cover
Contact Name
Djoko Hari Praswanto
Contact Email
jasten@scholar.itn.ac.id
Phone
+6281336663022
Journal Mail Official
jasten@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
Jl. Bendungan Sigura - gura No. 2 Kota Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional
ISSN : ""     EISSN : 27470598     DOI : https://doi.org/10.36040/jasten.v3i1
JASTEN merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Jurnal ini merupakan hasil dari hilirisasi kegiatan penelitian pada bidang sains, teknologi dan seni yang diaplikasikan kepada masyarakat. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam 1 Tahun pada bulan April dan Oktober. e-ISSN : 2747-0598 Subyek : Sains, Teknologi dan Seni
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2022)" : 6 Documents clear
Manajamen Pemeliharaan dan Pemberian Pakan Ternak Sapi Potong Di Desa Sebewe Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa Mietra Anggara; Imam Munandar; Silvia Firda Utami; Fadhli Dzril Ikram; M. Faisal
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.203 KB) | DOI: 10.36040/jasten.v3i2.5910

Abstract

Feed is all that can be eaten by livestock, both in the form of organic and inorganic materials, which can be partially or completely digested and does not interfere with health. Good feed is feed that contains quality food substances, such as energy, protein, fat, minerals and vitamins, to produce high-quality and high-quantity meat products. 70% of production costs are spent on feed. Therefore, assistance and training are needed so that the use of feed is efficient and meets the nutritional needs of livestock. The activity was carried out on August 4, 2020, located in the Sebewe Village, Moyo Utara District, Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Province. The activity method is in the form of Problem-Solution and Demo directly to the community. This activity began with the delivery of material on livestock rearing management (mating management), weaning management, management of feeding and care, then continued with activities giving material on cattle feed formulations, demos of making cattle feed and operation and maintenance of animal feed machines (concentrates). The conclusion from this activity is that farmers in Sebewe Village, Moyo Utara District, have not implemented good feeding management for beef cattle and concentrated feed for livestock. This is due to the lack of knowledge and understanding of the community about good management of maintenance and feeding of beef cattle.
Pembuatan Teh Herbal Berbasis Kearifan Lokal Daun Seledri Di Desa Sumberejo Batu Dengan Pemasaran Melalui Program Website Terintegrasi Valerie Alpenada Valerie; Frisca Fitrianingrum; Dwi Ana Anggorowati
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.419 KB) | DOI: 10.36040/jasten.v3i2.6002

Abstract

Sayur seledri telah menjadi produk utama unggulan di Desa Sumberejo Kota Batu. Berdasarkan potensi dan masalah yang disebutkan, tanaman seledri memiliki ketersediaan melimpah namun mempunyai umur simpan yang singkat sekitar 2-3 hari. Maka dengan adanya inovasi pembuatan teh herbal daun seledri serta pembuatan sistem pemasaran berupa Website diharapkan memberikan dampak positif pada sistem perekonomian masyarakat. Cara memperpanjang umur simpan dari sayur seledri dapat dilakukan dengan mengolah sayur seledri menjadi teh herbal. Untuk cara pengolahannya sendiri memanfaatkan sistem pengeringan. Pengeringan adalah suatu metode untuk mengawetkan bahan pangan yang memiliki sifat mudah rusak atau busuk. Tujuan proses pengeringan sendiri untuk mengurangi kandungan air dalam bahan sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroba atau reaksi lain yang tidak dinginkan. Metode Pengeringan yang digunakan untuk mengolah sayur seledri menjadi teh herbal daun seledri dengan menggunakan sinar matahari selama 12 jam dan alat dehidrator dengan suhu 50°C selama 1 jam untuk mendapatkan hasil seledri kering.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PRODUK PERMEN JELLY BUAH SUKUN DENGAN MEMAKAI LEMARI PENGERING BERFILTER ORGANIK PADA SISWA SMA NASIONAL MALANG Siswi Astuti; Awan Uji Krismanto; Djoko Hari Praswanto; Frisca Fitrianingrum
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.758 KB) | DOI: 10.36040/jasten.v3i2.6033

