FARMASAINKES
Jurnal FARMASAINKES: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan dengan Nomor E-ISSN: 2807-114X (online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan sejak Agustus 2021, dengan Edisi Pertama Volume 1 Nomor 1, Agustus 2021. Jurnal FARMASAINKES terbit 2 kali setahun, setiap bulan Februari dan Agustus. Jurnal FARMASAINKES menerima artikel berupa hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang Ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan. Jurnal FARMASAINKES adalah Jurnal Penelitian Ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan yang merupakan Jurnal Akses Terbuka Nasional dan Internasional, menyediakan Platform untuk melaporkan inovasi, teknologi, inisiatif, dan penerapan pengetahuan ilmiah untuk semua aspek penelitian farmasi, sains, kedokteran, klinis dan ilmu kesehatan terkait. Ruang Lingkup Jurnal FARMASAINKES meliputi aspek ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan: Ilmu Farmasi, Farmasi-Biologi, Farmasi-Kimia, Farmasi-Fisika, Farmakognosi, Mikrobiologi Farmasi, Penelitian Produk Alami, Pengiriman Obat Baru, Biofarmaseutika, Farmakokinetik Hewan dan Manusia, Kimia Biofisik, Kimia Farmasi Obat, Komputasi dan Desain Obat Molekuler, Pemodelan Molekuler, termasuk Desain Obat dan Strategi Prodrug, Analisis Farmasi, Biokimia, Praktek Farmasi, Teknologi Farmasi, Biologi Sel dan Molekuler, Farmasi Klinis dan Rumah Sakit, Farmakodinamik, Farmakogenomik, Imunologi, Farmakovigilans, Farmakologi Hewan Percobaan, Toksikologi, Molekuler (Genetik), Biokimia dan Seluler Farmakologi, dan Bioteknologi minat Farmasi. Juga aspek Medis, Klinis dan Ilmu Kesehatan, Anatomi & Fisiologi, Kedokteran Forensik, Genetika, Biologi Molekuler, Mikrobiologi dan Patologi, Praktik Klinis, Kedokteran Translasional, Kemajuan Medis dan Kesehatan, Kesehatan Global, Kebijakan, Kesehatan Perilaku, Ginekologi, THT, Kebidanan, Ortopedi, Oftalmologi, Pediatri, Bedah, Pengobatan Komunitas dan Kesehatan Masyarakat.
Articles
110 Documents
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN ASMA RAWAT JALAN RUMAH SAKIT X KOTA PEKANBARU TAHUN 2022
Hasti, Syilfia;
Febrina, Mira;
Lestari, Kurnia Dwi;
Rani, Zulmai;
Fitri, Aulia
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5076
Asma merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran pernafasan. Penderita asma mempunyai peluang besar untuk mengalami komplikasi yang akan menambah kompleksitas pengobatan pada pasien, komplikasi yang terjadi pada pasien asma menyebabkan penderita menerima terapi beberapa obat sekaligus (polifarmasi) sehingga memiliki risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat potensi kejadian interaksi obat pada pasien asma rawat jalan selama periode Januari-Desember 2022. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan melihat rekam medis pasien asma. Hasil yang didapat dianalisis secara deksiptif dengan penapisan secara media online menggunakan situs Drugs.com dan Medscape.com serta penapisan dengan buku teks DIH dan Stockley’s Drug Interaction. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi interaksi obat sebanyak 412 kasus. Jenis interaksi farmakokinetik sebesar 19,3%, farmakodinamik sebesar 58,9% dan unknown sebesar 21,8%. Berdasarkan severity terdapat interaksi major sebesar 2,4%, moderate sebesar 61,4% dan minor sebesar 36,2%.
