cover
Contact Name
Rofiatun Nisa
Contact Email
p3m.stitaf.1@gmail.com
Phone
+6285764147330
Journal Mail Official
p3m.stitaf.1@gmail.com
Editorial Address
Komplek Pondok Pesantren Al-Fattah Siman Sekaran Lamongan Jawa Timur 62261
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam
ISSN : 20860641     EISSN : 2685046X     DOI : https://doi.org/10.37850/cendekia.v12i1.86
Core Subject : Religion, Education,
The Focus in Jurnal Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam is on publishing articles that contain ideas, ideas, research results, and literature reviews in the field of Islamic Education Scope of the Jurnal Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam includes: 1. Islamic education based on Al-Quran and Hadith 2. Media and Learning Resources in Islamic Education 3. Study of Islamic Education Figures 4. Islamic Education Curriculum 5. History of Islamic Education 6. Philosophy of Islamic Education 7. Research on Islamic Education 8. Issues on Islamic Education 9. Psychology of Islamic Education 10. Management of Islamic Religious Education 11. Islamic Religious Education Guidance and Counseling
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 02 (2016): Cendekia October 2016" : 5 Documents clear
Pengentasan Kemiskinan sebagai Tanda Kemabruran Haji Nur Salim
CENDEKIA Vol. 8 No. 02 (2016): Cendekia October 2016
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.785 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v8i02.40

Abstract

Haji adalah karakteristik Islam kelima yang harus dilakukan untuk orang yang memiliki kemampuan sekali seumur hidup. Di dalam haji berisi ritual dan sosialitas, keduanya disebut ibadah. Selama ini Islam atau Muslim memiliki persepsi yang salah untuk memahaminya dan memberi batasan pada ibadah ritual. Ada begitu banyak Muslim yang sibuk dengan mahdhah. Mereka melakukan haji berkali-kali, tetapi mereka tidak mematuhi atau mengabaikan kemiskinan, kebodohan, kelaparan, penderitaan dan kehidupan keras saudara-saudara mereka. Terlalu banyak Muslim yang kaya memiliki upacara mengelilingi Ka'bah (tawaf) dan berlari di antara bukit-bukit Shafa dan Marwah (sa'i), sementara di sekeliling mereka ditemukan mayat-mayat lemah tumbuh penyakit dan kunci nutrisi, atau betapa mudahnya jutaan rupiah dihabiskan untuk upacara haji, pada saat yang sama ribuan anak-anak menghentikan sekolah mereka, ribuan orang sakit berbaring menunggu kematian, karena mereka tidak dapat membayar rumah sakit dan bahkan ketika ribuan Muslim terpaksa harus menjual sekolah mereka iman dan kepercayaan mereka kepada anggota lain di tangan dengan "penuh cinta". Haji sebagai pendidikan agama memastikan bahwa itu bersifat pribadi dan ritual tetapi berbeda dengan yang lain, sosialnya juga, daripada yang disebutkan di atas di masa lalu, satu aspek yang hilang dari tekanannya pada abad terakhir dalam sejarah perkembangan. Bahkan pada dasarnya hal itu bertentangan, haji lebih bersifat sosialitas daripada pribadi dan ritual.
Paradigma Baru dalam Kepemimpinan : Prinsip-Prisip Spiritualis Etis Abdul Halim
CENDEKIA Vol. 8 No. 02 (2016): Cendekia October 2016
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.027 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v8i02.41

Abstract

Tumbunya budaya mutu dalam pendidikan merupakan faktor yang cukup domonan dalam menentukan pertumbuhan sekolah dan managemen pendidikan. Dalam hal ini sekolah harus selalu mengadakan peningkatan mutu, yaitu kepuasan pelanggan, baik internal maupun eksternal. Nilai-nilai relegius dan nilai-nilai etis juga punya andil yang cukup besar. karena manusia yang diciptakan dari “ruh” Tuhan, merupakan puncak ciptaan Tuhan yang ditasbihkan sebagai kholifah-Nya di bumi sudah seharusnya menjadikan nilai-nilai ketuhanan sebagai paradigma dalam berprilaku termasuk dalam mengembangkan kepemimpinan. Dalam konteks kepemimpinan, sudah seharusnya manusia mengembangkan kepemimpinan dalam nama Tuhan, mencontoh prilaku kepemimpinan Tuhan, dan mengharap ridlo Tuhan dalam mengembangkan kepemimpinanya. Inilah kepemimpinan spiritual, yaitu kepemimpinan yang menggunakan seluruh potensi kecerdasan, memimpin dengan “ruh” (lead by soul) memimpin dengan hati, (lad by hert), memimpin dengan kepala (lead by head) dan memimpin dengan tangan, profesional (laed by hand). Kepemimpianan spritual adalah puncak kepemimpinan (the ultimate leadership).
Pendidikan sebagai Pemersatu Bangsa Saifuddin
CENDEKIA Vol. 8 No. 02 (2016): Cendekia October 2016
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.051 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v8i02.42

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses yang berkesinambungan, proses tersebut berimplikasi bahwa di dalam peserta didik terdapat kemampuan kemampuan yang immanen sebagai mahluk yang hidup di dalam suatu masyarakat. Pendidikan yang telah dilaksanakan oleh satuan pendidikan berperan untuk menumbukhan sikap nasionalis. Dengan sikap ini diharapkan agar keutuhan dan kesatuan bangsa dapat terwujud.
Strategi Pembelajaran Rasulullah dalam Konteks Keindonesiaan Masa Kini Malik Zuhri
CENDEKIA Vol. 8 No. 02 (2016): Cendekia October 2016
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.35 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v8i02.43

Abstract

Rasulullah SAW merupakan sosok pendidik yang luar biasa. Dalam menjalankan dakwahnya, beliau menggunakan beberapa strategi pembelajaran sehingga hampir sepertiga penduduk dunia mengikuti ajarannya. Diantara beberapa metode pembelajaran Rasulullah sebagai berikut: (1) metode ceramah, (2) dialog, (3) metode perumpamaan, (4) diskusi, (5) demonstrasi, (6) pembiasaan, (7) hafalan, (8) kisah, (9) tegur langsung. Metode-metode tersebut telah terbukti keberhasilannya dan perlu dikembangkan sesuai dengan konteks Indonesia saat ini.
Golput dalam Pemilihan Umum Perspektif Fiqih Siyasah Hasyim
CENDEKIA Vol. 8 No. 02 (2016): Cendekia October 2016
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.61 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v8i02.44

Abstract

Pemilihan pemimpin dalam suatu momunitas masyarakat hukumnya adalah wajib, hadits nabi menegaskan memilih pemimpin hukumnya wajib. Sementara dalam konteks ketatanegaraan kita. Peilihan pemimpin Negara dilakukan melalui penyelenggaraan pemilu, maka pemilu humunya wajib. Secara mahfum mukholafah seseorang yang mempunyai hak pilih tetapi tidak mengikuti pemilu dengan maksud menafikan proses pemilihan pemimpin. Terlepas dari semua itu, golput dalam pemilu perlu diminimalisir dengan memahami akar permasalahan yang menyebabkannya. Jika golput disebabkan kurangnya sosialisasi yang dilakukan pihak penyelanggara dan pemberian pendidikan politik oleh setiap partai politik

Page 1 of 1 | Total Record : 5