Articles
366 Documents
ANALISIS TINGKAT PENGUNGKAPAN ZAKAT DAN LAPORAN KEUANGAN PADA ORGANISASI PENGELOLA ZAKAT (OPZ) DI INDONESIA
Rizqa Arimurti
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 3 (2019): August
Publisher : Master in Accounting Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/abis.v7i3.58853
AbstrakTujuan – Penelitian ini menganalisis tingkat pengungkapan zakat dan pengungkapan laporan keuangan OPZ di Indonesia dengan menggunakan indeks pengungkapan zakat yang diadaptasi dari Samad dan Said (2016) dan pedoman PSAK 109.Metode Penelitian – Metode unweighted disclosure index digunakan pada sampel berjumlah 12 OPZ di Indonesia. Tingkat pengungkapan dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan kategori penilaian indeks untuk menginterpretasi tinggi-rendahnya pengungkapan.Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan zakat OPZ di Indonesia tergolong cukup baik atau menengah dengan rata-rata nilai sebesar 56,25%. Selanjutnya, tingkat kesesuaian OPZ dalam mengungkapkan laporan keuangan berdasarkan PSAK 109 tergolong sangat baik atau sangat tinggi dengan rata-rata nilai sebesar 84,98%. Temuan ini mengindikasikan bahwa OPZ memiliki pertanggungjelasan yang tinggi kepada publik dalam mengungkapkan laporan keuangan. Akan tetapi, volume informasi dan ketersediaan informasi kepada publik belum fokus utama OPZ.Originalitas – Salah satu fokus penelitian ini ialah menganalisis tingkat pengungkapan zakat dan pengungkapan laporan keuangan pada OPZ di Indonesia. Belum ada penelitian yang meneliti keduanya secara bersamaan dan berfokus pada keseluruhan OPZ sebagai objek penelitian. Selain itu, desain penelitian yang berbeda dapat dijadikan landasan empiris mengenai topik pengungkapan zakat dan laporan keuangan.
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PENGELOLAAN KAS PADA PAROKI SANTA MARIA BUNDA PENASIHAT BAIK WATES
Thomas Aquinas Wijanarko
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 3 (2019): August
Publisher : Master in Accounting Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/abis.v7i3.58854
Abstrak Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik mengusahakan peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan paroki. Namun, komponen pengendalian internal kas yang diupayakan oleh Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik belum berfungsi dengan baik. Hal ini ditunjukan dengan adanya beberapa indikasi yakni tidak adanya pemeriksaan rutin terkait pengelolaan keuangan baik internal dan eksternal, serta sering terjadinya keterlambatan pelaporan keuangan. Berdasarkan ke-jadian tersebut, evaluasi prosedur dan pelaksanaan pengendalian internal atas pengelolaan kas dengan standar perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini ialah mengevaluasi dan menganalisa penyebab ketidaksesuaian sistem pengendalian internal dengan komponen pengendalian internal Committee of Sponsoring Organi-zations of the Treadway Commission (COSO) sehingga dapat ditentukan upaya-upaya perbaikan yang harus dilakukan. Standar yang digunakan terkait implementasi sistem pengendalian internal ialah komponen pengendalian internal yang ditetapkan oleh Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara studi literatur, wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Evaluasi yang telah dilakukan menunjukan bahwa sistem pengendalian internal yang dilakukan oleh Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik secara keseluruhan kurang memadai dengan standar pengendalian internal COSO. Hal ini dikarenakan masih terdapat beberapa komponen pengendalian yang cukup memadai dan belum memadai. Komponen pengendalian internal yang belum mema-dai ialah aktivitas pengendalian. Hal tersebut diakibatkan oleh penyimpanan kas yang rawan dicuri, mekanisme kas kecil yang tidak berjalan, belum digunakannya penggunaan bon sementara, adanya inkonsistensi penggunaan dokumen, otorisasi bukti pendukung yang belum lengkap, belum adanya mekanisme back-up data, belum adanya mekanisme pengamanan data, tidak adanya staf TI yang mengawasi dan menjamin kelancaran penggunaan TI, serta belum dikembangkannya pedoman tertulis terkait sistem pengendalian pengelolaan kas
ANALISIS FUNDAMENTAL SAHAM-SAHAM PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI DENGAN MENGGUNAKAN RESIDUAL INCOME MODEL DAN FREE CASH FLOW MODEL
Vosby Florensi
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 3 (2019): August
Publisher : Master in Accounting Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/abis.v7i3.58855
