cover
Contact Name
Yunika Purwanti
Contact Email
jtfp@umus.ac.id
Phone
+6289618559484
Journal Mail Official
jtfp@umus.ac.id
Editorial Address
Jalan Diponegoro KM 2, Pesantunan Brebes
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Technology and Food Processing (JTFP)
ISSN : -     EISSN : 2775247     DOI : https://doi.org/10.46772/jtfp.v1i02
Fokus and Scope Fokus dan ruang lingkup dari Journal of Technology and Food Processing (JTFP) terkait dengan ilmu dan teknologi pangan sebagai berikut. a. Pengolahan dan distribusi pangan b. Sanitasi dan keamanan pangan c. Bioteknologi pangan d. Manajemen dan mutu pangan e. Pangan fungsional f. Pengemasan dan penyimpanan pangan g. Microbiologi pangan h. Diversifikasi pangan i. Nanoteknologi j. Analisa organoleptik
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 02 (2023): Juli" : 5 Documents clear
HUBUNGAN BUDAYA DENGAN MPASI DINI PADA BAYI 0-24 BULAN Riska Arsita Harnawati
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 3 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v3i02.1279

Abstract

Tingginya angka MPASI dini di Indonesia disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, dengan salah satu faktor eksternnal yaitu budaya. MPASI dini akan lebih cepat diberikan pada ibu dengan lingkungan tinggal kental akan budaya. Rendahnya pemberian ASI dan meningkatnya pemberian MPASI dini di Indonesia adalah dampak dari rendahnya pengetahuan ibu mengenai manfaat ASI eksklusif. Menurut statistik Riskesdar 2018, ASI adalah cara pemberian makan utama bagi 37,3% bayi di Indonesia yang berusia antara 0 dan 6 bulan. Penelitian ini berusaha memahami pengaruh budaya pemberian makanan pendamping ASI sejak dini (MPASI). Uji analisis chi-square cross-sectional digunakan dalam desain penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini 19 wanita dengan bayi antara usia 0 dan 24 bulan. Menurut temuan penelitian, ada korelasi antara pemberian makanan tambahan dini dan faktor budaya (nilai p = 0,000 , <α = 0,05).
PENERAPAN COLD CHAIN STORAGE PADA PEMBEKUAN FILET KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) Faizah Faizah; Ajeng Dyah Kurniawati; Anis Khairunnisa; Niluh Putu Sonia Agustini
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 3 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v3i02.1280

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcalifet) merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, dikarenakan kadar protein dan kadar air yang tinggi mengakibatkan ikan kakap putih memerlukan penanganan khusus. Salah satu cara untuk menjaga kesegaran, mutu, dan sifat organoleptik ikan kakap putih yaitu dengan menerapkan sistem Cold Chain Storage. Cold Chain Storage merupakan metode penyimpanan dengan cara mengendalikan suhu untuk menjaga kualitas dan keamanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem cold chain storage dalam proses pembekuan filet Kakap Putih (Lates calcarifer). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi dan wawancara langsung dengan karyawan. Hasil penelitian menunjukkan setiap proses pengolahan ikan memiliki suhu di bawah 5oC. Suhu ikan pada proses penerimaan bahan baku 3,5oC, sortasi 2,7oC, penimbangan 2,1oC, penyisikan 3,0oC, pencucian 3,2oC, fillet 2,9oC, penyusunan dalam long pan 3,0 oC, pembekuan -35oC, pengemasan dan pelabelan -1,5oC, penyimpanan -21oC, dan distribusi 17,5oC. Metode pembekuan yang digunakan yaitu pembekuan cepat dengan suhu -30oC sampai -40oC. Berdasarkan hasil penelitian, suhu ikan kakap putih pada sistem Cold Chain Storage sudah memenuhi SNI01-2696.3-2006 tentang filet kakap beku yaitu suhu maksimal ikan 5oC.
PENGARUH TEMPERATUR PEMANASAN TERHADAP SENSORI WARNA PRODUK SARI BUAH LEMON Rois Nurlatifah; Yan El Rizal Unzilatirrizqi; Melly Fera
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 3 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v3i02.1281

Abstract

Kualitas produk sari buah tergantung dari kesegaran dan kandungan zat. Warna merupakan salah satu indikator untuk menentukan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas sensori pada warna yang disebabkan oleh pengaruh temperatur pemanasan sari buah lemon. Metode pada penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan perlakuan suhu dengan pengamatan sensori warna. Hasil menunjukkan bahwa semua perlakuan memiliki warna yang sama yaitu kuning pucat. Perlakuan pemanasan pada 00C pada suhu ruang terjadi kerusakan dengan munculnya gas dalam botol dan aroma tidak lagi segar.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN EKSRAK BUAH NANAS TERHADAP SIFAT FISIK (pH dan SUSUT MASAK) DAN UJI SENSORI DAGING ENTOK Iman Syariffudin; Yunika Purwanti; Melly Fera; Wadli
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 3 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v3i02.1282

Abstract

Entok (Cairina moschata) merupakan salah satu jenis ternak unggas domestik yang mempunyai peranan cukup besar sebagai unggas penghasil daging. Buah nanas mengandung enzim proteolitik bernama bromelin, yang digunakan untuk melunakkan daging. Lama perendaman biasa disebut juga dengan lama marinasi. Prinsip marinasi daging adalah perendaman dalam bahan marinade (larutan atau saus) yang mengandung ingredient tertentu sehingga secara perlahan-lahan terjadi transpor pasif dari bahan marinade ke dalam daging secara osmosis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis yang optimum dalam proses lama perendaman ekstrak buah nanas terhadap sifat fisik dan sensori daging entok. Penelitian ini menggunakan Metode eksperimental dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) perlakuan yang digunakan sebanyak 5 perlakuan yaitu perendaman ekstrak nanas dengan dosis 35 ml pada 100 g daging entok yang direndam selama (P0 = tanpa perendman, P1 = 15 menit, P2 30 menit, P3 = 45 menit dan P4 = 60 menit). Perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh di analisis menggunakan uji anova (analisis sidik ragam). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak nanas pada daging entok tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap susut masak (cooking loss), aroma, dan rasa daging entok. Akan tetapi pemberian larutan ekstrak nanas pada daging entok memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap pH, warna, tekstur dan kesukaan daging entok
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA: HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA Istiqomah Dwi Andari
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 3 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v3i02.1283

Abstract

Susunan pangan sehari-hari mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur dalam rangka mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi. Salah satu hal yang mempengaruhi status gizi pada manusia yaitu pola makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan karbohidrat, protein dan lemak dengan status gizi pada lansia di Posyandu Lansia Wilayah Desa Pagongan Tahun 2023. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian observasi analitik dengan menggunakan pendekatan studi “cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di bulan Januari 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang berada di Posyandu lansia berjumlah 105 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi yang berjumlah 75 orang. Instrumen penelitian ini dengan kuesionel, analisis yang digunakan adalah analisis Univariat dan Bivariat dengan menggunakan uji Chisquare. Hasil penelitian dari hasil penelitian didapatkan yang berhubungan dengan status gizi lansia adalah asupan karbohidrat (p=0,000) dan asupan protein (p=0,000) sedangkan yang tidak memiliki hubungan yaitu asupan pada lemak (p=0,263). Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkn bahwa yang berpengarun dengan status gizi lansia adalah Asupan karbohidrat dan asupan protein.

Page 1 of 1 | Total Record : 5