cover
Contact Name
Vici Sofianna Putera
Contact Email
schema@unisba.ac.id
Phone
+6281324544980
Journal Mail Official
schema@unisba.ac.id
Editorial Address
Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 Gd. K. H. Mutaqien Lt 1 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Schema: Journal of Psychological Research
ISSN : 25810723     EISSN : 25810731     DOI : DOI: https://doi.org/10.29313/schema.v0i0
Core Subject : Social,
Schema : Journal of Psychological Research publishes academic research articles on theoretical and applied studies and focuses on Psychology with the following scope : Broken Home, Organizational Culture, Celebrity Worship, Delinquency, Early Adulthood, Work Discipline, Social Support, Health belief, Parasocial Interaction, Early Childhood Independence, Maturity Career, Job Satisfaction, Organizational Commitment, Obesity, Parasocial Relationship, Peak Performance, Character Education, Self Adjustment, Marriage Adjustment, Parenting, Learning Achievement, Psychological Well-Being, Religiosity, Late Adolescence, Self Esteem, Self regulation, Taaruf . This journal is published by UPT Publikasi Ilmiah UNISBA. Articles submitted to this journal will be processed online and using a double blind review by at least two reviewers.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 1 No.1 Juli 2001" : 6 Documents clear
Peranan Pola Pengasuhan Dalam Pembentukan Identitas Area Pekerjaan Pada Remaja Akhir Sulisworo Kusdiyati
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 1 No.1 Juli 2001
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3929.588 KB) | DOI: 10.29313/schema.v1i1.2645

Abstract

Diantara keempat tipe pola pengasuhan anak, maka keluarga yang menerapkan pola pengasuhan Authoritative yang kemungkinan besar akan melahirkan individu-individu yang memiliki status identity achievement dalam area pekerjaan. Adapun pola pengasuhan yang lain, seperti pola asuh Authoritarian, Indulgent, dan indifferent  akan menghambat pembentukan identitas diri yang mantap dalam domain pekerjaan. Oleh karena itu, peranan pola pengasuhan dalam pembentukan identitas area pekerjaan pada remaja akhir memiliki peranan yang penting dalam kehidupan seseorang.
Nilai- Nilai Budaya Dalam Manajemen Konflik (Orientasi Tujuan, Pencapaian Tujuan, dan Keputusan Taktis) Ihsana Sabriani Borualogo
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 1 No.1 Juli 2001
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2972.377 KB) | DOI: 10.29313/schema.v1i1.2649

Abstract

Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan penting dalam budaya mengenai tujuan dan taktik yang digunakan oleh responden pada konflik int erpersonal. Sejalan dengan temuan sebelumnya pada masyarakat individualistik dan kolektivistik, ditemukan bahwa responden Jepang lebih mempertimbangkan pencapaian hubungan sosial dan memilih avoidance tactics. Sedangkan responden Amerika Iebih menunjukkan tercapainya keadilan dan memilih assertive tactics. Sebagian besar responden memiliki sejumlah tujuan dalam situasi konflik. Hipotesis mengenai cultural efficacy theory bahwa individu belajar keterkaitan antara taktik dan tujuan dalam situasi konflik dalam konteks budaya mereka tidak mendapat dukungan. Responden Jepang dan Amerika menunjukkan kesamaan harapan mengenai keterkaitan tujuan dan taktik
Kebutuhan Akan Metoda Assessment Center Dan Prospek Penerapannya Soemarto Soemarto
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 1 No.1 Juli 2001
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3244.41 KB) | DOI: 10.29313/schema.v1i1.2545

