cover
Contact Name
Sonia Hanifati
Contact Email
soniahanifati@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mdvi.perdoski@gmail.com
Editorial Address
Ruko Grand Salemba Jalan Salemba 1 No.22, Jakarta Pusat, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Dermato-Venereologica Indonesiana
ISSN : -     EISSN : 26567482     DOI : https://doi.org/10.33820/mdvi.v49i3
Core Subject : Health,
Media dermato Venereologica Indonesiana adalah jurnal open access dan peer-reviewed yang fokus di bidang dermatologi dan venereologi. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, laporan kasus, tinjauan pustaka dan komunikasi singkat mengenai kesehatan kulit dan kelamin, diagnosis dan terapi pada bidang kulit dan kelamin dan masalah lainnya di bidang kesehatan kulit dan kelamin.
Arjuna Subject : Kedokteran - Dematologi
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 45 No 4 (2018)" : 12 Documents clear
Peran Radiasi Pada Tata Laksana Keloid
Media Dermato Venereologica Indonesiana Vol 45 No 4 (2018)
Publisher : PERDOSKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.473 KB) | DOI: 10.33820/mdvi.v45i4.45

Abstract

Keloid merupakan salah satu lesi jinak pada kulit yang timbul akibat respons penyembuhan luka yangabnormal. Meskipun bersifat jinak, namun keloid dapat menimbulkan gejala klinis yang mengganggu. Terdapatbanyak pilihan terapi untuk keloid yang bersifat invasif maupun non-invasif. Pembedahan merupakan modalitasinvasif yang paling umum digunakan, meskipun angka rekurensi pasca terapi tunggal dengan pembedahandinilai cukup tinggi yakni mencapai 50-100% dalam 5 tahun. Radioterapi dapat dilakukan sebagai monoterapimaupun sebagai terapi adjuvan pasca bedah dalam tata laksana keloid. Terapi keloid dengan pembedahandiikuti dengan radiasi menghasilkan angka rekurensi kurang dari 10% pada 1 tahun pertama pascaterapi.Radioterapi yang dilakukan dapat berupa brakiterapi maupun radiasi eksterna. Radiasi dapat menurunkanproliferasi fibroblas dan sel endotel yang selanjutnya mengurangi produksi kolagen. Radioterapi pascabedahdianjurkan untuk dimulai dalam waktu kurang dari 48 jam dengan total dosis yang masih menjadi perdebatan.Kaitan antara dosis dan efek radiasi dengan biologically equivalent dose (BED) menjadi dasar pembuatanpedoman. BED lebih dari 30 Gy dianggap efektif untuk menurunkan angka rekurensi keloid.Kata kunci: keloid, terapi, pascabedah, radiasi, rekurensi
Peran transforming growth factor-`β pada reaksi eritema nodosum leprosum berulang Hamzah, Muhammad Syafei
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 45 No 4 (2018)
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v45i4.1

Abstract

Eritema nodosum leprosum (ENL) berulang adalah suatu komplikasi imunologi Kusta yang serius, menyebabkan peradangan pada kulit, saraf dan organ lain yang menyebabkan penurunan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah hubungan Transforming Growth Factor-β (TGF-β) dengan ENL berulang pada pasien kusta. Metode desain penelitian ini adalah cross sectional comparative study. Penelitian ini memeriksa kadar serum TGF-β dengan metode ELISA. Subjek penelitian sejumlah 44 pasien kusta tipe multibasiler (MB) terdiri atas 22 subjek dengan reaksi ENL berulang dan 22 subjek tanpa reaksi ENL berulang sebagai kontrol. Pada penelitian ini didapatkan pasien kusta dengan reaksi ENL berulang memiliki kadar TGF-β rerata sebesar 62,6 30,4 pg/ml, sedangkan pada kontrol memiliki kadar TGF-β rerata sebesar 47,2 23. Uji statistik t-independen terhadap kelompok sampel dan kontrol didapatkan nilai p=0,015. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat perbedaan bermakna kadar TGF-β pada subjek dan kontrol. Peningkatan kadar TGF-β pada pasien kusta tipe MB dapat sebagai tanda timbulnya reaksi berulang. 

Page 2 of 2 | Total Record : 12