LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bertaraf nasional yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Informatika Universitas Mandiri Bina Prestasi (UMBP) dengan e-ISSN: 2798-9593 dan p-ISSN: 2798-9836. Diterbitkan secara berkala enam bulan sekali yaitu September dan Maret dengan tujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide berupa temuan, inovasi dan penerapan teknologi ilmiah yang telah dicapai di bidang penelitian.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1 No 1 (2021): September"
:
10 Documents
clear
Simulasi Pengontrolan Kesalahan Transmisi Komunikasi Data dengan Menggunakan Metode Automatic Repeat Request (ARQ)
Beny Irawan
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1 No 1 (2021): September
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (166.264 KB)
|
DOI: 10.58918/lofian.v1i1.156
Dalam komunikasi data, pengontrolan kesalahan berkaitan dengan mekanisme untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan yang terjadi pada pentransmisian frame. Data dikirim sebagai deretan frame, frame tiba sesuai dengan perintah yang sama saat dikirim, dan masing-masing frame yang ditransmisikan mengalami perubahan dan sejumlah variabel penundaan sebelum mencapai receiver (penerima). Kesalahan yang mungkin terjadi adalah hilangnya frame (sehingga frame gagal diterima receiver) dan rusaknya frame (frame diakui telah tiba, namun beberapa bit mengalami kesalahan, sehingga dibuang oleh receiver). peneliti tertarik untuk merancang suatu perangkat lunak yang mampu mensimulasikan proses kerja metode ARQ dalam mengontrol kesalahan pada proses pengiriman data. Metode Selective-Reject ARQ merupakan metode yang paling efisien dari sisi waktu proses, karena metode tersebut mengirimkan beberapa frame sekaligus tanpa harus menunggu balasan dari receiver terlebih dahulu (keunggulan dibandingkan dengan metode Stop-and-Wait ARQ) dan frame yang dikirim ulang hanyalah frame yang rusak / salah (keunggulan dibandingkan dengan metode Go-back-N ARQ). Simulasi metode ARQ di dalam perangkat lunak memberikan gambaran secara umum prosedur yang dilakukan untuk mengontrol kesalahan pada saat pengiriman frame antar perangkat keras.
Perancangan Simulator Interlock Protocol saat Serangan Man-in-the-Middle-Attack pada Kriptografi Kunci Publik RSA
Maranata Pasaribu;
Marice Hotnauli Simbolon
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1 No 1 (2021): September
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.976 KB)
|
DOI: 10.58918/lofian.v1i1.157
Dalam proses transmisi data, walaupun data telah dienkripsi, namun terdapat kemungkinan bahwa data tersebut dapat dimiliki oleh orang lain. Salah satu kemungkinan tersebut adalah dengan terjadinya penyadapan media komunikasi yang digunakan oleh kedua orang yang sedang berkomunikasi tersebut. Problema man-in-the-middle-attack ini dapat dicegah dengan menggunakan interlock protocol. Algoritma inti dari protokol ini yaitu mengirimkan 2 bagian pesan terenkripsi. Bagian pertama dapat berupa hasil dari fungsi hash satu arah (one way hash function) dari pesan tersebut dan bagian kedua berupa pesan terenkripsi itu sendiri. Penelitian ini akan merancang perangkat lunak simulasi yang dapat menjelaskan proses kerja dari man-in-the-middle-attack dalam menyadap dan mengubah pesan, menjelaskan proses kerja interlock protocol untuk mengatasi problema Man-In-The-Middle-Attack. Setelah menyelesaikan perangkat lunak simulasi, peneliti menarik kesimpulan: Dengan menggunakan interlock protocol, walaupun kunci publik pihak penerima dan pengirim didapatkan dan diganti oleh penyadap, tetapi penyadap tidak dapat menjalankan prosedur man-in-the-middle-attack untuk melihat dan mengubah pesan. Hal ini dikarenakan pesan terenkripsi terbagi menjadi dua bagian pada variasi pertama dan terdapat fungsi hash untuk memverifikasi keaslian pesan pada variasi kedua.