FORMULASI DAN EVALUASI MASKER GEL PEEL-OFF NANOEKSTRAK BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) SEBAGAI ANTI-AGING
Husna, Miftahul;
Lubis, Minda Sari;
Dalimunthe, Gabena Indrayani;
Zulmai Rani
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5080
Bonggol nanas mempunyai kandungan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan, sehingga dapat melindungi kulit dari penuaan dini. Masker gel peel-off mampu meningkatkan kelembapan kulit dan mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variasi pengolahan ekstrak dan nanoekstrak bonggol nanas dapat diolah menjadi masker gel peel-off serta untuk mengevaluasi aktivitas anti-aging dari produk tersebut. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Dalam studi ini, bonggol nanas diekstraksi menggunakan metode maserasi dan diubah menjadi nanoekstrak, kemudian beberapa pengujian dilakukan, termasuk karakterisasi simplisia, skrining fitokimia pada ekstrak dan nanoekstrak bonggol nanas, pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, serta evaluasi masker gel peel-off yang meliputi uji homogenitas, pH, waktu pengeringan, daya sebar, dan daya lekat. Efektivitas anti-aging diuji menggunakan alat skin analyzer dengan parameter kadar air, elastisitas, dan warna kulit. Hasil dari karakterisasi simplisia bonggol nanas menunjukkan bahwa ia memenuhi kriteria simplisia yang baik. Ekstrak dan nanoekstrak dari bonggol nanas mengandung senyawa metabolit sekunder. Nilai IC50 pada ekstrak bonggol nanas tercatat sebesar 5. 804,72 µg/mL, sedangkan masker gel peel-off dari ekstrak bonggol nanas memiliki warna coklat muda hingga coklat pucat, aroma khas, homogen, pH stabil, dengan waktu pengeringan 15-30 menit dan daya sebar 5-6 cm. Hasil uji aktivitas antioksidan dari sediaan menunjukkan nilai IC50 masing-masing yaitu (F0) 171,4434 µg/mL, (F1) 137,7746 µg/mL, (F2) 155,1636 µg/mL, dan (F3) 146,9484 µg/mL, dengan hasil terbaik diperoleh dari F3. Pengujian statistik dengan One Way Anova menunjukkan hasil yang signifikan.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DENGAN METODE GYSSENS DI INSTALASI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN TAHUN 2024
Septiana, Lilik;
Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5086
Pneumonia adalah suatu peradangan paru yang disebabkan oleh bakteri sehingga salah satu terapi yang diberikan yaitu antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional menyebabkan pengobatan kurang efektif. Pemilihan dan penggunaan terapi antibiotik yang bijak pada pasien pneumonia akan menentukan keberhasilan pengobatan dan menghindari terjadinya resistensi bakteri. Metode Gyssens adalah standar untuk evaluasi kualitatif dalam meresepkan antibiotik dengan kelebihan terperinci/jelas dan dapat mengevaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif lebih tepat sehingga akan mencegah terjadinya antibiotik resisten. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia menggunakan metode gyssens di rumah sakit haji Medan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan ciri-ciri yang sesuai kriteria inklusi. Sampel yang digunakan yaitu data rekam medik pasien yang terdiagnosa pneumonia dan mendapatkan pengobatan antibiotik, kemudian data dianalisis menggunakan alur diagram Gyssens. Penelitian ini dilakukan pada 89 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dengan menggunakan metode gyssens di rumah sakit haji Medan tahun 2024 terdapat sebanyak 61,8% penggunaan antibiotik yang rasional.
KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KONSENTRASI BUNUH MINIMUM (KBM) EKSTRAK DAUN KEDONDONG HUTAN (Spondias pinnata (L.f) Kurz.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli
Pertiwi, Rahma;
Haris Munandar Nasution;
Rafita Yuniarti;
Zulmai Rani
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5147
Daun kedondong hutan diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder salah satunya yaitu flavonoid. Senyawa flavonoid memiliki aktivitas sebagai antibakteri dengan mekanisme menghambat sintesis asam nukleat dan fungsi membran sel. Escherichia coli merupakan bakteri yang sering menyebabkan penyakit infeksi pada saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan menguji kadar hambat minimum dan kadar bunuh minimum ekstrak etanol daun kedondong hutan terhadap bakteri Escherichia coli. Kadar hambat minimum ditentukan menggunakan metode dilusi dilanjutkan dengan uji spektrofotometri UV-Vis dan kadar bunuh minimun ditentukan menggunakan metode dilusi yang disebar merata diatas media MHA dengan konsentrasi ekstrak bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi 5% dan 7,5% merupakan kadar minimum ekstrak etanol daun kedondong hutan dalam menghambat aktivitas pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol daun kedondong hutan dapat digunakan sebagai alternatif antibakteri dan dapat dikembangkan lebih lanjut pada bidang kesehatan.
