cover
Contact Name
Budiman Nasution
Contact Email
j.einstein@unimed.ac.id
Phone
+6281269983607
Journal Mail Official
j.einstein@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. William Iskandar Ps. V, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
EINSTEIN (E-JOURNAL)
EINSTEIN (e-Journal) is a journal managed by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Medan. This journal is published three times a year (February, June, and October). EINSTEIN (e-Journal) is a scientific journal that publishes articles from the fields of physics. Various topics of physics articles that can be accepted in this journal are: Theoretical Physics Earth Physics Material Physics Instrumentation Physics Computational Physics Applied Physics
Articles 287 Documents
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pencemaran Air Sumur GaliDengan Konduktivitimeter DiDesa Bogak Besar Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai Lisda Manik; Rappel Situmorang
EINSTEIN (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.268 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v4i2.5462

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat daya hantar listrik ( DHL ) pada sumur gali di dengan  Konduktivitimeter di desa  Bogak Besar Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai dan mengetahui tingkat pencemaran air tanah.Penelitian ini dilakukan dengan alat konduktivitimeter dan pH meter, air sumur gali dimulai dari titik acuan dari garis pantai menuju titik air laut dan dari titik acuan dari garis pantai menuju kearah daratan yaitu sumur-sumur rumah penduduk, Sampel air sumur gali 20 dan sampel air laut 5. Hasil penelitian dari 20 sampel air sumur gali semuanya telah terintrusi air laut dengan tingkat intrusi yang bervariasi dari terendah hingga yang tinggi. Pada sumur gali sampel yang terintrusi air laut dengan tingkatan tertinggi ada pada sampel sumur gali ke 4 dengan nilai DHL 1166,02 μmho/cm, Suhu 25,9 0C dengan kedalaman sumur 4 meter dan jarak dari garis pantai 6.979 m, Sedangan sumur gali yang terendah terdapat pada gali ke 9 dengan DHL 277,35 μmho/cm jarak 7.451 meter dari titik acuan dan kedalaman 4 meter. Bahwa dari 20 sumur gali telah terintrusi air laut dengan jumlah sumur gali yang terintrusi tinggi 65% . Jumlah sumur gali yang terintrusi sedang  20%, sumur gali yang terintrusi tinggi 15%. Tingkat keasaman air sumur gali tersebut memiliki standar kelayakan air minum untuk dikonsumsi berkisar 6,1 – 7,5. Namun berdasarkan analisa daya hantar listrik (DHL) yang dimiliki oleh air sumur gali di Desa bogak besar maka air sumur gali tersebut tidak layak untuk dikonsumsi karena memiliki daya hantar listrik yang lebih tinggi, air minum yang layak untuk di konsumsi yaitu ≤ 200µmho/cm, dimana bila telah melabihi standar tersebut maka air sumur dikatakan tidak layak konsumsi karena telah terintrusi oleh air laut.   Kata kunci : Air Sumur Gali, Air Laut, Konduktivitimeter,  Daya Hantar Listrik (DHL)
PENGARUH KECEPATAN PUTARAN TERHADAP STRUKTUR DAN MORFOLOGI FILM TIPIS ZNO DENGAN MENGGUNAKAN METODE SOL-GEL SPIN COATING Alfandi Gulo; Nurdin Siregar
EINSTEIN (e-Journal) Vol 9, No 2 (2021): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.827 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v9i2.26188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan film tipis ZnO dengan menggunakan metode sol-gel spin-coating. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui struktur film tipis ZnO yang ditumbuhkan diatas permukaan substrat kaca. Pembuatan film tipis ZnO ini menggunakan Zinc Acetate Dehydrate {Zn(CH3COO)2.2H2) sebagai bahan awal. Proses sol ZnO dipreparasi dengan melarutkan Zinc Acetate Dehydrate dalam isopropanol selama 10-15 menit hingga mencapai suhu 60-85oC kemudian ditetesi Diethanolamine (DEA) sebanyak 1,72 ml. Proses Pembuatan sol-gel berlangsung selama 2-3 jam Setelah memperoleh bentuk gel cair yang diinginkan, kemudian dilakukan pelapisan diatas permukaan substrat kaca dengan kecepatan awal (spin up) 1000 rpm selama 10 sekon dan dilanjutkn dengan spin off pada variasi kecepatan putaran 2000, 2500, 3000, dan 3500 rpm selama 20 sekon, dan setelah itu dilakukan pemanasan terhadap substrat kaca yang telah dilapisi dengan gel cair tersebut selama 10 menit dari suhu kamar sampai pada suhu 100oC secara perlahan. Proses ini dilakukan secara berulang sebanyak 5 kali untuk tiap sampel yang digunakan dengan tujuan supaya lapisan yang terbentuk tidak terlalu tipis dan merata diatas substrat kaca. Setelah proses pelapisan selesai, proses selanjutnya pre-heating pada suhu 250oC dan post-heating pada suhu 550oC selama 5 jam dengan waktu tahan selama 30 menit. Hasil analisis XRD film tipis ZnO diperoleh ukuran kristal berturut-turut yaitu 36,91 nm, 23,44 nm, 29,97 nm dan 21,85 nm. Adapun hasil SEM menunjukkan bahwa morfologi ilm tipis ZnO menunjukkan batas bulir yang sangat kecil dimana pada permukaan lapisan tidak memperlihatkan batasbatas bulir yang jelas dengan butir yang sangat kecil. 
DYE SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) MENGGUNAKAN FILM TIPIS ZnO:Cu DENGANVARIASI KECEPATAN PUTARAN BERBAHAN DYE BUAH KARAMUNTING Erniria Erniria; Motlan Motlan; Nurdin Siregar
EINSTEIN (e-Journal) Vol 8, No 3 (2020): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.398 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v9i1.23553

