cover
Contact Name
Prananda Anugrah
Contact Email
jitet.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jitet.journal@um.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Alamat: Graha Rektorat Lantai 6, Jl. Semarang No.5, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik
ISSN : -     EISSN : 27977196     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik menerbitkan naskah terkait Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan. Fokus dan lingkup jurnal meliputi Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2023)" : 7 Documents clear
Perdagangan Elektronik Pada Industri 4.0 dan Society 5.0 Muhammad Naufal Farras; Harits Ar Rosyid
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i32023p122-127

Abstract

The main topics of this paper are e-commerce, Industry 4.0, as well as Society 5.0, which includes terms, history, workflow, as well as technological aspects. A comparative analysis between Industry 4.0 and Society 5.0 was conducted to investigate their alignment impact towards e-commerce. After thorough examination and comparison, the study concluded that the technology in Society 5.0 is part of the continuation of Industry 4.0 technology. Furthermore, there is technological synergy between electronic commerce as well as the industry 4.0 period and Society 5.0, with electronic commerce technology adapting to the technology of each era. The development and progress of electronic commerce will benefit greatly from Industry 4.0 and Society 5.0. Topik utama makalah ini adalah perdagangan elektronik, Industri 4.0, juga Masyarakat 5.0, yang termasuk dalam istilah, sejarah, rangkaian kerja, juga aspek teknologinya. Analisis komparatif antara Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0 dilakukan untuk menyelidiki dampak keselarasan mereka yang mengarahkan kepada e-commerce. Setelah dilakukan pemeriksaan dan perbandingan secara menyeluruh, kajian tersebut menyimpulkan yaitu, teknologi yang ada pada Society 5.0 bagian dari lanjutan yang berasal dari teknologi Industri 4.0. Selanjutnya, terdapat sinergi teknologi antar perdagangan elektronik juga periode Industri 4.0 dengan Masyarakat 5.0, dengan teknologi perdagangan elektronik yang beradaptasi dengan teknologi setiap era. Perkembangan dan kemajuan perdagangan elektronik sangat diuntungkan oleh Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0.
Menghadapi Dampak Psikis dari Media Sosial di Era Society 5.0 Mohammad Fajar Rifqi; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i32023p128-133

Abstract

Social media has become an integral part of modern society, and its impact on individuals has been a topic of increasing interest in the age of Society 5.0. Through a comprehensive review of literature, it was found that social media has both positive and negative impacts on individuals, depending on various factors such as frequency of use, content consumption, and social comparison. The positive effects of social media include providing individuals with a sense of connection and social support, especially during times of social isolation. However, excessive use of social media can lead to negative outcomes such as increased anxiety, depression, and social comparison. It is recommended for social media platforms to implement policies and features that can protect users from harmful content and facilitate positive interactions. The findings suggest the importance of being mindful of social media use and promoting positive digital environments. Further research is needed to explore the long-term effects of social media use and to identify effective interventions to address its negative impact. Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat modern, dan dampaknya terhadap individu telah menjadi topik yang semakin menarik di era Masyarakat 5.0. Melalui tinjauan pustaka yang komprehensif, ditemukan bahwa media sosial memiliki dampak positif dan negatif terhadap individu, tergantung pada berbagai faktor seperti frekuensi penggunaan, konsumsi konten, dan perbandingan sosial. Efek positif dari media sosial termasuk memberikan individu rasa terhubung dan dukungan sosial, terutama selama masa isolasi sosial. Namun, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan hasil negatif seperti peningkatan kecemasan, depresi, dan perbandingan sosial. Platform media sosial disarankan untuk menerapkan kebijakan dan fitur yang dapat melindungi pengguna dari konten berbahaya dan memfasilitasi interaksi yang positif. Temuan ini menunjukkan pentingnya untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan mempromosikan lingkungan digital yang positif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang dari penggunaan media sosial dan untuk mengidentifikasi intervensi yang efektif untuk mengatasi dampak negatifnya.
Peluang dan Tantangan Pendidikan di Era Society 5.0 Naufal Rizaldi Gunawan; Anik Nur Handayani
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i32023p134-138

Abstract

There is always a lesson behind disaster. The era of the Covid-19 pandemic has also accelerated the adoption of tertiary institutions to be able to apply online learning methods with the support of various programs and scholarships. In the future, Indonesia will not only become a digital consumer but must become a player and even a digital producer. With the development of society and the transition towards the Society 5.0 era, the role of parents is increasingly preoccupied with society's needs for increasingly complex individuals. Here, parents need to build a variety of characters to prepare their children to face this period. Selalu ada pelajaran di balik musibah. Munculnya era pandemi Covid-19 juga mempercepat adopsi perguruan tinggi untuk dapat menerapkan metode pembelajaran daring dengan dukungan berbagai program dan beasiswa. Ke depan, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen digital tetapi harus menjadi pemain bahkan produsen digital. Dengan adanya perkembangan masyarakat dan transisi mengarah ke era Society 5.0, peran orangtua semakin disibukkan dengan kebutuhan masyarakat akan individu yang semakin kompleks. Di sini, orangtua perlu membangun beragam karakter untuk mempersiapkan anaknya dalam menghadapi masa tersebut.
Industri Konten Digital Indonesia Dalam Perspektif Society 5.0 Theodora Monica; Harits Ar Rosyid
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i32023p139-143

