cover
Contact Name
Sularno
Contact Email
soelarno@unidha.ac.id
Phone
+6281377008616
Journal Mail Official
jurnaljishs@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Published by CV ITTC Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29635802     DOI : https://doi.org/10.47233/jishs
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni ( E-ISSN 2963-5802) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 5 (2025): Maret - April" : 5 Documents clear
Strategi Sandwich Generation Dalam Menjalankan Perannya Syahti, Maghriza Novita; Surya, Eka Putri Amelia; Handayani, Ruri; Putri, Roza Elamanika; Lindriani, Nofita
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 3 No. 5 (2025): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v3i4.2629

Abstract

Generasi sandwich merujuk pada individu yang memiliki tanggung jawab finansial terhadap dua generasi, yaitu orang tua dan anak-anak mereka. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Dorothy A. Miller pada tahun 1981. Generasi sandwich menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan pekerjaan, pengasuhan anak, serta perawatan orang tua yang menua. Fenomena ini banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia, di mana sekitar 48,7% masyarakat produktif (25-45 tahun) masuk dalam kategori ini. Beban finansial yang tinggi, meningkatnya biaya hidup, serta tekanan sosial menjadikan generasi sandwich rentan terhadap stres, kelelahan fisik, dan gangguan psikologis. Mereka juga menghadapi konflik peran yang berdampak pada kehidupan pribadi, keluarga, dan karier. Ada tiga jenis utama generasi sandwich: Traditional Sandwich Generation, Club Sandwich Generation, dan Open-Faced Sandwich Generation, yang berbeda berdasarkan jumlah tanggungan yang mereka miliki. Beberapa faktor yang menyebabkan munculnya generasi sandwich antara lain kegagalan pola asuh, kurangnya perencanaan keuangan jangka panjang, serta budaya yang menganggap anak sebagai investasi masa depan. Untuk mengatasi tantangan ini, individu dapat melakukan perencanaan keuangan yang lebih baik, membangun komunikasi yang asertif dengan keluarga, serta mencari dukungan sosial. Selain itu, strategi untuk memutus rantai generasi sandwich meliputi manajemen keuangan yang bijak, investasi, pengurangan gaya hidup konsumtif, serta memperbaiki relasi antar generasi. Meskipun generasi sandwich menghadapi berbagai tantangan, peran ini juga dapat membangun ketangguhan dan memberikan nilai sosial serta spiritual yang tinggi, terutama dalam konteks budaya Indonesia yang menjunjung tinggi gotong royong dan kekeluargaan.
Greget Sere Api di Suku Bugis Sulawesi Selatan Putri, Sulfiana Mansyur
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 3 No. 5 (2025): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v3i4.2662

Abstract

The Sere Api performance in Gattareng Village became the object of research because it has the complexity of realizing an aesthetic artistic expression that is combined with the field of cultural tourism. This provides an opportunity through the Sere Api performance which is expected to have an internal and external impact on individuals or groups within the specific scope of performing arts. This research aims to explain (1) the attraction or attraction of the Sere Api performance, (2) the role of artistic expression in providing an aesthetic experience, and (3) the prospects for the Sere Api performance for tourism and cultural preservation efforts. This research uses qualitative methods on the Sere Api performance and its potential in cultural tourism. Alfred Gell's approach is used to analyze the charm of movement expressions in performances that can attract the attention of the audience, so that they can give an aesthetic impression to observers, as well as giving rise to perceptions that have implications for the tourism sector.The research results show that (1) there is an attraction or charm displayed in the Sere Api performance through the movements, costumes, presentation and rituals of the performance which are able to provide cultural therapeutic elements and provide an aesthetic experience for the audience; (2) the need for an aesthetic experience that provides a tourist attraction for the audience so as to provide encouragement to enjoy the Sere Api performance in Gattareng village; and (3) the government pays special attention to performing arts as an agent and asset for cultural tourism. The increasingly complex and routine role of performing arts opens up opportunities for collaborative work with other scientific disciplines and is able to provide hope for varied development in the use of cultural diversity in Indonesia.
Analisis Penggunaan Wacana Persuasif Dalam Video Youtube Kampung Moderasi Beragama Desa Trubus, Bangka Tengah Pricispa, Izcha
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 3 No. 5 (2025): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v3i5.2684

Abstract

This research will analyze persuasive discourse in YouTube videos of religious moderation in Trubus Village, Central Bangka using a qualitative approach with descriptive methods. This research examines persuasive techniques based on Keraf's theory and language style based on J.S. Badudu. The analysis shows that the constructed persuasive techniques include rationalization, conformity, identification, and suggestion. However, the most dominant persuasive technique constructed is the rationalization persuasive technique. These techniques have a significant role to then build collective representations related to religious moderation and interfaith tolerance. Furthermore, the use of polysyndeton and asyndeton language styles emphasizes the narrative structure and strengthens the message to be conveyed. Therefore, this YouTube video is not only an information medium but can be a discursive hegemony tool that will direct the audience's understanding of the importance of tolerance values in a multicultural society. Thus, this research will also confirm that, in the midst of current globalization, the media can be a medium for producing and reproducing discourses which can then affect the social reality of society.
Peran Umat Islam dalam Mengarahkan dan Mengontrol Perkembangan Teknologi: Suatu Perspektif Keagamaan Amin, M.; Malik, Abdul
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 3 No. 5 (2025): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v3i5.2731

Abstract

Perkembangan teknologi yang cepat telah menjadi pendorong utama pergeseran dunia, sehingga menimbulkan sejumlah masalah diantaranya masalah moral, sosial, dan etis. Untuk itu, Umat Islam diharapkan dapat mengambil peran dalam mengarahkan dan mengontrol perkembangan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana umat Islam berperan dalam membentuk arah dan pengendalian perkembangan teknologi. Pendidikan Islam dianggap sebagai komponen penting dalam membentuk kesadaran teknologi umat Islam, karena memberi mereka pemahaman kritis tentang bagaimana teknologi memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Ulama dan cendekiawan Islam berfungsi sebagai penasihat moral, yang dianggap sangat penting untuk memberikan hukum dan moral Islam tentang teknologi. Selain itu, penelitian ini membahas tantangan dan peluang yang terkait dengan globalisasi, dengan penekanan khusus pada bagaimana dimana umat Islam dapat mempertahankan. identitas kultural dan nilai-nilai keagamaan mereka di tengah transformasi global. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan saran dan panduan praktis untuk umat Islam agar dapat mengarahkan kemajuan teknologi sesuai dengan keyakinan agama mereka dengan menggabungkan pemahaman teologis Islam dengan kenyataan dunia teknologi. Metode ini diharapkan dapat memungkinkan perkembangan teknologi yang lebih berkelanjutan, moral, dan sesuai dengan prinsip keagamaan dalam masyarakat Islam dan di seluruh dunia.
Pengaruh Gaya Bahasa Gen Alpha Terhadap Kedudukan Bahasa Indonesia Nasution, Arisman; Siburian, Angleika Tantri; Saragih, Tamara; Aritonang, Hertorida
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 3 No. 5 (2025): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v3i5.2735

Abstract

Generasi Alpha, yang lahir setelah tahun 2010, hidup dalam era digital yang berkembang pesat dan sangat dipengaruhi oleh teknologi. Gaya bahasa yang digunakan oleh generasi ini menunjukkan karakteristik yang khas, terutama dalam penggunaan bahasa gaul, serapan asing, serta komunikasi berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gaya bahasa Generasi Alpha mempengaruhi kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan resmi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun penggunaan bahasa nonformal meningkat, hal ini tidak serta merta melemahkan kedudukan Bahasa Indonesia. Justru, bahasa berkembang mengikuti zaman, dan terdapat peluang untuk memperkaya kosakata serta meningkatkan daya adaptasi Bahasa Indonesia terhadap perkembangan teknologi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5