AbstrakPenelitian ini melakukan analisis fundamental menggunakan residual income model dan free cash flow model pada saham-saham perusahaan sektor industri barang konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat konsistensi hasil analisis fundamental menggunakan dua metode tersebut, melihat pengaruh nilai intrinsik menggunakan residual income model dan free cash flow model terhadap return perusahaan dan juga mengidentifikasi model mana yang menghasilkan rata-rata persentase error correction paling rendah. Penelitian studi kasus dengan pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Sampel yang digunakan ialah sebanyak 34 perusahaan sektor industri barang konsumsi dengan metode purposive sampling.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan dua metode sekaligus dalam analisis fundamental menghasilkan hasil yang konsisten. Adanya konsistensi hasil analisis fundamental dapat digunakan sebagai substitusi dimana kedua metode ini dapat saling menggantikan metode satu dengan metode lainnya. Dari kedua metode yang digunakan, metode residual income model lebih baik dibandingkan dengan metode free cash flow model dikarenakan memiliki persentase error-correction yang lebih rendah. Dari kedua metode, diperoleh hasil bahwa nilai intrinsik baik menggunakan residual income model dan free cash flow model tidak berpengaruh terhadap return perusahaan pada 2013. Akan tetapi, ketika dilakukan analisis sensitivitas diperoleh hasil bahwa adanya pengaruh yang signifikan pada periode 2015 ketika tingkat inflasi relatif rendah.
ANALISIS SKALABILITAS SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI: KASUS KETERTUNDAAN TRANSFORMASI DAN POTENSI PENERAPAN CONTINUOUS AUDITING
Yustina Alfira Nay
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 3 (2019): August
Publisher : Master in Accounting Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/abis.v7i3.58856
AbstrakTujuan – Penelitian ini menganalisis skalabilitas sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Universitas Terbuka (UT), menganalisis penyebab UT belum mampu mencapai transformasi proses bisnis pada level yang tinggi, dan mengetahui potensi penerapan audit berkelanjutan (CA).Metode penelitian – studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data bersumber dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Peneliti menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman (2014), yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya peneliti melakukan triangulasi dan member checking. Temuan – Hasil penelitian mengungkapkan sistem TIK UT tidak cukup terskalakan (unscalable) untuk menangani berbagai penambahan beban. Terdapat beragam fitur permintaan pengguna, namun TIK UT belum sanggup memenuhi kebutuhan tersebut. Terdapat ketimpangan antara strategi dengan kapabilitas yang dimiliki. Selain itu sistem TIK UT saat ini baru sebagian saja yang terotomatisasi dan terintegrasi sehingga audit berkelanjutan belum dapat diterapkan di UT.Originalitas – Penelitian-penelitian terdahulu banyak mengkaji hubungan antara penggunaan TIK dengan kinerja organisasi. Penelitian ini akan dititikberatkan pada pengujian skalabilitas sistem TIK; kasus ketertundaan transformasi dan pengidentifikasian potensi penerapan CA di UT.
ANALISIS PENGELOLAAN ASET TETAP DENGAN PENDEKATAN ASSET LIFE CYCLE MANAGEMENT PADA PEMERINTAH KOTA SURAKARTA
Delfina Yuniati
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 4 (2019): November
Publisher : Master in Accounting Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/abis.v7i4.58857
AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan aset tetap dengan pendekatan Asset Life Cycle Management (ALCM) di Pemerintah Kota Surakarta pada tahun 2017 dan 2018.Metode penelitian – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara semi terstruktur kepada pejabat/pegawai yang terlibat dalam pengelolaan aset tetap. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi pengelolaan aset tetap di Pemkot Surakarta dengan kerangka ALCM yang terdiri atas aspek kepemimpinan dan akuntabilitas, perencanaan, perolehan, pengoperasian, dan penghapusan. Analisis juga dilakukan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi serta upaya perbaikan guna mendukung relevansi saran yang dirumuskan.Hasil penelitian - Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan aset tetap berdasarkan siklus hidup aset telah diterapkan di Pemkot Surakarta. Namun, pengelolaan aset tetap berdasarkan pendekatan ALCM belum diimplementasikan secara komprehensif sehingga masih memiliki kelemahan. Hal-hal yang belum diimplementasikan terdiri dari beberapa elemen kunci yang terdapat pada aspek kepemimpinan dan akuntabilitas, perencanaan, perolehan, dan pengoperasian. Kendala yang dihadapi Pemkot Surakarta dalam pengelolaan aset tetap terdiri atas kendala kepemimpinan, perencanaan, regulasi, sistem informasi, dan sumber daya manusia. Di sisi lain, upaya yang telah dilakukan Pemkot Surakarta dalam meningkatkan kualitas pengelolaan aset tetap meliputi inisiatif untuk berinovasi serta upaya peningkatan kompetensi pengurus barang.
