cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sain Veteriner
ISSN : 012660421     EISSN : 24073733     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 1 (2003): JULI" : 13 Documents clear
THE IDENTIFICATION AND MANAGEMENT OF REPRODUCTIVE DISEASES OF BULLS MANAGEMEN DAN IDENTIFIKASI PENYAKIT-PENYAKIT REPRODUKSI PADA SAPI PEJANTAN Scott Thomas Norman; Scott Parry; Philip Ladds; Andrew Brown
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4748.865 KB) | DOI: 10.22146/jsv.405

Abstract

Resensi artikel ini menjelaskan kondisi penyakit yang dapat ditemui pada setiap tingkatan evaluasi fertilitas rutin dari sapi pejantan. Hal tersebut memberikan informasi pada kontrol dan managemen penyakit yang menyerang kapasitas reproduksi pejantan untuk membantu para praktisi untuk memutuslcan tincLikan yang sesuai. Beberapa metode tambahan dari evaluasi fertilitas sapi pejantan dijelackan, dengan beberapa komentar pada kesesuaiannya. Disimpulkan bahwa managemen penyakit-penyakit reproduksi pada sapi jantan memerlukan pengertian/pengetahuan dari pejantan yang digunakan; perkiraan nilai ekonomis untuk memililh penanganan yang sesuai harus dievaluasi; observasi secara teratur, perhatian kbusus terhadap nutrisi, pembuatan jadwal vaksinasi yang tepat; dan pembuatan program culling dan kriteria seleksi. Kata kunci: Pemeriksaan fertilitas, sapi pejantan, tatalaksana pemeliharaan
USE OF A GnRH AGONIST TO DELAY THE OVULATION AND INJECTION OF hCG TO INDUCE OVULATION IN GOATS SUPERSTEMULATED WITH FSH Aris Junaidi; Scott Thomas Norman
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.077 KB) | DOI: 10.22146/jsv.406