Abstract

Dye Sensitizied Solar Cell telah berhasil dibuat dengan menggunakan film tipis ZnO yangdivariasikan dengan kecepatan putaran 4000, 4500, dan 5000 Rpm, yang dibuat denganmenggunakan metode sol-gel dengan teknik Reflux lalu dicoating pada kaca FTO denganteknik spin coating. Film tpis ZnO:Cu dikarakterisasi dengan menggunakan XRD, SEM,UV-Vis, FTIR. Ukuran kristal ZnO:Cu sebesar 28, 35, dan 28 nm. Energy gap sebesar 3.17, 3.13, dan 3.16 eV. Nilai Efesiensi sebesar 0.810%, 0,155%, dan 0,045%. nilai optimumAbsorbansi dye sebesar 1.73, 1,72, 1,96 a.u pada panjang gelombang 302, 307, dan 305 nm.
IDENTIFIKASI LITOLOGI MENGGUNAKAN GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER DI DESA LAMA KABUPATEN DELI SERDANG Russell Ong; Hendriwansyah Putra; Ratni Sirait; Lailatul Husna Lubis
EINSTEIN (e-Journal) Vol 10, No 3 (2022): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.984 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v10i3.39514

Abstract

Identifikasi bawah permukaan di Desa Lama dilakukan dengan menggunakan geolistrik konfigurasi wenner untuk mengetahui jenis batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang cukup tinggi agar dapat ditentukan dalam pembuatan sumur resapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi bawah permukaaan di Desa Lama Kabupaten Deli Serdang berdasarkan nilai resistvitas dan porositas batuannya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis batuan penyusun yaitu batu lempung dengan nilai resistivitas 5,04-13,7  dan tersebar pada jarak 40-170 meter dengan kedalaman 2,58-24,9 meter. Pasir dengan nilai resistivitas 13,7-19,8  dan tersebar pada jarak 15-205 meter dengan kedalaman 2,58-18,5 meter. Kerikil dengan nilai resistivitas 26,6  dan tersebar pada jarak 73-196 meter dengan kedalaman 2,58-10 meter. Jenis batuan yang memiliki porositas tinggi dan mudah dilalui air dengan nilai 20%, permeabilitas (kelolosan) dengan nilai 4100 /hari, nilai resistivitasnya 26,6 . Lapisan ini berada di kedalaman 2,58-10 meter dan tersebar pada jarak 73-196 meter di lokasi penelitian.
PENGARUH CAMPURAN ABU KULIT KAKAOTERHADAP KARAKTERISTIK ASPAL Muhammad Nur Hidayat; Winsyahputra Ritonga
EINSTEIN (e-Journal) Vol 10, No 2 (2022): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.638 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v10i2.36272

Abstract

Kerusakan perkerasan jalan sebelum tercapainya umur rencana antara lain disebabkan karena kualitas bahan pengisi (filler) perkerasan jalan yang tidak memenuhi ketentuan. Alternative lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas aspal sebagai bahan perkerasan jalan adalah menggunakan aspal yang dimodifikasi dengan penambahan abu kulit kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aspal murni setelah di lakukan pengujian sifat fisik aspal dan mengetahui pengaruh campuran aspal dan abu kulit kakao setelah dilakukan pengujian sifat fisik aspal. Kadar abu kulit kakao yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1-5 %. