,08 , 1,37 , dan 2,29. Dari berbagai macam fakta lapangan yang ada, dapat disimpulkan prosespenambangan pada daerah penelitian aman sehingga dapat digunakan desain seperti sekarang.Kata-kata Kunci: Geologi, Alterasi, Struktur Geologi, Kestabilan Lereng, Kinematika, Limit EquilibriumMethod, Finite Element Method 

Page 5 of 22 | Total Record : 219