Abstract

Makalah ini dimaksudkan untuk mengantar para pembaca kepada pengetahuan tentang Assessment Center dalam hubungannya dengan manajemen sumberdaya manusia. Untuk itu akan dibahas terlebih dahulu pengertian tentang falsafah manajemen sumberdaya manusia, dilanjutkan dengan pengertian tentang Assessment Center sebagai salah satu metoda pengembangan sumberdaya manusia dan asal-usul metoda tersebut, dan disusul kemudian dengan uraian mengenai tujuan penggunaan Assessment Center, dilanjutkan dengan uraian mengenai apa yang perlu perhatikan dalam membangun Assessment Center. Kemudian masih perlu disebutkan konsekuensi penggunaannya dan ditutup dengan suatu imbauan dalam rangka menjaga atau mengendalikan kualitas penyelenggaraan Assessment Center dengan membentuk suatu badan atau komunitas pemakai metoda Assessment CenterMakalah ini dimaksudkan untuk mengantar para pembaca kepada pengetahuan tentang Assessment Center dalam hubungannya dengan manajemen sumberdaya manusia. Untuk itu akan dibahas terlebih dahulu pengertian tentang falsafah manajemen sumberdaya manusia, dilanjutkan dengan pengertian tentangAssessment Center sebagai salah satu metoda pengembangan sumberdaya manusia dan asal-usul metoda tersebut, dan disusul kemudian dengan uraian mengenai tujuan penggunaan Assessment Center, dilanjutkan dengan uraian mengenai apa yang perlu perhatikan dalam membangun Assessment Center. Kemudian masih perlu disebutkan konsekuensi penggunaannya dan ditutup dengan suatu imbauan dalam rangka menjaga atau mengendalikan kualitas penyelenggaraan Assessment Center dengan membentuk suatu badan atau komunitas pemakai metodaAssessment Center.
Pengaruh Dari Perceraian Orangtua Terhadap Kualitas Orang Tua-Anak, Penyesuaian Diri dan Prestasi Anak pada Awal Masa Dewasa Alfa Handayani
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 1 No.1 Juli 2001
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3440.707 KB) | DOI: 10.29313/schema.v1i1.2547

Abstract

Nicholas Zill, Donna Ruane Morrison dan Maryjo Cairo. Penelitian ini menggunakan data longitudinal dari National Survey of Children untuk meneliti apakah akibat dari perceraian orang tua terbukti berpengaruh pada awal masa dewasa. Diantara anak-anakyang berusia 18-20 tahun dari keluarga bercerai, 65% mempunyai hubungan yang kurang baik dengan para ayah dan 30% dengan ibu mereka. Selanjutnya 25% dari mereka drop out dari sekolah menengah atas, dan 40% menerima bantuan psikologis. Bahkan setelah pemeriksaan untuk melihat perbedaan demografis dan sosioekonomis, para pemuda dari keluarga bercerai ini cenderung dua kali lebih banyak menunjukkan masalah-masalah ini dibanding remaja dari keluarga utuh. Pengaruh yang signifikan dari penceraian terhadap hubungan ibu-anak juga tampak pada masa dewasa. Para pemuda yang mengalami kekacauan sebelum usia 6 tahun menunjukkan hubungan yang lebih buruk dengan para ayah mereka daripada mereka yang mengalami kekacauan pada usia yang lebih kemudian. Secara menyeluruh, pernikahan kembali tidak mempunyai dampak melindungi, tetapi ada indikasi perbaikan diantara mereka yang mengalami kekacauan yang dini.Nicholas Zill, Donna Ruane Morrison dan Maryjo Cairo. Penelitian ini menggunakan data longitudinal dari National Survey of Children untuk meneliti apakah akibat dari perceraian orang tua terbukti berpengaruh pada awal masa dewasa. Diantara anak-anakyang berusia 18-20 tahun dari keluarga bercerai, 65% mempunyai hubungan yang kurang baik dengan para ayah dan 30% dengan ibu mereka. Selanjutnya 25% dari mereka drop out dari sekolah menengah atas, dan 40% menerima bantuan psikologis. Bahkan setelah pemeriksaan untuk melihat perbedaan demografis dan sosioekonomis, para pemuda dari keluarga bercerai ini cenderung dua kali lebih banyak menunjukkan masalah-masalah ini dibanding remaja dari keluarga utuh. Pengaruh yang signifikan dari penceraian terhadap hubungan ibu-anak juga tampak pada masa dewasa. Para pemuda yang mengalami kekacauan sebelum usia 6 tahun menunjukkan hubungan yang lebih buruk dengan para ayah mereka daripada mereka yang mengalami kekacauan pada usia yang lebih kemudian. Secara menyeluruh, pernikahan kembali tidak mempunyai dampak melindungi, tetapi ada indikasi perbaikan diantara mereka yang mengalami kekacauan yang dini.
Penelitian Tentang Penyesuaian Diri Terhadap Masa Berkabung Pada Wanita yang Suaminya Meninggal Makmuroh Sri Rahayu; Bayu Asri Gusnin
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 1 No.1 Juli 2001
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2745.325 KB) | DOI: 10.29313/schema.v1i1.2546