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimen dengan melakukan pengujian sifat fisik aspal menggunakan alat penetrometer, piknometer, oven kehilangan berat, hotplate titik lembek dan mesin daktilitas. Hasil penelitian didapatkan pengujian sifat fisik aspal yang maksimal untuk campuran abu kulit kakao yang seseuai standar aspal pen 60-70 ialah dengan campuran 1% dan 2% dengan nilai penetrasi aspal pada K2= 61,1 mm, K3= 60,03 mm. Hasil uji titik lembek aspal K2= 49,5°C, K3= 51,0°C. Hasil uji daktilitas aspal K2= 142 cm, K3= 144 cm. Hasil uji berat jenis aspal K2= 1,042 gr/ml, K3= 1,076 gr/ml. Hasil uji kehilangan berat aspal K2= 0,4128%, K3= 0,0183%. Dari hasil penelitian yang didapatkan, abu kulit kakao berpengaruh terhadap karakteristik aspal yaitu stabilitas, fleksibilitas dan ketahanan terhadap kelelahan. Dapat disimpulkan bahwa campuran aspal dengan abu kulit kakao memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku.
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN KARAKTERISTIK GENTENG BETON DENGAN PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA Ita Sari Simbolon; Mara Bangun Harahap
EINSTEIN (e-Journal) Vol 1, No 2 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.45 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v1i2.5063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat sabut kelapa terhadap karakteristik genteng beton, mengetahui hasil pengujian mekanik dan fisis pada genteng beton dengan variasi campuran serat sabut kelapa  terhadap massa pasir, mengetahui kualitas genteng beton dengan penambahan serat sabut kelapa dan genteng beton normal. Genteng beton dibuat berbentuk balok sesuai standart ASTM D-790 untuk pengujian kekuatan lentur dan ASTM D-256 untuk pengujian impak, sedangkan untuk pengujian daya serap air dibuat sesuai standart SNI 0096:2007. Pada penelitian ini perbandingan persentase komposisi campuran semen : pasir yaitu 1 : 3 dengan variasi komposisi serat sabut kelapa yaitu 0%; 1,5%; 3%; 4,5%; 6%; dan 7,5%. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa semakin besar persentase serat maka kekuatan lentur semakin menurun. Semakin besar persentase serat maka kekuatan impak semakin besar juga. Semakin besar persentase serat maka semakin besar juga daya serap air. Hal ini merupakan bahwa penambahan serat sabut kelapa ke dalam adukan genteng beton dapat menghasilkan genteng beton yang berkualitas dibandingkan dengan genteng beton normal.
DYE SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) MENGGUNAKAN FILM TIPIS ZnO DENGAN VARIASI KECEPATAN PUTARAN BERBAHAN DYE BUNGA KEMBANG SEPATU Motlan Motlan; Lelyana Lelyana
EINSTEIN (e-Journal) Vol 7, No 2 (2019): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.878 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v7i2.13633

