cover
Contact Name
Prima Daniyati Kusuma
Contact Email
jkn@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6285701512299
Journal Mail Official
jkn@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No. 26 Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Notokusumo
ISSN : 23384514     EISSN : 28081781     DOI : 10.53423
Jurnal Keperawatan diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Notokusumo. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Juni - Desember. Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian dan kajian dalam bidang ilmu keperawatan.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2025): Desember" : 2 Documents clear
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT YOGYAKARTA: THE ASSOCIATION OF EDUCATION LEVEL AND OCCUPATION WITH SLEEP QUALITY AMONG PATIENTS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS IN A YOGYAKARTA HOSPITAL Deni Lusiana; Gilang Fendi Saputra; Gregorius Geraldo Yudi Gantara
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus menurut WHO (2006), adalah kondisi terjadinya kadar gula dalam darah yang meningkat (hiperglikemia), serta gangguan dalam metabolisme protein, lemak dan karbohidrat yang disebabkan oleh produksi insulin yang tidak mencukupi atau fungsi insulin yang tidak bekerja secara optimal. Selain faktor biologi, faktor sosial dan ekonomi meliputi tingkat pendidikan dan pekerjaan juga diyakini berdampak pada kualitas tidur penderita DM tipe 2, sehingga masalah kesehatan ini dapat mempengaruhi produktivitas dan menurunkan kualitas hidup manusia. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan pekerjaan terhadap kualitas tidur pada pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Yogyakarta. Metode penelitian: Desain penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimental, menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini 30 responden serta menerapkan teknik Accidental Sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat pendidikan terhadap kualitas tidur pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p 0,006 (<0,05) dan tidak ada hubungan antara pekerjaan dan kualitas tidur pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p 0,295 (<0,05). Saran : Perawat memberikan edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan pasien DM tipe 2 serta perlunya diberikan secara berkesinambungan oleh tenaga kesehatan guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kualitas tidur pasien. Latar belakang: Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (2006), diabetes melitus adalah peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Kondisi ini muncul akibat produksi insulin yang tidak mencukupi atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin secara efektif. Selain faktor biologis, faktor sosial dan ekonomi—seperti tingkat pendidikan dan status pekerjaan—juga diyakini memengaruhi kualitas tidur penderita diabetes tipe 2. Akibatnya, masalah kesehatan ini dapat menghambat produktivitas secara keseluruhan dan menurunkan kualitas hidup penderita. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan pekerjaan dengan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus tipe 2 di salah satu rumah sakit di Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 30 partisipan menggunakan metode pengambilan sampel aksidental. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Indeks Kualitas Tidur Pittsburgh (PSQI). Temuan penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara tingkat pendidikan dan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus tipe 2, yang ditunjukkan dengan nilai p sebesar 0,006 (<0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara status pekerjaan dan kualitas tidur pada kelompok pasien yang sama, dengan nilai p sebesar 0,295 (>0,05). Saran: Perawat diharapkan memberikan pendidikan kesehatan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan pasien diabetes melitus tipe 2, yang sebaiknya disampaikan secara berkesinambungan oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kualitas tidur pasien.
GAMBARAN ENHANCED RECOVERY AFTER CAESAREAN SURGERY (ERACS) TERHADAP POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITUS (PONV) DAN RETENSI URINE DI RSUD AJIBARANG: OVERVIEW OF ENHANCED RECOVERY AFTER CAESAREAN SURGERY (ERACS) ON POSTOPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV) AND URINARY RETENTION AT RSUD AJIBARANG Aenun Nabila, Farah; Handayani, Rahmaya; Suandika, Made
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Angka tindakan sectio caesarea mengalami peningkatan signifikan di seluruh dunia. Anestesi spinal merupakan metode yang paling sering digunakan, namun memiliki efek samping seperti postoperative nausea and vomiting (PONV) dan retensi urine. Penerapan metode Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) diharapkan dapat menurunkan kejadian efek samping tersebut karena ERACS merupakan pedoman perawatan berbasis bukti yang bertujuan mempercepat pemulihan serta meningkatkan luaran ibu dan bayi pasca operasi. Tujuan: Mengetahui gambaran penerapan metode ERACS terhadap kejadian PONV dan retensi urine pada pasien sectio caesarea di RSUD Ajibarang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah 105 responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil: Mayoritas responden berusia 20–35 tahun (74,4%), tidak memiliki riwayat PONV atau motion sickness sebelumnya (61,9%), dan sebagian besar merupakan multipara (58,1%). Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki skor Gordon 0 (tidak mengalami mual muntah) sebanyak 73,3% dan tidak mengalami retensi urine pasca penerapan ERACS sebanyak 72,4%. Penerapan ERACS terbukti berperan dalam menurunkan kejadian efek samping pasca sectio caesarea.

Page 1 of 1 | Total Record : 2