Abstract

SMA Nasional Malang merupakan salah satu SMA swasta di Malang yang menerapkan kurikulum Plus, artinya ada materi tambahan diluar kurikulum yang diajarkan sesuai peminatan siswa agar kalau sudah lulus bisa bekerja ataupun melanjutkan studi pada bidang yang diminatinya SMA Nasional Malang didirikan pada tahun 1983 oleh Yayasan Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional Malang dengan nama SMU Nasional Malang beralamatkan di Jalan bendungan Sigura – gura No. 2 Malang yang menjadi satu dengan ITN Malang. Karena ada penambahan program Pasca Sarjana di ITN Malang pada tahun 1995 maka SMU dipindahkan ke Jl. Sudanco Supriyadi serta namanya diganti menjadi SMA Nasional Malang sampai sekarang. SMA Nasional saat ini mempunyai siswa sejumlah 440, guru 31 orang dan tenaga kependidikan 7 orang. Pimpinan SMA saat ini menginginkan ada suatu produk unggulan yang dibuat oleh siswa SMA Nasional yang berasal dari tanaman yang tumbuh di lokasi sekolah yang dapat meningkatkan gizi masyarakat. Dari hasil survei, di halaman SMA Nasional ada pohon sukun. Buah sukun mempunyai nutrisi untuk pertumbuhan sehingga bagus jika dikonsumsi oleh anak anak usia pertumbuhan selain untuk orang tua, tetapi buah ini kurang diminati masyarakat karena rasanya kurang begitu enak. Oleh sebab itu perlu dibuat olahan yang disukai semua orang, salah satu alternatifnya adalah permen jelly sukun. Pembuatan permen jelly ini cukup mudah hanya diperlukan ketelitian, kebersihan dalam pembuatannya sehingga tidak ditumbuhi virus, bakteri maupun jamur. Pada waktu pengeringan permen jelly diperlukan suatu ruangan yang steril dan bisa dikendalikan kelembabannya. Dengan memanfaatkan hasil penelitian tentang lemari penyimpan makanan yang berfilter bahan organic diharapkan produk permen jelly yang dihasilkan higienis dan tahan lama. Oleh karena itu agar SMA mempunyai produk yang berpotensi dapat meningkatkan kemampuan siswa berwirausaha dan dapat meningkatkan perekonomian sekolah maka perlu diberi pelatihan pembuatan permen jelly sukun serta manajemen usahanya. Hasil dari kegiatan ini siswa dapat memahami bahwa buah sukun dapat dibuat aneka produk olahan pangan diantaranya permen jelly sukun. Olahan lain sebagai tambahan adalah membuat teh celup daun sukun dengan berbagai umur daun beserta cara manajemen usahanya. Olahan permen jelly sukun dijual dalam kemasan plastic tiap plastic kecil isi 2 biji permen dengan harga 3 bungkus plastic Rp 15.000,- dan kemasan pouch dengan harga jual Rp 15.000,-. Teh daun sukun ini dikemas dalam pouch isi 10 kantung dengan harga jual Rp 6.000,-.
PEMANFAATAN MESIN BENDING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI DI BENGKEL LAS SURYA MANDIRI KECAMATAN PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN Djoko Hari Praswanto; Eko Yohanes Setyawan; Soeparno Djiwo; Izza Nur Affida
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.597 KB) | DOI: 10.36040/jasten.v3i2.6034

Abstract

Dalam perkembangan desain pagar atau kanopi pada rumah, sekarang ini banyak desain yang menggunakan lengkungan. Sebelumnya pagar minimalis sangat dikenal dengan model yang minim lengkungan. Dengan perkembangannya untuk menampilkan estetika pagar mengikuti desain rumah, dimana ada beberapa lengkungan pada pagar atau kanopi. Untuk membuat lengkungan pada pagar besi hollow tidak mudah. Jika membuat lengkungan tersebut menggunakan cara manual, lengkungan pada besi hollow tidak simetris dan besi hollow dapat penyok didaerah lengkungan sehingga tampilan pagar menjadi jelek. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini, solusi yang ditawarkan untuk membuat lengkungan pada besi hollow menggunakan mesin bending skala kecil yang berfungsi membuat lengkungan pada besi hollow kotak ataupun bulat. Mesin bending ini dilengkapi dengan roll yang dapat dirubah menyesuaikan ukuran pipa yang akan dibending. Luaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa teknologi tepat guna mesin bending, dan publikasi jurnal nasional terkareditasi sinta. Dari hasil kegiatan ini mitra dapat menghemat kurang lebih 15% dari harga pembuatan sebelumnya
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN WEBSITE DAN MAIL SERVER SEBAGAI MEDIA PROMOSI KAMPUNG WISATA PEDULI IKLIM Kartiko Ardi Widodo Kartiko Ardi Widodo; Nurlaily Vendyansyah; Suryo Adi Wibowo; Yosep Agus Pranoto
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.893 KB) | DOI: 10.36040/jasten.v3i2.6035