Analisis Preboot Execution Environment Server Linux dengan Algoritma First Come First Serve
Erwin Daniel Sitanggang
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1 No 1 (2021): September
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.151 KB)
|
DOI: 10.58918/lofian.v1i1.159
Preboot Execusion Environment Server merupakan layanan jaringan computer yang terintegrasi dengan system operasi linux. Layanan ini merupakan suatu workstation/mesin yang dapat beroperasi tanpa adanya dukungan media penyimpanan (storage/disk) local. Hal ini tentu saja memberi manfaat dalam perkembangan teknologi jaringan computer dalam berbagai aspek. Dalam penerapannya dengan menggunakan perangkat server maupun client yang sama pada distro linux CentOS 7 dan Debian 7 dengan memperhatikan aspek efesiensi seperti waktu akses, jumlah akses dan kecepatan akses untuk meminimalkan penggunaan sumber daya dapat disimpulkan bahwa semakin banyak client maka burst time yang akan digunakan client semakin sedikit. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut diterapkan algortima penjadwalan FSCS sehingga kecepatan masing-masing client tetap stabil. Dan hasil diperoleh perbandingan kinerja dari kedua distro linux tersebut bahwa Debian lebih unggul bila melayani client yang sedikit dan CentOS unggul dari segala aspek jika jumlah client semakin banyak.
Simulasi Pemodelan Procedure-Consumer Problem pada Sistem Operasi
Maradu Sihombing;
Jaidup Banjarnahor
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1 No 1 (2021): September
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (754.989 KB)
|
DOI: 10.58918/lofian.v1i1.160
Sistem operasi yang menggunakan lebih dari satu proses untuk dapat bekerja bersama mencapai tujuan yang diinginkan. Agar tujuan tercapai secara benar, proses-proses tersebut harus mensinkronkan kegiatan-kegiatannya sehingga terkendali dengan baik untuk menghindari kondisi deadlock, salah satu metode untuk menyelesaikan masalah Deadlock adalah Procedure-Consumer. Procedure-Consumer menggunakan Perangkat lunak metode sleep and wake-up untuk mencegah masalah yang terjadi ketika buffer penuh, sementara producer ingin meletakkan item ke buffer dan consumer ingin mengambil item sementara buffer telah kosong. Perangkat lunak menggunakan semaphore untuk untuk mem-blocked producer atau consumer lain ketika salah satu producer atau consumer sedang berada dalam buffer. Perangkat lunak simulasi Producer-Consumer ini merupakan illustrasi dari proses sinkronisasi, yaitu bagaimana cara mengatur beberapa proses yang mengakses beberapa variabel secara bersamaan.
Perancangan Perangkat Lunak Pembelajaran Algoritma Hamming Code dalam Mencari Bit Error pada Komunikasi Data
Misdem Sembiring;
Fauzi Haris Simbolon
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1 No 1 (2021): September
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.86 KB)
|
DOI: 10.58918/lofian.v1i1.161
Dalam ilmu komputer terdapat bermacam-macam algoritma dalam mendeteksi serta mengoreksi error ketika transmisi data digital berlangsung. Salah satu algoritma untuk mendeteksi error adalah dengan menggunanakan Hamming Code dengan single error corrention. Metode ini sangat cocok digunakan pada situasi dimana terdapat beberapa error yang teracak (randomly occurring errors). Metode Hamming Code menyisipkan (n + 1) check bit ke dalam 2n data bit. Metode ini menggunakan operasi XOR (Exclusive - OR) dalam proses pendeteksian error, dengan nilai Input dan output data berupa bilangan biner. Peneliti bermaksud untuk merancang perangkat lunak pembelajaran yang mampu menjelaskan teknik pendeteksian error dari algoritma Hamming Code. Panjang data input dan output pada algortima Hamming Code minimal harus sama dengan 4 bit. Atau dengan perkataan lain, algortima Hamming Code tidak mendukung data dengan panjang 2 bit. Algortima Hamming Code tidak mampu melakukan pengecekan terhadap posisi data error (bad bit) yang lebih dari satu buah.