Abstract

Dye Sensitizied Solar Cell telah berhasil dibuat dengan menggunakan film tipis ZnO yang divariasikan dengan kecepatan putaran 1200 Rpm, yang dibuat dengan menggunakan metode sol-gel dengan teknik Reflux lalu dicoating pada kaca ITO dengan teknik spin coating. Film tpis ZnO dikarakterisasi dengan menggunakan XRD, SEM, UV-Vis, TIR. Ukuran kristal ZnO sebesar 37 nm. Energy gap sebesar 3.14. Nilai Efesiensi sebesar 0.2427%. nilai optimum Absorbansi dye sebesar 2.5 a.u pada panjang gelombang 550nm.Kata Kunci: Dye Sensitized Solar Cell, Kecepatan Putaran Spin-Coating , Bunga Kembang Sepatu, Efesiensi.
PENGARUH PENAMBAHAN TANAH LIAT SEBAGAI CAMPURAN TERHADAP KEKUATAN BETON PASCA BAKAR Ekasari Malau; Abd Hakim S
EINSTEIN (e-Journal) Vol 3, No 2 (2015): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.155 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v3i2.5452

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian pengaruh penambahan tanah liat sebagai campuran terhadap kekuatan beton pasca bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanah liat dan suhu pembakaran terhadap beton dengan menggunakan 50% pasir merah sebagai agregat halus terhadap kuat tekan dan pola keretakan beton. Metode pembuatan yang dilakukan adalah beton dibuat berbentuk kubus 15 x 15 x 15 cm. Campuran beton yang digunakan mengacu pada beton mutu rendah K175 dengan semen : pasir : kerikil adalah 1 : 2 : 3 dengan FAS 0,5. Beton normal sebagai pembanding dengan beton campuran tanah liat yang masing-masing mengalami proses pembakaran. Pada penelitian ini dibuat variasi komposisi tanah liat yaitu 0%, 5%, 10% dan 15% dari berat semen yang digunakan. Setelah melalui masa perendaman 28 hari, kemudian dilakukan pembakaran pada mesin furnance pada suhu 200⁰C, 350⁰C, dan 500⁰C dengan waktu penahanan selama 2 jam. Setelah itu, proses pembakaran dihentikan lalu direndam ke dalam air ± 4 menit, kemudian didiamkan selama 24 jam dengan temperatur ruangan kemudian beton diuji dengan metode uji kuat tekan dan uji pola keretakan dengan prosedur yang ada. Dari hasil penelitian diperoleh beton pada temperatur 2000C, 3500C, dan 5000C dengan masing-masing variasi komposisi tanah liat 0%, 5%, 10%, dan 15% mengalami penurunan kuat tekan. Kekuatan paling optimal terdapat pada campuran 5%  dengan nilai kuat tekan sekitar 27,11 MPa.  Sedangkan komposisi campuran 10% dan  15% mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pola keretakan beton dengan komposisi penambahan tanah liat pada temperatur 2000C dan 3500C  menunjukkan tidak adanya retakan, tetapi pada suhu tertinggi 5000C beton terlihat sedikit retakan dan menjadi getas.  Dari hasil penelitian juga menunjukan bahwa kenaikan temperatur memberi dampak yang besar terhadap penurunan kuat tekan. Semakin tinggi suhu maka semakin rendah pula kuat tekan begitupun dengan sebaliknya. Kata Kunci      :Beton Pasca Bakar, Tanah Liat, Pasir Merah, Uji Kuat Tekan, Pola Keretakan.
RANCANG BANGUN PEMBERIAN PAKAN DAN PENGATURAN PH AIR OTOMATIS PADA TAMBAK UDANG BERBASIS ATMEGA32 Mulkan Iskandar Nasution; Risma Khoiriah Simbolon
EINSTEIN (e-Journal) Vol 8, No 2 (2020): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.615 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v8i2.20443

