Madani: Multidisciplinary Scientific Journal
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin diterbitkan oleh Yayasan Daarul Huda Kruengmane. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerbitkan artikel bidang multidisiplin, mencakupi bidang Pendidikan, Hukum, Ekonomi, Agama, Pendidikan, Kesehatan, Teknik, Kebijakan Publik, Pariwisata, Sosial dan Politik, Budaya dan Seni.
Articles
46 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 8 (2023): September"
:
46 Documents
clear
Peranan Pembimbing Kemasyarakatan Terhadap Kasus Kekerasan Oleh Anak
Riyadi R
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 8 (2023): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.8323734
Violent crimes that occur in Indonesia are mostly committed by children. Violence that occurs can be detrimental to victims who experience it, ranging from minor to serious injuries, then disability that can be suffered even to death. The Criminal Law Code threatens with high prison sentences, but children have their own criminal justice system, namely with the existence of Restorative Justice in accordance with what is stated in Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System by resolving the case through diversion. One of the roles which carry out diversion is the Community Officer. Community officers have duties and functions to help fulfilled rights and accompany children who commit crimes by seeking information to achieve diversion from the start of diversion at the request of investigators through a complete community information report prepared by the Community Officer. The role of Community Officers is in 3 stages, namely the stage before trial (Pre-adjudication), the stage during the trial (adjudication) and the stage after trial (post-adjudication). The role of Community Officers against Children Against the Law/committing crimes is very important and necessary, this is because Probation Officers have their own techniques and methods supported by the authority they have in handling Children Faced with the Law based on existing regulations.
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Imunisasi TT Dengan Status Imunisasi TT Ibu Hamil
Desi Wijayanti Eko Dewi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 8 (2023): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.8341688
Masalah kesehatan ibu dan anak masih akan menjadi prioritas utama di antara masalah kesehatan lainnya. Wanita hamil kadang tidak memanfaatkan fasilitas perawatan kesehatan yang ada secara optimal, salah satunya terlihat dari rendahnya cakupan imunisasi TTI. munisasi Tetnus Toksoid (TT)  merupakan suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus, sehingga dapat menvegah terjadinya Tetanus neonatorum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT dengan status imunisasi TT ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidental. Tehik Analisa data menggunakan chi-square degan uji alternative fisher exacts test. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu hamil yang sudah mendapatkan imunisasi TT. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 35 ibu hamil. Hasil penelitian dari 35 responden tingkat pendidikan ibu hamil sebagian besar pendidikan menengah yaitu 18 responden (51,4%), pengetahuan ibu sebagian besar baik yaitu 23 responden (65,7%), status imunisasi TT ibu hamil sebagian besar lengkap yaitu 24 responden (68,6%). Berdasarkan uji statistik chi square, ada hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT dengan status imunisasi TT ibu hamil dengan nilai p value = 0,000 < α = 0,05.
Kausalitas Dalam Novel Raumanen Karya Marianne Katoppo
Rizki Maulana;
Arya Giri Anggara
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 8 (2023): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.8328719
Raumanen merupakan salah satu novel yang tercipta dari tangan penulis perempuan, Marianne Katoppo adalah perempuan tersebut. Novel Raumanen pertama kali dicetak terbitkan oleh penerbit Gaya Pavorit Press pada tahun 1977. Hingga sampai sekarang novel tersebut masih terus dicetak ulang. Hal yang menarik pada novel Raumanen terletak pada sisi alur cerita yang disajikan oleh Mariane Katoppo. Alur pada novel ini disajikan secara acak, terkadang kita dibawa ke masa lalu, terkadang pula kita disajikan pada kejadian yang sedang dialami tokoh utama. Agar mudah memahami alur cerita yang disajikan penulis dalam novel maka perlulah mengurutkan peristiwa-peristiwa yang ada dalam novel. Dapat pula mengurutkan peristiwa menggunakan konsep kausalitas. Konsep kausalitas merupakan, konsep sebab akibat. Menggunakan konsep kausalitas artinya mengurutkan kejadian yang ada dalam novel dengan meruntutkan peristiwa yang menjadi sebab dan juga melihat apa akibat yang terjadi sebab peristiwa tersebut, sehingga diharapkan alur pristiwa atau kejadian dalam novel akan mudah dipahami. Dalam penulisan ini digunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun metode deskriptif kualitatif adalah metode pengolahan data menggunakan cara analisa faktor yang berkaitan dengan objek yang dikaji serta menyajikan data yang mendalam mengenai objek penelitian.
Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Kerupuk Bawang Yayace di Dusun Jagung Desa Kras Kecamatan Kras Kabupaten Kediri
Risva Herdiastika;
Tutut Suryaningsih
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 8 (2023): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.8338050
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran dalam meningkatkan penjualan pada usaha kerupuk bawang yayace. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu strategi pemasaran yang digunakan kerupuk bawang yayace dalam meningkatkan penjualan seperti mempertahankan kualitas bahan baku dan produknya, menetapkan harga yang terjangkau, menitipkan kerupuk bawang di tempat yang ramai seperti toko-toko, warung makan, pasar, dan memberikan diskon maupun promo. Jangkauan distribusi sudah masuk ke wilayah Kediri, Blitar, dan Tulungagung. Memanfaatkan media sosial WhatsApp sebagai media pemasaran. Menawarkan sampel produk secara gratis untuk meyakinkan konsumen dan menarik minat beli konsumen. Menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan seperti memberikan pelayanan yang baik, sopan, ramah, dan pemilik usaha selalu menghargai serta menampung kritik dan saran dari pelanggan. Menjalankan sistem reseller untuk meningkatkan jumlah penjualan.
Peran Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Penanganan Anak Yang Terlibat Pengedaran Narkotika
Riyadi R
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 8 (2023): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.8324118
Children are the nation's next generation and are the nation's assets in the future which must be supported by good educational facilities regarding science, ethics and national insight. The character, nature, personality of a child is created depending on the surrounding environment or the circle in his life. The problem of narcotics abuse and narcotics trafficking is a serious threat to society and social welfare in many countries around the world, including Indonesia. One of the more worrying aspects of this problem is the involvement of children in drug trafficking. Law Number 35 of 2009 concerning narcotics threatens with a high prison sentence, but children have their own criminal justice system, namely the existence of Restorative Justice in accordance with what is stated in Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System by resolving the case through diversion. In the case of children in conflict with the law, Community Officers have very important roles and functions such as Guidance, Supervision and Guidance regarding compliance with regulations. Community officers must collect information about children in conflict with the law, then in social guidance or assistance, community officers encourage children in conflict with the law to be able to re-integrate with society without any negative things that could cause the child to re-offend.
Pemberian Kesejahteraan Sumber Daya Manusia Pada Lembaga Pendidikan
Arif Fiandi;
Zulfani Sesmiarni
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 8 (2023): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.8344370
Sumber daya manusia dalam sebuah lembaga pendidikan bagaikan mesin dalam sebuah mobil. Sumber daya manusia lah yang menggerakkan sebuah lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tanpa sumber daya manusia, maka tujuan suatu lembaga pendidikan tidak mungkin bisa dicapai dan diwujudkan. Namun, saat ini masih banyak lembaga pendidikan yang kurang memperhatikan kesejahteraan sumber daya manusia yang terdapat di dalamnya. Tanpa pemberian kesejahteraan yang cukup, tentu sumber daya manusia tidak bisa fokus dan maksimal dalam menjalankan tugasnya pada sebuah lembaga pendidikan. Energi dan fikiran mereka akan terbagi untuk memikirkan kesejahteraan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pemberian kesejahteraan kepada seluruh sumber daya manusia yang ada dalam sebuah lembaga pendidikan mutlak diperlukan. Agar lembaga pendidikan tersebut berjalan dengan baik dan tujuan bisa dicapai dengan maksimal.
Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Siswa dengan Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan LKPD Pada Pembelajaran Biologi
Alfin Nurnafiah Nurnafiah
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 8 (2023): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kepaduan pembelajaran kurikulum merdeka ternyata kurang berdampak pada pembelajaran Biologi yang dilaksanakan di sekolah. Inovasi pembelajaran yang minim menyebabkan siswa kurang dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Selain itu pembelajaran yang belum berpusat pada siswa menyebabkan siswa kurang dapat mengeksplorasi materi pelajaran yang diberikan karena pembelajaran terkesan monoton dan siswa menjadi bosan. Sesuai dengan permasalahan yang  dihadapi siswa dengan gambaran tersebut maka diperlukan adanya inovasi penggunaan model pembelajaran yang dapat meningkatkan antusiasme siswa dengan meningkatkan kemampuan berfikir kritis. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan LKPD. Subjek penelitian adalah siswa kelas X7 sebanyak 36 siswa. Selanjutnya objek penelitian ini adalah hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Biologi setelah mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan LKPD. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan hasil belajar kognitif siswa dengan metode tes. Teknik analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah teknik analisis deskripsi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar pada siklus I 76,6 dan meningkat pada siklus II menjadi 80,2.  Ketuntasan hasil belajar kognitif siswa pada siklus I sebesar 69% dan meningkatkan pada siklus II menjadi 86%.  Jadi, model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan LKPD efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif pada mata pelajaran Biologi pada kelas X7 SMA Negeri 1 Purwoharjo.