PENGARUH HOME PHARMACY CARE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, KEPATUHAN, DAN OUTCOME KLINIK PASIEN HIPERTENSI
Fatkhiya, Musa Fitri
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5189
Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan pengobatan jangka panjang atau bahkan seumur hidup. Tingkat kepatuhan dan pengetahuan penderita hipertensi akan sangat mempengaruhi keberhasilan terapi. Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh hubungan tingkat kepatuhan dan pengetahuan terhadap outcome klinik pasien hipertensi di Desa Pakisputih Kedungwuni. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dan data diambil secara prospektif dengan menyebarkan kuisioner pre-test dan post- test untuk mengukur tingkat kepatuhan, pengetahuan, serta melakukan pengukuran nilai tekanan darah. Metode sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dianalisis univariat dan bivariate menggunakan SPSS. Pada penelitian ini diperoleh 53 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan diberikan intervensi berupa home pharmacy care. Hasil penelitian diketahui terdapat peningkatan pengetahuan dan kepatuhan pasien antara sebelum dan sesudah diberikan home pharmacy care yang dilihat dari nilai pretest dan posttest. Begitupula pada outcome klinik pasien dilihat dari nilai tekanan darah pasien yang mengalami penurunan sebelum dan sesudah diberikan home pharmacy care. Simpulan dari penelitian ini yaitu home pharmacy care memberikan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan, kepatuhan dan outcome klinik pasien.
ISOLASI HEMISELULOSA DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) SEBAGAI EMULGATOR DALAM SEDIAAN EMULSI MINYAK IKAN
Syafirna, Nada;
Dikki Miswanda;
Lubis, Minda Sari;
Yuniarti, Rafita
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5192
Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah padat yang dihasilkan dari industri pengolahan kelapa sawit. Diketahui TKKS mengandung hemiselulosa yang dapat dimanfaatkan dalam bidang farmasi. Tujuan penelitian ini untuk mengisolasi hemiselulosa dari TKKS dan memformulasikan sebagai emulgator pada sediaan emulsi minyak ikan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan tahapan meliputi isolasi hemiselulosa TKKS dengan menggunakan metode ekstraksi alkali dengan NaOH 0,05N, 0,1N, 0,2N, 0,3N, 0,5N, kemudian karakterisasi hemiselulosa meliputi uji organoleptis, uji kelarutan, uji FTIR (Fourier Transform Infra Red) dan uji SEM (Scanning Elektron Microscope). Hemiselulosa yang telah diperoleh digunakan sebagai emulgator dalam sediaan emulsi, kemudian dilakukan uji evaluasi sediaan seperti uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tipe emulsi, uji redispersi, dan uji viskositas. Hasil dari isolasi hemiselulosa TKKS mendapatkan hasil terbaik pada konsentrasi NaOH 0,5N menghasilkan randemen 12,84%. Hasil formula sediaan emulsi kombinasi hemiselulosa yang terbaik adalah F5 dengan perbandingan gom arab : hemiselulosa (2:1). Sediaan emulsi homogen, hasil uji pH formula F1 dan F5 memenuhi syarat pH emulsi oral pada rentang 5-7,5. Hasil uji tipe emulsi yaitu A/M, hasil uji viskositas F1, F3, F4, F5 sudah memenuhi syarat sesuai SNI yaitu 2000-50.000 cPs. Hemiselulosa TKKS dapat menjadi emulgator pada emulsi minyak ikan pada formula kombinasi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI DAN CARA MINUM OBAT DENGAN KEPATUHAN TERAPI PADA PASIEN HIPERTENSI
Aprianti, Pande Made Ayu;
Maharani, Kadek Kartika Putri;
Marangyana, I Gede Bagus Indra
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5209
Penyakit hipertensi adalah faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kepatuhan terapi obat dianggap sebagai faktor penting dalam mencegah perburukan kondisi pasien hipertensi. Tingkat pengetahuan mengenai penyakit hipertensi dan cara minum obat diduga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi dan cara minum obat dengan kepatuhan terapi pada pasien hipertensi di Rumah Sakit X Denpasar. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner pengetahuan hipertensi, kuesioner pengetahuan cara minum obat, dan kuesioner kepatuhan MMAS-8. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian melibatkan 70 responden, menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang hipertensi (37 responden atau 52,86%) dan pengetahuan baik tentang cara minum obat (60 responden atau 85,71%). Tingkat kepatuhan terapi sebagian besar berada pada kategori sedang (44 responden atau 62,86%). Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang hipertensi dengan kepatuhan terapi (p = 0,000; r = 0,483) dan antara pengetahuan tentang cara minum obat dengan kepatuhan terapi (p = 0,002; r = 0,360). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan mengenai hipertensi dan cara minum obat dengan kepatuhan terapi pada pasien hipertensi di Rumah Sakit X.
