cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2024)" : 5 Documents clear
Organizational Commitment pada Mahasiswa yang Mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa Doni Irawan; Rakhmaditya Dewi Noorizki
Flourishing Journal Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i32024p119-126

Abstract

Learning is something important and needed by humanity. Gaining knowledge can not only be done through conventional activities such as teaching and learning in class but can also be done within an organization. In an organization, it is also important to prioritize coordination and cooperation to achieve the vision and mission of an organization. However, many problems arise, including many members of the organization who slowly abandon their responsibilities, causing problems in the organization itself. A similar thing happened at UKM X State University of Malang, where many UKM members handed over their responsibilities. Therefore, the author wants to conduct research to see how much value organizational commitment has in UKM X, because commitment is an important aspect in determining member involvement in an organization. This research uses a quantitative descriptive method using organizational commitment instruments. The result is that the organizational commitment of UKM X members is in the range of 60% -70%. AbstrakBelajar ialah suatu hal yang penting dan dibutuhkan oleh umat manusia. Menuntut ilmu tidak hanya bisa dilakukan dengan aktivitas konvensional seperti belajar mengajar di kelas, akan tetapi juga bisa berada di dalam sebuah organisasi. Di dalam sebuah organisasi, penting halnya untuk mengedepankan koordinasi dan kerjasama dalam tujuan mencapai visi dan misi sebuah organisasi. Akan tetapi, banyak sekali masalah yang muncul, diantaranya banyak anggota di organisasi yang secara perlahan meninggalkan tanggung jawabnya sehingga menimbulkan permasalahan di organisasi itu sendiri. Hal Seperti halnya yang terjadi di UKM X Universitas Negeri Malang dimana banyak anggota UKM yang meninggalkan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, penulis ingin melakukan penelitian untuk melihat seberapa besar nilai komitmen organisasi di UKM X, karena komitmen adalah salah satu aspek penting dalam menentukan keterlibatan anggota dalam sebuah organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang menggunakan instrument komitmen organisasi. Hasilnya ialah komitmen organisasi anggota UKM X berada di rentang 60%-70%.
Hubungan antara Perbandingan Sosial dan Harga Diri Pengguna Instagram Dewasa Awal di Kota Makassar sam, Muhammad Ma’shum Sam; Nurdin, Muhammad Nur Hidayat; Piara, Muh Rajan
Flourishing Journal Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i32024p111-118

Abstract

Social media is a need for information and entertainment facilities, especially the Instagram application. Instagram is currently the most popular social media platform. Instagram has many interesting features, such as photo and video sharing, that allow users to present themselves on social media to increase self-esteem. The purpose of this research is to determine the difference in self-esteem of Instagram users who make upward and downward social comparisons. This study used quantitative methods, and there were 334 subjects with 87 people (26%) men and 247 people (74%) women, most individuals who were part of the survey sample were within the age range of 18 to 34 years. This research found that early adult Instagram users in Makassar had differences in self-esteem regarding upward and downward, with a significance of 0.00 with women having higher self-esteem than men. In addition, the results of this study found that men and women have differences in self-esteem, with women having higher self-esteem compared to men. This research also found that women more often compare themselves based on both aspects, namely opinions, and abilities, compared to men. AbstrakMedia sosial merupakan kebutuhan akan informasi dan sarana hiburan. Instagram merupakan platform media sosial yang paling banyak digunakan. Instagram memungkinkan penggunanya dapat menampilkan diri mereka di media sosial untuk meningkatkan harga diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan harga diri pengguna Instagram yang melakukan perbandingan sosial ke atas dan ke bawah. Studi ini menggunakan metode kuantitatif, dan subjek berjumlah 334 dengan 87 orang (26%) laki-laki dan 247 orang (74%) perempuan, yang berada dalam rentang usia 18 hingga 34 tahun. Penelitian ini menemukan bahwa pengguna Instagram dewasa awal di Kota Makassar memiliki perbedaan harga diri terhadap perbandingan sosial ke atas dan ke bawah, dengan signifikansi 0,00 dengan perempuan memiliki harga diri yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Selain itu, hasil penelitian ini menemukan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan dalam harga diri, dengan perempuan memiliki harga diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan lebih sering membandingkan diri mereka berdasarkan kedua aspek, yaitu pendapat dan kemampuan, dibandingkan dengan laki-laki.
Literature Review: Eksplorasi Perbedaan Ideologi Peran Gender di Berbagai Lingkup Kehidupan dalam Perspektif Lintas Budaya Safira Calfina Izzumi; Mutia Husna Avezahra
Flourishing Journal Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i32024p93-102