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penundaan ovulasi pada kambing yang disuperstimulasi, dengan FSH pada respon ovarium. Sepuluh ekor lambing dewasa dari ras campuran digunakan dalam penelitian ini. Seluruh kambing betina diberi implan secara subcutan dengan agonis GnRH deslorelin selama 19 hari. Setiap kambing disuperstimulasi dengan 18 mg FSH yang diberikan secara berseri selang 12 jam selama 4 hari, dimulai pada hari ke 7 setelah implantasi deslorelin. Pada hari ke 9 setiap kambing diberi 5 mg dinoprost trometamine ((PGF2a, Lutalyse®). Induksi ovulasi dengan injeksi 500 I.U. hCG ( Chorulon ®, Intervet Australia) pada har ke 11 dan kambing dilepas dengan pejantan untuk menilai dan memonitor tingkah laku estrus. Ovarium dari seluruh kambing diperiksa dengan laparoskopi 7 hari sesudah pemberian hCG. Pada setiap kasus korpus luteum (CL) dihitung dan di ldasiftkasikan sebagai normal atau regresi. Hasil dari pemeriksaan laparoskopi menunjulckan bahwa CL. folikel yang tidak ovulasi dan CL albikan secara berurutan adalah sebagai berikut 2.5 ± 1.62, 18 ± 1.29 and 0.8 ± 0.62. Permulaan estrus dan durasi estrus setelah pemberian prostaglandin adalah 37.6 ± 3.48 dan 35.8 ± 3.87. Disimpulkan bahwa penundaan ovulasi menggunakan agonis GnRH dan induksi ovulasi menggunakan hCG pada kambing yang disuperstimulasi tidak menambah jumlah ovulasi seperti ditunjukkan dari jumlah total CL. Kata kunci: GnRH agonis, superovulasi, FSH, hCG
STUDI PERKEMBANGAN DAN SITOPATOLOGI Eimeria tenella PADA MEMBRANCHORIOALLANTOIS Bambang Sutrisno; Joko Prastowo
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1928.166 KB) | DOI: 10.22146/jsv.407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dari siklus hidup Eimeria tenella gambaran histopatologik membran chorioallontois sebagai akibat infeksi sporosista dan oosista Eimeria tenella, untuk mengetahui kemungkinan penggunaan membran chorioallantois sebagai medium k-ultur Eimeria tenella. Penelitian ini menggunakan 50 butir telur ayam berembrio umur 10 hari yang dibagi ke dalam 5 kelompok, masing-masing 10 butir. Kelompok 1, telur diinfeksi dengan 5.000 oosista, kelompok II diinfeksi dengan 10.000 oosista, kelompok 111 diinfeksi dengan 25.000 sporosista, kelompok IV diinfeksi dengan 50.000 sporosista dan kelompok V diperlukan sebagai kontrol. Telur-telur tersebut diinkubasi pada suhu 41°C selama 6 hari. Mulai hari ke 2 setelah infeksi, dua telur dad masing-masing kelompok diperiksa dengan membuka kerabangnya, membran chorioallantois diamati untuk melihat perubahan makroskopik dan histologik. Hasil yang didapat adalah kelompok I dan II tidak ada perbedaan dan oosista tidak berkembang bahkan mengalami nekrosis. Kelompok III dan /V menunjukkan perkembangan di dalam membran chorioallantois, hari ke 2 setelah infeksi sel epitel membesar dan terisi oleh sporozoit, hari ke 3 setelah infeksi sudah ada skizon generasi I, hari ke 4 setelah infeksi sel-sel epitel membesar dan ada stadium makrogamet, skizon generasi II dan zigot, dan had ke 5 setelah infeksi sudah terdapat stadium oosista. Inokulasi sporosista Eimeria tenella pada membran chorioallantois dapat berkembang menjadi stadium berikutnya, sedang inokulasi oosista Eimeria tenella pada membran chorioallantois tidak menunjukkan perkembangan. Membran chorioallantois dapat digunakan sebagai medium kultur Eimeria tenella.Kata kunci : Chorioallantois, Eimeria tenella, Skizon , Makrogamet
PREVALENCE AND FACTORS. ASSOCIATED WITH MASTITIS IN SMALLHOLDER DAIRY COWS IN DISTRICT OF SEMARANG, CENTRAL JAVA Eko Sutarti; Setyawan Budiharta; Bambang Sumiarto
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1476.075 KB) | DOI: 10.22146/jsv.478