Strategic Platform dan Pengendaliannya atas Sistem Informasi Pariwisata Sumbar
Gunawan Tri Prasetia
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 4 (2019): November
Publisher : Master in Accounting Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/abis.v7i4.58858
Abstrak Penelitian ini berjudul “Strategic Platform dan Pengendaliannya atas Sistem Informasi Pariwisata Sumbar”. Penelitian ini bertujuan (a) untuk mengidentifikasi dan menganalisis penyebab belum diterapkannya inovasi terhadap website pariwisata pada Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, (b) untuk mengetahui kesiapan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dalam pengembangan website pariwisatanya, dan (c) untuk mengidentifikasi adanya pengauditan website pariwisata di Provinsi Sumatera Barat. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Adapun teknik yang digunakan ialah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis dokumen, utamanya, difokuskan pada Rencana Strategis Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dari tahun 2017-2021. Hasil penelitian ini berupa temuan bahwa pegawai Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat belum siap untuk mengembangkan platform pariwisata. Para aparaturnya masih terbatas memikirkan tentang proses integrasi dan pengenalan pariwisata kepada masyarakat. Yang terkait pengaturan sistem informasi pariwisata dilakukan oleh pihak ketiga. Alur informasi pariwisata baru melalui satu personil. Pihak Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat belum melakukan pengauditan terhadap platform pariwisata. Rekomendasi yang disampaikan dalam penelitian ini ialah kesediaan pegawai Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat untuk mempersiapkan platform yang sesuai dengan standar normatif.
ANALISIS AKTIVITAS SIKLUS PRODUKSI PADA UNIT WEAVING 2 PT DAN LIRIS DENGAN MENGGUNAKAN MANUFACTURING CYCLE EFFICIENCY (MCE)
Nuralita Aryani Rachman
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 4 (2019): November
Publisher : Master in Accounting Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/abis.v7i4.58859
AbstrakTujuan – Penelitian ini menganalisis aktivitas yang menambah nilai dan tidak menambah nilai serta menganalisis tingkat manufacturing cycle efficiency (MCE) pada siklus produksi di unit weaving 2 PT Dan Liris.Metode penelitian – Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Temuan – Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat terdapat 48 aktivitas yang menambah nilai dan 35 aktivitas yang tidak menambah nilai dengan aktivitas menunggu sebanyak 27 dan aktivitas berpindah sebanyak 8. Tingkat MCE di unit weaving 2 PT Dan Liris untuk kosntruksi 1206063 adalah sebesar 64,91%. Hal ini menandakan bahwa pada proses produksi di unit weaving 2 masih mengandung aktivitas yang tidak menambah nilai sebesar 35,09%.Orisinalitas – Penelitian ini menganalisis keseluruhan aktivitas dari awal proses hingga akhir proses dengan mencantumkan waktu tiap aktivitasnya secara real-time sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan, sehingga diperoleh hasil yang menggambarkan keadaan proses produksi yang sebenarnya
Analisis Tambahan Informasi Indikator Commodity Channel Index pada Indikator Moving Average Convergence Divergence terhadap Return (Studi pada Sektor Pertambangan BEI)
Paul Nicholas Gita Bramanthya
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 4 (2019): November
Publisher : Master in Accounting Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/abis.v7i4.58860
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji tambahan informasi indikator commodity channel index (CCI) pada indikator moving average convegence divergence (MACD). Peneliti membandingkan return yang diperoleh indikator MACD dengan MACD yang dikombinasi dengan CCI pada emiten saham sektor pertambangan dalam kondisi pasar menurun (bearish).Analisis ini dilakukan pada 31 sampel saham pertambangan di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi data sekunder yang telah tersedia dalam Bursa Efek Indonesia. Perhitungan indikator MACD dan MACD kombinasi CCI ditentukan agar memperoleh sinyal jual dan sinyal beli untuk membandingkan kinerja return antara kedua indikator. Pengujian beda dua sampel independen digunakan sebagai alat untuk menganalisis perbedaan kedua indikator.Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator MACD maupun MACD yang dikombinasikan dengan CCI pada kondisi pasar bearish menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Return positif masih diperoleh pelaku pasar untuk beberapa emiten, namun nilainya sangat kecil dibandingkan return pada kondisi pasar naik (bullish). Namun Indikator MACD menjadi indikator utama dalam memberikan hasil pasti dalam analisis teknikal bagi pelaku pasar sedangkan CCI tidak memberikan sinyal kuat bagi pelaku pasar untuk membeli dan menjual suatu saham dalam kondisi pasar bearish. Hal ini dibuktikan dengan
