FARMASAINKES
Jurnal FARMASAINKES: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan dengan Nomor E-ISSN: 2807-114X (online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan sejak Agustus 2021, dengan Edisi Pertama Volume 1 Nomor 1, Agustus 2021. Jurnal FARMASAINKES terbit 2 kali setahun, setiap bulan Februari dan Agustus. Jurnal FARMASAINKES menerima artikel berupa hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang Ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan. Jurnal FARMASAINKES adalah Jurnal Penelitian Ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan yang merupakan Jurnal Akses Terbuka Nasional dan Internasional, menyediakan Platform untuk melaporkan inovasi, teknologi, inisiatif, dan penerapan pengetahuan ilmiah untuk semua aspek penelitian farmasi, sains, kedokteran, klinis dan ilmu kesehatan terkait. Ruang Lingkup Jurnal FARMASAINKES meliputi aspek ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan: Ilmu Farmasi, Farmasi-Biologi, Farmasi-Kimia, Farmasi-Fisika, Farmakognosi, Mikrobiologi Farmasi, Penelitian Produk Alami, Pengiriman Obat Baru, Biofarmaseutika, Farmakokinetik Hewan dan Manusia, Kimia Biofisik, Kimia Farmasi Obat, Komputasi dan Desain Obat Molekuler, Pemodelan Molekuler, termasuk Desain Obat dan Strategi Prodrug, Analisis Farmasi, Biokimia, Praktek Farmasi, Teknologi Farmasi, Biologi Sel dan Molekuler, Farmasi Klinis dan Rumah Sakit, Farmakodinamik, Farmakogenomik, Imunologi, Farmakovigilans, Farmakologi Hewan Percobaan, Toksikologi, Molekuler (Genetik), Biokimia dan Seluler Farmakologi, dan Bioteknologi minat Farmasi. Juga aspek Medis, Klinis dan Ilmu Kesehatan, Anatomi & Fisiologi, Kedokteran Forensik, Genetika, Biologi Molekuler, Mikrobiologi dan Patologi, Praktik Klinis, Kedokteran Translasional, Kemajuan Medis dan Kesehatan, Kesehatan Global, Kebijakan, Kesehatan Perilaku, Ginekologi, THT, Kebidanan, Ortopedi, Oftalmologi, Pediatri, Bedah, Pengobatan Komunitas dan Kesehatan Masyarakat.
Articles
110 Documents
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS DEODORANT STICK EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper ornantum N.E.BR ) TERHADAP BAKTERI staphylococcus epidermidis
Fitri, Nurul;
Rani, Zulmai;
Lubis, Minda Sari;
Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4163
Red betel leaf (Piper ornatum N.E.Br) is one of several plants that have antibacterial properties so that it can be selected as an active ingredient in deodorants because of its effectiveness as an antibacterial. Red betel leaf contains secondary metabolites, namely alkaloids, flavonoids, tannins and essential oils. The purpose of this study was to determine the formulation of ethanol extract of red betel leaf (Piper ornatum N.E.Br) made in the form of a deodorant stick preparation with good characteristics and to determine the concentration of the deodorant stick preparation in inhibiting Staphylococcus epidermidis bacteria. The study was conducted experimentally including the manufacture of extracts by the maceration method. In this study, ethanol extract of red betel leaf with concentration variations of 1, 2 and 3%. The preparation was tested for organoleptic, homogeneity, pH, melting time, melting point, and antibacterial activity. The content of the phytochemical screening results of the ethanol extract of red betel leaf showed that there were flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and triterpenoids so that they have the potential to inhibit bacteria. The resulting deodorant stick meets the requirements of pH test, melting time test, melting point test and has bacterial inhibitory activity. At a concentration of 1% it is categorized as moderate with an inhibition zone of 6-10 while for a concentration of 2% and 3% it is categorized as strong with an inhibition zone of 10-20 mm.