Abstract

Gender adalah ekspektasi peran sosial terbentuk akibat pengalaman dan budaya yang berkembang. Ekspektasi peran gender sangat beragam sesuai dengan budaya yang berkembang di wilayah setempat. Perilaku gender ini tidak terlepas dari konteks sosiokultural, yakni menyesuaikan dengan tempat individu tinggal dan berkembang. Tujuan studi literatur ini untuk mengetahui adanya perbedaan ideologi peran gender dari perspektif lintas budaya. Temuan dari studi literatur ini dapat diimplikasikan dalam manfaat praktis, kebijakan, dan penelitian selanjutnya. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur melalui database online journal yaitu Google Scholar. Perbedaan ideologi peran gender terlibat dalam berbagai aspek seperti niat kewirausahaan, ekonomi, pendidikan, aktivitas agrikultural, self-esteem, dan aktivitas yang dilakukan saat waktu luang. Peran gender dapat kaku dan fleksibel tergantung keadaan. Norma terhadap gender seringkali berbeda dalam lintas generasi, bidang ilmu dalam perkuliahan, kelompok etnik dan kultural, dan wilayah geografis. Di berbagai negara, perbedaan gender akan tetap melekat pada masyarakat akibat keyakinan mengenai peran gender yang sudah tertanam. Namun di sisi lain, perkembangan kesetaraan gender mulai terlihat dengan berkurangnya dominasi laki-laki serta perempuan yang semakin menunjukkan eksistensinya. AbstrakGender is a social role expectations are formed due to experience and developing culture. Gender role expectations vary greatly according to the culture that develops in the local area. Gender behavior cannot be separated from the sociocultural context, namely adapting to where the individual lives and develops. The method used in this article is a literature study through an online journal database, namely Google Scholar. This literature study aims to determine differences in gender role ideology from a cross-cultural perspective. The findings from this literature study can have implications for practical benefits, policies, and further research. Differences in gender role ideologies involve various aspects such as entrepreneurial intentions, economics, education, agricultural activities, self-esteem, and activities carried out in free time. Gender roles can be rigid and flexible depending on circumstances. Norms regarding gender often differ across generations, fields of study, ethnic and cultural groups, and geographic regions. In various countries, gender differences will remain embedded in society due to ingrained beliefs about gender roles. On the other hand, developments in gender equality are starting to be seen with the reduction of male dominance and women increasingly showing their existence.
My Idol My Savior: Kajian Literatur Kesepian dan Celebrity Worship pada Remaja penggemar K-Pop Shahnaz Sarah Darmawan; Rakhmaditya Dewi Noorizki
Flourishing Journal Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i32024p103-110

