cover
Contact Name
Yunika Purwanti
Contact Email
jtfp@umus.ac.id
Phone
+6289618559484
Journal Mail Official
jtfp@umus.ac.id
Editorial Address
Jalan Diponegoro KM 2, Pesantunan Brebes
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Technology and Food Processing (JTFP)
ISSN : -     EISSN : 2775247     DOI : https://doi.org/10.46772/jtfp.v1i02
Fokus and Scope Fokus dan ruang lingkup dari Journal of Technology and Food Processing (JTFP) terkait dengan ilmu dan teknologi pangan sebagai berikut. a. Pengolahan dan distribusi pangan b. Sanitasi dan keamanan pangan c. Bioteknologi pangan d. Manajemen dan mutu pangan e. Pangan fungsional f. Pengemasan dan penyimpanan pangan g. Microbiologi pangan h. Diversifikasi pangan i. Nanoteknologi j. Analisa organoleptik
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 01 (2024): Januari" : 5 Documents clear
COOKIES TEPUNG MOCAF DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KATUK (SAUROPUS ANDROGVNUS) UNTUK IBU MENYUSUI ratna, diah ratnasari
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 4 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v4i01.1090

Abstract

Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan sayuran yang banyak terdapat di Asia Tenggara., warna daunnya hijau gelap karena kadar klorofil yang tinggi, daun katuk yang sudah kering dapat diolah menjadi tepung daun katuk, untuk berbagai macam makanan serta aneka olahan lainnya salah satu produknya adalah cookies tepung mocaf dengan substitusi tepung daun katuk, Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan kualitas cookies tepung mocaf dengan substitusi tepung daun katuk 5%, 10%, 15% ditinjau dari aspek warna, tekstur, aroma dan Untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap cookies. Perlakuan penambahan daun katuk yang berbeda yaitu sebanyak 5%, 10% dan 15% yang diambil dari jumlah tepung mocaf. Analisis data menggunakan analisis varian klasifikasi tunggal dan uji tukey, sebelumnya dilakukan uji prasarat yaitu uji homogenitas dan uji normalitas sedangkan tingkat kesukaan dengan menggunakan analisis deskriptif prosentase. Hasil menunjukkan bada perbedaan kualitas cookies substitusi tepung daun katuk ditinjau dari indikator warna, rasa, aroma, dan tekstur. Hasil penelitian pembuatan cookies tepung mocaf dengan penambahan daun katuk 5%, memiliki kriteria berkualitasl, 10% kriteria cukup berkualitas dan 15%, kriteria kurang berkualitas, Hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan vitamin C yang tertinggi terletak pada sampel (423) yaitu cookies substitusi tepung daun katuk sebesar 15% yaitu sebesar 70,3623 Mg/100 g. Dan untuk kalsium 0,7219%. Hasil uji kesukaan masyarakat terhadap cookies substitusi tepung daun katuk menunjukkan masyarakat menyukai cookies sampel (267) yaitu cookies dengan substitusi tepung daun katuk 5%.
ORGANOLEPTIK TELUR PUYUH ASIN YANG DIREBUS DENGAN LARUTAN GARAM Hasdar, Muhamad
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 4 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v4i01.1184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perebusan dengan larutan garam 10% terhadap preferensi organoleptik telur puyuh asin oleh konsumen. Proses pengasinan dilakukan dengan inkubasi selama 2 x 24 jam, diikuti dengan perebusan menggunakan dua metode, yaitu air bersih (sampel A) dan larutan garam 10% (sampel B) selama 1 jam masing-masing. Parameter organoleptik dievaluasi oleh 36 panelis yang tidak terlatih. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t untuk membandingkan kedua sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perebusan dengan larutan garam 10% tidak memiliki dampak signifikan (P>0,05) terhadap rasa putih telur, kemasiran, tekstur putih telur, dan aroma. Namun, berdampak signifikan (P<0,05) terhadap rasa kuning telur dan warna kuning telur. Dalam hal preferensi, 19 panelis lebih menyukai sampel A dan 16 panelis menyukai sampel B. Secara keseluruhan, proses perebusan dengan larutan garam 10% berpengaruh terhadap kualitas organoleptik, tetapi tidak menunjukkan perbedaan dalam peningkatan level kriteria organoleptik.
ANALISIS KADAR ASAM LEMAK BEBAS DAN KADAR KOTORAN TERHADAP MUTU CPO PADA VACUM DRYER PT SOCFINDO KEBUN SEUNAGAN Irawan, Hendri