FORMULASI, EVALUASI, DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN PADAT NANOEKSTRAK BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) TERHADAP Staphylococcus aureus
Widya, Rizka;
Lubis, Minda Sari;
Zulmai Rani;
Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4164
Nanopartikel merupakan salah satu hasil dari teknologi nano yang berkembang pesat. Sabun dapat digunakan untuk mengatasi penyakit, seperti penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memutus ikatan protein pada bakteri sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas antibakteri sediaan sabun padat terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan rancangan True Experimental Design. Tahapan penelitian meliputi pembuatan ekstrak, pembuatan nano ekstrak, skrining fitokimia, pembuatan sabun padat, dan evaluasi mutu fisik sabun padat yang terdiri dari uji organoleptik, uji pH, uji stabilitas, uji kekerasan, dan uji daya bersih. Serta uji aktivitas antibakteri sabun padat terhadap Staphylococcus aureus dengan masing-masing konsentrasi yaitu F1 (Blanko), F2 (1,25%), dan F3 (12,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mahkota nanas mengandung senyawa kimia berupa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan glikosida. Hasil pengujian ukuran partikel menunjukkan bahwa nano ekstrak memiliki ukuran 76 nm. Aktivitas antibakteri sabun padat terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan bahwa pada konsentrasi F1 memiliki efektivitas yang kuat dengan diameter zona hambat sebesar 13,61 mm; pada konsentrasi F2 juga menunjukkan efektivitas yang kuat dengan diameter zona hambat sebesar 16,46 mm; dan pada konsentrasi F3 menunjukkan efektivitas yang kuat dengan diameter zona hambat sebesar 19,38 mm dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kata kunci: Nano ekstrak, Mahkota Nanas, Antibakteri, Sabun Padat
PROFIL KONSUMEN OBAT TRADISIONAL DAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KETANGGAPAN AKAN ADANYA EFEK SAMPING OBAT TRADISIONAL DI DESA PERTAHANAN KABUPATEN ASAHAN
sahrianti, Hikmah;
Syilvi Rinda Sari;
Nasution, Haris Munandar;
Dalimunthe, Gabena Indrayani
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4165
Obat tradisional merupakan sediaan tradisional atau produk tradisional terdiri dari komponen aktif, bagian tanaman, bahan tanaman tambahan, atau campuran dari bahan hewan dan mineral. Umumnya masyarakat Indonesia lebih mengetahui dan mengenal jamu dibandingkan dengan obat tradisional terstandar dan fitofarmaka. Sebagian masyarakat juga percaya bahwa obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan obat konvensional. Tujuan penelitian ini yaitu melihat gambaran profil konsumen, tingkat pengetahuan masyarakat terhadap efek samping penggunaan obat tradisional di wilayah Kabupaten Asahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dalam bentuk kertas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 352 responden. Teknik analisa data pada penelitian ini menggunakan Microsoft Excell. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (51%). Persentase responden yang tidak merasakan efek samping sebanyak 76% dan sebanyak 24% responden merasakan efek samping. Efek samping yang banyak dirasakan oleh responden yaitu gangguan sistem pencernaan. Profil konsumen obat tradisional terbanyak di desa pertahanan adalah berjenis kelamin Perempuan (56,9%). usia terbanyak 17-45 tahun. Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitu 180 responden dengan persentase (51%). Mayoritas konsumen memiliki tingkat pengetahuan yang cukup yaitu dengan jumlah responden 174 dengan persentase (49%).