Abstract

Kehidupan seseorang akan selalu mengalami perubahan yang memerlukan penyesuain diri. Salah satu perubahan kehidupan tersebut adalah jika seorang wanita ditinggalkan suaminya karena meninggal. Peristiwa tersebut akan menyebabkan stress bagi individu yang bersangkutan dan memerlukan penyesuaian diri. Kemampuan penyesuaian diri seseorang terhadap masa berkabung dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian in bertujuan untuk melihat faktor apa saja yang mempengaruhi panyesuaian diri wanita yang ditinggal mati suaminya. Penelitian bersifat studi kasus terhadap enam wanita. Alat ukuryang digunakan untuk memperoleh data adalah angket penyesuaian diri dan depth interview yang digunakan untuk mengetahui latar belakang kehidupan subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor yang berperan dalam kemampuan penyesuaian diri pada subjek penelitian adalah ketaatan yang kuat pada agama. Ketaatan tersebut diperoleh dari pendidikan masa kecilnya dan berlanjut pada usia dewasa. Faktor lainnya adalah aktivitas isteri (pekerjaan), kepribadian, dan sebab-sebab suami meninggal.
Telaah Tentang Pelaku Politik Dan Pengaruhnya Terhadap Masyarakat Hasanuddin Noor
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 1 No.1 Juli 2001
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2682.327 KB) | DOI: 10.29313/schema.v1i1.2548

Abstract

Terdapat dua pilihan proses politik yang akan dilaksanakan dalam masyarakat kita yaitu proses politik irrasional dan rasional. Setiap pilihan akan menghasilkan tertanamnya kekuasaan yang kuat dalam masyarakat dan pelaku politik terlebih lagi elite politiknya. Pilihan pertama akan menghasilkan langgengnya kekuasaan elite politik, tetapi masyarakat tidak berubah tetap dependen, kekurangan dan merasa tidak pasti.  Pilihan kedua akan dapat menghilangkat ketergantungan, kekurangan dan ketidak pastian masyarakat, namun kekuasaan pelaku dan elite politik terancam berkurang. Kondisi masyarakat menjadi setara dengan pelaku politik, akan menyebabkan berkurangnya kekuasaan individu yang digunakan pelaku politik.  Agar proses politik yang rasional tetap berjalan dalam masyarakat, maka pelaku politik dituntut untuk tetap memiliki kelebihan yang akan menjadi sumber kekuasaan. Sepanjang masa akan selalu terdapat perbedaan individu, yang satu lebih dan yang lain. Sehingga akan tetap muncul orang-orang yang memiliki kelebihan dan orang lain dan yang akan diangkat menjadi pemimpin. Kelebihannya itu dimanfaatkan untuk membantu orang lain dalam mengatasi kekurangan kekurangannya. Kekuasaan tidak akan mati, dan proses politik akan terus berjalan

Page 1 of 1 | Total Record : 6