Jurnal Online Baradha
JOB (Jurnal Online Baradha) is an open access journal published by the Javanese language and Literature Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. First published issue of Volume 1 No 1 in 2009 with 1 article in it. JOB: Jurnal Online Baradha is published twice a year, namely in June and November. JOB (Jurnal Online Baradha) has an International Standard Serial Number (ISSN) in both print and electronic versions, e-ISSN 2252-5777 (electronic version). Focus and Scope JOB (Jurnal Online Baradha) is a scholarly journal that presents literature, culture and local wisdom, linguistics, and Javanese philology or manuscripts and javanese language teaching, including: Javanese language education Javanese tradition Javanese folklore Javanese art Javanese literary criticism Javanese morphology Javanese semantics Javanese philology
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 18 No 4 (2022)"
:
20 Documents
clear
Kuriositas Tokoh Utama dalam Novel Pulung Gantung Tali Pati karya Iman Budhi Santosa (Kajian Psikologi Sastra)
Driviany Indah Puspitasari;
Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.149 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v18n4.p1385-1399
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kuriositas dari tokoh utama dalam novel “Pulung Gantung Tali Pati” karya Iman Budhi Santosa dengan menggunakan kajian psikologi sastra. Teori yang digunakan adalah teori kepribadian oleh William Mc Dougall, tetapi difokuskan pada insting atau naluri manusia. Penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif yang menggunakan sumber data berupa novel “Pulung Gantung Tali Pati” karya Iman Budhi Santosa. Data penelitian ini adalah bentuk kuriositas tokoh utama dalam novel tersebut yang menurut jenisnya dibagi menjadi tiga, yaitu epistemic curiosity, perceptual curiosity, dan social curiosity. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka serta teknik baca dan catat. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data penelitian adalah teknik analisis isi. Selanjutnya, dari banyaknya data yang sudah dikumpulkan akan dianalisis menurut pembagiannya masing-masing. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk kuriositas tokoh utama dalam novel PGTP yang berjumlah 81. Dari banyaknya data tersebut, kemudian data dibagi menjadi 3 bagian. Data tentang bentuk epistemic curiosity ada 34. Bentuk perceptual curiosity ditemukan ada 25 data. Sedangkan ada 22 data yang termasuk bentuk social curiosity. Data-data tersebut berupa petikan dialog tokoh dan paragraf yang menggambarkan tentang rasa penasaran terhadap terjadinya suatu peristiwa, keadaan yang memberikan stimulus dan menumbuhkan rasa penasaran, serta seperti apa manusia yang memiliki rasa penasaran yang tinggi. Dari penelitian ini juga bisa diketahui tentang rasa penasaran (kuriositas) yang didasari dari adanya insting atau naluri manusia. Kata Kunci: Kuriositas, Insting, Pulung Gantung Tali Pati
Kirab Budaya Dewi Sekar Tanjung di Desa Tanjungan Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto
Uqtarina Husni Mu'awanah;
Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.198 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v18n4.p1400-1424
Tradhisi Kirab Budaya Dewi Sekar Tanjung (TKBDST) yaitu salah satu tradisi yang ada di Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Tradisi tersebut dilaksanakan sebagai wujud rasa hormat dan pengingat kepada leluhur Desa Tanjungan, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang menjadikan Desa Tanjungan mempunyai alam yang subur, juga sarana meningkatkan wisata waduk Tanjungan supaya lebih berkembang. Tujuan dari penelitian ini yaitu menjelaskan: (1) Asal-usul TKBDST, (2) Prosesi pelaksanaan TKBDST, (3) Makna Uba rampe TKBDST, (4) Fungsi TKBDST, (5) Perubahan TKBDST. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teori Folklor Djames Danandjaja. Makna dan simbol ditafsirkan menggunakan teori Teeuw, dan fungsi yang terkandung dalam tradisi menggunakan teori Bascom. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti, daftar pertanyaan, dan alat bantu. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fungsi yang terdapat dalam TKBDST yaitu 1. Sebagai alat pendidikan, 2. Sebagai alat bersosialisasi, 3. Sebagai alat sindiran, 4. Sebagai alat hiburan, 5. Sebagai alat kritik sosial. Kata kunci : Tradisi, Kirab Budaya Dewi Sekar Tanjung, Folklor.