Abstract

Kajian tentang prevalensi dan faktor-faktor penyebab mastitis pada sapi perah rakyat di, kabupaten Semarang propinsi Jawa Tengah telah dilakukan terhadap 237 sampel sapi perah, rakyat kabupaten Semarang. Teknik yang digunikan untnk pengambilan sampel adalah tahapan ganda (two stage sampling), selanjutnya pemilihan peternak menggunakan Convenient sampling, sedang pemilihan ternak dengan teknik klaster. Diagnosis mastitis, subklinis dilakukan Californias Mastitis Test (CMT) dan yang klinis secara fisik. Seekor sapi, dinyatakan menderitamastitis bila paling tidak salah satu ithartitnyal didiagnosis positif mastitis. Satu peternak dinyatakan positif mastitis paling tidak ada satu ekor sapinya menderita mastitis. Faktor-faktor yang beraiosiasi dengan' mastitis didapat dari regresi logistik:: Hasil penelitian, menunjukkan prevalensi mastitis pada sapi perah di Kabupaten Semarang pada tingkat peternak 46;61 %, dan Pada tingkat ternak 35,86 %. Pada kejadian mastitis secata menyeluruh, faktor-faktor yang mendukung tempat pembuangan limbah, kebersihan ambing sesudah diperas kualitas/kebersihan air, kebersihan lantai kandang, dan kebersihan sapi berasosiasi, negatip. Faktor-faktor yang lain yakni jumlah  pemilik temak, lokasi. pemerahan, sumber air, kebersihan lingkungan kandang,dan umur berasosiasi positip. ; kata kunci : prevalensi, mastitis, sapi perah rakyat, regresi logistik.
PERANAN TRANSFORMING GROWTH FACTOR-ft DALAM PEMBENTUKAN LESI ATEROSKLEROTIK PADA TIKUS PITITH YANG DIBERI DIET ATEROGENIK Guntari Titik Mulyani
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1514.924 KB) | DOI: 10.22146/jsv.482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari mekanisme terjadinya lesi aterosklerotik dan peran transforming growth factor-beta (TGF-13) pada proses pembentukan plak aterosklerosis. Sepuluh ekor films Sprague dawley jantan, umur 2 bulan, dengan rata-rata berat badan 200 gram dipergunakan sebagai hewan percobaan dalam penelitian ini. Tikus dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 5 ekor. Kelompok I adalah kelompok Elms yang dipergunakan sebagai kontrol, diberi pakan normal (tidak aterogenik/ mengandung kadar lemak dan kolesterol normal). Kelompok II adalah kelompok titan perlakuan yang diberi pakan aterogenik (mengandung kolesterol dan lemak tinggi). Tams dipelihara selama 12 minggu didalam kandang tunggal, mendapatkan ransum dan minum secara ad libitum. Pada akhir penelitian, tikus diambil darahnya untuk pemeriksaan darah rutin. Selanjutnya, jaringan jantung yang diperoleh dari basil nekropsi dipergunakan untuk melihat lesi aterosklerotik pada arteria koronaria dan aorta dalam jaringan melalui pemeriksaan imunohistokimia dan histopatologi. Analisis statistik dengan t test terhadap hasil pemeriksaan white blood cell dilakukan untuk mengetahui adanya perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Dari analisis ini diperoleh inforntasi bahwa kadar limfosit darah films kelompok perlakuan lebih tinggi secara signifikan. Dari pemeriksaan histopatologik ditemukan adanya plak aterosklerosis pada 60% tikus percobaan. Delapan puluh persen dan pemeriksaan imunohistokimia terdapat ikatan antara antigen 1GF-fl dengan anti TGF-13 (positit). Dad penelitian ini dapat disimpu/kan bahwa adanya transforming growth factor-ft .dalam aorta atau arteri dapat menjadi suatu indikator akan terbentuknya plak aterosklerosis. Kata kunci: Sprague Dawley, aterosklerosis, plak, TGF-fl
THE EVIDENCE OF VIRUS-LIKE PARTICLES IN CRABS (Scylla sp.) ISOLATED FROM INSIDEAND OUTSIDE POND SHRIMP INFECTED WITH WHITE SPOT DISEASE Hari Supraptp
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.447 KB) | DOI: 10.22146/jsv.485

Abstract

The crabs (Scylla sp.) were investigated for the contamination of Whitespot Baculovirus (WSBV) due to they lived inside and outside pond when the disease outbreak. The 6 samples of crabs, all of them were contaminated by WSBV with the founding of virus-like particles in hyperthrophied nuclei and cytoplasm. The size of virus-like particles is 65 ± 10 nm in diameter and 145 + 10 rim in length. We suggest that crabs has a big role in the transmitting the disease in pond an acting as a host for some crustacean virus. Key words : Crabs, Scylla sp., Whitespot Baculovirus
THE EFFECT OF PROGESTERONE INTRAVAGINAL DEVICE AND GONADOTROPIN RELEASING HORMONE ON FERTILITY IN POSTPARTUM DAIRY COWS I Gusti NP Widyana; Sri Hartantyo; Yanober Mberato
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1390.141 KB) | DOI: 10.22146/jsv.487

