cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang
ISSN : 28293851     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang adalah terbitan ilmiah berkualitas tinggi dibidang kesehatan masyarakat.
Articles 29 Documents
DETERMINAN KEMATIAN COVID-19
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i4.121

Abstract

Angka kematian akibat COVID-19 terus mengalami peningkatan sesuai dengan peningkatan jumlah kasus konfirmasi COVID-19. COVID-19 memberikan dampak yang signifikan di berbagai aspek terutama kesehatan, hingga menyebabkan kematian. Di Indonesia, berdasarkan hasil data Satgas Covid Kementerian Kesehatan menunjukkan jumlah kematian akibat COVID-19 dari tahun 2019 hingga 2022, yaitu 155.000 kematian atau sebesar 2,6% dari kasus konfirmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap laju kematian pasien COVID-19. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan kohor retrospektif. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, riwayat hipertensi, riwayat obesitas, riwayat diabetes melitus, penyakit jantung, ARDS, PPOK, penyakit hati, penyakit ginjal, kadar saturasi oksigen, dan tindakan perawatan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariabel menggunakan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan laju kematian pasien COVID-19 setelah mempertimbangkan variabel lain adalah ARDS (p=0,02; HR=15,476; IK 95%=1,493-160,413), kadar SpO2 (p<0,01; HR=21,503; IK 95%=5,951-77,695), dan jenis pekerjaan (p=0,003; HR=105.615; IK 95%=4.991-2235.010). Adapun saran berdasarkan temuan dari studi ini adalah pasien COVID-19 mengendalikan faktor yang mempengaruhi laju kematian COVID-19 dan memaksimalkan manajemen perawatan mandiri. Bagi puskesmas, diharapkan agar meningkatkan jumlah layanan dan kualitas deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular melalui posbindu.
ASUHAN GIZI KASUS MALIGNANT NEOPLASM OF PANCREAS, MALNUTRISI, DAN HIPOKALEMIA
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i4.122

Abstract

Kanker pankreas merupakan salah satu kanker dengan tingkat agresivitas tinggi dengan nilai prognosis rendah dan menjadi penyebab kematian keempat di Amerika Serikat. Kanker pankreas memberikan kontribusi kematian mencapai 7% pada laki- laki dan perempuan dibandingkan jenis kanker lain. Case study penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan gizi terpadu pada penderita kanker pankreas dengan malnutrisi dan hipokalemia. Pengambilan data dilakukan di ruang Rajawali RSUP Dr. Kariadi Semarang pada tahun 2021. Penderita berjenis kelamin perempuan dengan usia 55 tahun. Penderita masuk rumah sakit dengan keluhan utama nyeri perut saat beraktivitas, serasa seperti tertusuk dengan frekuensi hilang timbul dan mengeluhkan sulit buang air besar (BAB). Hasil skrining menggunakan PG SGA SF menunjukkan bahwa penderita berada dalam kondisi B (moderately malnourished). Pengkajian gizi menunjukkan bahwa penderita berada dalam kondisi underweight berdasarkan IMT dan hipokalemia berdasarkan biokimia. Diagnosis gizi menunjukkan bahwa penderita mengalami inadequate oral intake (NI 2.1) disebabkan karena peningkatan kebutuhan gizi akibat gangguan katabolik (penyakit kanker) ditandai dengan penurunan persen asupan kurang dari 80%, anorexia, penurunan nafsu makan dan malnutrisi disebabkan karena penyakit kronis ditandai dengan penurunan berat badan yang tidak diinginkan mencapai 24.6% dalam jangka waktu tiga bulan, LILA 71.9% dan hasil PG-SGA SF di nilai B, hipokalemia (NC 4.1). Intervensi gizi menggunakan high protein modified diet dengan bentuk lunak dan cair serta parenteral berupa aminofusin. Rute pemberian makan melalui oral sebanyak lima kali dengan total energi yang diberikan 1470 kkal, protein 58.8 gram, lemak 40.8 gram dan karbohidrat 216.8 gram. Hasil observasi menunjukkan bahwa penderita mengalami perbaikan nafsu makan sehingga terjadi peningkatan asupan makan meskipun tanda medis berupa ikterik masih ditemukan.
DEFISIT DAN SURPLUS BPJS KESEHATAN DALAM PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Zainafree, Intan; Maharani, Chatila; Syukria, Nadia; Patriajati, Maria Margareta Rosaria; Putri, Deva Amanda; Tsuroyya, Sabrina Luthfi; Wigatie, Ragil Ayu; Putri, Wulan Apriyani Gusti; Bela, Maria Vila
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i5.187