FORMULASI MELOKSIKAM DALAM BENTUK KOYO SEBAGAI ANALGESIK DAN ANTIINFLAMASI
Suhaitamy, Masyithah;
Siregar, Citra Sari Dewi
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5210
Meloksikam digunakan sebagai antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang memperlambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2). Rute pemberian yang umum digunakan secara oral untuk mengobati beberapa penyakit rematik, seperti artritis reumatoid (RA), osteoartritis, nyeri punggung bawah, dan beberapa penyakit sendi lainnya. Namun, penggunaan, meloksikam secara oral bisa mengakibatkan dampak gastrointestinal misalnya perdarahan, tukak lambung, mual, serta muntah. Untuk menghindari efek samping ini, namun dalam penelitian ini meloksikam diformulasikan menjadi dispersi padat patch transdermal (koyo). Pembuatan patch (koyo) transdermal meloksikam menggunakan larutan polimer yaitu hidroksipropil metilselulosa:etil selulosa:polivinil pirolidon beserta perbandingan terfokus pada peningkat permeasi (enhancer) yaitu propilen glikol. Konsentrasi yang digunakan yakni F1 10%; F2 20%, serta F3 30%. Patch transdermal meloksikam yang telah dibuat dengan cara di esksekusi berdasarkan bermacam keriteria fisikokimia, organoleptik, kekebalan, keseragaman bobot, ketahanan lipatan, kadar air, dan sifat pengembangan. Interaksi antara zat aktif meloksikam serta polimer dianalisis menerapkan FTIR, struktur kristal dianalisis dengan difraksi sinar-X, dan penetrasi obat secara in-vitro (sel difusi Franz). Formula terbaik dievaluasi secara in vivo guna menimbangkan kegiatan analgesik serta antiinflamasinya menggunakan gel yang beredar di pasaran. Hasil pengujian Patch transdermal dispersi padat meloksikam dengan tiga formula yakni memiliki warna kuning, tak memiliki bau, permukaannya kering serta rata, ketebalannya antara 0,0193 sampai 0,0212 cm, keseragaman bobot bobot 98,88 sampai 123,26 mg, ketahanan lipat 370 hingga 375 kali, kadar air 2,094 sampai 2,410% serta pengembangan 7,49 sampai 19,10%. Hasil penetrasi tertinggi dari F3 Patch transdermal dispersi padat meloksikam dengan penetrasi pada menit ke-480 mempunyai % penetrasi yakni 86,453%, nilai AUC sebanyak 1867,303 (% menit), oleh karena itu jika disimpulkan bahwa perbandingan konsentrasi propilen glikol sebagai enhancer memiliki pengaruh melepaskan obat secara transdermal. Hasil analisis menggunakan FTIR menampilkan terdapat interaksi zat aktif meloksikam dengan polimer. Efek analgetik F3 terkuat di menit ke-260 yakni 61,98 (detik), sebaliknya gel natrium diklofenak dalam menit ke-240 yaitu 43,51 (detik) dan persentase penghambatan antiinflamasi pada menit ke-480 yaitu 90,10%, dibandingkan gel natrium diklofenak pada menit ke-480 yakni 64,61%. Koyo transdermal meloksikam (F3) memiliki dampak terapi analgesik serta antiinflamasi yang lebih baik dari pada formulasi lain serta gel natrium diklofenak.
