Humaniora
Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of critique, or innovate methodologies in the investigation of Indonesian humanities. While submitted articles may originate from a diverse range of fields, such as history, anthropology, archaeology, tourism, or media studies, they must be presented within the context of the culture of Indonesia, and focus on the development of a critical understanding of Indonesia’s rich and diverse culture.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 16, No 1 (2004)"
:
10 Documents
clear
NOTES ON LEWIS-WILLIAMS AND DOWSON’S NEUROPSYCHOLOGICAL MODEL IN PREHISTORIC ART ANALYSIS
Daud Aris Tanudirjo
Humaniora Vol 16, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.418 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.801
Archeologists working on prehistoric art have considered neuro-psychological model in prehistoric art and analysis introduced by Lewis-Williams and Dowson a significant contribution in the efforts to find models in elucidating the meaning of prehistoric art. However, question and objections towards Lewis-Williams and Dowson ‘s neuropsychological model in prehistoric analysis show that the claim of its possible universal application needs further consideration. Ethnograhic data which so far has been used to strengthen the applicability of this model is also questionable. Thus, despite the fact the neuropsychological model in prehistoric art and analysis has provided another way of viewing, understanding and interpreting prehistoric art, it seems to have some weaknesses in terms of methodology and application.
PEWARISAN BUDAYA DAN KEPRIBADIAN
. Kodiran
Humaniora Vol 16, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (52.827 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.802
Hubungan antara kebudayaan dan kepribadian sangat erat. Relasi ini ditunjukkan oleh studi-studi antropologi dan psikologi yang dilakukan melalui penelitian secara empiris dengan cara-cara observasi, tes-tes proyeksi, dan life history dalam masyarakat dan kebudayaan tertentu di berbagai kawasan di Eropa, Amerika, Asia, dan Pasifik. Hasil dari penelitian-penelitian itu menyimpulkan bahwa konsep dan teori psikologi tentang masalah-masalah kepribadian tidak berlaku umum. Ada aneka warna kepribadian dasar (base personality structure) serta watak umum suatu bangsa (national character) yang ditumbuhkembangkan dari pola adat pengasuhan anak (child rearing) dan pendidikan yang diteruskan melalui proses enkulturasi dan sosialisasi. Demikianlah, peranan latar belakang kebudayaan dalam pembentukan watak dan kepribadian amat dominan
Sejarah / Sastra
. Kuntowijoyo
Humaniora Vol 16, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (67.528 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.803
Di Indonesia sejarah dan sastra menjadi satu dalam mitos sampai awal abad ke-20. Ketika kesadaran mitis itu berakhir, keduanya berjalan senndiri-sendiri. Sekalipun keduanya merekam realitas, tetapi sejarah adalah ilmu, sastra adalah imajinasi. Sejarah dan sastra berbeda dalam struktur dan substansi. Dalam struktur sejarah ada evidensi, informasi, fakta, dan berguna untuk menjelaskan realitas. Dalam struktur sastra ada strukturalisasi kemungkinan, ekspresi, imajinasi, dan berguna untuk mengadili realitas. Sementara itu, substansi sejarah adalah objektifikasi kehidupan karena ia harus sadar akan perubahan. Sastra adalah subjektifikasi kehidupan dan acuannya adalah keabadian.
ULAMA JAWA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH
A. Adaby Darban
Humaniora Vol 16, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (57.059 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.804
Ulama Jawa di samping berperan sebagai pemuka agama Islam juga memiliki fungsi sebagai informal leaders, dan juga sebagai key person dalam perjuangan bangsa Indonesia melawan Kolonial Belanda. Fungsi itu berlaku karena sebagai besar masyarakat adalah pemeluk Islam, dan kehidupan ulama sebagai religious elite dekat dengan rakyat (merakyat). Keberpihakan kaum birokrat tradisional kepada pemerintah kolonial menyebabkan masyarakat mencari kepemimpinan baru yaitu para ulama sebagai pengayom dan pemuka dalam perlawanan terhadap pemerintah kolonial
EKSPLOITASI EKONOMI PENDUDUKAN JEPANG DI SURAKARTA (1942-1945)
Julianto Ibrahim
Humaniora Vol 16, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2876.17 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.805
Tulisan ini mengungkapkan eksploitasi ekonomi yang dilakukan pemerintah militer Jepang di Surakarta. Kebijakan dilakukan dengan cara mengumpulkan sumber bahan makanan pokok dan penanaman paksa terhadap tanaman yang menguntungkan untuk perang. Sumber bahan makanan pokok yang wajib dikumpulkan adalah padi, gaplek, jagung, kapas, dan rosela. Pengumpulan padi dan gaplek yang sangat eksploitatif menyebabkan masyarakat Surakarta mengalami kekurangan pangan, sehingga banyak di antara mereka mengkonsumsi makanan yang tidak layak dimakan, yaitu bonggol pisang dan bonggol sente.