Nilai Kepahlawanan Dalam Naskah Babad Sengkala Kedhaton
CAECILIA PRAMUDITA KUSUMANINGRUM;
BAMBANG PURNOMO
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (689.492 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v18n4.p1425-1443
Babad Sengkala Kedhaton merupakan salah satu hasil karya sastra Jawa klasik berbentuk puisi yang membahas tentang sejarah kerajaan Mataram Islam serta kehidupan pada masa penjajahan. Berdasarkan penjelasan diatas, masalah yang ada dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana deskripsi naskah Babad Sengkala Kedhaton, (2) Bagaimana suntingan naskah Babad Sengkala Kedhaton, (3) Bagaimana isi naskah Babad Sengkala Kedhaton, dan (4) Bagaimana nilai kepahlawanan dalam naskah Babad Sengkala Kedhaton. Metode penelitian untuk menjelaskan BSK berupa kualitatif. bersifat deskriptif yaitu penelitian yang hasil datanya berupa kata-kata yang tertulis. Metode Hermeneutika juga digunakan untuk menjelaskan isi naskah. Instrumen dari penelitian ini adalah kartu data yang digunakan oleh peneliti. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik pustaka dan teknik mencatat. Hasil dari penelitian dianalisis dengan langkah-langkah yaitu deskripsi naskah, transliterasi, suntingan teks, dan menjelaskan nilai kepahlawanan dalam naskah BSK. Dalam penelitian ini langkah-langkah kerja filologi digunakan untuk memaparkan mengenai deskripsi naskah, transliterasi, suntingan teks, terjemahan teks, dan analisis isi teks yang dikaji dengan menggunakan indikator nilai kepahlawanan yang dikemukakan oleh Hartono Laras. Kata kunci : Babad Sengkala Kedhaton, Filologi, Nilai-Nilai Kepahlawanan
Ambisi Tokoh Novel Klelep ing Samudra Tresna karya Tulus Setiyadi (Kajian Psikologi Kepribadian Ludwig Klages)
Robbi'atul Adhawiyaturrohmah;
Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.194 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v18n4.p1444-1460
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui wujud ambisi negatif tokoh novel Klelep Ing Samudra Tresna dengan kajian psikologi kepribadian Ludwig Klages. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Sumber datanya yaitu novel Klelep Ing Samudra Tresna karya Tulus Setiyadi. Data diperoleh dari membaca dan memahami cerita novel, kemudian mencatat data yang sesuai mengenai wujud ambisi negatif tokoh novel (kepribadian tipe A, egoisme, perfeksionisme, dan kecanduan kerja). Hasil dari penelitian ini yaitu tokoh-tokoh yang dijelaskan dalam novel digambarkan memiliki ambisi yang bersifat buruk, sehingga disebut ambisi negatif. Tokoh yang memiliki ambisi negatif yaitu Dewi, Panji, Septi, dan Anggra. Setiap tokoh memiliki ambisi negatif untuk mewujudkan keinginannya. Akan tetapi dapat disimpulkan ambisi negatif yang paling dominan dalam setiap diri tokoh, yaitu 1) Dewi mempunyai ambisi negatif, yaitu cinta kepada juragan Panji yang mana sudahmempunyai istri, 2) Panji memiliki ambisi negatif untuk bercerai dari istrinya, Septi, agar bisa menikah dengan Dewi, 3) Septimemiliki ambisi negatif untuk menyelesaikan hubungan antara Panji dengan Dewi, dan 4) Septi memiliki ambisi negatif untuk bekerja keras demi mencukupi kebutuhan hingga sakit-sakitan.Kata Kunci: Ambisi Negatif, Kepribadian Tipe A, Egoisme, Perfeksionisme, Kecanduan Kerja
Melestarikan Dunia Wayang dalam Novel Lakon Anggitane Ardini Pangastuti (Kajian Psikologi Sastra Abraham Maslow)
Ainur Rokhmah;
Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.776 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v18n4.p1481-1501