Perancangan Perangkat Lunak Pembelajaran Algoritma Hamming Code dalam Mencari Bit Error pada Komunikasi Data
Misdem Sembiring;
Fauzi Haris Simbolon
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1 No 1 (2021): September
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58918/lofian.v1i1.161
Dalam ilmu komputer terdapat bermacam-macam algoritma dalam mendeteksi serta mengoreksi error ketika transmisi data digital berlangsung. Salah satu algoritma untuk mendeteksi error adalah dengan menggunanakan Hamming Code dengan single error corrention. Metode ini sangat cocok digunakan pada situasi dimana terdapat beberapa error yang teracak (randomly occurring errors). Metode Hamming Code menyisipkan (n + 1) check bit ke dalam 2n data bit. Metode ini menggunakan operasi XOR (Exclusive - OR) dalam proses pendeteksian error, dengan nilai Input dan output data berupa bilangan biner. Peneliti bermaksud untuk merancang perangkat lunak pembelajaran yang mampu menjelaskan teknik pendeteksian error dari algoritma Hamming Code. Panjang data input dan output pada algortima Hamming Code minimal harus sama dengan 4 bit. Atau dengan perkataan lain, algortima Hamming Code tidak mendukung data dengan panjang 2 bit. Algortima Hamming Code tidak mampu melakukan pengecekan terhadap posisi data error (bad bit) yang lebih dari satu buah.
Simulasi Pengontrolan Kesalahan Transmisi Komunikasi Data dengan Menggunakan Metode Automatic Repeat Request (ARQ)
Beny Irawan
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1 No 1 (2021): September
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58918/lofian.v1i1.156
Dalam komunikasi data, pengontrolan kesalahan berkaitan dengan mekanisme untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan yang terjadi pada pentransmisian frame. Data dikirim sebagai deretan frame, frame tiba sesuai dengan perintah yang sama saat dikirim, dan masing-masing frame yang ditransmisikan mengalami perubahan dan sejumlah variabel penundaan sebelum mencapai receiver (penerima). Kesalahan yang mungkin terjadi adalah hilangnya frame (sehingga frame gagal diterima receiver) dan rusaknya frame (frame diakui telah tiba, namun beberapa bit mengalami kesalahan, sehingga dibuang oleh receiver). peneliti tertarik untuk merancang suatu perangkat lunak yang mampu mensimulasikan proses kerja metode ARQ dalam mengontrol kesalahan pada proses pengiriman data. Metode Selective-Reject ARQ merupakan metode yang paling efisien dari sisi waktu proses, karena metode tersebut mengirimkan beberapa frame sekaligus tanpa harus menunggu balasan dari receiver terlebih dahulu (keunggulan dibandingkan dengan metode Stop-and-Wait ARQ) dan frame yang dikirim ulang hanyalah frame yang rusak / salah (keunggulan dibandingkan dengan metode Go-back-N ARQ). Simulasi metode ARQ di dalam perangkat lunak memberikan gambaran secara umum prosedur yang dilakukan untuk mengontrol kesalahan pada saat pengiriman frame antar perangkat keras.