POTENSI SENYAWA BIOAKTIF PHALERIA MACROCARPA TERHADAP RESEPTOR ESTROGEN ALFA SEBAGAI TERAPI KANKER PAYUDARA SECARA MOLECULAR DOCKING
Rahmadi Pratama, Rizki;
Amelia Putri, Irena;
Indah Fajarwati, Jelita;
Puji Rahmawati, Dwi;
Fauzi, Muhammad
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5217
Kanker payudara menjadi penyebab utama kematian perempuan di seluruh dunia, oleh karena itu dibutuhkan pencarian agen antikanker yang lebih efektif dan lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi metabolit sekunder dan mikrobia endofit dari Phaleria macrocarpa sebagai sumber senyawa antikanker payudara menggunakan pendekatan in silico. Lima senyawa aktif apigenin, cafestol, fraxetin, mangiferin, dan sesamin docking terhadap reseptor estrogen alfa manusia (PDB: 3ERT) dengan AutoDock 4.0. Hasil docking menunjukkan semua senyawa menunjukkan afinitas ikatan yang baik, ditunjukkan oleh nilai energi bebas (ΔG) negatif; cafestol memiliki energi terbaik (-10,75 kkal/mol), diikuti sesamin (-8,69), apigenin (-8,42), mangiferin (-7,82), dan fraxetin (-5,78), serta nilai konstanta inhibisi (Ki) menunjukan potensi sebagai inhibitor. Visualisasi interaksi molekuler memperlihatkan kelima senyawa membentuk ikatan hidrogen dan hidrofobik dengan residu asam amino kunci di kantong aktif reseptor estrogen alfa, yaitu Glu353, Arg394, dan His524, yang diketahui penting untuk pengikatan ligan dan aktivitas inhibisi. Semua senyawa memenuhi kriteria Lipinski, dan sebagian besar memiliki profil farmakokinetik serta toksisitas (ADMET) yang baik, meskipun beberapa menunjukkan potensi mutagenisitas. Temuan ini mendukung metabolit sekunder dan endofit Phaleria macrocarpa sebagai kandidat untuk pengembangan agen antikanker payudara, namun validasi lebih lanjut secara in vitro dan in vivo masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.
FORMULASI NANOGEL TABIR SURYA EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm. f.
Oktavia, Zela;
Lubis, Minda Sari;
Yuniarti, Rafita;
Pulungan, Ainil Fithri
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6242
Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm. f.) dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat karena kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid, dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan nanogel tabir surya berbahan dasar ekstrak etanol lidah buaya untuk melihat kemampuan sebagai tabir surya dengan cara menghitung nilai sun protection factor. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% lalu diuji senyawa metabolit sekunder. Dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, serta uji nilai SPF sebagai penanda aktivitas tabir surya. Sediaan nanogel diformulasikan ke dalam tiga konsentrasi berdasarkan hasil pengujian antioksidan ekstrak lidah buaya. Hasil menunjukkan bahwa sediaan nanogel memiliki karakteristik fisik yang sesuai dengan persyaratan sediaan topikal. Nilai IC50 dari ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan nilai IC50 sebesar 116,148 µg/ mL. Nilai SPF dari sediaan nanogel berada dalam rentang proteksi sedang dan memiliki nilai tertinggi pada konsentrasi 2500 ppm pada setiap formula. Dengan demikian, nanogel ekstrak lidah buaya berpotensi dikembangkan sebagai sediaan tabir surya alami dengan cara meningkatkan konsentrasi ekstrak sebagi zat aktif yang efektif melindungi kulit dari efek buruk sinar UV dan radikal bebas. Kata Kunci: Lidah buaya, nanogel, antioksidan, tabir surya. ABSTRAC Aloe vera (Aloe vera (L.) Burm. f.) is known as a herbal plant with strong antioxidant activity due to its secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids/triterpenoids, and glycosides. This study aims to develop a sunscreen nanogel formulation based on aloe vera ethanol extract to assess its efficacy as a sunscreen by calculating the sun protection factor (SPF) value. The extract was obtained through maceration using 96% ethanol solvent, followed by testing for secondary metabolites. Antioxidant activity was assessed using the DPPH method, and SPF value was determined as an indicator of sunscreen efficacy. The nanogel formulation was prepared in three concentrations based on the antioxidant activity test results of the aloe vera extract. The results showed that the nanogel formulation had physical characteristics consistent with the requirements for topical formulations. The IC50 value of the extract indicated moderate antioxidant activity with an IC50 value of 116.148 µg/mL. The SPF value of the nanogel formulation falls within the moderate protection range and reaches its highest value at a concentration of 2500 ppm in each formulation. Thus, aloe vera extract nanogel has the potential to be developed as a natural sunscreen formulation by increasing the concentration of the extract as an effective active ingredient to protect the skin from the harmful effects of UV rays and free radicals. Keywords: Aloe vera, nanogel, antioxidant, sunscreen.