Abstract

The advancement the impact of information technology has been significant on industries through digital transformation. This change has become an important part of new industrial frameworks and policies, such as the Fourth Industrial Revolution, the Industrial Internet, and Made in China 2025. The method used in this research is qualitative descriptivw, which aims to understand the value of variables that are inherently individual, either one or more variables in the form of comparison or relationship with other variables. Therefour, users freedom to create content can result in detrimental risks such as illegal or politically sensitive opinions related to terrorism, which can trigger a crisis or social fear. However, co-creation in digital content creation in Indonesia has the potential to damage a company’s reputation if not well-controlled. Information freedom must be uphelped to build a peaceful society. Kemajuan teknologi informasi telah memberikan pengaruh besar dalam industri melalui transformasi digital. Perubahan ini menjadi bagian penting dalam kerangka pemikiran dan kebijakan industri terbaru seperti Revolusi Industri 4.o, Industri Internet, dan Made in China 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk memahami nilai variabel yang bersifat sendiri, dan beberapa variabel atau hanya satu dalam bentuk perbandingan atau hubungan dengan variabel lain. Oleh karena itu, kebebasan pengguna untuk membuat sebuah konten akan menghasilkan resiko yang merugikan seperti opini yang ilegal atau kontroversial politik terkait terorisme, yang dapat memicu krisis atau ketakutan sosial. Namun Co-creation dalam pembuatan konten digital Indonesia dapat berpotensi merusak reputasi perusahaan jika tidak terkontrol dengan baik. Kebebasan informasi harus disipakan untuk membangun masyarakat yang damai.
Society 5.0: Pengaruh Kesehatan Psikologis Manusia Terhadap Perkembangan Cities Achmad Iffad; Ardi Anugerah Wicaksana; Dealisa Vania Aurellia; Erliana Fajarwati; Hidayatul Hayat; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i32023p144-150