ANALISIS KADAR VITAMIN C HASIL PERASAN BUAH NANAS DAN KERIPIK NANAS DARI BEBERAPA DAERAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis
Mardhatillah, Wulan;
Pulungan, Ainil Fithri;
Ridwanto;
Daulay, Anny Sartika
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4166
Buah nanas merupakan salah satu buah yang digemari dan dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satu kandungan yang terdapat pada buah nanas adalah vitamin C. Vitamin C dapat berperan sebagai antioksidan dan efektif dalam menanggulangi radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Akan tetapi, kandungan vitamin C dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lingkungan tempat tumbuh dan proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, kadar vitamin C pada buah nanas dan keripik nanas. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan sampel, skrining fitokimia, pemeriksaan analisis kualitatif, penentuan kadar vitamin C. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu kadar vitamin C sari nanas A sebesar 25.85000 ± 0.28250, sari nanas B sebesar 33.7500 ± 0.28250, sari nanas C sebesar 21.52500 ± 0.10076, sari nanas D sebesar 21.45000 ± 0.08899, keripik nanas A sebesar 15.11666 ± 0.11785, keripik nanas B sebesar 20.08333 ± 0.12382, keripik nanas C sebesar 12.0000 ± 0 dan keripik nanas D sebesar 11.93333 ± 0.12382.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN ORALLY DISSOLVING FILM (ODF) YANG MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (Zingiber Officinale Var Rubrum) SEBAGAI PENYEMBUH SARIAWAN
Fitri, Raissa;
Rani, Zulmai;
Ginting, Grace Anastasia Br;
Mainal Furqan
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4190
Memformulasikan sediaan ODF ekstrak etanol jahe merah (Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma) yang mengandung senyawa gingerol sebagai penyembuh sariawan. Penelitian ini untuk mengetahui apakah sediaan ODF memenuhi uji mutu sebagai sediaan ODF, dan dapat menghambat pertumbuhan jamur candida albicans yang menjadi penyebab utama sariawan. Metode penelitian ini merupakan suatu jenis penelitian eksperimental yang bertujuan untuk melihat pengaruh hasil formulasi sediaan ODF yang mengandung ekstrak jahe merah sebagai penyembuh sariawan. dengan cara membuat sediaan ODF dari ekstrak jahe merah dengan konsentrasi 1, 2 dan 3%. Sediaan ODF di uji mutu dan aktifitas antijamur pada jamur candida albicans. Berdasarkan hasil evaluasi yang sudah dilakukan pada sediaan ODF mempunyai bau yang khas, rasa manis dan permukaan yang halu, Ketebalan 0,2-0,3mm, nilai pH 6,50-7,06, nilai ketahanan lipat antara 318-373 kali, dan nilai waktu larut 21,60-28-64 detik. Pada pengujian aktivitas antijamur candida albicans memperoleh zona bening 4mm (F1), 13,6mm (F2), dan 20,3mm (F3). Kesimpulan pada sediaan ODF ektrak etanol jahe merah memenuhi uji mutu dan juga dapat menghambat pertumbuhan jamur.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOTA MEDAN
Sri Wahyuni;
Kiki Rawitri;
Syilvi Rinda Sari;
Miswanda, Dikki
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4205
Hipertensi merupakan penyakit silent killer yang tanpa disadari pasien dapat menimbulkan komplikasi tanpa ada gejala sebelumnya. Manajemen terapi hipertensi dapat menjadi komplek jika pasien memiliki komplikasi dan penyakit penyerta. Hal ini dapat memicu terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan potensi interaksi obat pada pasien hipertensi. Penelitian non-eksperimental ini akan dilaksanakan pada pasien hipertensi rawat jalan di salah satu puskesmas Kota Medan menggunakan rancangan deskriptif secara retrospektif. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi akan dikumpulkan datanya berdasarkan resep dan data PRB. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien hipertensi paling banyak diidap oleh pasien jenis kelamin perempuan sebanyak 230 (65,9%), memiliki penyakit penyerta 254 pasien (72,8%), dengan pola pengobatan monoterapi sebanyak 196 pasien (56,2%), memiliki penyakit penyerta diabetes 71 orang (20,3%). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat 150 pasien (43%) yang mengalami kejadian interaksi obat dengan kejadian paling tinggi interaksi Amlodipin dengan Metformin sebanyak 79 kejadian (22,6%).