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 4 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara pengekspor CPO terbesar di dunia Salah satu proses pengolahan TBS kelapa  sawit  menjadi CPO di pabrik kelapa sawit adalah proses pemurnian minyak di stasiun pemurnian. Stasiun pemurnian yaitu tahap pengeringan pada unit Vacuum dryer. Berdasarkan observasi yang dilakukan di PT. Socfindo Seunagan, jenis kerusakan yang paling mendominasi terjadinya penurunan kualitas CPO, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui crude palm oil (CPO) terhadap kadar asam lemak bebas (ALB) dan kadar kotoran yang terdapat pada Vacuum dryer. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli s/d November 2022 yang bertempat di laboratorium PT. SOCFINDO Kebun Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu neraca analitik, elemeyer, buret digital, gelas ukur, NaOH sebanyak 0.2551 N, 95% Alkohol, cawan petridis, pipet mikro, desikator, oven, tang penjepit, dan sampel CPO. Metode yang digunakan yaitu metode uji laboratorium, data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan cara melakukan percobaan sebanyak 7 kali. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai rata – rata dari kadar asam lemak bebas dan kadar kotoran dari minyak sawit yang terdapat dalam Vacum dryer antara lain yaitu nilai rata-rata dari kadar asam lemak bebas 2,19 % dan nilai dari kadar kotoran 2,85 %., Dapat dikatakan bahwa nilai dari kadar asam lemak bebas dan kadar kotoran pada CPO memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh PT PT Socfin Indonesia Seunagan yang berlokasi di Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.  
IDENTIFIKASI KANDUNGAN BORAKS DAN FORMALIN PADA BERBAGAI MAKANAN DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN Faizah; Awaludin, Muhammad Tata; Santoso, Dimas; Muzakiyah, Lukvinda Asfi; Paramadini, Adanti Wido
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 4 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu dan teknologi pangan telah meningkatkan produksi makanan yang lebih praktis, awet, dan beragam. Namun, tingginya permintaan akan makanan olahan praktis membawa tantangan kompleks terkait keamanan pangan, terutama terkait penggunaan bahan tambahan berbahaya seperti boraks dan formalin. Boraks dan formalin umumnya digunakan sebagai pengawet memiliki dampak negatif jangka panjang terhadap kesehatan, termasuk risiko keracunan dan penyakit kanker. Oleh karena itu, diperlukan analisis kualitatif untuk mendeteksi keberadaan boraks dan formalin dalam sampel makanan. Pengujian ini bertujuan untuk mengidentifikasi boraks dan formalin secara kualitatif pada 10 jenis bahan pangan masing-masing dari 4 pedagang yang berbeda yang diperoleh dari Kecamatan Purwokerto Selatan. Hasil penelitian menunjukkan dari 40 sampel yang diuji tidak mengandung boraks. Namun, 22 sampel yang diuji mengandung formalin. Sampel yang mengandung formalin yaitu ikan, krupuk, ayam, tahu, frozen food, mie ayam dan cilok. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan pangan yang diperdagangkan di Wilayah Kecamatan Purwokerto Selatan belum semuanya mematuhi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/MenKes/Per/IX/1988 kandungan formalin dalam makanan harus 0 atau negatif.
PENGARUH KONSENTRASI STARTER TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI YOGHURT Kurniawati, Ajeng Dyah; Gati, Andini Rahyu; Nurjanah, Al Haya; Latifasari, Nurul
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 4 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v4i01.1432

Abstract

Yoghurt adalah produk yang diperoleh dari susu yang telah dipasteurisasi, kemudian difermentasi dengan menggunakan bakteri tertentu sampai diperoleh keasaman, bau, dan rasa yang khas, dengan atau tanpa penambahan bahan tambahan lain yang diizinkan. Proses fermentasi pada yoghurt akan mempengaruhi cita rasa dan tingkat keasaman dari yoghurt yang dihasilkan. Salah satu faktor yang menentukan tingkat keasaman pada proses fermentasi yoghurt adalah konsentrasi starter yang digunakan. Pada penelitian ini, akan dilakukan komparasi Tingkat preferensi konsumen terhadap yoghurt yang dibuat dengan konsentrasi starter 2.5% dan 5%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesukaan panelis pada skala hedonik 1-5 (tidak suka-sangat suka) dengan atribut sensori warna, aroma, viskositas dan rasa. Hasil uji sensori menunjukkan perbedaan signifikan antara yoghurt yang dibuat dengan konsentrasi starter 2.5% dan 5%. Sementara itu, pada parameter viskositas dan warna tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara yoghurt yoghurt yang dibuat dengan konsentrasi starter 2.5% dan 5%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5