Novel dengan judul Lakon karya Ardini Pangastuti menceritakan tokoh utama yang memiliki rasa cinta dan peduli dengan dunia wayang. Rasa yang besar menumbuhkan keinginan untuk melestarikan dunia wayang. Akan tetapi dalam usahanya untuk melestarikan wayang, tokoh utama mempunyai masalah kejiwaan yang menjadi halangan dalam mewujudkan keinginannya. Artikel ini dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adanya masalah tersebut ditemukan 3 bab yang menarik perhatian untuk dianalisis, yaitu wujud aktualisasi diri tokoh utama ketika melestarikan dunia wayang, halangan tokoh utama ketika melestarikan dunia wayang, dan cara tokoh utama menyelesaikan halangan untuk melestarikan dunia wayang. Ketiga masalah tersebut dianalisis menggunakan teori psikologi sastra Abraham Maslow. Hasil analisis menunjukkan tokoh utama berhasil melestarikan dunia wayang melalui tulisan dan menjadi dalang di depan siswa-siswa sekolah. Wujud aktualisasi diri tokoh utama ketika melestarikan dunia wayang yaitu, fokusnya pikiran terhadap masalah wayang, menerima kodrat diri, dan mengalami pengalaman puncak yang menjadikan tokoh utama lebih kukuh dan semangat melestarikan dunia wayang. Halangan yang dialami yaiyu adanya rasa kurang percaya terhadap potensi diri, rasa khawatir, dan penolakan dari kekasihnya. Halangan tersebut bisa diselesaikan karena adanya teman yang selalu memberikan dukungan kepada tokoh utama. Kata kunci : Aktualisasi diri, dunia wayang, potensi.
Representasi Alam dalam Novel Prau Layar ing Kali Opak Karya Budi Sarjono (Tintingan Ekokritik Sastra)
Dini Amalia Fitriana;
Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.024 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v18n4.p1545-1557
Novel Prau Layar ing Kali Opak karya Budi Sarjono merupakan karya sastra yang berwujud novel yang menggunakan bahasa Jawa dan termasuk jenis novel ekologi. Novel tersebut menggambarkan kearifan lingkungan dan menceritakan hubungan antara manusia, hewan, dan tumbuhan terhadap lingkungan yang diwujudkan dengan penggambaran kehidupan masyarakat Gunungkidul yang bergantung dengan alam. Kehidupan masyarakat Gunungkidul mengolah alam untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan berpegang dengan prinsip-prinsip etika lingkungan. Penjelasan tersebut menunjukkan adanya bab yang melatar belakangi ditulisnya penelitian ini yaitu (1) penggambaran alam; dan (2) wujud kepedulian tokoh terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan teori ekokritik sastra, termasuk penelitian deskriptif dengan memberikan gambaran secara rinci dan jelas. Sumber data penelitian ini yaitu novel PLIKO yang tersususun dari 11 bagian judul. Data penelitian ini berupa cuplikan-cuplikan dalam novel yang memiliki hubungan dengan rumusan masalah penelitian. Cara memperoleh data menggunakan teknik kapustakan, sedangkan cara menganalisis data menggunakan teknik deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa novel PLIKO karya Budi sarjono termasuk novel ekologis yang memuat berbagai aspek ekologis. Aspek-aspek ekologis tersebut terfokus dalam penggambaran alam dan kepedulian tokoh terhadap lingkungan yang terdapat dalam cerita. Wujud penggambaran alam dibagi menjadi lima yaitu (1) permukiman; (2) sungai; (3) laut dan pantai; (4) gunung; lan (5) hutan, pengambaran alam tersebut masih asru, terawatt, dan tertata. sedangkan wujud kepedulian tokoh terbagi menjadi dua,pertama yaitu etika lingkungan berupa (1) sikap hormat terhadap alam; (2) sikapa solidaritas terhadap alam; dan (3) sikap kasih sayang dan kepedulian terhadap alam. Kedua hubungan manusia dengan lingkungan dengan paham determinisme dan paham posibilisme. Kata kunci: Novel Prau Layar ing Kali Opak, ekokritik sastra, novel ekologis
Tradisi Ider-ider di Desa Boto Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban
Ulan Jihadin Nafsiyah;
Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (527.279 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v18n4.p1461-1480
