FARMASAINKES
Jurnal FARMASAINKES: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan dengan Nomor E-ISSN: 2807-114X (online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan sejak Agustus 2021, dengan Edisi Pertama Volume 1 Nomor 1, Agustus 2021. Jurnal FARMASAINKES terbit 2 kali setahun, setiap bulan Februari dan Agustus. Jurnal FARMASAINKES menerima artikel berupa hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang Ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan. Jurnal FARMASAINKES adalah Jurnal Penelitian Ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan yang merupakan Jurnal Akses Terbuka Nasional dan Internasional, menyediakan Platform untuk melaporkan inovasi, teknologi, inisiatif, dan penerapan pengetahuan ilmiah untuk semua aspek penelitian farmasi, sains, kedokteran, klinis dan ilmu kesehatan terkait. Ruang Lingkup Jurnal FARMASAINKES meliputi aspek ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan: Ilmu Farmasi, Farmasi-Biologi, Farmasi-Kimia, Farmasi-Fisika, Farmakognosi, Mikrobiologi Farmasi, Penelitian Produk Alami, Pengiriman Obat Baru, Biofarmaseutika, Farmakokinetik Hewan dan Manusia, Kimia Biofisik, Kimia Farmasi Obat, Komputasi dan Desain Obat Molekuler, Pemodelan Molekuler, termasuk Desain Obat dan Strategi Prodrug, Analisis Farmasi, Biokimia, Praktek Farmasi, Teknologi Farmasi, Biologi Sel dan Molekuler, Farmasi Klinis dan Rumah Sakit, Farmakodinamik, Farmakogenomik, Imunologi, Farmakovigilans, Farmakologi Hewan Percobaan, Toksikologi, Molekuler (Genetik), Biokimia dan Seluler Farmakologi, dan Bioteknologi minat Farmasi. Juga aspek Medis, Klinis dan Ilmu Kesehatan, Anatomi & Fisiologi, Kedokteran Forensik, Genetika, Biologi Molekuler, Mikrobiologi dan Patologi, Praktik Klinis, Kedokteran Translasional, Kemajuan Medis dan Kesehatan, Kesehatan Global, Kebijakan, Kesehatan Perilaku, Ginekologi, THT, Kebidanan, Ortopedi, Oftalmologi, Pediatri, Bedah, Pengobatan Komunitas dan Kesehatan Masyarakat.
Articles
122 Documents
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD dr. SAYIDIMAN MAGETAN
Riza Monasyifa
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 6 No. 1 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v6i1.6845
ABSTRAK Pendahuluan: Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang memerlukan terapi antibiotik, namun penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko kegagalan terapi, memperpanjang lama rawat inap, dan memicu resistensi bakteri sehingga evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik perlu dilakukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, pola penggunaan antibiotik, mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik berdasarkan standar WHO (tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat durasi), serta menganalisis hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik dengan lama rawat inap pasien pneumonia di RSUD dr. Sayidiman Magetan. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif terhadap data rekam medis pasien periode September 2024–September 2025. Sebanyak 88 sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Evaluasi rasionalitas mengacu pada standar WHO (Kementerian Kesehatan RI) dan analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil: Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (55,68%) dan berusia 76–86 tahun (34,09%). Penggunaan antibiotik kombinasi lebih banyak (54,55%), dengan cefoperazon tunggal (20,45%) dan kombinasi ampisilin-azitromisin (18,18%) sebagai regimen terbanyak. Ketepatan indikasi dan pasien mencapai 100%, tepat obat 63,64%, tepat dosis 85,23%, dan tepat durasi 71,59%. Terdapat hubungan bermakna antara rasionalitas penggunaan antibiotik dan lama rawat inap (p=0,044). Kesimpulan: Rasionalitas penggunaan antibiotik berhubungan signifikan dengan lama rawat inap pasien pneumonia sehingga kepatuhan terhadap pedoman terapi diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan dan mencegah resistensi bakteri. Kata Kunci: antibiotik, rasionalitas, pneumonia, lama