Abstract

ABSTRACTIt has been done the research on the design of automatic feeding and adjusting the pH of water in shrimp pond based on atmega32. By using atmega32 microcontroller as a system design. Water pH setting uses a peristaltic pump to drain water which containing buffer solutions. Ultrasonic sensors detects feed supplies. If the feed is running low, then the buzzer will ring. The servo motor is used to open the lid on the feed container so that the more servos move the more feed is given to shrimp. This device could also be used to measure the temperature of water for shrimp pond by using DS18B20 temperature sensor. The results showed that the pH sensor testing obtained good results because the device was able to maintain the pH value as needed. If the pH of water in the pond is more than 8.5 or less than 6.5 then the pump will become active and work to distributive water mixed with the buffer solution into the pond. The feed container uses an ultrasonic sensor to read the distance if the feed is running low inside the container. If the sensor measures a distance of more than 4 cm then the buzzer will inactive but if the distance is less than 4 cm then the buzzer will active and beep. At the time of feeding, the servo motor will move to open the cover of the feed container with a single movement of 0.7 grams of feed given. In order for the feed to spread, the fans are used for spreading of the feed.   Keywords : Atmega32, Feed, pH sensor, Temperature Sensor, and Ultrasonic Sensor.
Karakterisasi Superkonduktor Bahan Bscco Didoping Dengan MgO Eidi Sihombing; Nurhayati Purba
EINSTEIN (e-Journal) Vol 5, No 1 (2017): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.369 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v5i1.7228

Abstract

Superkonduktor berbasis Bismut BSCCO adalah material yang paling banyak dikaji untuk meninggkatkan suhu kritis. Material BSCCO ini banyak digunakan dalam bnetuk kabel bawah tanah, kabel transmisi, maglev dan lain lain. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bahan superkonduktor berbasis Bismut antara lain : Bismut Nitrat (Bi(NO3)3), Stronsium Nitrat (Sr(NO2)3), Kalsium Nitrat (Ca(NO3)24H¬2O), Kopper Oksida (CuO), Magnesium Oksida (MgO). Bahan-bahan ini direaksikan dengan metode kering atau metode padatan menggunakan perbandingan molar 2: 2 : 2 : 3. Proses kalsinasi dilakukan dengan variasi suhu  selama 24 jam. Sintering dilakukan pada suhu konstan 850oC selama 48 jam. Serbuk superkonduktor dipeletisasi dengan tekanan 10 ton dalam bentuk silinder berdiameter 0,4 cm dan tinggi 0,5 cm, selanjutnya dilakukan uji sifat dimagnetik dengan uji efek Meissner menggunakan nitrogen cair. Kemudian dikarakterisasi dengan alat XRD (X-Ray Diffraction) dan SEM (Scanning Electron Mycroscopy). Hasil yang diperoleh adalah superkonduktor BMgSCCO mengalami sedikit levitasi melaui uji efek meissner. Dari uji XRD diperoleh Hasil analisa XRD diperoleh fasa 2212 dan fasa 2223 dengan fraksi volume tertinggi sebesar 30,6% dan 68,5%. Parameter kisi a =  1,917 Å, b = 2,825 Å, c = 4,759 Å untuk BMgSCCO 0,1 gram menunjukkan stuktur ksristal adalah orthorhombic. Hasil analisa morfologi permukaan melalui alat SEM berupa Gumpalan dan serpihan kecil bersifat acak.hasil uji efek meissner sampel mengalami levitasi lemah pada setiap sampel.Kata kunci : Superkonduktor, BSCCO, doping MgO