PERBANDINGAN TEMA IKONOGRAFI KALENDER MONUMENTAL DAN BERGAMBAR DI PRANCIS PADA ABAD XII DAN XIII
. Sugiharjo
Humaniora Vol 16, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (797.61 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.806
Para seniman di zaman Karoling telah menemukan kembali dan memodifikasi tema-tema kalender yang sudah ada sejak jaman kuno. Tema-tema kalender tersebut mengalami kesuksesan yang besar pada abad ke XII dan XIII, baik pada kalender monumental yang terdapat pada gereja maupun kalender monumental yang terdapat pada gereja maupun kalender bergambar yang terdapat pada naskah keagamaan. Kalaupun di situ terdapat kesamaan gambar, namun beberapa di antaranya hanya terdapat pada siklus kalender monumental, sedangkan sebagian besar lainnya terdapat pada kalender bergambar. Pengaruh seni miniaturis telah mempengaruhi seniman yang ditugaskan untuk melukis dekorasi pada gereja khususnya pada abad ke XIII telah memperkaya motif ikonografis.
Social Space, Language, and Consciousness in Helena María Viramontes's Under the Feet of Jesus
Michael Nieto Garcia
Humaniora Vol 16, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (70.147 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.807
This paper analyzes social space with the tool of postmodern theories of space in the specific case of migrant agricultural workers portrayed in Helena María Viramontes's Under the Feet of Jesus. Language and consciousness are the main vehicles by which Estrella, the central protagonist of the novel, liberates herself from the dominant social discourses-linguistic, racial, economic, and gender-that position her as a neocolonial subject.
RESEPSI AL-QUR'AN DALAM BERBAGAI BENTUK TERBITAN
Ibnu Santoso
Humaniora Vol 16, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (82.255 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.808
Secara tekstual dan substansial Al-Qur'an memang tidak mungkin mengalami perubahan dan kerusakan, akan tetapi, sebagai teks tulis Al-Qur'an masih membuka kemungkinan untuk diresepsi melalui proses pemahaman dan penafsiran yang kemudian diwujudkan dalam bentuk teknik-teknik penerbitan. Di Indonesia, dijumpai beberapa Al-Qur'an yang diterbitkan oleh penerbit dalam maupun luar negeri dengan berbagai bentuk penerbitan yang merupakan resepsi terhadap Al-Qur'an. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk resepsi Al-Qur'an yang terwujud dalam berbagai terbitan yang beredar di Indonesia. Untuk itu, dilakukan perbandingan teks yang dilakukan terhadap sembilan terbitan Al-Qur'an yang beredar di Indonesia. Setelah dilakukan perbandingan terhadap kesembilan Al-Qur'an tersebut diperoleh tiga bentuk (versi) resepsi penerbitan Al-qur'an berikut dengan beberapa variannya. Bentuk resepsi (versi) yang dianjurkan untuk digunakan (dibaca) ialah Al-Qur'an yang baris akhirnya merupakan akhir ayat. Al-Qur'an demikian sering disebut sebagai "Al-Qur'an pojok".
CERITA RAKYAT DARI BALI: BEBERAPA KEJANGGALAN LINGUISTIS
I Dewa Putu Wijana
Humaniora Vol 16, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (54.622 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.809
This paper aims to show the role of linguistic competence in the Indonesian folk tale writing activities, especially the writer for whom Balinese is not his or her native language. Some linguistic mistakes found in the story book entitled "Cerita Rakyat dari Bali" indicate that the linguistic competence is as important as the cultural knowledge has to be owned by every writer. The linguistic clumsiness will certainly disturb the smoothness of the story telling and the nature of the folk tales.
IHWAL PENERJEMAHAN BAHASA ARAB KE DALAM BAHASA INDONESIA
Ismail Lubis
Humaniora Vol 16, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (130.363 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.810
Tulisan ini merupakan deskripsi analisis penerjemahan Arab-Indonesia tentang perlunya menguasai secara baik materi yang akan diterjemahkan, bahasa sumber (receptor language), bahasa sasaran (target language), dan menguasai secara baik teknik menerjemahkan. Di samping komitmen bahwa menerjemahkan adalah upaya menjelaskan sebuah konsep dalama bahasa selain bahasa sumber, bukan sekedar mencari sinonim bahasa sumber di dalam bahasa sasaran.