cover
Contact Name
Ari Zulsafar
Contact Email
zulsapar@telkomuniversity.ac.id
Phone
+6282111599040
Journal Mail Official
ijdprjournal@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Gedung Bangkit Lantai 2 Jln Telekomunikasi -Ters. Buah Batu, Dayeuhkolot
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Digital Public Relations
Published by Universitas Telkom
ISSN : -     EISSN : 29637740     DOI : https://doi.org/10.25124/ijdpr.v1i2
Core Subject : Education, Social,
Indonesian Jurnal of Digital Public Relations (IJDPR) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara periodik yang bertujuan untuk mengembangkan konsep, teori, perpektif, paradigm, dan metodelogi yang fokus pada kajian public relations. Ruang lingkup (scope) dari kajian jurnal ini adalah: Public Relations Practices; ranah kajian pada praktikal kehumasan dan aktivitas kehumasan pada korporasi, pemerintahan, dan Lembaga nonprofit. Public Relations and Politic; ranah kajian kehumasan yang berkaitan dengan komunikasi politik. Public Relations and Marketing; ranah kajian kehumasan yang berkaitan dengan marketing communication. Public Relations and Culture; ranah kajian kehumasan yang berkaitan dengan budaya. Digital Public Relations; ranah kajian kehumasan yang berkaitan dengan teknologi. Public Opinion; ranah kajian kehumasan yang berkaitan dengan opini publik dan persepsi. Public Relations dan Media; ranah kajian kehumasan yang terkait dengan media.
Articles 66 Documents
PENGARUH REBRANDING RISTORANTE PIZZA HUT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BAGI FOLLOWERS INSTAGRAM @pizzahut.indoensia Ignasius Ivan Monorengkang; Theresia Intan Putri Hartiana; Akhsaniyah
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 5 No 1 (2026): Agustus
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v5i1.10940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rebranding Ristorante Pizza Hut terhadap keputusan pembelian konsumen, khususnya followers Instagram @pizzahut.indonesia. Fenomena yang mendasari penelitian ini adalah rebranding Pizza Hut menjadi Ristorante pada tahun 2023 sebagai respons terhadap isu boikot dan penurunan penjualan, serta upaya memperbarui citra. Dengan konsep restoran yang lebih modern dan Instagramable, Ristorante bertujuan menarik perhatian konsumen melalui pemasaran digital di Instagram. Penelitian ini menggunakan teori rebranding dari Muzellec yang mencakup empat tahap: repositioning, renaming, redesigning, dan relaunching, serta teori pengambilan keputusan pembelian dari Chris Fill yang meliputi problem recognition, information search, alternative evaluation, purchase decision. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan survei, melibatkan 100 responden yang merupakan followers akun Instagram Pizza Hut, menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari strategi rebranding terhadap keputusan pembelian konsumen. Pada tahapan rebranding, repositioning adalah aspek yang paling berpengaruh, sedangkan pada pengambilan keputusan pembelian, information search menjadi tahap yang dominan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi rebranding yang diterapkan oleh Ristorante Pizza Hut berhasil meningkatkan persepsi positif konsumen dan mendorong Keputusan pembelian.
MANAJEMEN KOMUNIKASI KRISIS KEMENTERIAN ESDM ATAS ISU TAMBANG NIKEL DI RAJA AMPAT Fahmi Allaudin Ardiansyah
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 5 No 1 (2026): Agustus
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v5i1.10999

Abstract

Penelitian ini menganalisis manajemen krisis reputasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia dalam menghadapi tekanan advokasi jaringan LSM lingkungan, khususnya Greenpeace Indonesia dan WALHI, atas isu pertambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang mencapai puncak pada Juni 2025. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan mengintegrasikan analisis dokumen, siaran pers resmi, laporan investigasi LSM, dan pemberitaan media nasional. Kerangka teoritis yang digunakan mencakup model Situational Crisis Communication Theory (SCCT) Coombs (2014), model Crisis and Emergency Risk Communication (CERC) Reynolds dan Seeger (2005), serta Outrage Analysis Sandman (1993). Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis ini merupakan preventable crisis yang dipicu oleh kegagalan sistemik dalam fase pra-krisis, terutama absennya sistem deteksi dini dan rencana komunikasi krisis yang terstruktur. Fragmentasi pesan antara Kementerian ESDM dan Kementerian KLH menjadi defisit kritis yang memperburuk krisis. Greenpeace Indonesia berhasil mengontrol agenda media melalui kampanye digital terkoordinasi, sementara ESDM gagal mengimplementasikan enam prinsip CERC secara konsisten. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman manajemen krisis lembaga publik di era digital, serta menawarkan rekomendasi strategis berbasis kerangka CERC untuk penguatan tata kelola komunikasi krisis kementerian.
PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMBANGUNAN PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA DI ERA DIGITAL Muhammad Maulidan; Subejo
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 5 No 1 (2026): Agustus
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v5i1.11041

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut instansi pemerintah untuk mengoptimalkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi dan interaksi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Instagram (@pemkab.bangka) sebagai media komunikasi pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka di era digital, khususnya di tengah dinamika transisi kepemimpinan dan pemilihan umum serentak. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 513 unggahan selama periode Oktober 2023 hingga Oktober 2024. Studi ini mengkaji pola pesan kelembagaan melalui kerangka teori komunikasi pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas akun masih didominasi oleh fungsi diseminasi informasi satu arah dan kolaborasi antar-elite, sementara komunikasi partisipatif akar rumput menempati porsi terendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi komunikasi yang digunakan belum mengoptimalkan potensi interaksi dua arah serta partisipasi publik yang ditawarkan media sosial, sehingga pengelolaannya masih terjebak dalam struktur elitis.
KOMUNIKASI KRISIS GREEN AND SMART MOBILITY INDONESIA DI MEDIA SOSIAL: STUDI KASUS KECELAKAAN KERETA API DI BEKASI Azzahra Mutia; Nina Yuliana; Azzumar Adhitia Santika
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 5 No 1 (2026): Agustus
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v5i1.11303