Perancangan Simulator Interlock Protocol saat Serangan Man-in-the-Middle-Attack pada Kriptografi Kunci Publik RSA
Maranata Pasaribu;
Marice Hotnauli Simbolon
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1 No 1 (2021): September
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58918/lofian.v1i1.157
Dalam proses transmisi data, walaupun data telah dienkripsi, namun terdapat kemungkinan bahwa data tersebut dapat dimiliki oleh orang lain. Salah satu kemungkinan tersebut adalah dengan terjadinya penyadapan media komunikasi yang digunakan oleh kedua orang yang sedang berkomunikasi tersebut. Problema man-in-the-middle-attack ini dapat dicegah dengan menggunakan interlock protocol. Algoritma inti dari protokol ini yaitu mengirimkan 2 bagian pesan terenkripsi. Bagian pertama dapat berupa hasil dari fungsi hash satu arah (one way hash function) dari pesan tersebut dan bagian kedua berupa pesan terenkripsi itu sendiri. Penelitian ini akan merancang perangkat lunak simulasi yang dapat menjelaskan proses kerja dari man-in-the-middle-attack dalam menyadap dan mengubah pesan, menjelaskan proses kerja interlock protocol untuk mengatasi problema Man-In-The-Middle-Attack. Setelah menyelesaikan perangkat lunak simulasi, peneliti menarik kesimpulan: Dengan menggunakan interlock protocol, walaupun kunci publik pihak penerima dan pengirim didapatkan dan diganti oleh penyadap, tetapi penyadap tidak dapat menjalankan prosedur man-in-the-middle-attack untuk melihat dan mengubah pesan. Hal ini dikarenakan pesan terenkripsi terbagi menjadi dua bagian pada variasi pertama dan terdapat fungsi hash untuk memverifikasi keaslian pesan pada variasi kedua.
Analisis Preboot Execution Environment Server Linux dengan Algoritma First Come First Serve
Erwin Daniel Sitanggang
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1 No 1 (2021): September
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58918/lofian.v1i1.159
Preboot Execusion Environment Server merupakan layanan jaringan computer yang terintegrasi dengan system operasi linux. Layanan ini merupakan suatu workstation/mesin yang dapat beroperasi tanpa adanya dukungan media penyimpanan (storage/disk) local. Hal ini tentu saja memberi manfaat dalam perkembangan teknologi jaringan computer dalam berbagai aspek. Dalam penerapannya dengan menggunakan perangkat server maupun client yang sama pada distro linux CentOS 7 dan Debian 7 dengan memperhatikan aspek efesiensi seperti waktu akses, jumlah akses dan kecepatan akses untuk meminimalkan penggunaan sumber daya dapat disimpulkan bahwa semakin banyak client maka burst time yang akan digunakan client semakin sedikit. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut diterapkan algortima penjadwalan FSCS sehingga kecepatan masing-masing client tetap stabil. Dan hasil diperoleh perbandingan kinerja dari kedua distro linux tersebut bahwa Debian lebih unggul bila melayani client yang sedikit dan CentOS unggul dari segala aspek jika jumlah client semakin banyak.
Simulasi Pemodelan Procedure-Consumer Problem pada Sistem Operasi
Maradu Sihombing;
Jaidup Banjarnahor
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1 No 1 (2021): September
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58918/lofian.v1i1.160
Sistem operasi yang menggunakan lebih dari satu proses untuk dapat bekerja bersama mencapai tujuan yang diinginkan. Agar tujuan tercapai secara benar, proses-proses tersebut harus mensinkronkan kegiatan-kegiatannya sehingga terkendali dengan baik untuk menghindari kondisi deadlock, salah satu metode untuk menyelesaikan masalah Deadlock adalah Procedure-Consumer. Procedure-Consumer menggunakan Perangkat lunak metode sleep and wake-up untuk mencegah masalah yang terjadi ketika buffer penuh, sementara producer ingin meletakkan item ke buffer dan consumer ingin mengambil item sementara buffer telah kosong. Perangkat lunak menggunakan semaphore untuk untuk mem-blocked producer atau consumer lain ketika salah satu producer atau consumer sedang berada dalam buffer. Perangkat lunak simulasi Producer-Consumer ini merupakan illustrasi dari proses sinkronisasi, yaitu bagaimana cara mengatur beberapa proses yang mengakses beberapa variabel secara bersamaan.