Abstract

Konsep Universal Health Coverage (UHC) diluncurkan World Health Organization (WHO) sejak tahun 1948 pada Konstitusi WHO dan terus diperbaharui dan dipertegas tahun 2005 melalui World Health Assembly Resolution 58.33. UHC di Indonesia terealisasi dalam bentuk Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang masuk pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Program JKN telah dimulai pada tahun 2014 dan diharapkan dapat memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk Indonesia. Secara spesifik program ini bertujuan untuk memberikan akses terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dibentuk Presiden sebagai institusi khusus penyelenggara program JKN. BPJS Kesehatan bertanggung jawab atas pengelolaan pendaftaran peserta, pengumpulan iuran, pembayaran klaim, dan pengawasan penyedia layanan kesehatan. Paparan ini membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan dari waktu ke waktu dan menjabarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi keuangan tersebut.
GAMBARAN EKOGEOGRAFI VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DAERAH ENDEMIS KOTA TEMANGGUNG Sukendra, Dyah Mahendrasari; Santi, Yunita Dyah Puspita; Siyam, Nur; Wahyono, Bambang; Muanifah, Erna Zuliana; Maharani, Rifka; Rizkia, Salma; Isnaini, Dewi Nur; Shiddieqy, Muhammad Hasbi Ash
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i5.188

Abstract

Informasi mengenai bioekologi vektor dan aktivitas warga dalam melakukan program pencegahan dapat membantu keberhasilan pencegahan penyebaran DBD serta penurunan IR DBD tercapai. Pengetahuan eko-geografi dapat membantu penelusuran bariermaupun kondisi lingkungan yang adaptif bagi keberadaan vektor DBD. Penggunaan citra satelit dalam penelusuran etno-ekografi vektor DBD dapat memaksimalkan pencegahan DBD secara fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis secara etno-ekografi untuk mempelajari kaitan kondisi lingkungan sebagai habitat potensial vektor DBD. Studi ekogeografi dengan metode etnografi dan pemetaan berbasis citra satelit dilakukan di wilayah endemis DBD di Kota Temanggung. Hasil penelitian diketahui terdapat 7 kelurahan endemis DBD, pengamatan menggunakan citra satelit menunjukkan banyak vegetasi pendukung habibat vektor DBD, sawah, pemukiman/bangunan, tegalan, kolam/empang, hutan, perkebunan, kerapatan pemukiman berisiko tinggi menunjang kecepatan transmisi penularan DBD, eko-geografi Kota Temanggung lokasi penduduk yang berkluster dan padat, lokasi penduduk tersebar pada ketinggian 500-1450 mdpl, dikelilingi oleh berbagai vegetasi dengan tingkat kerapatan dan ketinggian berbeda.
POTENSI EKSTRAK KAYU MANIS SEBAGAI INSEKTISIDA AEDES AEGYPTI Hary, Widya; Putriningtyas, Natalia Desy; Nugroho, Efa; Maulidah, Heni; Sari, Emi Yela Utami; Putri, Emilda Yulia; Rahmawati, Annisa
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i5.194