Abstract

ABSTRACT The study was carried out to determine the effect of progesterone intravaginal devices and gonadotropin releasing hormone on fertility in postpartum dairy cows. Thirty two postpartum dairy cows having body condition score 3 – 4 were used in this study. The cows were devided randomly into 4 groups. Group I (CIDR 9 d), lI (CIDR 9 d + GnRH), DI (CIDR 15 (1), and IV (CIDR 15 d + GnRH). The GnRH was given at the time of insemination. The result of this study showed that the retention of CIDR devices and estrous induction was 100%. Estrous induction recorded on groups I, 11, BI and IV were 49.50 ± 1.51 ; 49.25 ± 1.67 ; 48.75 ± 1.28 ; 48.25 ± 1.04 hours, respectively. The pregnancy rate on groups I, II, III, and IV were 62.5 % ; 75.0 % 50.0 % ; 62.5 % respectively, no significantly different between groups (P>0.05). However, the mean milk progesterone concentration which take on day 7 of group II, had significantly higher (P< 0.05) than the other groups. It can be concluded that progesterone intravaginal devices and administration of GnRH at the time of AI could be used for induction of estrous and ovulation in dairy cows. Key word: Progesterone, GnRH, Fertility, Postpasrtum Dairy Cows
INFEKSI NEMATODA GASTROINTESTINAL PADA ORANGUTAN (Pongo pygmaeus)DI ICEBUN BINATANG GEMBIRA LOKA YOGYAKARTA . Rianawati; Joko Prastowo
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.19 KB) | DOI: 10.22146/jsv.491

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang infeksi nematoda gastrointestinal pada orangutan (Pongo pygmaeus) di Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui garnbaran infeksi nematoda gastrointestinal dengan melakukan inventarisasi cacing tersebut di Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel tinja dan 13 ekor orangutan seminggu sekali selama 8 minggu dan diperiksä dengan metode natif, sentrifus dan Mc. Master. Telur cacing diidentifikasi berdasar bentuk dan ukuran, serta dihitung jumlahnya setiap gram tinja. Gejala klinis yang diarnati adalah kondisi tubuh seperti berat badan, aktivitas, nafsu makan dan bentuk tinja. Basil penelitian menunjukkan bahwa semua orangutan di Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta terinfeksi cacing Strongyloides fitelleborni dan 2 ekor orangutan terinfeksi cacing Trichuris trichiura. Dengan analisis t-test dibuktikan bahwa tidak ada penganih yang nyata antara jenis kelamin dan tipe kandang dengan kejadian nematodiasis pada orangutan. Infeksi yang ditimbulkan oleh cacing Strongyloides fuellehorni cukup berat hingga menimbulkan gejala klinis diare, nafsu makan turun, lemah dan lesu, sedangkan infeksi oleh Trichuris trichiura tergolong ringan. Kata kunci : nematoda gastrointestinal, orangutan (Pongo pygmaeus), gembira loka
Duration of Persistence of Onchocerca Gibsoni DNA in cattle Blood Yudha Fahrial; Julian Catmul; Bruce Copeman
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1503.982 KB) | DOI: 10.22146/jsv.505

Abstract

.
Prevalensi dan Analisis Faktor-faktor Infeksi Escherichia coli 0157:H7 pada Peternakan Sapi Perah Rakyat di Kabupaten Sleman Siti Khairul Saadah Hanif; Bambang Sumiarto; Setyawan Budiharta
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.448 KB) | DOI: 10.22146/jsv.506

Abstract

.

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2003 2003


Filter By Issues
All Issue Vol 43, No 3 (2025): Desember Vol 43, No 2 (2025): Agustus Vol 43, No 1 (2025): April Vol 42, No 3 (2024): Desember Vol 42, No 2 (2024): Agustus Vol 42, No 1 (2024): April Vol 41, No 3 (2023): Desember Vol 41, No 2 (2023): Agustus Vol 41, No 1 (2023): April Vol 40, No 3 (2022): Desember Vol 40, No 2 (2022): Agustus Vol 40, No 1 (2022): April Vol 39, No 3 (2021): Desember Vol 39, No 2 (2021): Agustus Vol 39, No 1 (2021): April Vol 38, No 3 (2020): Desember Vol 38, No 2 (2020): Agustus Vol 38, No 1 (2020): April Vol 37, No 2 (2019): Desember Vol 37, No 1 (2019): Juni Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue