cover
Contact Name
Tomi Agus Triono
Contact Email
yogyakartabk3s@gmail.com
Phone
+6281392735454
Journal Mail Official
yogyakartabk3s@gmail.com
Editorial Address
JL. Badran Gang Melati Jt 1, No. 704, 55231, Bumijo, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55231
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Society Bridge
ISSN : -     EISSN : 29855845     DOI : https://doi.org/10.59012/jsb.v1i2
Journal of Society Bridge didirikan pada tahun 2022 dan merupakan jurnal peer-review tahunan untuk para sarjana yang sedang naik daun di bidang pekerjaan sosial untuk berbagi penelitian mereka dengan fakultas, sesama mahasiswa, dan komunitas ilmiah yang lebih luas. Misi Journal of Society Bridge adalah menerbitkan tulisan akademis asli tentang praktik pekerjaan sosial, pendidikan, penelitian, kebijakan dan teori dari perspektif mahasiswa pekerjaan sosial. Tinjauan berusaha untuk memperkaya sifat ilmiah sekolah dan profesi kami dengan menyediakan forum untuk pertukaran ide-ide inovatif.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025): Society Bridge" : 5 Documents clear
Analisis Kebijakan Terhadap Harga Beras Dalam Konteks Negara Vs Pasar Pada Ekonomi Politik Fatchul Annaji, Muhammad; Pratama, Marcellino; A. Weny , Isak Phiterson; Ohaq Lelangrian, Petrus De Alanris
Journal of Society Bridge Vol. 3 No. 1 (2025): Society Bridge
Publisher : Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59012/jsb.v3i1.60

Abstract

Abstract: Beras termasuk dalam bahan pangan pokok yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia, dan stabilitas harga beras sangat mempengaruhi kesejahteraan sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah yang mempengaruhi harga beras dan proyeksi harga di masa depan dengan mempertimbangkan faktor-faktor ekonomi, sosial, dan kebijakan yang ada. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang menganalisis data sekunder dari berbagai literatur, jurnal, dan kebijakan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian harga beras di Indonesia menghadapi tantangan besar, seperti ketergantungan pada impor beras, masalah produksi dalam negeri, distribusi yang tidak efisien, serta kebijakan yang tidak konsisten. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai regulasi untuk menstabilkan harga beras, seperti Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020, kebijakan ini belum sepenuhnya efektif. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, termasuk perbaikan infrastruktur, dukungan kepada petani, dan kebijakan yang berbasis data akurat untuk meningkatkan ketahanan pangan dan stabilitas harga beras.
Peran Pendidikan Nonformal Dalam Mengatasi Kriminalitas (Studi Kasus Desa Soki) Herman; Sukmana, Oman; Dwi Susilo, Rachmad Kristiono
Journal of Society Bridge Vol. 3 No. 1 (2025): Society Bridge
Publisher : Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59012/jsb.v3i1.61

Abstract

Kriminalitas adalah salah satu masalah sosial yang mempengaruhi stabilitas dan kualitas hidup masyarakat. Di Desa Soki, tingginya angka kriminalitas diduga berkaitan dengan rendahnya tingkat pendidikan warga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan nonformal dalam menanggulangi kriminalitas di Desa Soki. Pendidikan nonformal yang meliputi pelatihan keterampilan, penyuluhan hukum, dan program pemberdayaan ekonomi dinilai menjadi solusi efektif bagi masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap pendidikan formal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode data deskriptif. Pendekatan deskriptif kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang datanya dikumpulkan dalam bentuk kata-kata, gambar dan bukan angka. Penelitian ini menemukan bahwa pendidikan nonformal berkontribusi dalam menekan angka kriminalitas dengan cara meningkatkan keterampilan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan atau menjadi wirausaha, serta menanamkan pemahaman tentang norma hukum dan etika. Program ini memungkinkan masyarakat Desa Soki, khususnya generasi muda, untuk memiliki kegiatan produktif yang menjauhkan mereka dari kegiatan kriminal. Namun, efektivitas program pendidikan nonformal ini bergantung pada dukungan sarana, dana, dan peran serta aktif masyarakat. Kendala yang dihadapi seperti keterbatasan infrastruktur dan anggaran dapat diatasi melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan tokoh masyarakat setempat. Dengan strategi yang tepat, pendidikan nonformal dapat menjadi instrumen utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi di Desa Soki. Studi ini menyarankan penguatan program pendidikan nonformal yang berkelanjutan, relevan, dan partisipatif untuk mendorong stabilitas sosial di masyarakat pedesaan.
Implementasi Kebijakan Dan Program Populis Kepala Desa Bandasari Dalam Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Masyarakat: Studi Kasus Desa Bandasari Kecamatan Air Upas Kabupaten Ketapang Muarib , Andi Syamsul; Holo, Agustinus; Oulaana, Adrianus
Journal of Society Bridge Vol. 3 No. 1 (2025): Society Bridge
Publisher : Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59012/jsb.v3i1.62