Abstract The tradition of Ider-ider is a Javanese tradition that developed in the Boto’s village. This tradition is a tradition that carried out by every individual when they want to open the new’s agricultural land. So that tradition has a close relationship with the farmers in this village. The existence from the one of these Javanese traditions is an interesting thing to study. Then to exploring the history of this tradition, revealing the materials (ubarampe) needed in every practice of this tradition. Discribing the meanings contained in every these ubarampe. Describing the function of the tradition in Boto village which is the background of the existence this tradition. Explaining about the changes that have occurred of the tradition. To assist in the process of analyzing, the study of folklore can be used, namely semi-oral folklore. Then, the conclusion is to present a result of the analysis which shows that the community is able to assess the function of this tradition as an important and useful thing for their lifes. So the community can icreasing their solidarity in an effort to preserve the noble heritage which is often referred to as the one of the part from Javanese culture. Keywords: Javanese culture, Folklore and The Tradition of Ider-ider Abstrak Tradisi Ider-ider merupakan tradisi Jawa yang berkembang di desa Boto. Tradisi yang dilakukan oleh setiap warga secara individu ini dilaksanakan ketika warga tersebut membuka ingin lahan pertanian baru di desa Boto. Maka tradisi Ider-ider ini memiliki hubungan erat dengan petani. Ekistensi dari salah satu tradisi Jawa ini merupakan suatu hal yang menarik untuk diteliti. Dengan tujuan untuk mengupas mengenai sejarah asal mula terbentuknya tradisi tersebut, mengungkapkan ubarampe yang dibutuhkan dalam setiap dilakukannya tradisi ini. Serta menjelaskan mengenai makna-makna yang terkandung dalam setiap ubarampe. Mendeskripsikan mengenai fungsi tradisi Ider-ider di Desa Boto ini yang menjadi latar belakang dari eksistensi tradisi ini. Hingga menjelaskan mengenai perubahan yang terjadi pada tradisi Ider-ider ini. Dengan demikian untuk membantu dalam proses analisis rumusan masalah pada penelitian ini, peneliti menggunakan sebuah kajian folklor yaitu folklor setengah lisan. Maka kesimpulan dari penelitian ini adalah menyajikan sebuah hasil dari analisis data yang menunjukkan bahwa masyarakat mampu menilai fungsi tradisi ini sebagai suatu hal yang penting dan berguna dalam kehidupan masyarakat tersebut. Sehingga adanya hal tersebut dapat meningkatkan kerukunan pada masyarakat desa Boto dalam upaya melestarikan warisan luhur yang sering disebut juga dengan salah satu bagian dari kebudayaan Jawa. Kata Kunci: Kebudayaan Jawa, Folklor dan Tradisi Ider-ider
Tradisi Kupatan di Dusun Tawing Desa Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek (Kajian Folklor)
Alisna Rahma Riyana Putri;
Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (620.51 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v18n4.p1502-1526
ABSTRAK Tradisi Kupatan yang tinggal di Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek (TKDNKDKT) merupakan salah satu acara rutin yang diadakan setahun sekali pada bulan Syawal. Acara tersebut diadakan untuk mempererat silaturahmi antar sesama warga, berisi pelajaran tentang sedekah dan menghormati tamu untuk mempererat tali silaturrahmi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) pembukaan TKDNKDKT, 2) praktik TKDNKDKT, 3) Ubarampe dan makna/maknanya dalam TKDNKDKT, 4) fungsi TKDNKDKT, dan 5) perubahan yang terjadi pada TKDNKDKT . Teori yang digunakan adalah folklor dan termasuk dalam kategori folklor semi lisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan teknik wawancara, Observasi, Dokumentasi. Sumber data penelitian menggunakan sumber primer dan sekunder. Teknik analisis data menggunakan metode analisis data penelitian kualitatif / dapat menggunakan deskripsi deskriptif dan membuat teori perubahan budaya. Faktor penyebab terjadinya perubahan budaya Adat Kupatan terbagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Instrumen penelitian ini adalah peneliti, lembar observasi, daftar pertanyaan, alat bantu (kamera HP dan notebook. sejahtera, ketenangan lahir dan batin, diberikan kesehatan dan keselamatan. Kata Kunci : Tradhisi, Kupatan, Ngadisuko, Folklor