Analisis Tingkat Pengungkapan Transaksi Pihak Berelasi dan Pengaruhnya terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Industri Manufaktur)
Revmianson Naibaho
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 4 (2019): November
Publisher : Master in Accounting Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/abis.v7i4.58861
AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi pada industri manufaktur dan membandingkan antar-sektornya serta menguji dan menganalisis pengaruhnya terhadap nilai perusahaan pada industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Metode Penelitian – Peneliti melakukan penelitian pada industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan teknik analisis konten dan melakukan uji analisis regresi linear berganda. Teknik analisis konten digunakan untuk mengetahui tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dan uji analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh di antara tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dengan nilai perusahaan.Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi yang bersifat wajib pada industri manufaktur sebesar 77,87%, yang bersifat sukarela sebesar 58,28%, dan bersifat keseluruhan (oscore) sebesar 68,46%. Berdasarkan kepatuhan tingkat pengungkapan menurut Samaha dan Stapleton (2008), tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi yang bersifat wajib dan keseluruhan termasuk ke dalam kategori tingkat kepatuhan sedang dan tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi yang bersifat sukarela termasuk ke dalam kategori tingkat kepatuhan rendah. Peneliti juga menemukan hubungan positif di antara keempat model yang digunakan untuk menguji tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dengan nilai perusahaan.Originalitas – Penelitian ini menganalisis tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dengan menggunakan analisis konten dan menguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan karena belum terdapat penelitian yang menggunakan analisis konten tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dan menguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan.
ANALISIS PENERAPAN PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PENERIMAAN PENDIDIKAN DI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEUANGAN (SIMKEU): STUDI PADA DIREKTORAT KEUANGAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
Rizki Lanniari .HS
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 8, No 3 (2020): August
Publisher : Master in Accounting Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/abis.v8i3.58862
Intisari Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan pengendalian internal dan pencapaian tujuan kepatuhan atas penerimaan pendidikan di Sistem Informasi Manajemen Keuangan (SIMKEU) UGM dari sisi tata kelola dan manajemen COBIT 5.Metode penelitian – Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah lima orang pegawai Direktorat Keuangan dan satu orang pegawai Direktorat Pendidikan dan Pengajaran Universitas Gadjah Mada. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan COBIT 5 sebagai alat analisis.Hasil penelitian – Dari sisi tata kelola dan manajemen SIMKEU untuk penerimaan pendidikan, Direktorat Keuangan UGM telah menerapkan pengendalian internal dengan baik meski tidak sepenuhnya menghilangkan risiko pada proses bisnis tersebut. Penggunaan SIMKEU juga sangat membantu pencapaian tujuan kepatuhan terhadap peraturan. Pelaksanaan proses bisnis penerimaan pendidikan di SIMKEU telah dijalankan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan kebijakan atau SOP organisasi merupakan turunan dari peraturan utama yang berada di sisi tata kelola. Peraturan dan kebijakan yang berlaku di UGM terutama terkait penerimaan pendidikan di SIMKEU secara komprehensif mencakup semua area yang diperlukan dalam pencapaian tujuan organisasi dan diselaraskan dengan risk appetite organisasi. Kebijakan juga dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan serta secara berkala divalidasi ulang dan/atau diperbarui dalam jangka waktu tertentu.