Abstract

Hasil yang bisa diperoleh dari penelitian ini yaitu Pemerintah Desa Bandasari menciptakan sistem drainase untuk menjaga jalan desa, memudahkan akses masyarakat, dan meningkatkan sanitasi lingkungan. Kepala desa berjanji akan melanjutkan proyek ini hingga seluruh wilayah dapat memperoleh manfaat yang memadai. Namun, program pembangunan tower jaringan seluler dan solusi atas masalah sinyal telepon yang lemah di wilayah ini, tidak memberikan solusi yang berkelanjutan. Kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Desa Bandasari termasuk ke dalam kebijakan yang bersifat populis karena hanya mengatasi masalah sementara dan tidak memberikan solusi penyelesaian jangka panjang bagi permasalahan tersebut. Kebijakan populis tersebut berdampak pada tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah yang mengalami penurunan dikarenakan kebijakan-kebijakan dari pemerintah desa tidak mempertimbangkan aspek jangka panjang dan hanya difokuskan pada pembangunan fisik semata. Masyarakat yang mengalami kekecewaan berharap pemerintah desa dapat memperhatikan keberlanjutan program yang sudah diluncurkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memahami implementasi kebijakan dan program populis yang dilakukan oleh kepala Desa Bandasari dalam mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat. Lokasi penelitian berada di Desa Bandasari, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang. Pendekatan kualitatif dipilih karena tujuan penelitian ini adalah menggali dan memahami persepsi, pengalaman, serta tingkat kepuasan masyarakat terhadap program-program yang telah diterapkan oleh kepala desa.
Konsep Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal: Hamemayu Hayuning Bawana Di Daerah Istimewa Yogyakarta Triono, Tomi Agus
Journal of Society Bridge Vol. 3 No. 1 (2025): Society Bridge
Publisher : Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59012/jsb.v3i1.64

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan kemandirian dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu prioritas utama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Namun, strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif harus disesuaikan dengan konteks lokal dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Penelitian konseptual ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada potensi lokal di DIY. Melalui tinjauan literatur dan analisis terhadap potensi sumber daya alam, budaya, dan kearifan lokal di DIY, paper ini mengajukan kerangka konseptual pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan pembangunan ekonomi kerakyatan, pelestarian budaya, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Konsep ini menekankan pentingnya partisipasi masyarakat, penguatan kapasitas lokal, dan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam proses pemberdayaan. Dengan mengoptimalkan potensi lokal, diharapkan pemberdayaan masyarakat di DIY dapat memperkuat kemandirian ekonomi, melestarikan identitas budaya, dan menjaga kelestarian lingkungan secara seimbang dan berkelanjutan.
Filantropi Digital: Pemanfaatan Platform Media Sosial TikTok untuk Menghimpun Donasi di Dunia Maya Koswara, Asep
Journal of Society Bridge Vol. 3 No. 1 (2025): Society Bridge
Publisher : Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59012/jsb.v3i1.66

Abstract

This study explores the effectiveness of TikTok as a digital philanthropy platform, analyzing its impact on fundraising campaigns, factors contributing to campaign success, and strategies for optimization. Using a qualitative descriptive method, this research is based on literature reviews, case studies, and relevant statistical data. The findings reveal that TikTok’s algorithm significantly boosts engagement, with over 55% of users donating after seeing charity-related content. Successful campaigns, such as a community-driven road construction project in Sampang funded through TikTok coins, covering 4.47 km, demonstrate the platform’s potential in mobilizing donations. Features like live streaming, donation stickers, and viral challenges play a crucial role in increasing visibility and participation. However, concerns such as fraud risks and lack of financial transparency remain key challenges. The study concludes that TikTok serves as an effective tool for digital philanthropy, provided that enhanced verification systems and collaborations with trusted organizations are implemented. Future research should explore donor behavior trends and the psychological drivers behind donation decisions to further refine philanthropic strategies on social media.

Page 1 of 1 | Total Record : 5