Ngelmu Padhuwungan sajrone Serat Dongeng Asmadaya
Hanida Nurohmadona;
Bambang Purnomo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.608 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v18n4.p1558-1566
Serat Dongeng Asmadaya merupakan salah satu karya sastra berwujud naskah yang tumbuh dalam perkembangan sastra Jawa Klasik. Suatu naskah bisa menunjukkan keadaan pada zaman penulisan naskah tersebut. Serat Dongeng Asmadaya menyebutkan dalam naskah bahwa naskah ini disebut dengan dongeng. Meskipun disebut dongeng, isi naskah mengandung beberapa pelajaran dan ilmu yang bisa menjadi tauladan untuk zaman sekarang. Salah satunya yaitu, ilmu perkerisan yang bisa menjadi pembelajaran untuk masyarakat. Penelitian mengenai naskah Serat Dongeng Asmadaya ini menggunakan pendekatan filologi. Sumber data yang digunakan yaitu foto naskah Serat Dongeng Asmadaya yang berasal dari Yayasan Sastra Lestari Surakarta. Data primer yang digunakan yaitu kata, frasa, klausa, dan kalimat yang ada dalam Serat Dongeng Asmadaya. Metodhe dalam penelitian ini menggunakan metodhe deskriptif analisis dan hermeneutika untuk menafsirkan isi naskah. Hasil penelitian yaitu menjelaskan karakteristik naskah yang berupa deskripsi naskah, suntingan teks, ilmu perkerisan, dan aktualisasi nilai keris dalam masyarakat. Ditemukan dua hal pembagian ilmu perkerisan, yaitu persiapan dan tata cara membuat keris. Babak persiapan merupakan tindakan menata untuk mempersiapkan beberapa hal yang dibutuhkan ketika membuat keris. Sedangkan babak tata cara membuat keris merupakan tahap-tahap yang dilakukan ketika membuat keris. Melihat keadaan sekarang, ada beberapa pergeseran nilai keris dalam masyarakat yang akan dijelaskan dalam aktualisasi nilai keris. Pergeseran tersebut dijelaskan oleh Yoyok Soexmatyono sebagai mranggi dalam tindakan wawancara. Hasil wawancara yaitu banyak ditemukan pergeseran dalam masyarakat mengenai nilai keris dari zaman dulu hingga sekarang. Khususnya era sekarang keris lebih dihargai sebagai barang seni turun-temurun dari leluhur yang memiliki nilai ekonomi. Kata kunci : ilmu keris, aktualisasi, Serat Dongeng Asmadaya
Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif dalam Film Kanca Kenthel Karya Endrilopa (Kajian Pragmatik)
Wilda Nur Baity;
Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (259.339 KB)
|
DOI: 10.26740/job.v18n4.p1527-1544
Setiap manusia membutuhkan komunikasi dalam menjalani hidupnya. Hal ini wajar karena manusia adalah makhluk sosial yang pastinya butuh pertolongan, teman, dan motivasi dalam menjalani hidupnya. Dalam berkomunikasi, Bahasa merupakan alat yang digunakan sebagai symbol, huruf dan kata yang dipahami satu sama lain hingga mudah terjalin komunikasi. Oleh karena itu, Bahasa sebagai alat komunikasi dan ilmu pengetahuan yang abstrak maka diperlukan pemahaman mendalam mengenai penggunaannya. Salah satu ilmu untuk memahami Bahasa adalah pragmatik. Dengan cabang penelitian tindak tutur ilokusi. Menggunakan sebuah karya film sebagai objek,penelitian dengan pendekatan pragmatik serta dibantu metode deskriptif kualitatif, peneliti mengkaji tindak tutur ilokusi ekspresif. Maka focus dari penelitian ini adalah mencari jenis tindak tutur ilokusi ekspresif apa saja yang ada didalam film tersebut, dan bagaimana jenis tindak tutur ilokusi ekspresif tersebut kemudian menjadi bagian dari dialog yang diperankan pemain. Teknik yang digunakan dalam mencari data adalah teknik simak bebas libat cakap dan observasi sehingga ditemukan 11 jenis tindak tutur ilokusi ekspresif yang tentu saja membuat pembaca penasaran dan ingin mengetahui masing – masing jenis tindak tutur, maka akan dijabarkan dengan detail sesuai prosedur penelitian yang ada. Kata Kunci: Pragmatik, tindak tutur, ekspresif.