Relevansi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara: Landasan Pendidikan di Era Kurikulum Merdeka Dalam Menghadapi Abad 21
Sisean Baga;
Anang Suprapto;
Parmenas Sinaga
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 8 (2023): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.8317738
The Merdeka Curriculum aims to transform the perspective on education in Indonesia in line with the principles of Ki Hadjar Dewantara's Educational Philosophy (KHD). This philosophy emphasizes the students' needs in the learning process as the primary focus of education. KHD's thoughts form the foundation of the Merdeka Curriculum by optimizing students' potential through the pamong and among system, based on the motto Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, and Tut Wuri Handayani. These three mottos will be applied in a student-centered approach, with the goal of creating a balance between students' creativity, emotions, and communication. Challenges that can disrupt this balance include moral crises, information distortion, and digital disruptions that weaken students in facing the 21st century. Therefore, education must return to KHD's thinking, where students are guided to discover their potential and overcome the challenges of the 21st century through collaboration. In line with the above explanation, if we reconsider Ki Hajar Dewantara's educational principles in the context of multiliteracy education, this is tangible evidence of Indonesia's efforts to face the future of education, with the goal of achieving Indonesia's vision of creating an excellent generation in 2045.
Analisis Gaya Belajar Peserta Didik Untuk Pembelajaran Berdiferensiasi Kelas X9
Novi Yani Maulina;
Agus Prasetyo Utomo
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 8 (2023): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/10.5281/zenodo.8325171
Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya belajar peserta didik di kelas X9. Hal tersebut karena setiap peserta didik memiliki karakteristik yang berdeda-beda. Mereka memiliki keunikan masing-masing yang tidak dapat disamakan dengan peserta didik yang lain. Salah satu perbedaan karateritik peserta didik dapat dilihat dari gaya belajar yang dimilikinya, perbedaan pada gaya belajar tersebut dapat diakomodasi dengan pembelajaran berdiferensiasi. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X mipa 9 di SMA Negeri 1 Bangorejo. Dengan jumlah peserta didik 33 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Data yang di peroleh berdasarkan observasi dan pengisian angket. Hasil penelitian diperoleh bahwa peserta didik di kelas X MIPA 9 memiliki gaya belajar yang beragam. Gaya belajar visual dengan 55% dan gaya belajar kinestetik sebesar 45%. Penting bagi seorang pendidik mengetahui gaya belajar peserta didik agar dapat menyusun pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang menfasilitasi kebutuhan balajar peserta didik sehingga peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai materi.
Pinjaman Online Dalam Perspektif Hukum Islam
Atik Andrian Subairi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 8 (2023): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.8305934
Sarana modern yang memberikan kemudahan untuk melakukan transaksi pinjaman online pada praktiknya menyisakan banyak problem di masyarakat. Mulai dari praktik bunga pinjaman yang mencekik, ancaman fisik bagi peminjam yang tidak bisa bayar hutang, acaman penyebaran rahasia pribadi kepada publik melalui sosial sosial media dan lain sebagainya. Tulisan ini membahas realitas dan fakta yang terjadi ditengah masyarakat mengenai dampak negatif dari pinjaman online. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang menganalisis data data tentang hukum pinjam meminjam serta melakukan wawancara secara random penulis menemukan fakta ternyata pinjaman online yang marak ditengah masyarakat sangat merugikan nasabah baik berupa pengambalian hutang dengan bunga tinggi serta penggunaan jasa pihak ketiga (debt collector) yang menggunakan cara cara yang kasar, tidak beradab yang membuat takut para nasabah gagal bayar. Dengan praktik yang menyimpang dari prinsip-prinsip yang diajarkan syariah, maka disimpulkan bahwa fintech pinjaman online, terutama yang ilegal tidk sesuai dengan ajaran Islam yang berprinsip bahwa pinjam meminjam harus dalam rangka tolong menolong saling ridho dan saling menguntungkan.