Abstract

The growing and widespread Korean culture has positive and negative effects on its followers. Korean pop music, also known as K-pop, is a popular Korean product among many generations, particularly teenagers. Teenage K-Pop fans admire K-Pop celebrities as an escape from loneliness. This admiration, however, can become excessive, leading to celebrity worship. The goal of this study is to delve deeper into the role of loneliness in adolescent K-Pop fans' celebrity worship. The method used in this research is a literature review of studies related to celebrity worship behavior and loneliness in adolescents, which are collected through scientific literature such as articles and other references. Data from previous studies will be combined, selected, sorted, and compared to the collected data. The findings show that loneliness and celebrity worship have a relationship between loneliness and celebrity worship in adolescents, particularly teenage K-Pop fans. Adolescent mental health can suffer as a result of excessive celebrity worship. AbstrakBudaya Korea yang semakin berkembang dan tersebar luas membawa berbagai dampak positif dan negatif bagi para penggemarnya. Musik pop korea atau K-Pop merupakan salah satu produk Korea yang saat ini digemari berbagai generasi, terutama remaja. Remaja penggemar K-Pop mengagumi selebriti K-Pop sebagai pelarian dari rasa kesepian. Namun, rasa kagum tersebut cenderung berlebihan hingga menimbulkan celebrity worship. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi lebih dalam peran kesepian terhadap celebrity worship pada remaja penggemar K- Pop. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan meninjau studi-studi yang berkaitan dengan perilaku celebrity worship dan kesepian pada remaja, yang dikumpulkan melalui literatur ilmiah seperti artikel dan referensi lainnya. Data yang telah didapatkan akan dianalisis dengan penggabungan, pemilihan, pemilahan, dan perbandingan data hasil penelitian terdahulu. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kesepian dan celebrity worship pada remaja terlebih remaja penggemar K-Pop. Tingkat celebrity worship pada level tinggi dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental remaja.
Gambaran Job crafting pada Mahasiswa yang Memiliki Peran Ganda Madinatul I. Hidayah; Marco Kemalleka; Salsabila A. P. Nastiti; Dewi Fatmasari Edy
Flourishing Journal Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i32024p127-139

Abstract

College students as individuals who are in the early adulthood phase, have a lot of desire to explore themselves through a series of learning processes in lectures and also organizational activities. Student involvement in organizational activities means students have multiple roles. Students playing multiple roles is a phenomenon that is most often encountered in the campus environment. In living life as a student and organizer, of course there are many challenges and work that must be faced and resolved. Sometimes this dual role can also have various impacts on students. Therefore, by looking at the roles and responsibilities of each role, the researcher wants to reveal in descriptive form a picture of job crafting among students with multiple roles. Data collection method using semi-structured interviews. The criteria for interviewees are students who join organizations as a second role. This research involved three sources to be interviewed. The analysis technique used uses thematic analysis techniques to identify themes in the data. The result is that students have 4 aspects of job crafting, namely: increasing structural job resources, increasing challenging job demands, increasing social job resources, decreasing hindering job demands. Each aspect has a more detailed sub-theme. AbstrakMahasiswa sebagai individu yang berada pada tahap fase dewasa awal, memiliki banyak keinginan untuk mengeksplorasi diri melalui serangkaian proses pembelajaran yang ada di perkuliahan dan juga kegiatan organisasi. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan organisasi membuat mahasiswa memiliki peran ganda. Mahasiswa berperan ganda merupakan fenomena yang paling sering dijumpai dalam lingkungan kampus. Dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa dan organisator tentunya banyak tantangan dan pekerjaan yang harus dihadapi dan diselesaikan. Terkadang peran ganda ini juga dapat menimbulkan berbagai dampak pada mahasiswa. Oleh karena itu dengan melihat peran dan tanggung jawabnya masing-masing peran, peneliti ingin mengungkap dalam bentuk deskriptif gambaran job crafting pada mahasiswa berperan ganda. Metode pengambilan data dengan wawancara semi terstruktur. Kriteria narasumber adalah mahasiswa yang mengikuti organisasi sebagai peran kedua. Penelitian ini melibatkan tiga narasumber untuk diwawancarai. Teknik analisis yang digunakan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi tema dalam data. Hasilnya adalah mahasiswa memiliki 4 aspek dalam job crafting, yaitu: increasing structural job resources, increasing challenging job demands, increasing social job resources, decreasing hindering job demands. Setiap aspek tersebut memiliki sub tema yang lebih merinci.

Page 1 of 1 | Total Record : 5