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penular beberapa penyakit, salah satunya adalah penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD). Pengendalian dari penularan penyakit DBD ini salah satunya adalah menggunakan insektisida sintetis. Penggunaan insektisida sintetis ini berpotensi untuk mengakibatkan terjadinya resistensi. Penggunaan insektisida sintetis, secara bertahap dan progresif dapat mengakibatkan jumlah nyamuk yang resisten terhadap insektisida tersebut semakin tinggi. Insektisida alami atau nabati merupakan tumbuhan atau bagian tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengendalikan organisme penggangu, dimana tumbuhan tersebut ada yang mempunyai bahan aktif tunggal atau majemuk. Insektisida alami atau insektisida nabati mempunyaisifat-sifat tidak meninggalkan residu di tanah maupun pada produk pertanian sehingga mudah terurai di alam, mampu menjaga keseimbangan ekosistem dan biodiversitas pada suatu agroekosistem, mampu memperlambat resistensi hama, dan usaha tani dapatterjamin ketahanan dan keberlanjutan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai insektisida alami adalah Kayu Manis. Hal inidikarenakan kulit batang dan daun dari tanaman kayu manis memiliki senyawa aktif, yaitu minyak atsiri. Minyak atsiri mengandung sinamaldehid yang bermanfaat sebagai antibakteri dan fungisidal. Bagian kulit dan batang kayu manis banyak mengandungsenyawa sinamaldehid, sedangkan bagian daunnya banyak mengandung eugenol.
PERJALANAN ASURANSI KESEHATAN DAN SISTEM PEMBAYARAN KAPITASI DI INDONESIA Maharani, Chatila; Zainafree, Intan; Syukria, Nadia; Tsuroyya, Sabrina Luthfi; Putri, Deva Amanda; Nurkhasanah, Maulia Wahyu; Afriyatin, Via; Setyowati, Florensia Indah; Rahmadhani, Alda Adiestya
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i5.197

Abstract

Indonesia menjamin hak kesehatan penduduknya sesuai dengan amanat UUD 1945, melalui program Jaminan Kesehatan Nasional/JKN. Pembangunan kesehatan dilakukan seoptimal mungkin dengan tujuan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Untuk itu, pelaksanaan program JKN dikawal penuh oleh pemerintah melalui badan hukum yang dibentuk yaitu BPJS Kesehatan, sebagai gatekeeper, FKTP mempunyai peran penting sehingga perlu sistem pembiayaan yang sesuai supaya mampu memenuhi kebutuhan yang ada. Sistem pembiayaan kapitasi merupakan sistem pembayaran prospektif praupaya pendanaan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan kepada FKTP. Akan tetapi, masih terdapat kelebihan dan kelemahan dari penerapan sistem kapitasi tersebut. Untuk itu perlu dilihat bagaimana pelaksanaan sistem kapitasi di Indonesia. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji kronologis penerapan dan evaluasi sistem pembayaran kapitasi (termasuk penerapan kapitasi berbasis komitmen) untuk memperbaiki kesenjangan pelayanan kesehatan serta mengetahui perjalanan sistem pembayaran dari era ASKES hingga JKN. Metode yang digunakan dalam bab ini adalah literature review. Hasil literature review ini adalah kronologis sejarah asuransi kesehatan di Indonesia yang dimulai dari jaman kemerdekaan, adanya Jaminana Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM), Jaring Perlindungan Sosial-Bidang Kesehatan (JPS-BK), Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak Bidang Kesehatan (PKPS BBM Bidkes), Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi masyarakat miskin (JPK-Gakin), Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM)/Askeskin, Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Bab ini juga membahas mengenai jenis-jenis pembayaran pada fasilitas kesehatan secara prospektif dan restrospektif, serta membahas kelebihan dan kekurangan setiap jenis sistem pembayaran. Lebih khususnya, bab ini juga membahas mengenai kelebihan dan kelemahan dari pelaksanaan sistem kapitasi di Indonesia.
Determinan Status Gizi pada Atlet Cabang Olahraga Voli Meisarah, Dhea Ayu; Mardiana, Mardiana
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Vol. 6 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v6i1.338