rawat inap ABSTRACT Introduction: Pneumonia is a lower respiratory tract infection that requires antibiotic therapy. However, irrational antibiotic use may increase the risk of treatment failure, prolong the length of hospital stay, and contribute to bacterial resistance. Therefore, evaluating the rational use of antibiotics is essential. Objective: This study aimed to determine the characteristics of pneumonia patients, identify patterns of antibiotic use, evaluate the rationality of antibiotic use based on the World Health Organization (WHO) criteria (appropriate indication, appropriate patient, appropriate drug, appropriate dose, and appropriate duration), and analyze the relationship between the rationality of antibiotic use and the length of hospital stay among pneumonia patients at dr. Sayidiman Magetan Regional General Hospital. Methods: This descriptive quantitative study employed a retrospective approach using medical records of pneumonia patients treated between September 2024 and September 2025. A total of 88 patients were selected using purposive sampling. The evaluation of antibiotic use was conducted according to the WHO standards adopted by the Indonesian Ministry of Health. The association between the rationality of antibiotic use and the length of hospital stay was analyzed using the Pearson Chi-Square test. Results: Most patients were male (55.68%) and aged 76–86 years (34.09%). Combination antibiotic therapy was more frequently prescribed (54.55%) than monotherapy, with cefoperazone monotherapy (20.45%) and the ampicillin–azithromycin combination (18.18%) being the most commonly used regimens. The proportions of appropriate indication and appropriate patient were both 100%, while appropriate drug, appropriate dose, and appropriate duration were 63.64%, 85.23%, and 71.59%, respectively. A statistically significant association was found between the rationality of antibiotic use and the length of hospital stay (p = 0.044). Conclusion: The rational use of antibiotics was significantly associated with the length of hospital stay among pneumonia patients. Adherence to antibiotic therapy guidelines is therefore essential to improve treatment outcomes and prevent the development of bacterial resistance. Keywords: antibiotics, rational use, pneumonia, length of hospital stay
OPTIMASI KRIM EKSTRAK DAUN PAKIS SAYUR (Diplazium Esculetum) VARIASI ASAM STEARAT DAN TRIETANOLAMIN SEBAGAI ANTIOKSIDAN SIMPLEX-LATTICE-DESIGN
Jupita Aulia
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 6 No. 1 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v6i1.6864
ABSTRAK Kulit manusia setiap hari terpaparan polusi udara, radiasi matahari dan polutan dapat menyebabkan terjadinya radikal bebas seperti ROS (Reactive Oxygen Spesies), faktor tersebut membuat kulit menjadi kering. Penggunaan antioksidan secara topikal menjadi solusi dimana daun pakis sayur berperan sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi asam stearat dan trietanolamin terhadap krim, menentukan formula terbaik dari dua kombinasi serta menguji aktivitas antioksidan dari formula terbaik. Penelitian ini mengunakan design expert 13 yaitu perangkat lunak untuk mengoptimasi dua kombinasi antara asam stearat dengan trietanolamin pada krim ekstrak daun pakis sayur (Diplazium esceluntum). Penelitian dilakukan uji evaluasi meliputi uji sifat fisik (organoleptis, viskositas, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, daya lekat, dan tipe krim) serta uji dpph. Hasil pengujian design expert 13 terhadap sifat fisik (viskositas, pH, daya sebar, daya lekat), dari krim menunjukkan berpengaruh signifikan dengan syarat nilai p=<0,05. Formula optimum diperoleh dengan perbandingan asam stearat dan trietanolamin (8:2) dan uji sifat fisik (organoleptis, viskositas, homogenitas, daya sebar dan daya lekat) telah memenuhi syarat, uji pH menunjukkan hasil nilai pH pada rentang 4,55 – 5,5 (memenuhi syarat). Uji aktifitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar ppm 27-30 ppm