Abstract

Peristiwa kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi yang melibatkan taksi listrik Green SM menjadi perhatian publik. Kejadian ini menimbulkan berbagai tanggapan dari kalangan publik di media sosial. Salah satu yang menjadi perhatian publik adalah tidak adanya permintaan maaf dari pihak Green SM. Publik mengharapkan pihak Green SM menyampaikan permintaan maaf dan bertanggung jawab terhadap para korban. Perbedaan antara harapan publik dengan respon yang diberikan oleh perusahaan menarik untuk diteliti karena dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon Green SM di media sosial dan bagaimana reaksi publik terhadap respon tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui akun media sosial Instagram milik Green SM. Respon yang diposting pada akun media sosial pihak Green SM berupa ucapan belasungkawa dan pernyataan kepedulian. Selain itu, pihak Green SM juga merespon komentar warganet yang menunjukkan bahwa perusahaan cukup responsif terhadap publik. Namun, bagi sebagian publik respon tersebut masih belum cukup karena masyarakat mengharapkan permintaan maaf dan pertanggungjawaban dari pihak Green SM. Respon yang diberikan oleh pihak Green SM belum mampu mengubah persepsi warganet menjadi positif karena respon yang disampaikan belum sesuai dengan yang diharapkan oleh publik. Kecepatan respon yang diberikan perusahaan tidak selalu mengubah persepsi publik menjadi positif. Perusahaan perlu memahami apa yang publik harapkan agar respon perusahaan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
ANALISIS HANTOLOGI ATAS MANAJEMEN PERSEPSI MANTRA "LUPA JALAN PULANG" DALAM FILM DUSUN MAYIT Solihin; Ulfah Wafa Almubarokah; Slamet Parsono; Iman Soleh Nurdin
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 5 No 1 (2026): Agustus
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v5i1.11326

Abstract

Studi ini meneliti fungsi ideologis dan naratif dari mantra pendengaran “mereka yang datang akan lupa jalan pulang” dalam film horor Indonesia Dusun Mayit (2025), yang disutradarai oleh Rizal Mantovani. Dengan menggunakan pendekatan Politik Ruang dan teori Hauntologi Spasial Mark Fisher, penelitian ini menyelidiki bagaimana teror dalam sinema horor kontemporer beroperasi sebagai arena kontestasi kekuasaan antara subjek perkotaan modern dan entitas supernatural lokal. Dengan menggunakan analisis tekstual film, studi ini menemukan bahwa bisikan penguasa hantu Gunung Welirang berfungsi sebagai akusmeter—suara tanpa sumber yang terlihat yang mengganggu kesadaran kognitif para tokoh. Intervensi akustik ini secara aktif mendekonstruksi ruang geografis yang dikomersialkan, yaitu jalur pendakian heterotopik eksklusif yang diwakili oleh Dusun Mayit, juga dikenal sebagai Pasar Setan. Temuan menunjukkan bahwa fenomena “lupa jalan pulang” bukan hanya perangkat mistis yang dimaksudkan untuk membangkitkan rasa takut; melainkan, merupakan tindakan spektral politik spasial yang menantang kedaulatan teknologi antroposentris dan merebut kembali kesucian alam dari eksploitasi kapitalisme pariwisata.  
PENGARUH KREDIBILITAS YOUTUBER FERRY IRWANDI SEBAGAI SUMBER BERITA BENCANA ALAM TERHADAP KEPERCAYAAN AUDIENS Ridho Azlam Ambo Asse; Razie Razak; Eka Perwitasari Fauzi
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 5 No 1 (2026): Agustus
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v5i1.11366

Abstract

Perkembangan media digital telah melahirkan influencer sebagai sumber informasi alternatif yang mampu memengaruhi persepsi dan kepercayaan publik. Dalam konteks komunikasi bencana, kredibilitas sumber informasi menjadi faktor penting karena berkaitan dengan pemahaman masyarakat terhadap risiko dan situasi kebencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kredibilitas YouTuber Ferry Irwandi sebagai sumber berita bencana alam terhadap kepercayaan audiens. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana semester lima yang telah menonton konten Ferry Irwandi berjudul “Mengapa Bencana Sumatera Harus Berstatus Bencana Nasional”. Variabel kredibilitas diukur berdasarkan dimensi trustworthiness, expertise, dan attractiveness, sedangkan variabel kepercayaan audiens diukur melalui persepsi terhadap kebenaran, akurasi, dan reliabilitas informasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana, korelasi Pearson Product Moment, koefisien determinasi, dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas Ferry Irwandi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan audiens dengan nilai t-hitung sebesar 16,579 yang lebih besar dari t-tabel 1,661. Nilai koefisien determinasi sebesar 73,7% menunjukkan bahwa kredibilitas memiliki kontribusi yang kuat dalam membentuk kepercayaan audiens. Temuan ini menegaskan pentingnya kredibilitas komunikator digital dalam praktik Digital Public Relations, khususnya dalam penyampaian informasi kebencanaan.