KARAKTERISTIK DAN KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER TUMBUHAN ENDEMIK KAYU RARU (Cotylelobium lanceolatum Craib)
Daulay, Anny Sartika;
Ridwanto;
Ihsan Fadhilah;
Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4236
Tanaman raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) berasal dari familia Dipterocarpaceae. Kulit kayu raru diyakini oleh masyarakat daerah Sumatera Utara sebagai bahan yang memiliki kandungan senyawa yang berkhasiat sebagai antidiabetes yang dapat menurunkan kadar gula didalam darah. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan karakteristik dan kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol dan methanol kulit kayu Raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) sebagai langkah awal dalam penentuan senyawa kimia bahan alam yang berkhasiat obat anti diabetes. Dalam penelitian ini dilakukan karakterisasi makroskopik. Kemudian dilakukan ekstraksi pada sampel simplisia dengan metode maserasi. Variasi pelarut yang digunakan adalah etanol 96%, 70%, 50% dan metanol 95%, 70%, dan 50%. Karakterisasi terhadap organoleptis dilakukan pada kulit kayu raru segar dan simplisia. Pengujian metabolit sekunder dilakukan pada hasil ekstrak etanol dan metanol. Karakteristik organoleptis kulit kayu raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) segar adalah : Bentuk Kulit silinder, tekstur keras dan tebal berkisar 3 mm; Berwana Coklat kehitaman; berbau khas kayu pada umumnya; Rasa: sangat pahit. Sedangkan simplisia kulit kayu raru yaitu berbentuk serbuk halus; Berwarna coklat kemerahan; berbau khas; Rasa sangat pahit. Hasil Skrining Fitokimia Simplisia dan ekstrak kulit kayu raru dilakukan untuk menentukan metabolit sekunder. Pada Serbuk simplisia dengan pelarut metanol dan Ekstrak metanol keduanya mempunyai kandungan metabolit sekunder yang sama yaitu: (+) Alkaloid, (+) Flavonoid, (+) Saponin, (+) Tanin, (+) Steroid/triterpenoid dan (-) glikosida. Sedangkan Ekstrak Etanol kulit kayu raru yaitu (-) Alkaloid, (+) Flavonoid, (+) Saponin, (+) Tanin, (+) Steroid/triterpenoid dan (-) glikosida. Ekstrak kulit kayu raru dengan pelarut methanol mengandung metabolit sekunder yang lengkap termasuk alkaloid tetapi tanpa glikosida.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI ESKTRAK ETANOLDAUN TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav.) DALAM KEBOCORAN DNA dan PROTEIN BAKTERI Staphylococcus aureus
Nazuhra, Oca;
Ningtias, Anggitha;
Nasution, Haris Munandar;
Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.4995
Daun terong belanda (Solanum betaceum Cav.) pada umumnya banyak masyarakat koonsumsi karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, glikosida, dan saponin, serta senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah bakteri Staphylococcus aureus, yang menyebabkan penyakit umum di Indonesia, dapat dihambat atau dibunuh oleh ekstrak etanol daun terong belanda. Ekstrak etanol daun terong belanda berperan sebagai variabel bebas dalam penelitian eksperimental ini. Variabel terikat dalam penelitian ini meliputi skrining fitokimia, analisis spektroskopi inframerah transformasi Fourier, penentuan kadar flavonoid, uji konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum, uji kebocoran DNA dan protein, karakterisasi simplisia, serta uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun terong belanda. Pengujian antibakteri dilakukan pada ekstrak etanol dengan konsentrasi 3,125%, 6,25%, 12,5%, dan 25% menggunakan metode difusi agar dengan kertas cakram. Kontrol positif adalah kloramfenikol, sedangkan kontrol negatif adalah DMSO. Hasil uji KHM menunjukkan yang lebih baik pada konsentrasi 3,125% dan total kandungan flavonoid sebesar 44,9624 mg QE/gram ekstrak. Pada uji KBM, perkembangan koloni tidak diamati pada konsentrasi 12,5% dan 25%. Menurut penelitian ini, sel yang mengalami stres oksidatif menunjukkan kebocoran DNA dan protein, yang dapat menyebabkan 12,5% dan 25% sel mengalami apoptosis. Ekstrak etanol daun terong belanda pada konsentrasi 12,5% dan 25%, menunjukkan daya penghambatan terbesar terhadap Staphylococcus aureus, berukuran 12,5% (9,01 mm) dan 25% (16,13 mm).