Abstract

Society 5.0 is a concept in the social field pioneered by Japan which aims to create a society that focuses on technological and digital developments to fulfil life needs efficiently. The concept of society 5.0 does not only include technological aspects but also includes aspects of human psychology in daily life. This is because the development of technology and digitalization has made humans more dependent, it is important for individuals to use technology wisely in the context of mental health. Awareness of the influence of technology on psychological health and balanced use can help minimize the risk of negative impacts while harnessing the benefits that technology offers to support mental health. In this era of society 5.0, change has evolved, and safety has become an important factor in shaping a welcoming city. A sense of security and comfort can also help to improve human psychological well-being and human psychology is also an important goal in developing the society 5.0 era in creating better cities. Suatu konsep di bidang sosial yang dipelopori oleh negara jepang yang mana memiliki tujuan untuk menciptakan masyarakat yang berfokus pada perkembangan teknologi dan digital untuk terpenuhinya kebutuhan hidup secara efisien disebut society 5.0. Konsep society 5.0 ini tidak hanya meliputi dalam aspek teknologi saja tetapi juga meliputi aspek psikologis manusia di dalam kehidupan sehari hari. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi dan digitalisasi telah membuat manusia semakin bergantung, Penting bagi individu untuk menggunakan teknologi dengan bijak dalam konteks kesehatan mental. Kesadaran akan pengaruh teknologi terhadap kesehatan psikologis dan penggunaan yang seimbang dapat membantu meminimalkan risiko dampak negatif sementara memanfaatkan manfaat yang ditawarkan teknologi untuk mendukung kesehatan mental. Pada era society 5.0 ini perubahan telah berkembang dan juga aspek keamanan menjadi faktor penting dalam membentuk kota yang ramah. Rasa aman dan nyaman juga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis manusia dan psikologis manusia juga menjadikan gal penting dalam mengembangakan era society 5.0 dalam menciptakan kota yang lebih baik.
Microlearning in Designing Data Mining Learning Course Material for Industrial Engineering Students Aisyah Larasati; Rizqi Prayoga Editya; Benzfica Hanif Alfi Al Idrus; Vertic Eridani; Abdul Muid
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data mining is one of the core courses offered by the Industrial Engineering study program at the State University of Malang and the process applied at the State University of Malang is theoretical and practicum. The implementation of knowledge transfer can be done online or offline. Synchronous and asynchronous are the implementation of learning that is carried out online. The difference between the two lies in the implementation time. Synchronous classes will be conducted simultaneously even though it is hindered by the distance between students who are not in the same place. Asynchronous courses will hold classes at different times according to the students’ available time to access the material. The traditional or offline method is the implementation of face-to-face classes requiring the teachers and students to be at the same time and place and the teacher acts as a learning center. There are different learning methods that can be used to support knowledge transfer. Microlearning is a learning method that utilizes technological developments. The learning method offered is to use various interactive and communicative media to deliver the material. The media used are podcasts, presentation slides, infographics, e-modules, and videos that contain core discussions of the material. Data mining merupakan salah satu mata kuliah inti yang ditawarkan oleh program studi Teknik Industri Universitas Negeri Malang dan proses yang diterapkan di Universitas Negeri Malang adalah teori dan praktikum. Pelaksanaan transfer knowledge dapat dilakukan secara online maupun offline. Sinkron dan asinkron adalah pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara daring. Perbedaan keduanya terletak pada waktu pelaksanaannya. Kelas sinkron akan dilakukan secara bersamaan meskipun terhalang oleh jarak antara siswa yang tidak berada di tempat yang sama. Kursus asinkron akan mengadakan kelas pada waktu yang berbeda sesuai dengan waktu yang tersedia siswa untuk mengakses materi. Metode tradisional atau luring adalah pelaksanaan kelas tatap muka yang mensyaratkan guru dan siswa berada pada waktu dan tempat yang sama serta guru berperan sebagai pusat pembelajaran. Ada berbagai metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung transfer pengetahuan. Microlearning merupakan salah satu metode pembelajaran yang memanfaatkan perkembangan teknologi. Metode pembelajaran yang ditawarkan adalah dengan menggunakan berbagai media interaktif dan komunikatif untuk menyampaikan materi. Media yang digunakan adalah podcast, slide presentasi, infografis, e-modul, dan video yang berisi inti pembahasan materi.
Analysis of Graduates’ Soft Skills of Vocational High School Majoring in Software Engineering Skill Competence in Startup Industry Ayuningtyas Kurniawati; Didik Nurhadi; Syaad Patmanthara
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Facing the 4.0 industrial revolution, the graduates of Vocational High School (SMK) majoring in Software Engineering need to equip themselves to elevate their competence. Hard skills should be balanced with soft skills to compete globally, particularly in the startup industry. Facts revealed that the vocational high school graduates majoring in software engineering had not met the expectations of the startup industry, which put a more substantial concern on soft skills. This study aimed to reveal the soft skills required by the startups that vocational high school graduates majoring in software engineering need to acquire. The result of this study showed that the need for soft skills among vocational high school graduates majoring in software engineering who worked in the startup industry still needed to be improved, covering several aspects in the following: (1) critical thinking and problem-solving skills; (2) active communication skill both spoken and written; and (3) emotional quotient. It can be implied from the result that attempts are needed to increase the soft skills of vocational high school graduates majoring in software engineering to compete globally and fulfill the needs of the startup industry. The attempts should be a substantial concern among the policy maker as an institution determining the national curriculum to support the skill improvement of hard and soft skills. On the other hand, the stakeholders of Vocational High Schools need to advance the collaboration with the industrial world to equip the graduate candidates majoring in software engineering to quickly meet the needs of the labor market in the startup industry. Menghadapi revolusi industri 4.0, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Rekayasa Perangkat Lunak perlu membekali diri untuk meningkatkan kompetensinya. Hard skill harus diimbangi dengan soft skill untuk bersaing secara global, khususnya di industri startup. Fakta menunjukkan bahwa lulusan SMK jurusan rekayasa perangkat lunak belum memenuhi ekspektasi industri startup yang lebih mementingkan soft skill. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap soft skill yang dibutuhkan oleh startup yang perlu dimiliki oleh lulusan sekolah menengah kejuruan jurusan rekayasa perangkat lunak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan soft skill pada lulusan SMK jurusan rekayasa perangkat lunak yang bekerja di industri startup masih perlu ditingkatkan, meliputi beberapa aspek sebagai berikut: (1) kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah; (2) keterampilan komunikasi aktif baik lisan maupun tulisan; dan (3) kecerdasan emosional. Dari hasil tersebut dapat tersirat bahwa diperlukan upaya untuk meningkatkan soft skill lulusan SMK jurusan rekayasa perangkat lunak agar dapat bersaing secara global dan memenuhi kebutuhan industri startup. Upaya tersebut patut menjadi perhatian besar di kalangan pengambil kebijakan sebagai lembaga penentu kurikulum nasional untuk mendukung peningkatan keterampilan hard skill dan soft skill. Di sisi lain, pemangku kepentingan SMK perlu memajukan kerjasama dengan dunia industri untuk membekali calon lulusan jurusan rekayasa perangkat lunak agar dapat segera memenuhi kebutuhan pasar kerja di industri startup.

Page 1 of 1 | Total Record : 7