Abstract

Wisata Peduli Perubahan Iklim Tirta Rona memiliki keistimewaan sendiri karena dibangun bersama-sama oleh warga RW 07 Tlogomas, Kota Malang. Wisata Tirta Rona mempunyai manfaat tersendiri untuk warga RW 07 Tlogomas karena memiliki banyak manfaat seperti menyerap air, membantu menyimpan air, pengolahan limbah dan komposter. Melihat antusias warga dalam mengelola wisata ini yang sangat baik, tidak sebanding dengan tamu yang berkunjung. Hal ini disebabkan oleh pengelola wisata yang kurang memanfaatkan teknologi sebagai media promosi. Tujuan dari kegiatan ini adalah menambah layanan informasi Wisata Peduli Perubahan Iklim Tirta Rona yang lebih modern dan mampu bermanfaat bagi masyarakat, serta meningkatkan nama baik dan citra pengabdi serta Perguruan Tinggi di dimata masyarakat umum. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dirancang dalam tujuh tahapan proses yang saling terkait dan berkelanjutan yaitu : (1) Tahap survey lokasi mitra dan wawancara kebutuhan, (2) Tahap analisis, (3) Tahap perancangan perangkat lunak, (4) Tahap pengembangan perangkat lunak, (5) Tahap sosialisasi, (6) Tahap pelatihan dan pendampingan, dan (7) Tahap Evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang pentingnya promosi terhadap suatu bisnis. Mitra sudah dapat melakukan pengolahan data melalui website admin tanpa dibantu oleh tim pengabdi.
PENDAMPINGAN APLIKASI MOBILE SEBAGAI PENYEDIA BUKTI BAYAR (AMBYAR) PADA RPM MOTOR Nurlaily Vendyansyah; Deddy Rudhistiar; Peniel Immanuel Gultom
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.396 KB) | DOI: 10.36040/jasten.v3i2.6036

Abstract

Kebutuhan masyarakat Indonesia dalam pengetahuan pajak untuk saat ini masih dinilai kurang, walaupun sudah dilakukan sosialisasi oleh Direktorat Jendral Pajak (DJP). Data survey DJP membuktikan bahwa per 31 Desember 2021, SPT Tahunan 2020 tercatat mencapai 15,97 juta dari 19 juta wajib pajak yang wajib melaporkan SPT (Azkiya Dihni.Vika,2021). Salah satu penyebabnya adalah belum semua wajib pajak mengerti tentang pajak serta bagaimana pelaporannnya. Untuk itu wajib pajak harus mengetahui informasi tentang objek pajak penghasilan, penghasilan kena pajak, tarif pajak penghasilan, pelunasan pajak di tahun berjalan, ilustrasi penghitungan pajak terutang, serta pembukuan dan pencatatan (Fitriya,2022). Permasalah muncul ketika pelaku usaha adalah merupakan pelaku bisnis UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang tidak mengerti tentang pajak. Walaupun pemerintah telah menyatakan bahwa UMKM dengan pendapatan di bawah 500 juta dinyatakan bebas pajak (Liputan 6, 2023). Namun hal ini tetap harus dibuktikan dengan pelaporan keuangan. Tujuan kegiatan ini adalah : 1) mengenalkan bentuk laporan keuangan yang dapat dipakai sebagai alat untuk pelaporan pajak, 2) mengenalkan aplikasi AMBYAR yang dapat dipakai sebagai laporan keuangan. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah Experimential Learning (pembelajaran pengalaman), dengan tahapan pelaksanaan adalah sebagai berikut : 1) Persiapan, 2) Pelaksanaan sosialisasi aplikasi AMBYAR sebagai alat pelaporan keuangan, 3) Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi AMBYAR, 4) Evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa :1) Pengetahuan mitra dalam mengoperasikan aplikasi AMBYAR meningkat sebesar 33,34%, 2) Pengetahuan mitra dalam membuat laporan keuangan meningkat sebesar 66,67%, 3) Respon mitra terhadap pelaksanaan kegiatan menyatakan baik sebesar 100%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6