Abstract

Salah satu cabang olahraga prestasi adalah cabang olahraga voli. Dalam cabang olahraga voli tidak hanya bakat dan metode latihan untuk menentukan prestasi, namun status gizi juga berperan penting dalam menunjang peningkatan peforma dan prestasi atlet. Status gizi merupakan keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara jumlah asupan zat gizi yang dikonsumsi dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan dan digunakan untuk metabolisme tubuh. Penentuan penilaian status gizi pada atlet secara antropometri dapat dilakukan dengan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), WHO-Anthro Plus, persentase lemak dan somatotipe. Sebagian besar atlet voli memiliki status gizi normal, namun ada juga yang mengalami kekurangan atau kelebihan berat badan. Kekurangan dan kelebihan status gizi pada atlet voli perlu diketahui untuk mencegah defisit dan mendapatkan energi yang sesuai guna performa maupun proses dalam pemulihan yang optimal pada atlet. Determinan yang mempengaruhi status gizi atlet cabang olahraga voli adalah tingkat kecukupan energi, pengetahuan gizi, tingkat aktivitas fisik dan asupan makan.
ANALISIS FAKTOR DAN STRATEGI PENANGGULANGAN BEBAN GANDA MALNUTRISI (The Double Burden Of Malnutrition) DI INDONESIA FitriYani , Shofiyah
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Vol. 6 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v6i1.414

Abstract

Latar Belakang: Beban ganda malnutrisi (Double Burden of Malnutrition) adalah kondisi di mana kekurangan gizi dan kelebihan gizi terjadi secara bersamaan, baik pada individu, rumah tangga, maupun populasi. Tujuan: Untuk memahami  tentang beban ganda malnutrisi, faktor beban ganda malnutrisi, dan strategi penanggulangan beban ganda malnutrisi. Metode: Sistematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan empat tahap, yaitu identifikasi, skrinning, kelayakan dan hasil yang diterima. Pencarian  dilakukan melalui Google Scholar dan PubMed. Setelah proses seleksi, tersisa 10 artikel yang  dianalisis  lebih  lanjut  berdasarkan  judul,  penulis,  tahun  publikasi,  metode,  dan  hasil penelitian. Hasil: Beban ganda malnutrisi dipengaruhi faktor individu dan lingkungan, seperti usia dan pendidikan orang tua, pendapatan, pola makan, serta PHBS. Strategi penanggulangan mencakup penyuluhan gizi, peningkatan kapasitas petugas, intervensi langsung seperti PMT, PSG, vitamin A, kunjungan rumah, dan suplementasi mikronutrien. Kesimpulan: 1) Permasalahan beban ganda malnutrisi di Indonesia. 2) Faktor beban ganda malnutrisi pada rendahnya kualitas SDM dan beban ekonomi negara. 3) Strategi penanggulangan masalah beban ganda malnutrisi.
Hubungan Asupan Gizi, Status Gizi, dan Durasi Tidur terhadap Prestasi Belajar Rachmawati, Laila Nurul
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Vol. 6 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v6i1.415

Abstract

Makanan dan minuman merupakan asupan yang dikonsumsi seseorang guna menjaga kesehatan dan kesejahteraan tubuh. Asupan gizi yang cukup berguna dalam meningkatkan status gizi yang baik dan meningkatkan konsentrasi belajar juga daya ingat. Faktor lain yang mempengaruhi prestasi adalah kualitas tidur. Kurangnya durasi tidur berdampak pada penurunan konsentrasi belajar dan gangguan memori sehingga mengganggu proses belajar yang tentunya akan mempengaruhi prestasi. Capaian setelah mengikuti proses kegiatan belajar mengajar dan dapat ditunjukkan melalui nilai yang diberikan seorang guru merupakan prestasi belajar. Asupan makanan, pola tidur, aktivitas, asupan gizi, status gizi dan durasi tidur memiliki peranan dalam mendukung proses belajar untuk meraih prestasi. Tujuan Penelitian ini adalah menyediakan informasi untuk diorganisasikan berdasarkan topik dan dokumen yang diperlukan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif literatur yang telah dipublikasikan dengan pendekatan sistematis. Hasil penelitian didapatkan bahwa ketiga variabel mempunyai pengaruh dan berhubungan dengan peningkatan maupun penurunan terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa asupan gizi (karbohidrat, protein, lemak dan energi), kebiasaan sarapan pagi, status gizi serta kualitas tidur dengan durasi yang baik sangat berpengaruh pada prestasi belajar karena dapat meningkatkan kesehatan, kecerdasan otak dan juga meningkatkan konsentrasi belajar siswa.

Page 3 of 3 | Total Record : 29