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH KERANJI (Dialium indum L.) DALAM KEBOCORAN DNA DAN PROTEIN BAKTERI Escherichia coli
Ellyza, Chella;
Ningtias, Anggitha;
Nasution, Haris Munandar;
Lubis, Minda Sari
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5022
Buah asam keranji (Dialium indum L.) memiliki banyak kegunaan, termasuk sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan obat tradisional untuk diare. Buah ini mengandung antioksidan dan nutrisi yang berpotensi sebagai agen antibakteri, terutama terhadap Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah keranji dengan mengukur kebocoran DNA dan protein bakteri, yang menunjukkan kerusakan membran sel. Penelitian menggunakan ekstrak etanol buah keranji sebagai variabel bebas, sedangkan variabel terikat meliputi senyawa metabolit sekunder, kadar flavonoid total, gugus fungsi (FTIR), nilai KHM, KBM, dan kebocoran DNA serta protein yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan ekstrak etanol buah keranji mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan glikosida. Analisis FTIR mendeteksi gugus fungsi seperti O–H, C–H, C=O, C=C, C–O, dan N–H yang mengonfirmasi keberadaan senyawa bioaktif. Kadar flavonoid total sebesar 28,16 ± 1,21 mgQE/g. Ekstrak etanol buah keranji menunjukkan KHM pada konsentrasi 35% dan KBM pada konsentrasi 45%. Zona hambat pada konsentrasi 35%, 40%, 45%, dan 50% berturut-turut sebesar 8,3; 9,0; 10,0; dan 11,8 mm. Absorbansi pada 260 nm (DNA) dan 280 nm (protein) tertinggi pada konsentrasi 50%, yang menandakan adanya kerusakan membran sel bakteri. Kesimpulannya, ekstrak etanol buah keranji efektif menghambat Escherichia coli dengan mekanisme merusak membran sel.
PERSEPSI TENAGA KESEHATAN TERHADAP INTERPROFESSIONAL COLLABORATION (IPC) DIRUMAH SAKIT GRANMED LUBUK PAKAM
Darmirani, Yosi
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5050
Kolaborasi antar profesi (Interprofessional Collaboration/IPC) merupakan sebuah kemitraan antara tenaga kesehatan yang memiliki latar belakang profesi yang berbeda, yang bekerja bersama untuk mengatasi masalah kesehatan, memberikan pelayanan yang optimal, dan mencapai tujuan bersama. Kolaborasi ini terjadi ketika berbagai profesional medis bekerja sama dengan pasien, keluarga, dan komunitas untuk memberikan perawatan yang menyeluruh dan berkualitas. Tujuan penelitian adalah persepsi tenaga kesehatan interprofessional collaboration dirumah sakit grandmed lubuk pakam. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode kuantitatif, data dikumpulkan dengan : Penyebaran quesioner secara online melalui google form,Responden diberikan waktu untuk mengisi quesioner dalam waktu kurang lebih 20 menit kemudian diolah data menggunakan spps dengan uji univariat. Persepsi tenaga kesehatan terhadap ipc dirumah sakit grandmed dilubuk pakam masih belum sepenuhnya dijalankan dengan baik setelah diuji. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis, maka penulis menarik kesimpulan:Persepsi interprofessional Collaboration ( ipc ) terhadap kemitraan yaitu dalam kategori selalu ( 76,7%) di Rs Granmed lubuk pakam, Persepsi Interprofessional Collaboration ( ipc ) terhadap kerja sama yaitu dalam kategori sering (66,6%) di Rs Granmed lubuk pakam .Persepsi Interprofessional Collaboration ( ipc ) terhadap koordinasi yaitu dalam kategori selalu (73,3%) di Rs Granmed lubuk pakam.